Allah Mahakuasa

Topic Artikel: Renungan dan Artikel

Keywords Artikel: Suatu Pertanyaan

Syalom,

Beberapa waktu yang lalu ketika saya mengajar di salah satu Sekolah Alkitab, seorang siswa bertanya?

Pak, apakah Tuhan itu Maha Kuasa?

Yah, dan itu sudah pasti, Ia Maha Kuasa

Pak, Apakah Tuhan itu Maha Pencipta?

yah, itu benar, keberadaan kamu membuktikan Dia Maha Pencipta.

Kalau begitu Pak, Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangakatNya?

Saya merenung sejenak, sambil berfikir

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu"

Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Setelah beberapa saat saya berfikir, saya pun memberikan suatu pertanyaan sekaligus pernyataan, Apakah kamu berdosa ? ia saya berdosa Pak

Apakah kamu Berdosa karena Allah? tidak Pak

Tetapi mengapa kamu berdosa? Sianak diam dan berkata "Pak, mengpa pertanyaan saya tidak di jawab"

Jawabannya ada pada otak kamu. Ia pun bingung

Kembali saya berkata. Coba maju dua orang siswa dan berdiri saling berhadapan.

Kemudia mereka maju, saya berdiri di tengah-tengah mereka. Kemudia saya bertanya kepada mereka berdua, di sebelah manakah kiri atau kanan itu?

Mereka berpandangan, karena kiri bagi siswa yang satu adalah kanan bagi siswa yang lain serta sebaliknya, dan itu adalah depan bagi saya. Mereka diam.

Saya kemudi berkata, pertanyaan kamu hampir sama dengan pertanyaan saya.

Jawabannya adalah didalam otak kamu dan itu itu tergantung kepada sejauh mana pengenalan kamu kepada Allah.

Si anak diam dan merenung.

Komentar-Komentar

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam pak
Saya mau nanya nih...
Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa...
kan sayang ciptakan manusia yang pada akhir perjalanan hidup mereka hanya untuk masuk ke dalam kebinasaan kekal karena mereka tidak sanggup menyelamatkan diri mereka sendiri?
Calvinisme mengajarkan orang2 diciptakan dengan takdir masing2, ada yang diselamatkan ada juga yang yang telah ditetapkan binasa sehingga tidak dapat beroleh selamat dengan cara apa pun karena sudah ditentukan sejak dari awal penciptaan?? apakah itu benar...
saya bukan ahli teologi tapi saya pernah membaca bahwa iblis datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan ?
trus maaf sebelumnya ya pak.. apa bedanya iblis dengan Tuhan yang katanya penuh kasih tapi ciptakan manusia hanya untuk dibinasakan??
Apakah Tuhan memang senang lihat kebinasaan manusia ciptaanNya yang kata orang orang ciptaan yang paling agung dari semua mahluk ciptaan?
Trus apa gunanya iblis ada di dunia ini... toh ada manusia yang diciptakan untuk binasa sebagian lagi diselamatkan?
tanpa iblis saja sudah pasti binasa karena telah keluar ketetapan/leputusan untuk dibinasakan dari awal...
pak apa di surga Tuhan sering buat konferensi untuk menetapkan siapa yang binasa dan siapa yang selamat ?
pertanyaan lagi
kenapa iblis tidak dibinasakan saja dari awalnya... kan
biar bumi lebih aman soalnya kan ia jahat dan kalau saya baca di kitab wahyu berusaha
pak maafkan saya, tapi saya mau melihat sudut pandang bapak soalnya kemarin saya ketemu teman saya orang orang dari Protestan

Allah sudah pensiun?

 

Apakah Allah tidak maha kuasa? Atau tidak maha adil? pertanyaan ini sudah ditanyakan beradab-abad lamanya. Mungkin karena adanya kesalahan-kesalahan logika, maka pertanyaan yang diajukan akan menjadi kontradiktif. Untuk selanjutnya akan saya jelaskan apakah itu kontradiktif...Dan memang pikiran kita selalu terjebak di dalam konsep rasional dan irasional...Kadang kita menjadi sedikit emosional....Irasionalitas selalu mengambil tempat dalam pemikiran kita...Kita tidak bisa mengatakan bola itu persegi karena kontradiktif...sama seperti kalimat Karena hari ini hujan, maka saya akan keluar....Agak terasa aneh...karena biasanya hujan, orang jarang keluar...Jadi kalimatnya menjadi invalid....Belum lagi ditambah faktor emosional, maka kadang kita memeprtahankan kalimat yang sudah salah, atau mempertanyakan pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Mengenai sharing contoh di ata, guru yang menanyakan anaknya apakah berdosa atau tidak, harus mengarahkan si anak untuk melihat kebenaran...jadi bukan untuk menskak si anak....

 

Allah sudah pensiun

Allah sudah pensiun...

Ia tidak lebih dari seorang kakek yang tua renta...yang menikmati hari-hari yang menjenuhkan.

Ia tidak lagi berpikir untuk campurtangan dengan segala sesuatu di sekitarnya, bahkan hidup-Nyapun ia tidak perduli lagi...

Jika tidak seperti kakek tua renta, maka Allah sekarang ini menikmati surga...dan lupa dengan dunia.

Hanya dongeng saja semua catatan tentang Allah menurut semua Agama dunia ini....

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih, Saya bukan siapa-siapa sih... Hehehe... Tapi kalau saya boleh berkomentar sedkit, dari pemahaman dan pengalaman saya yang juga hanya sedikit ini... Saudara sempat bertanya : "Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa." Menurut saya, Tuhan bukan tidak sanggup menahan kita melakukan dosa. Tapi karena cinta kasihNya yang begitu besar, Ia memutuskan memberikan kita KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, kebebasan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang salah. Tanggung jawab yang begitu besar diberikan kepada manusia, oleh karena Tuhan begitu mencintai manusia sebagai citraNya sendiri. Adapun manusia pertama jatuh dalam dosa karena mereka MEMILIH YANG SALAH, memilih untuk melanggar perintah Tuhan, jangan memakan buah dari pohon yang terlarang, walau sebenarnya mereka sudah diperbolehkan melakukan apapun. Bagi saya ini merupakan dosa ketamakan manusia yang pertama, hal yang terus berulang sepanjang sejarah manusia, karena manusia selalu menginginkan hak-hak milik orang lain. Kenapa Tuhan menciptakan pohon dengan buah terlarang? Kita coba analogikan bahwa manusia merupakan seorang anak yang tinggal di rumah Bapaknya. Tentu sebagai seorang anak, manusia dibebaskan untuk melakukan apapun di rumahnya sendiri. Namun sang Bapak memberikan satu aturan, katakan dilarang mengambil uang dari dompet Bapak tanpa meminta pada sang Bapak. Tapi kemudian, sang anak tergoda untuk membeli sesuatu dan akhirnya mencuri uang dari sang Bapak. Ketika sang Bapak mengetahuinya, tentu wajar bagi sang Bapak untuk menghukum atau menegur sang anak bukan? Manusia sama dengan anak itu dimana kita sudah melanggar aturan dari Allah dan saat ini kita menerima konsekuensi dari perbuatan tersebut. Tapi kemudian apakah seorang Bapak akan membiarkan anaknya dalam dosa? Tidak! Sepanjang sejarah Tuhan selalu mengingatkan manusia lewat nabi2, utusan2, bahkan PUTRANYA sendiri !! Ini semua menunjukkan besarnya kasih Allah pada manusia !! Anda juga bertanya kenapa Tuhan menciptakan manusia yang harus jatuh dalam dosa? Sekali lagi karena Tuhan sangat mencintai manusia sehingga kita diberikan KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, BERRPIKIR DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN. Tentu kalau manusia diciptakan tanpa kebebasan ini, manusia PASTI tetap di Taman Firdaus dan mematuhi semua perintah Allah, tapi bayangkan apa jadinya manusia, manusia tak lebih dari boneka atau robot yang hanya mengikuti perintah! Tapi Tuhan menginginkan manusia sebagai citraNya, yang artinya manusia harus dinamis dan dapat mengambil keputusan secara merdeka, karena itulah manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan Namun bagian dari kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan adalah mengambil keputusan yang salah. Tapi Tuhan tidak tinggal diam! Di masa lalu Ia mengutus nabi2 dan bahkan PutraNya, sementara di masa kini manusia disertai dengan Roh KudusNya sendiri !! Luar biasa bukan? Tuhan memang baik... Dan sama seperti emas harus ditempa dengan api sebelum menjadi menjadi emas yang bermutu, manusia pun ditempa agar kita menjadi semakin murni sebagai anak-anakNya dan dapat mencintaiNya sepenuh hati. Semoga ini bisa menjawab... Maaf kalau dirasa ada yang salah, karena ini memang pendapat saya pribadi sih... hehehehe... Tuhan memberkati !! :)

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih,

 

Saya bukan siapa-siapa sih... Hehehe... Tapi kalau saya boleh berkomentar sedkit, dari pemahaman dan pengalaman saya yang juga hanya sedikit ini...

 

Saudara sempat bertanya : "Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa."

 

Menurut saya, Tuhan bukan tidak sanggup menahan kita melakukan dosa. Tapi karena cinta kasihNya yang begitu besar, Ia memutuskan memberikan kita KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, kebebasan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang salah. Tanggung jawab yang begitu besar diberikan kepada manusia, oleh karena Tuhan begitu mencintai manusia sebagai citraNya sendiri. Adapun manusia pertama jatuh dalam dosa karena mereka MEMILIH YANG SALAH, memilih untuk melanggar perintah Tuhan, jangan memakan buah dari pohon yang terlarang, walau sebenarnya mereka sudah diperbolehkan melakukan apapun. Bagi saya ini merupakan dosa ketamakan manusia yang pertama, hal yang terus berulang sepanjang sejarah manusia, karena manusia selalu menginginkan hak-hak milik orang lain.

 

Kenapa Tuhan menciptakan pohon dengan buah terlarang? Kita coba analogikan bahwa manusia merupakan seorang anak yang tinggal di rumah Bapaknya. Tentu sebagai seorang anak, manusia dibebaskan untuk melakukan apapun di rumahnya sendiri. Namun sang Bapak memberikan satu aturan, katakan dilarang mengambil uang dari dompet Bapak tanpa meminta pada sang Bapak. Tapi kemudian, sang anak tergoda untuk membeli sesuatu dan akhirnya mencuri uang dari sang Bapak. Ketika sang Bapak mengetahuinya, tentu wajar bagi sang Bapak untuk menghukum atau menegur sang anak bukan? Manusia sama dengan anak itu dimana kita sudah melanggar aturan dari Allah dan saat ini kita menerima konsekuensi dari perbuatan tersebut. Tapi kemudian apakah seorang Bapak akan membiarkan anaknya dalam dosa? Tidak! Sepanjang sejarah Tuhan selalu mengingatkan manusia lewat nabi2, utusan2, bahkan PUTRANYA sendiri !! Ini semua menunjukkan besarnya kasih Allah pada manusia !!

 

Anda juga bertanya kenapa Tuhan menciptakan manusia yang harus jatuh dalam dosa? Sekali lagi karena Tuhan sangat mencintai manusia sehingga kita diberikan KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, BERRPIKIR DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN. Tentu kalau manusia diciptakan tanpa kebebasan ini, manusia PASTI tetap di Taman Firdaus dan mematuhi semua perintah Allah, tapi bayangkan apa jadinya manusia, manusia tak lebih dari boneka atau robot yang hanya mengikuti perintah! Tapi Tuhan menginginkan manusia sebagai citraNya, yang artinya manusia harus dinamis dan dapat mengambil keputusan secara merdeka, karena itulah manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan Namun bagian dari kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan adalah mengambil keputusan yang salah. Tapi Tuhan tidak tinggal diam! Di masa lalu Ia mengutus nabi2 dan bahkan PutraNya, sementara di masa kini manusia disertai dengan Roh KudusNya sendiri !! Luar biasa bukan? Tuhan memang baik...

 

Dan sama seperti emas harus ditempa dengan api sebelum menjadi menjadi emas yang bermutu, manusia pun ditempa agar kita menjadi semakin murni sebagai anak-anakNya dan dapat mencintaiNya sepenuh hati.

 

Semoga ini bisa menjawab... Maaf kalau dirasa ada yang salah, karena ini memang pendapat saya pribadi sih... hehehehe... Tuhan memberkati !! :)

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih juga dalam Kristus Yesus.
Thanks buat pendapatnya.. jadio kesimpulan adalah freewill kita yang menentukan bukan karena teori predestinasi .
Ok GBU

Bukan freewill, tapi predestinasi

Memang dalam pemahaman kita, kita yang membuat pilihan untuk berbuat dosa dan menentang Allah, tapi semuanya dalam Kehendak Allah yang memperbolehkan kita berbuat dosa melawan dia...Jadi pilihan bebas kita bukan meniadakan Kehendak Kekal Allah, karena kalau begitu, maka Allah akan bergantung kerpada pilihan bebas kita..Kalau sudah begitu, tidak sesuai lagi dengan Konsep Alkitab Allah yang berdaulat dan logika kekristenan....Kalau Allah yang mengontrol, apakah kita masih bisa disebut manusia bebas? Kita tidak pernah bebas secara ansich ( dalam kebebasan itu sendiri ) karena kita dibatasi oleh pilihan yang telah disediakan oleh Allah...Jadi kesimpulannya, kita BEBAS di dalam KEHENDAK ALLAH...(boleh dibaca surat Roma dan dipelajari )..GBU

predestinasi

 

Jadi yang nentuin kita untuk dapat masuk ke dalam kehidupan kekal atau kebinasaan kekal itu pilihan kita atau dari pilihan Tuhan yang nentuin dari mulanya?

Yang nentuin kita dihukum adalah pilihan kita....

Yang menentukan kita dihukum adalah pilihan kita....Tuhan memilih kita untuk diselamatakan, dan manusia binasa karena pilihan sendiri....Bukan karena Tuhan yang salah...Predestinasi rumit dijelaskan karena melibatkan misteri Ilahi....Meskipun demikian dalam pemahaman kita, predestinasi tidak boleh direduksi ataupun terlalu diperluas....Contoh direduksi : Pilihan manusia menentukan pilihan Allah...Contoh diperluas : Allah menghendaki orang binasa ( bertentangan dnegan I Tim 2 :4 )...

Tapi, kita mesti bijaksana dalam menghubungkan predestinasi dan kehendak bebas manusia...satu2nya pertanyaan adalah : apakah kebebasan manusia mempengaruhi kebebasan Allah atau sebaliknya?

Silakan dibaca Alkitab Kis 13:48 ( wajib baca )....GBU./...

iah iah's picture

Jawabannya ada pada otak kamu

Di tanya kok malah nanya balik? Nggak bisa menjawab pertanyaan kok malah marah? Ada banyak pertanyaan yang nampaknya sulit untuk dijawab, namun sulit untuk dijawab bukan berarti tidak boleh ditanyakan. Maafkan saya karena tidak setuju dengan cara Bapak sumantriono menanggapi pertanyaan-pertanyaan sulit dengan cara demikian.

Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatNya?

Untuk mendapatkan jawaban pastinya kita harus bertanya kepada Allah sendiri. Namun sebagai orang yang telah mempelajari Alkitab dengan cara yang benar, kita dapat menarik kesimpulan.

Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatNya? TIDAK SANGGUP!

Berarti Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya? BETUL, Ia BUKAN Mahapencipta, karena ada yang tidak bisa diciptakan-Nya!

Bukankah jawaban demikian adalah jawaban yang logis? Bukankah jawaban demikian sesuai dengan ajaran Alkitab?  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Allah Maha Kuasa

Pertanyaan, Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatnya? Pertanyaan ini sebenarnya mengandung kesalahan, mengapa? karena mengandaikan Allah seperti manusia yang terbatas. Menjawab pertanyaan yang salah adalah tidak tepat, karena itu yang terbaik adalah menunjukan kesalahan pertanyaan itu, dan otomatis dia tidak akan menuntut jawab. Saya usulkan, jelaskan pada penanya bahwa Allah itu Roh, jadi tidak ada ruang terkecil sekalipun dimana Allah tidak ada, Jadi Allah maha kuasa dan bisa mencipta apa saja yang Dia inginkan, tapi Allah tak pernah dibatasi dengan apa yang dia ciptakan. Mudah-mudahan jawaban ini dapat menolong kebingungan anda-anda. GBU

iah iah's picture

Allah Tidak Mahapencipta

Pak Binsar, maaf, saya tidak setuju dengan pernyataan anda bahwa pertanyaan, "Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?" adalah pertanyaan yang mengandung kesalahan karena mengandaikan Allah seperti manusia yang terbatas.

Menurut saya pertanyaan tersebut logis dan patut ditanyakan serta ditanyakan dengan bahasa Indonesia yang cukup baik serta Alkitabiah.

Sanggupkah Allah menciptkan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Karena Allah tidak sanggup, apakah itu berarti Allah tidak mahapencipta? BENAR, Allah TIDAK mahapencipta karena ada yang tidak MAMPU Dia ciptakan.

Bukankah Allah demikianlah yang diajarkan oleh Alkitab dan disembah oleh orang-orang Kristen? Saya orang Kristen dan percaya Allkitab adalah Firman Allah, itu sebabnya saya menyembah Allah yang demikian, Allah yang TIDAK SANGGUP menciptakan susuatu yang tidak bisa diangkat-Nya.

Apakah bermasalah menyembah Allah yang demikian?

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Jawaban untuk iah iah

Jika kita mengatakan sanggupkah Allah mencipta sesuatu yang lebih besar dari Dia, saya setuju jawabannya tidak sanggup, karena tidak ada yang lebih besar dari Allah. Jadi, ketidakmampuan Allah menciptakan sesuatu yang lebih besar dari Dia, justru menunjukan Dia lah yang terbesar, dan Maha Kuasa. sedang, pertanyaan, bisa kah Allah menciptakan benda yang berat yang tidak bisa diangkat-Nya, saya katakan kalimat yang salah, karena mengandaikan Allah terbatas, Allah seakan bukan roh. Karena Allah adalah Roh, maka Allah tidak terpengaruh dengan benda sebera apapun, begitu maksud saya. Terima kasih, senang sekali berdiskusi dengan anda.GBU

Memang ada pertanyaan yang salah.....

Untuk sdr iah iah....Memang ada kalimat pertanyaan yang salah....kalau tidak ada pertanyaan yang salah, tentu akan merepotkan dunia silat tanya-jawab..Pertanyaan yang salah adalah pertanyaan yang misalnya :

1. Melawan Logika berpikir....A tidak bisa bersamaan dengan non A sekaligus dinyatakan benar ( terlalu rumit ya?...hehe...mungkin memang begitu, supaya kita kaji dan analisa lebih dalam )

2. Pertanyaan yang melawan fakta, misalnya Mengapa Soekarno tidak pernah menjadi presiden? ( bingung juga...)

3. Pertanyaan yang  tidak pernah ada jawaban ..Mis : Mengapa bola itu persegi? (?????), karean berlawanan dengan definisi bahasa

4. Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis, mis :  Bisakah Tuhan menciptakan batu sehingga Ia sendiri tidak dapat mengangkatnya?

Kita harus memisah dua kalimat :

1. Bisakah Tuhan menciptakan batu?

Jwb : Tentu bisa 

2. Bisakah Batu itu diangkat Tuhan ?

Jwb : Tentu bisa....

Lalu kenapa Tuhan harus ciptakan batu yang tidak bisa Ia angkat? Tentu semua yang Allah ciptakan dapat Ia atasi/angkat... termasuk MANUSIA...Jangan membayangkan Allah dalam kalimat premis manusia yang terbatas...

iah iah's picture

Allah Takluk Pada DiriNya Sendiri

Vantilian, memang banyak pertanyaan salah, namun yang sedang kita bahas adalah pertanyaan:

"Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?"

Pak sumantriono tidak mau menjawab pertanyaan itu karena dia menyangka:

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu" Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Bang Binsar menyatakan bahwa pertanyaan itu salah karena Allah adalah Roh sehingga tidak terpengaruh oleh benda seberat apapun.

Pada awalnya anda menganggap pertanyaan itu termasuk kelompok pertanyaan tidak ada jawabannya. Sekarang anda menyebutnya “Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis” Bahkan komentar anda lebih lanjut:

Lalu kenapa Tuhan harus ciptakan batu yang tidak bisa Ia angkat? Tentu semua yang Allah ciptakan dapat Ia atasi/angkat... termasuk MANUSIA...Jangan membayangkan Allah dalam kalimat premis manusia yang terbatas...

Sanggupkah Allah menciptkan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Karena Allah tidak sanggup, apakah itu berarti Allah tidak mahapencipta? BENAR, Allah TIDAK mahapencipta karena ada yang tidak MAMPU Dia ciptakan.

Handai taulan sekalian, kenapa anda tidak berani menjawab pertanyaan tersebut seperti saya menjawabnya? Apa yang mengganggu anda sekalian? Menurut saya masalahnya tidak terletak pada pertanyaannya namun terletak pada PEMAHAMAN orang yang ditanya. Apa yang anda pahami dengan MAHAPENCIPTA dan MAHAKUASA? Pernahkah anda menguji apakah pemahaman anda itu benar? Anda pasti memahami kedua kata itu sebagai berikut:

MAHAKUASA = Tidak ada yang tidak bisa Dia lakukan
MAHAPENCIPTA = Tidak ada yang tidak bisa Dia ciptakan.

Laozi menulis:

Manusia takluk pada hukum bumi,
bumi takluk pada hukum langit,
langit takluk pada hukum Dao
Dao takluk pada diriNya sendiri (ziran)
Dao De Jing 25

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Pemahaman juga ada yang salah....

Untuk sdr iah iah..

Terima kasih untuk komentarnya.....Saya rasa pertanyaan ini penting untuk dijawab...tapi bukankah saya sudah menjawabnya? Tolong dibaca baik-baik...saya rasa kita sedang membahas pertanyaan yang memerlukan analisis dalam..jadi, saya sendiri mengganggap pertanyaan ini penting,.....

Jadi, bukan saya tidak berani menjawab ( lagipula darimana anda tahu saya tidak berani???)...saya rasa sdr iah-iah terlalu byk asumsi..saya kira anda perlu belajar banyak hal sebelum berasumsi banyak juga...kita sedang membahas pertanyaan yang serius, bukan membahas apakah saya berani atau tidak berani menjawab, atau segala macam motivasi dan sikap saya....Lalu memang semua pertanyaan harus dipahami dengan benar..Anda katakan : Menurut saya masalahnya tidak terletak pada pertanyaannya namun terletak pada PEMAHAMAN orang yang ditanya...

Memang benar pertanyaan tergantung pemahaman orang...dan yang saya jelaskan memang pemahaman saya, lalu dimana masalahnya? ( Tolong diperjelas dengan baik..Ok? )

Yang saya pahami, adalah pertanyaan itu sendiri memang salah karena menyalahi definisi dan logika kekristenan.,...dan saya sudah jelaskan....Lagipula, ingat....selain ada pertanyaan yang salah, ada juga PEMAHAMAN yang salah...OK? Jadi jangan berputar-putar berpendapat tapi sendiri tidak tahu apa yang dipendapatkan..( apalagi menuduh handai taulan tidak berani menjawab pertanyaan itu....Ok? itu bukan wilayah perdebatan.....tidak usah berasumsi...)

Saya sarankan anda membaca banyak buku..khususnya mengenai cara berpendapat dan tentang ilmu logika...Kekristenan melampaui akal, tapi tidak berlawanan dengan akal sehat....

Saya ingin mengomentari pendapat anda ALLAH Takluk pada diriNYa sendiri....Benarkah? Kutipan Lao Tzi yang anda kutip belum tentu bisa merangkumkan kebenaran Alkitab...tolong pakai kebenaran Alkitab...meskipun kita menganut segala kebenaran adalah kebenaran ALLAH...tapi belum tentu adalah kebenaran ultimat ( divine truth of doctrin of God ).... Kalau bisa, coba anda berikan pendapat berdasarkan ayat-ayat dan pemahaman Alkitab...Kita lagi membahas segi kekristenan, bukan filsafat Asia....Saya tunggu pendapat anda....

Menurut yang saya PAHAMI, ALLAH INDEPENDENT dalam DIRINYA sendiri...sehingga Ia tidak bergantung kepada yang lain ( Baca Kitab Yesaya dan kisah 17 )....Ia yang mengeluarkan perintah dan ketetapan....Jadi balik lagi ke pertanyaan tadi...Apakah Allah mampu menciptakan batu yang Ia sendiri tidak bisa angkat? ( ini adalah pertanyaan yang kontardiktif ) Pertanyaan yang ingin saya ajukan : Apakah Allah bisa berkontradiksi dengan DIRINYA sendiri? ( bingung juga...) Kalau manusia bisa, Allah tidak bisa....Shalom and GBU....

iah iah's picture

Allah Memang Takluk Pada Diri-Nya Sendiri

Vantillian, pertanyaanya adalah:

Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?

Pertanyaan tersebut memang perlu dijawab dan anda memang sudah menjawab pertanyaan itu, namun jawaban pertama anda adalah,

“…maka kadang kita memeprtahankan kalimat yang sudah salah, atau mempertanyakan pertanyaan yang tidak ada jawabannya.”

Jawaban anda yang kedua adalah,

“Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis”

Bukankah dengan jawaban demikian anda sedang menyatakan bahwa masalahnya ada pada pertanyaannya? Pertanyaan tersebut di atas tidak dapat dijawab karena itu adalah pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Pertanyaan tersebut tidak dapat di jawab karena melawan natur kebenaran premis?

Saya katakan masalahnya bukan pada pertanyaannya namun pada pemahaman orang yang ditanya. Masalah anda adalah; anda tidak memahami pertanyaan tersebut sama sekali atau anda tidak memahami arti kata mahapencipta dan mahakuasa atau anda tidak berani menjawab pertanyaan tersebut seperti yang diutarakan oleh Bapak sumantriono,

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu" Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Maaf, dalam hal ini saya tidak membuat asumsi sama sekali, namun menarik kesimpulan dari jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut. Atas dasar apa anda menyimpulkan bahwa pertanyaan tersebut salah kerena menyalahi definisi dan logika kekristenan? Definisi kekristenan mana yang disalahi dan logika kekeristenan mana yang disalahi?

Saya setuju 100% dengan pendapat anda, Kekristenan melampaui akal, tapi tidak berlawanan dengan akal sehat.... Namun yang menjadi masalah utama kebanyakan orang Kristen adalah menentukan BATAS tentang AKAL SEHAT. Akal sehat adalah bila orang lain berpikir seperti saya.

Vantillian, berapa banyak ayat yang anda kutip dalam komentar anda? Bukankah anda memberi komentar dengan teori filsafat barat? Apabila anda boleh menggunakan filsafat barat kenapa saya tidak boleh menggunakan filsafat Tionghua? Apabila anda tidak mengajukan satu ayat pun untuk mendukung komentar anda yang dibangun atas pemahaman filsafat barat anda, kenapa menuntut saya melampirkan ayat-ayat Alkitab bagi pemahaman filsafat tionghua saya? Bila filsafat Tionghua atau filsafat Laozi yang saya gunakan SALAH, kenapa anda tidak melampirkan ayat-ayat Alkitab yang menentangnya? Baiklah saya akan kutip Dao De jing pasal 25 secara lengkap.

Ada suatu yang tak terdefinisikan
namun sempurna,
ada sebelum langit dan bumi
Sendirian!
Sendiri!
Mandiri dan tidak berubah
Sempurna dalam berkarya,
tidak ada yang tidak sempurna

Silahkan sebut dia bunda langit dan bumi
Aku tidak tahu siapa namanya,
sapa saja dia Dao
Karena KemahakuasaanNya,
namai dia Sang Agung
Sang Agung berkata, “mati”
Mati berkata, “Yang jauh”
Yang Jauh berkata, “Kembali”

Sejak dahulu kala Dao agung,
langit agung,
bumi agung,
manusia juga agung
Di Tiongkok ada empat yang agung,
manusia adalah salah satunya

Manusia takluk pada hukum bumi,
bumi takluk pada hukum langit,
langit takluk pada hukum Dao
Dao takluk pada kebenaranNya sendiri (zi ran)
Dao De Jing 25

Vantillian, tolong ajukan ayat-ayat Alkitab yang menentang pemahaman Laozi tersebut, minimal, tolong beritahu saya pemahaman tersebut bertentangan dengan ilmu logika barat anda.

Allah memang TAKLUK pada diri-Nya sendiri. KEMAHA-an Allah ada batasnya yaitu diri-Nya sendiri. Anda tidak percaya? Ho ho ho ho … Mungkin anda hanya belum memahaminya atau anda tidak mau memahaminya karena itu bertentangan dengan AKAL SEHAT anda?

Yesus Kristus adalah Allah! Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda orang Kristen Tauhid. Yesus Kristus adalah PENCIPTA alam semesta. Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda Kristen menara pengawas. Yesus Kristus MAHAKUASA! Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda Kristen Ateis. Yesus Kristus TIDAK TERIKAT oleh ciptaan-Nya, Yesus Kristus tidak takluk pada hukum bumi, Dia TIDAK TERIKAT oleh ruang dan waktu. Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda orang Kristen-kristenan.

Yesus Kristus adalah Allah PENCIPTA alam semesta yang MAHAKUASA dan TIDAK TERIKAT oleh ciptaan-Nya, TIDAK TERIKAT oleh ruang dan waktu apalagi hukum alam.

Anda setuju dengan pernyataan tersebut di atas? apakah pernyataan tersebut di atas BENAR? Apakah pernyataan tersebut masuk AKAL SEHAT? Apakah pernyataan tersebut melanggar LOGIKA dan DEFINISI Kristen? Apakah pernyataan tersebut di atas melanggar KEBENARAN Alkitab?

Dari keempat injil, banyak sekali ayat-ayat yang dapat saya ajukan untuk membuktikan bahwa pernyataan tersebut di atas salah! Apakah dengan mengajukan ayat-ayat Alkitab tersebut berarti pernyataan tersebut di atas salah? TIDAK! Pernyataan tersebut di atas BENAR 100% tak peduli berapa pun ayat yang diajukan untuk menentangnya, karena pernyataan tersebut di atas BENAR 100%.

Allah takluk pada diri-Nya sendiri!

Ketika Yesus Kristus inkarnasi menjadi manusia, Dia mengosongkan Ke-Allahan-Nya. Ketika Yesus Kristus inkarnasi menjadi manusia, Dia menjadi Allah yang tidak MAHAKUASA. Dia takluk pada hukum alam. Dia jalan kaki mengelilingi Israel, Dia makan, Dia ngantuk, Dia Tidur, Dia lelah, Dia takut, Dia ragu-ragu, Dia berdoa, Dia jatuh cinta kepada anak-anak, Dia kesakitan, Dia mengucurkan darah, Dia disalibkan bahkan Dia MATI. Dia TAKLUK pada hukum bumi, seperti seorang manusia TAKLUK pada hukum bumi!

Benarkah Yesus Kristus TAKLUK pada hukum bumi? TIDAK! Namun dia TAKLUK pada diri-Nya sendiri! Ketika dia menaklukkan diri pada diri-Nya sendiri, Dia tidak MAMPU MENYANGKAL diri-Nya sendiri.

Vantillian, semoga penjelasan saya tersebut cukup bagi anda untuk memahami apa arti Allah Takluk pada Diri-Nya sendiri. Ha ha ha ha … Saya tahu anda suka berpikir, sedangkan saya senang mengajak orang berpikir pelan-pelan, selangkah demi selangkah, karena dengan cara demikianlah saya memahami segala sesuatu dan menyangka orang lain juga seperti saya, dengan cara demikian, sekali saya memahami, maka saya akan mampu menggunakan metode berpikir yang sama untuk memahami hal yang lainnya. Jadi, tolong maafkan saya karena mengajak anda berputar-putar, karena kemampuan berpikir saya memang payah.

Sekali lagi, mohon maaf, bila anda menganggap saya terlalu bertele-tele, maklum, saya sudah terbiasa melatih anjing selama 25 tahun lebih. Mohon maaf, bukannya saya memandang rendah anda, apalagi menyamakan anda dengan anjing, namun masalahnya ada pada diri saya sendiri. Setelah melatih anjing selama 25 tahun lebih, saya kehilangan KECEPATAN berpikir saya (ha ha ha, sebenarnya sebelum melatih anjing saya bahkan lebih payah). Anda tahu, saya bukan pelatih anjing yang sukses karena selama 25 tahun lebih melatih, anjing yang berhasil saya latih tidak lebih dari jumlah jari pada kedua tangan saya. Anjing terakhir yang saya latih selama 6 bulan, satu tahun kemudian menggigit adik perempuan saya, hampir merenggut nyawanya, luka pada pipi dan lengan kanannya sangat menyeramkan. Tolong maklumi saya kawan.

Ketika menyatakan Allah MAHAKUASA, kita sedang membandingkan Allah dengan sebuah STANDARD. Standard itu bisa seekor anjing, seorang manusia, Iblis dan malaikat atau standard itu namanya LOGIKA manusia.

MAHAKUASA = Tidak ada yang tidak bisa Dia lakukan
MAHAPENCIPTA = Tidak ada yang tidak bisa Dia ciptakan

Itulah standard MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA berdasarkan logika manusia. LOGIKA manusia bukan standard yang BENAR itu sebabnya KEBENARAN Kristen tidak pernah dibangun di atas LOGIKA manusia. Namun bila ada orang KRISTEN yang mengajukan pertanyaan tentang ajaran Alkitab dengan menjadikan LOGIKA manusia sebagai standard kebenaran, maka kita harus menjawab pertanyaannya dengan LOGIKA yang sama. Karena sudah memuaskan logikanya, maka kita BERHAK untuk mengajak dia berpikir dengan logika Alkitab. Karena kita menghargai HAKnya, kemungkinan besar dia juga akan menghargai HAK kita. Menurut saya, itulah SENI ber-apologetika.

Allah MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA bila kita menjadikan seeekor anjing, seorang manusia, Iblis dan malaikat sebagai standardnya. Namun Allah tidak mahakuasa dan mahapencipta bila kita menjadikan logika manusia sebagai standardnya. Bagaimana bila kita menjadikan Allah sebagai STANDARD? Ketika kita membandingkan Allah dengan diri-Nya sendiri, apakah Dia masih MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA? TIDAK! Ketika kita membandingkan Allah dengan DIRINYA sendiri, Dia hanya Allah biasa, karena tidak ada Allah sejati yang lebih RENDAH dari Allah sejati juga tidak Allah sejati yang lebih TINGGI dari Allah sejati. Itu sebabnya, ketika kita membandingkan Allah SEJATI dengan Allah SEJATI, Dia hanya Allah BIASA, karena kita membandingkan Allah SEJATI dengan DIRINYA sendiri.

MUSTAHIL Allah SEJATI menentang diri-Nya sendiri.

Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Kalau begitu berarti Dia tidak MAHAPENCIPTA karena ada yang tidak bisa Dia CIPTAKAN.

Ketika Yesus Kristus MEMILIH untuk TIDAK mahakuasa, maka Dia pun tidak MAHAKUASA, itu sebabnya kita menyebut-Nya manusia 100%. Ketika Dia MEMILIH untuk MAHAKUASA, maka dia pun MAHAKUASA, itu sebabnya kita menyebut-Nya Allah 100%.

Vantillian dan handai taulan sekalian, anda melihat sela-sela humornya sekarang? Kita SALING bertarung untuk memperjuangkan HAL yang sama! Itu sebabnya saya memahami, “diskusi adalah lu ngomong yang lu tahu, lu ngomong yang lu mau, gua ngomong yang gua tahu, gua ngomong yang gua mau, kalau tidak sepakat, kita akan ngomong lagi!”

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Allah Takluk kepada Tao Te ching???

Hehe....Saya cuma tersenyum membaca tulisan anda...Santai aza brother....Kita memang lagi diskusi....Kalau kita mau diskusi kekristenan, ambil dasar Alkitab..Ok? Alkitab tidak pernah menentang orang merokok, tapi apakah orang kristen boleh merokok? Alkitab tidak pernah menentang nonton video porno, bolehkah nonton? Alkitab tidak pernah menentang boleh mengutip LaoTze, Confucius, tapi apakah kita boleh mengambil kutipannya sebagai dasar kebenaran?

Kalau mau berbicara LOGIKA, tolong anda pahami ilmu yang anda mau diskusikan..Ok? dari tulisan saya diatas, semuanya sudah saya jelaskan...( sayang, cuma anjing yang tidak mengerti logika..)..Sori, hehe.,...Saya tidak pernah baca ilmu logika anjing, sehingga tidak bisa dijadikan standar..ok? Kalau ada, tolong anda sarankan untuk saya baca....( sori, kepada kaum anjing, telah melibatkan anda dalam diskusi ini...sori )...Kalau mau bukti ayat, yang komentar juga kasih dulu, mis : Allah takluk kepada DiriNya sendiri..Atau tolong kasih email, saya akan kasih outline semua ayat-ayat Alkitab tentang yang saya maksud....

Kalau mengenai logika, semua logika manusia terbatas dan bisa salah, tentu saja...tapi kita juga harus perhatikan, semua pernyataan tentang Allah juga jangan melawan logika, mis : Allah dapat mengangkat sesuatu yang tidak bisa Ia angkat...( saya baca berulang hingga masih bertanya2)...Mengapa ada yang bertanya pertanyaan yang kontradiktif begitu? 

Jadi, seperti yang anda katakan, kita memang memperjuangkan hal yang sama, meski dengan penjelasan berbeda...( jadi, jangan membawa Kingdom Animalia anjing ke dalam diskusi kita, meski juga ada ayat2 tentang anjing di alkitab..masih perlu saya kasih? )

Mengenai filsafat Asia, saya tidak katakan bahwa itu salah...( ingat itu ), tapi saya pertanyakan, apakah itu bisa jadi kebenaran ultimat? Kalo anda tidak ngerti apa yang saya tulis, tolong didiskusikan dulu... Jangan diartikan jauh sekali ataupun sempit sekali...Saya katakan semua kebenaran adalah kebenaran Allah...benarkan?

Lalu, kalau filsafat Barat, darimana anda tahu saya pakai filsafat Barat? Buktikan kalimat saya dari buku mana dan tokoh mana yang katakan itu? ( kalau anda, kan langsung memakai tulisan Lao Tze...Ok? ...Apakah Allah takluk kepada tulisan Tao te ching? Kenapa harus Lao tze yang menjelaskan Allah Kristen?? Tolong kasih saya jawaban...

Mengenai sifat Allah, tolong kasih email anda ke saya, saya akan bagikan doktrin Allah ke anda....kecuali anda mau diskusi disini....tapi tolong pakai kalimat diskusi yang baik...Ok? 

Makanya jangan terlalu banyak berdiskusi dengan anjing anda, sehingga anda tidak bisa berdiskusi dengan akal sehat manusia...Ok?

GBU...

 

iah iah's picture

Mustahil Allah Takluk Pada Dao De Jing

Pernahkah anda bertemu dengan anjing galak? Dia menggonggong dari balik pagar. Matanya garang, seluruh bulu kuduknya berdiri, dia berprilaku seolah siap membunuh dan mencabik-cabik anda. Umumnya orang-orang menyebut anjing demikian adalah anjing galak. SALAH! Itu bukan anjing galak, itu anjing penakut. Anjing penakut nyalinya kecil sehingga mudah sekali merasa terancam. Dia sok garang untuk menggertak orang. Dekati anjing demikian, maka dia akan mundur-mundur dengan tubuhnya gemetar. Dia mengonggong, karena dia ketakutan! Sekali anjing penakut menggigit orang, dia langsung menjadi anjing pengecut. Dia akan mengigit orang dengan cara membokong. Dia sudah belajar bahwa cara paling cepat mengusir orang asing adalah langsung menggigitnya.

Bagi anjing makluk asing yang masuk ke wilayahnya hanya berarti penyerang atau mangsa. Ketika menggonggong anjing tidak berbahaya. Ketika menggonggong anjing hanya ingin makluk asing menyingkir dari wilayahnya. Dengan memahami hal ini, maka anda akan terhindar dari digigit anjing asing yang anda anggap tidak berbahaya.

Seorang pemarah adalah seorang yang nyalinya kecil sehingga mudah merasa terancam. Orang demikian menyangka, ancaman dan kegarangan akan membuat orang lain gemetar. Sekali dia memukul orang, maka dia menyangka cara tercepat memenangkan pertarungan adalah pukul duluan. Itu namanya GERTAK SAMBAL. Orang demikian akan menekan lawan habis-habisan ketika merasa menang dan mengemis-ngemis belas kasihan ketika kalah. Dengan memahami hal ini, maka anda akan menaruh simpati pada orang demikian.

Miyamoto Musashi adalah pendekar terbesar di dalam sejarah ilmu bela diri di jepang. Seumur hidupnya dia tidak pernah kalah, satu-satunya pertarungan seri dia berikan kepada lawan yang pernah dikalahkannya beberapa tahun sebelumnya. Ketika bertarung dia hanya menggunakan pedang kayu yang dirautnya sendiri sementara musuh-musuhnya memakai tombak, pedang dan berbagai senjata pusaka lainnya. Di dalam kesederhanaan Musashi tersembunyi kekuatannya.

Daud dengan ali-ali berpeluru lima butir batu bulat dan licin melawan Goliat dengan baju zirah, tameng, tombak dan pedang, umumnya dipahami sebagai pertarungan yang tidak seimbang, seperti kambing melawan singa. Daud kambingnya dan Goliat singanya. Di dalam kesederhanaan ali-ali tersembunyi kedasyatannya.

Jangan menghakimi berdasarkan apa yang kamu lihat. Bukankah itu salah satu nasehat yang tercatat di dalam Alkitab? Ketika bertarung umumnya orang tidak berpikir logis. Sebuah pedang kayu dan sebutir batu walaupun tidak dapat menebas tubuh, namun dapat menghancurkan tulang dan menembus tubuh.

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Diskusi adalah jalan pintas untuk menjadi lebih tahu dan lebih pandai serta lebih ahli. Diskusi adalah cara untuk menguji pengetahuan diri sendiri sambil mencari pengetahuan baru. Sebelum diskusi saya tahu A dan anda tahu B. Selama diskusi saya menjual A dan anda menjual B, saya menjelaskan A sambil berusaha memahami B, anda menjelaskan B sambil berusaha memahami A. Ketika menggoda, menyerang bahkan nampak seolah-olah berusaha menghancurkan jualan anda, sebenarnya saya sedang berusaha mengajar anda untuk memahami jualan saya dan memotivasi anda untuk mengajar saya agar dapat memahami jualan anda. Anda pun melakukan hal yang sama.

Memang MENYEBALKAN ketika menghadapi lawan diskusi yang kekeh jumekeh membanggakan DIRI sendiri sambil merendahkan LAWAN. Dia membanggakan diri sudah menjelaskan semuanya padahal penjelasannya payah, bahkan hampir tidak ada penjelasan sama sekali. Dia bilang sudah membuktikan, padahal tidak ada bukti sama sekali. Dia membanggakan pengetahuannya padahal semuanya hanya kutip sana kutip sini, tidak original sama sekali, bahkan seringkali dia tidak memahami apa yang dikutipnya sendiri. 

Sementara MEMBENARKAN diri, dia juga kekeh jumekeh merendahkan lawannya. Menuduh lawannya bodoh, sombong, tidak sopan, tidak logis, tidak berpengetahuan, tidak mengerti apa yang dikatakan, tidak memberi penjelasan, tidak mengajukan bukti, tidak mengajukan pertanyaan dengan benar dan logis. Bagi orang-orang demikian, data, fakta dan argumentasi menjadi tidak penting karena yang terpenting adalah bagaimana MENYATAKAN diri benar dan MENUDUH lawan salah.

Emosi adalah musuh utama orang-orang yang berdiskusi. Ketika dipenuhi kemarahan, seseorang menjadi tidak waspada karena dibutakan oleh keinginan menghajar lawan habis-habisan. Ketika merasa disakiti kita berusaha balas menyakiti. Ketika dikuasai emosi mustahil kita bisa berpikir jernih. Bila menghadapi lawan diskusi seperti tersebut di atas, maka yang perlu dilakukan adalah mengendalikan emosi sendiri. Sekali emosi terkendali, maka mudah sekali menjadikan lawan bulan-bulanan. Sungguh mengasykkan melihat orang-orang kehilangan kendali lalu membuka BELANGNYA sendiri. Walaupun mengasykkan, namun tentu saja itu bukan tujuan utama diskusi.

Nah, dengan pengetahuan tentang diskusi dan awan diskusi maka kita akan lebih mudah berdiskusi. Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Vantillian, kukankah kata-kata:  “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Allah Takluk kepada Diri-Nya sendiri. Kalimat itu tidak ada di dalam Alkitab, mustahil menyebutkan ayatnya. Namun apakah penjelasan saya tentang Inkarnasi Yesus Kristus tidak cukup membuat anda memahami hal demikian?

Ren fa di, di fa tian, tian fa Dao, Dao fa ziran. Di dalam kitab Dao De jing, kata Ziran digunakan lima kali yaitu pada pasal 17, 23, 25, 51 dan 64. Manusia takluk pada hukum bumi, bumi takluk pada hukum langit (alam semesta), langit takluk pada Dao dan Dao takluk pada diri-Nya sendiri. Ketika mengutip terjemahan kata ziran saya selalu mencantumkan kata aslinya karena kata tersebut memiliki arti khusus,

Zi artinya dari, diri sendiri, sendirian, ada karena dirinya ada, sejak. Ran artinya benar, kebenaran, memang begitu adanya, kodratnya. Fa ziran artinya takluk atau dikendalikan atau dikuasai kodratnya sendiri, dirinya sendiri yang ada karena dirinya ada. Dalam tulisan Tionghua modern, da ziran artinya maha alamiah (mother nature). Ziran jie artinya dunia alamiah (the natural world).

Saya tidak pernah menyatakan filsafat Tionghua adalah standard kebenaran sejati juga tidak pernah menyatakan filsafat barat salah apalagi menuduh anda menjadikan filsafat barat sebagai standard kebenaran sejati. Anda minta ayat pada saya, saya bilang, sebelum meminta anda harus memberi dulu. Hanya itu kan kejadiannya?

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Menurut saya hanya orang (maaf) nggak pinter yang menyatakan bahwa Allah takluk pada kitab Dao De jing. Dao De Jing hanya sebuah kitab yang ditulis oleh Laozi yang hidup pada abad ke enam sebelum masehi.
 
Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen? Dao De jing di tulis pada Abad ke enam sebelum masehi. Pada saat itu Yesus belum inkarnasi jadi manusia. Laozi hidup di Tiongkok, pada saat itu Tiongkok masih tertutup dan tidak mendapat pengaruh bangsa asing. Jarak Tiongkok dan Yerusalem harus ditempuh dengan kuda atau onta selama kurang lebih dua tahun melalui medan yang sangat berat. Ketika menulis kitab Dao De jing, Laozi hanya menjelaskan tentang Tuhan yang dia sembah! Laozi sudah mati, percuma MENGHARUSKAN dia menjelaskan Allah Kristen.

Makanya jangan terlalu banyak berdiskusi dengan anjing anda, sehingga anda tidak bisa berdiskusi dengan akal sehat manusia...Ok? 

Ho ho ho ho … saya hanya mengutip tulisan anda Vantillian. Saya pelatih anjing, hanya melatih anjing, tidak PERNAH berdiskusi dengan anjing, itu sebabnya walau sudah 25 tahun lebih melatih anjing, akal saya tetap sehat walau agak bodoh. Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?  

Ho ho ho ho … menurut anda, apakah saya cukup sehat ketika ketika mengajukan pernyataan dan pertanyaan berikut ini?

Vantillian, Benarkah ketika saya mengutip kitab Dao De jing, anda menyebutnya filsafat Asia? Ketika saya menyebut filsafat Tionghua anda menyebutnya filsafat Asia? Kenapa anda menyebut filsafat Laozi dan filsafat Tionghua sebagai filsafat Asia? Setahu saya bangsa-bangsa Asia belum pernah membuat konsili bahwa filsafat Laozi dan filsafat Tionghua adalah filsafat Asia.  Anda tahu, Yerusalem letaknya di Asia? Anda pasti tahu bahwa Yesus Kristus lahir di Yerusalem. Anda tahu para penulis Alkitab adalah orang-orang Asia? Anda tahu, ketika menyatakan Yesus Kristus 100% manusia anda sedang menyatakan bahwa Dia 100% Asia?  Anda Tahu, filsafat Alkitab adalah filsafat Asia?  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Alkitab = Tao Te Ching?

Hehe...ternyata anda lebih paham tentang anjing daripada yang lain ya? ( apa juga terhadap Alkitab? Kalau begitu, anda harus bertobat dari ilmu anjing anda..karena tak satupun menjelaskan tentang topik kita..OK? Jangan-jangan Allah takluk kepada ilmu anjing anda...anda sudah paham kemana arah bicara saya kan?)

Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah...jadi, kalau mau mufakat...sederhana saja...anda jangan diskusi lagi...mufakat kita? Hehe....Kalau semua yang anda tulis tidak anda YAKINI sebagai KEBENARAN, jadi untuk apa diskusi?? Untuk nunjukin anda mahir bahasa? Tolong anda belajar baik2 lagi esensi diskusi....soalnya semua yang anda tuliskan kalau tidak anda yakini BENAR, ngapain anda tulis panjang lebar disini? 

Dan kalau kekristenan hanya untuk MUFAKAT...coba anda jelaskan kepada saya akibatnya....KRISTEN tidak ada kata MUFAKAT....karena kalau begitu, maka kekrsitenan akan hancur...diserap oleh dunia...Saya heran, anda kelihatan sangat pintar diskusi, tapi tidak tahu pemakaian kata anda efeknya luas...Atau anda jadi kristen karena anda bermufakat? hehe....Tidak usah memasukkan kata emosi ke dalam diskusi...karena itu langsung mendiskreditkan orang...padahal sendiri emosi..anda mesti bicara data dan fakta..(bukankah itu perkataan anda?? )

Saya sudah bertanya kepada anda...coba katakan darimana bukti ( buku mana, penulis mana ) yang menyatakan saya memakai bahasa filsafat Barat??Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab...Saya cuma bertanya, kenapa anda mengira mengutip perkataan Lao Tze bisa mewakili ALLAH ALKITAB? Tolong dijawab..jangan berputar2 tak menentu...Mana ayat pendukungnya? Kalau Kitab Lao Tze bisa dijadikan dasar mengenal Allah, berarti Alkitab kita mesti ditambah satu lagi, Tao Te Ching...Benarkan saudaraku? Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain..oK? Itu saja yang ingin saya tahu...sehingga semua yang membaca bisa tahu kenapa anda mengutip Tao te ching untuk menjelaskan Allah yang kita percayai?

Gimana? Saya tunggu...Ok?  GBU...

MoZee_Rui's picture

@ ALL:More Value Benefit for Better

Anjing menggonggong kulempar tulang ke danau. Tak ada danau selokan pun jadi. Ada waktu menang ada waktu kalah, mengalah bukan berarti kalah. Yang menang pun hanya nikmat sesaat. Di atas semuanya itu dahulukanlah nilai-nilai KEBENARAN yang jelas, membangun, dan sedap

Just enjoy your fight

Qoheleth~MoZee~^_^

iah iah's picture

Dao De Jing Bukan Alkitab

Apabila anda yakin bahwa diskusi untuk mencari kebenaran, maka yakinilah itu dengan sepenuh hati. Di dalam komentar sebelumnya, saya menjelaskan diskusi sebagai berikut:

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Saya yakin dengan apa yang saya tulis, itu sebabnya saya hidup dengan pemahaman demikian. MUFAKAT = Mupakat = Setuju, sepakat, sehati. Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Ada banyak ALASAN ketika dua orang yang berdiskusi MUFAKAT. Baiklah saya akan kutip tulisan anda lalu menggunakannya untuk menjelaskan pemahaman saya.

Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah …

Ketika dua orang berdiskusi, maka: Dalam diskusi untuk mengerti masalah, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa masalahnya SUDAH dimengerti. Dalam diskusi untuk mendengar pendapat, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa pendapat SUDAH diberikan. Dalam diskusi untuk mencari kebenaran, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa kebenaran SUDAH dinyatakan. Bila keduanya tidak MUFAKAT maka keduanya dapat MUFAKAT untuk tidak MUFAKAT. Namun tujuan utama diskusi adalah untuk MUFAKAT.

Baiklah saya kutip kembali tulisan saya pada komentar sebelumnya:

Vantillian, bukankah kata-kata: “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Itulah alasan saya menyimpulkan anda menggunakan filsafat barat. Nampaknya anda sama sekali mengabaikan paragraf tersebut ya? Saya bukan Tuhan, mustahil tahu buku yang anda baca, karena saya tidak melihat ketika anda membacanya dan anda sama sekali tidak pernah cerita tentang buku yang anda baca. Namun bila kamu tidak suka dengan kesimpulan saya bahwa anda menggunakan Ilmu Filsafat, maka mari sepakat bahwa kesimpulan saya itu salah!

Vantillian: Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Vantillian, dalam komentar sebelumnya saya sudah menjelaskannya namun nampaknya anda belum memahaminya sama sekali. Baiklah saya kutip kembali jawaban saya tersebut di sini agar anda bisa membacanya lagi.

Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Ilmu melatih anjing mengajarkan bagaimana seorang manusia melatih anjingnya dengan cara yang efektif, efisien dan menyenangkan. KESABARAN dan PENGULANGAN adalah dua hal yang sangat penting ketika melatih anjing. Menurut para ilmuwan, anjing tidak punya akal budi, itu sebabnya harus dilatih berkali-kali. Setelah anjing memahami perintah (misal duduk) maka kita harus tetap melatihnya. Melalui pengulangan-pengulangan melakukan perintah itu akan membuat anjing menaati perintah itu secara naluri atau secara reflek. Menurut para ilmuwan, 95% tindakan manusia dilakukan secara reflek. Dengan memahami hal demikian maka kita akan mudah mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan secara reflek. Dengan memahami hal itu akan memudahkan kita memahami orang-orang yang kita sebut BEBAL selama ini. Di pasar Klewer ada sebuah tulisan tentang hal itu. Bila anda tertarik, silahkan klik di sini.

Ilmu melatih anjing adalah ilmu UNTUK melatih anjing. Ilmu melatih anjing adalah ilmu manusia, bukan ilmu anjing. MUSTAHIL seorang yang mengaku menguasai ilmu logika dengan baik memahami ilmu melatih anjing sebagai ilmu anjing atau ilmu yang dimiliki oleh anjing. Mustahil, namun itulah yang nampaknya terjadi.

Dalam komentar anda yang berjudul “Allah Takluk kepada Tao Te ching???” Pertanyaan anda adalah:

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen?

Saya sudah menjawab kedua pertanyaan tersebut bahkan bertanya kepada anda, “Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?” Alih-alih menjawab pertanyaan saya anda malah malah menuduh saya tidak menjawab pertanyaan anda sama sekali.

Vantillian, anda menyebalkan. Getol sekali menyuruh orang lain harus begitu dan begini namun diri sendiri tidak melakukannya sama sekali. Memangnya anda mandor? Kepala bagian menyuruh-nyuruh? Menyuruh orang lain belajar Alkitab baik-baik tidak menghilangkan kewajiban sendiri untuk belajar Alkitab denganc ara yang benar.

Saya membaca Alkitab seolah membaca Novel. Saya tidak pernah membaca Alkitab seolah membaca kitab undang-undang. Dan saya paling SEBAL ketika bertemu dengan orang yang membaca Alkitab seolah membaca buku 1001 tafsir mimpi. Jangan salah faham dulu kawan, bila anda ingin tahu apa yang dimaksudkan dengan membaca Alkitab seolah membaca Novel, silahkan klik di sini.

Vantillian, karena begitu besar harapan anda akan ayat pendukung, baiklah saya beri anda satu ayat.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. I Petrus 5:8

Pengkotbah yang TIDAK MENGERTI ilmu tentang singa, berdasarkan ayat tersebut akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang MENGERIKAN dan BERKUASA seperti singa. Namun pengkotbah yang MENGERTI singa akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang TIDAK BERBAHAYA. Yang tidak mengerti singa seumur hidupnya kekeh jumekeh hanya membaca Alkitab. Yang mengerti singa selain membaca Alkitab juga nonton film yang berjudul “Wild Animal – Lion”. Film itu adalah film dokumenter kehidupan singa di alam liar. Di dalam film itu terekam cara singa berburu.

Dia mengendap-endap melawan arah angin sambil menyamarkan tubuhnya di antara semak-semak. Dia mengintai dan secara naluri memilih mangsa yang paling lemah, terutama yang sakit atau terluka. Ketika jaraknya cukup dekat, dia mengintai, menunggu mangsanya lengah. Kemudian … Hup …! Dia melompat, menerjang, bila mangsanya lolos dia akan mengejar sekuat tenaga lalu menerkam. Ketika menggapai mangsanya, dia berusaha keras untuk menghunjamkan taringnya ke leher mangsanya. Ketika mangsanya roboh, dia langsung mencabik-cabiknya. Singa mencabik-cabik mangsanya, yang menelan mangsanya itu ular, bukan singa.

Pengkotbah yang mengerti singa memberi tahu pengkotbah yang tidak mengerti singa bahwa pemahamannya atas ayat I Petrus 5:8 itu salah, karena hanya singa pikun dan singa gila yang berburu sambil mengaum-aum dan hanya singa ompong dan singa sakit gigi yang menelan mangsanya. Di samping itu, mangsa yang bisa ditelan singa besarnya tidak lebih dari tikus dapur, karena bila menelan kelinci apalagi kambing dia akan keselek. Pengkotbah yang tidak mengerti singa marah bukan kepalang. Dia minta ayat-ayat pendukung bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelan mangsanya. Bahkan dia kekeh jumekeh mengajarkan bahwa Singa mengaum dan menelan mangsanya karena ayat pendukungnya singkat dan jelas serta tegas, I Petrus 5:8. Menurutnya, jumlah kitab di dalam Alkitab harus ditambah dengan film Wild Animal – Lion dulu sebelum mengajarkan bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelen mangsanya.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Alkitab mencatat, Paulus pernah mengutip sebuah puisi yang ditulis oleh seorang Kafir untuk mengajar. Nah, silahkan anda cari sendiri ayat tersebut bila mau. Dalam hal kitab Dao De jing, saya tidak menjadikannya sebagai Standard ajaran Krsiten, namun tidak ada satu pasal pun dari ke 81 pasal di dalam kitab Dao De Jing yang menentang ajaran Alkitab. Sejak 5 tahun yang lalu saya belajar membaca kitab Dao De Jing dalam bahasa mandarin. Sejak tiga tahun yang lalu saya coba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ketika mengutip kitab Dao De Jing, saya tahu apa yang saya kutip, saya tidak asal kutip. Itu sebabnya saya berani mengajak anda untuk menguji ayat yang saya kutip itu dengan Alkitab sebagai standard kebenarannya.

Vantillian, maaf bila anda menganggap cara diskusi saya bertele-tele. Masalahnya ada pada diri saya. Si tua bodoh ini memang lambat dalam berpikir.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Tao Te ching = Alkitab?? Sori, saya tanya lagi...

Saya menyebalkan??? Haha...Siapa yang sekarang memakai unsur emosi dan bukan fakta data? Hehe....

Makanya saya ingin mengajak anda melihat hal ini dengan jelas...Jangan mengutip perkataan seseorang tapi tidak tahu kemana dan arahnya...Lagipula saya yakin anda tahu arah diskusi saya kemana ( karena yang tidak pernah melatih anjing juga ngerti kok )....Sori, mungkin saya terlalu bodoh atau emosi dalam hal ini sehingga saya gak ngerti...Soalnya yang anda kasih ayat Alkitab ( mengenai singa ) saya juga tidak ngerti, apa hubungannya dengan pertanyaan saya? Saya perjelas dulu...Ok?

Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda ,mengerti yang saya tanyakan kan? 

Kalau semua diskusi untuk mufakat, maka kita bisa bermufakat dengan semua aliran agama tentang kebenaran masing2...Jadi semuanya akhirnya BENAR...Anda ngertikan kemana arah saya? ( Sori, saya selalu tanya gt...)..Jadi, tolong dijelaskan kalimat Mufakat anda dengan lebih baik...Dan jangan langsung memakai alasan untuk membenarkan tulisan anda...Baca dan renungkanlah...Baru balas...Tidak usah menambahkan unsur emosi ke dalam kalimat anda...santai Bro...

Makanya saya selalu mempertanyakan tentang pernyataan anda..sdr mesti ngerti konsekuensi kalimat yang anda diskusikan...Ok? Kalao gak ngerti lg, baca lagi..Ya? 

saya mungkin menyebalkan menurut anda, tapi saya mengganggap anda adalah orang yang mantap dalam diskusi, meskipun saya agak heran mengapa anda menjelaskan semua kalimat Tao te ching kepada saya..( kenapa bukan Alkitab? Anda sudah ngerti arah saya kan???hehe)

Kalimat Confucius atau Lao Tze mungkin kelihatan sangat bijaksana, tapi apakah bisa mewakili Allah Alkitab ( sori, saya tanya lagi, soalnya mungkin kita sama2 gak ngerti...atau saya yang gak negrti...Mungkin saya harus melatih anjing dulu supaya saya ngerti )

Satu lagi, kalau anda membaca Alkitab kayak Novel, mungkin anda harus ubah gaya baca anda...Bacalah Alkitab seperti Alkitab..Jangan seperti novel, pantasan semua penjelasan anda kacau balau..( sori, saya agak emosi....hehe...gak lagi kok )

Dari gaya baca anda, saya bisa ngerti anda suka Tao Te Ching...Tapi sekali lagi, kita lagi membahas Allah Alkitab....Bukan Allah Lao Tze....

Sori, saya balik2 pertanyaan saya...Anda sudah tau arah saya kemana kan?

GBU>>>>

 

 

iah iah's picture

Vantillian Bertanya iah iah Menjawab

Vantillian, Isi komentar ini adalah komentar anda yang berjudul “Alkitab = Tao Te Ching?” dan komentar saya “Dao De Jing Bukan Alkitab”. Mohon maaf, karena saya menilai anda terlalu tinggi. Seharusnya saya sadar, seseorang yang menganggap logika pelatih anjing adalah logika anjing dan ilmu melatih anjing adalah ilmu anjing, kemungkinan besar tidak akan mengerti bahwa komentar saya adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Nah, besar harapan saya, dengan cara begini, peluang anda untuk memahami komentar saya lebih besar.

Vantilian Menulis: Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah...jadi, kalau mau mufakat...sederhana saja...anda jangan diskusi lagi...mufakat kita? Hehe....Kalau semua yang anda tulis tidak anda YAKINI sebagai KEBENARAN, jadi untuk apa diskusi?? Untuk nunjukin anda mahir bahasa? Tolong anda belajar baik2 lagi esensi diskusi....soalnya semua yang anda tuliskan kalau tidak anda yakini BENAR, ngapain anda tulis panjang lebar disini?

Vantilian Menulis: Dan kalau kekristenan hanya untuk MUFAKAT...coba anda jelaskan kepada saya akibatnya....KRISTEN tidak ada kata MUFAKAT....karena kalau begitu, maka kekrsitenan akan hancur...diserap oleh dunia...Saya heran, anda kelihatan sangat pintar diskusi, tapi tidak tahu pemakaian kata anda efeknya luas...Atau anda jadi kristen karena anda bermufakat? hehe....Tidak usah memasukkan kata emosi ke dalam diskusi...karena itu langsung mendiskreditkan orang...padahal sendiri emosi..anda mesti bicara data dan fakta..(bukankah itu perkataan anda?? )

Apabila anda yakin bahwa diskusi untuk mencari kebenaran, maka yakinilah itu dengan sepenuh hati. Di dalam komentar sebelumnya, saya menjelaskan diskusi sebagai berikut:

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Saya yakin dengan apa yang saya tulis, itu sebabnya saya hidup dengan pemahaman demikian. MUFAKAT = Mupakat = Setuju, sepakat, sehati. Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Ada banyak ALASAN ketika dua orang yang berdiskusi MUFAKAT. Baiklah saya akan kutip tulisan anda lalu menggunakannya untuk menjelaskan pemahaman saya.

Vantilian Menulis: Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah …

Ketika dua orang berdiskusi, maka: Dalam diskusi untuk mengerti masalah, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa masalahnya SUDAH dimengerti. Dalam diskusi untuk mendengar pendapat, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa pendapat SUDAH diberikan. Dalam diskusi untuk mencari kebenaran, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa kebenaran SUDAH dinyatakan. Bila keduanya tidak MUFAKAT maka keduanya dapat MUFAKAT untuk tidak MUFAKAT. Namun tujuan utama diskusi adalah untuk MUFAKAT.

Vantilian Menulis: Saya sudah bertanya kepada anda...coba katakan darimana bukti ( buku mana, penulis mana ) yang menyatakan saya memakai bahasa filsafat Barat??Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Baiklah saya kutip kembali tulisan saya pada komentar sebelumnya:

Vantillian, bukankah kata-kata: “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Itulah alasan saya menyimpulkan anda menggunakan filsafat barat. Nampaknya anda sama sekali mengabaikan paragraf tersebut ya? Saya bukan Tuhan, mustahil tahu buku yang anda baca, karena saya tidak melihat ketika anda membacanya dan anda sama sekali tidak pernah cerita tentang buku yang anda baca. Namun bila kamu tidak suka dengan kesimpulan saya bahwa anda menggunakan Ilmu Filsafat, maka mari sepakat bahwa kesimpulan saya itu salah!

Vantilian Menulis: Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Vantillian, dalam komentar sebelumnya saya sudah menjelaskannya namun nampaknya anda belum memahaminya sama sekali. Baiklah saya kutip kembali jawaban saya tersebut di sini agar anda bisa membacanya lagi.

Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Ilmu melatih anjing mengajarkan bagaimana seorang manusia melatih anjingnya dengan cara yang efektif, efisien dan menyenangkan. KESABARAN dan PENGULANGAN adalah dua hal yang sangat penting ketika melatih anjing. Menurut para ilmuwan, anjing tidak punya akal budi, itu sebabnya harus dilatih berkali-kali. Setelah anjing memahami perintah (misal duduk) maka kita harus tetap melatihnya. Melalui pengulangan-pengulangan melakukan perintah itu akan membuat anjing menaati perintah itu secara naluri atau secara reflek. Menurut para ilmuwan, 95% tindakan manusia dilakukan secara reflek. Dengan memahami hal demikian maka kita akan mudah mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan secara reflek. Dengan memahami hal itu akan memudahkan kita memahami orang-orang yang kita sebut BEBAL selama ini. Di pasar Klewer ada sebuah tulisan tentang hal itu. Bila anda tertarik, silahkan klik di sini.

Ilmu melatih anjing adalah ilmu UNTUK melatih anjing. Ilmu melatih anjing adalah ilmu manusia, bukan ilmu anjing. MUSTAHIL seorang yang mengaku menguasai ilmu logika dengan baik memahami ilmu melatih anjing sebagai ilmu anjing atau ilmu yang dimiliki oleh anjing. Mustahil, namun itulah yang nampaknya terjadi.

Dalam komentar anda yang berjudul “Allah Takluk kepada Tao Te ching???” Pertanyaan anda adalah:

Vantilian Menulis: Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen?

Saya sudah menjawab kedua pertanyaan tersebut bahkan bertanya kepada anda, “Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?” Alih-alih menjawab pertanyaan saya anda malah malah menuduh saya tidak menjawab pertanyaan anda sama sekali.

Vantillian, anda menyebalkan. Getol sekali menyuruh orang lain harus begitu dan begini namun diri sendiri tidak melakukannya sama sekali. Memangnya anda mandor? Kepala bagian menyuruh-nyuruh? Menyuruh orang lain belajar Alkitab baik-baik tidak menghilangkan kewajiban sendiri untuk belajar Alkitab denganc ara yang benar.

Saya membaca Alkitab seolah membaca Novel. Saya tidak pernah membaca Alkitab seolah membaca kitab undang-undang. Dan saya paling SEBAL ketika bertemu dengan orang yang membaca Alkitab seolah membaca buku 1001 tafsir mimpi. Jangan salah faham dulu kawan, bila anda ingin tahu apa yang dimaksudkan dengan membaca Alkitab seolah membaca Novel, silahkan klik di sini.

Vantilian Menulis: Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab...Saya cuma bertanya, kenapa anda mengira mengutip perkataan Lao Tze bisa mewakili ALLAH ALKITAB? Tolong dijawab..jangan berputar2 tak menentu...Mana ayat pendukungnya? Kalau Kitab Lao Tze bisa dijadikan dasar mengenal Allah, berarti Alkitab kita mesti ditambah satu lagi, Tao Te Ching...Benarkan saudaraku? Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain..oK? Itu saja yang ingin saya tahu...sehingga semua yang membaca bisa tahu kenapa anda mengutip Tao te ching untuk menjelaskan Allah yang kita percayai?

Vantillian, karena begitu besar harapan anda akan ayat pendukung, baiklah saya beri anda satu ayat.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. I Petrus 5:8

Pengkotbah yang TIDAK MENGERTI ilmu tentang singa, berdasarkan ayat tersebut akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang MENGERIKAN dan BERKUASA seperti singa. Namun pengkotbah yang MENGERTI singa akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang TIDAK BERBAHAYA. Yang tidak mengerti singa seumur hidupnya kekeh jumekeh hanya membaca Alkitab. Yang mengerti singa selain membaca Alkitab juga nonton film yang berjudul “Wild Animal – Lion”. Film itu adalah film dokumenter kehidupan singa di alam liar. Di dalam film itu terekam cara singa berburu.

Dia mengendap-endap melawan arah angin sambil menyamarkan tubuhnya di antara semak-semak. Dia mengintai dan secara naluri memilih mangsa yang paling lemah, terutama yang sakit atau terluka. Ketika jaraknya cukup dekat, dia mengintai, menunggu mangsanya lengah. Kemudian … Hup …! Dia melompat, menerjang, bila mangsanya lolos dia akan mengejar sekuat tenaga lalu menerkam. Ketika menggapai mangsanya, dia berusaha keras untuk menghunjamkan taringnya ke leher mangsanya. Ketika mangsanya roboh, dia langsung mencabik-cabiknya. Singa mencabik-cabik mangsanya, yang menelan mangsanya itu ular, bukan singa.

Pengkotbah yang mengerti singa memberi tahu pengkotbah yang tidak mengerti singa bahwa pemahamannya atas ayat I Petrus 5:8 itu salah, karena hanya singa pikun dan singa gila yang berburu sambil mengaum-aum dan hanya singa ompong dan singa sakit gigi yang menelan mangsanya. Di samping itu, mangsa yang bisa ditelan singa besarnya tidak lebih dari tikus dapur, karena bila menelan kelinci apalagi kambing dia akan keselek. Pengkotbah yang tidak mengerti singa marah bukan kepalang. Dia minta ayat-ayat pendukung bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelan mangsanya. Bahkan dia kekeh jumekeh mengajarkan bahwa Singa mengaum dan menelan mangsanya karena ayat pendukungnya singkat dan jelas serta tegas, I Petrus 5:8. Menurutnya, jumlah kitab di dalam Alkitab harus ditambah dengan film Wild Animal – Lion dulu sebelum mengajarkan bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelen mangsanya.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Alkitab mencatat, Paulus pernah mengutip sebuah puisi yang ditulis oleh seorang Kafir untuk mengajar. Nah, silahkan anda cari sendiri ayat tersebut bila mau. Dalam hal kitab Dao De jing, saya tidak menjadikannya sebagai Standard ajaran Krsiten, namun tidak ada satu pasal pun dari ke 81 pasal di dalam kitab Dao De Jing yang menentang ajaran Alkitab. Sejak 5 tahun yang lalu saya belajar membaca kitab Dao De Jing dalam bahasa mandarin. Sejak tiga tahun yang lalu saya coba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ketika mengutip kitab Dao De Jing, saya tahu apa yang saya kutip, saya tidak asal kutip. Itu sebabnya saya berani mengajak anda untuk menguji ayat yang saya kutip itu dengan Alkitab sebagai standard kebenarannya.

Vantillian, maaf bila anda menganggap cara diskusi saya bertele-tele. Masalahnya ada pada diri saya. Si tua bodoh ini memang lambat dalam berpikir.

Vantillian semoga dengan cara begini anda bisa melihat bahwa semua pertanyaan anda sudah saya jawab. Bila anda tidak MAMPU memahami jawaban saya, maka itu berarti anda harus mempelajarinya dengan lebih teliti lagi atau bertanya lagi, BUKAN dengan MENUDUH saya tidak menjawab pertanyaan anda. Nampaknya dengan cara begini anda juga bisa melihat berapa banyak pertanyaan saya yang belum anda jawab. Bila anda tidak MAMPU menjawabnya, maka silahkan belajar lagi yang rajin atau MENGAKULAH bahwa anda tidak MAMPU menjawabnya, sehingga banyak pembaca lain akan membantu anda. Dengan BERPRILAKU seolah-olah pertanyaan-pertanyaan saya tidak ada, tidak akan membuat anda MAMPU menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

dianpra's picture

Yang ngeblog mana

Wah ..., ini blog rame sekalee ...., tapi yang nulis, Sumantriono, koq malah ngga nongol ...?

iah iah's picture

Kitab Tiongkok Kuno Bukan Alkitab


Vantillian Menulis:
Makanya saya ingin mengajak anda melihat hal ini dengan jelas...Jangan mengutip perkataan seseorang tapi tidak tahu kemana dan arahnya...Lagipula saya yakin anda tahu arah diskusi saya kemana ( karena yang tidak pernah melatih anjing juga ngerti kok )....Sori, mungkin saya terlalu bodoh atau emosi dalam hal ini sehingga saya gak ngerti...Soalnya yang anda kasih ayat Alkitab ( mengenai singa ) saya juga tidak ngerti, apa hubungannya dengan pertanyaan saya? Saya perjelas dulu...Ok?

Anda mengaku terlalu bodoh dan terlalu emosi sehingga nggak ngerti. Bagus kawan! Anda sudah membuat langkah bijaksana, dengan mengakuinya. Seharusnya sejak awal anda mengaku sehingga saya dapat berusaha lebih keras sejak awal untuk membantu anda mengerti. Namun tidak masalah. Kita masih punya banyak waktu untuk memperbaikinya. Kitab puisi mencatat, “Perjalanan seribu li dimulai dengan langkah pertama.

Vantillian, anda pernah belajar tentang Wahyu Umum dan Wahyu Khusus? Baiklah saya akan mengutip sebagian pelajaran tentang hal itu namun untuk benar-benar memahaminya, anda bisa membaca keseluruhan pelajarannya di PESTA.


Wahyu Umum berarti Allah menyatakan diri-Nya secara umum (kepada semua orang) melalui alam semesta, sejarah dunia ini, serta hati nurani manusia - di mana semua manusia seharusnya dapat melihat bahwa Allah itu ada. Alam semesta bagaikan cermin yang memantulkan kemuliaan Allah, Sang Pencipta. Sehingga sebenarnya tak seorang pun yang dapat mengatakan bahwa Allah itu tidak ada, kecuali orang bebal yang bodoh (Maz 14:1; Rom 1:18-23). Sedangkan bagi mereka yang terbuka hati dan pikirannya, kemuliaan Allah nyata dengan begitu ajaib - mulai dari ribuan juta benda angkasa yang berada di alam semesta hingga partikel- partikel penyusun atom yang terdiri dari molekul terkecil. Sungguh Allah yang luar biasa, dan Ia benar-benar ada!


Wahyu Khusus berarti Allah menyatakan diri-Nya secara Khusus , hanya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya saja, melalui Alkitab dan Kristus. Tujuan dari Wahyu Khusus ini adalah membawa orang kepada pengenalan yang lebih mendalam tentang Allah dan mendapatkan keselamatan (Yoh 20:30-31). Wahyu Khusus ini bersifat supranatural (melampaui jangkauan pemahaman rasio manusia) dan progresif (tidak diberikan sekaligus, tetapi di berikan secara bertahap dan semakin lanjut semakin lebih jelas). (Ibrani 1:1-2a)


I Petrus 5:8
adalah Wahyu Khusus sedangkan Prilaku singa ketika berburu adalah Wahyu Umum. Film Wild Animal – Lion adalah dokumentasi kehidupan singa di alam liar, itu berarti dokumentasi Wahyu Umum. Apabila anda kekeh jumekeh menolak Wahyu Umum tentang singa karena tidak ada ayat Alkitab pendukungnya, maka anda berdasarkan I Petrus 5:8 akan kekeh jumekeh memahami bahwa Iblis Itu sangat GANAS dan BERKUASA seperti singa. Di samping itu anda juga akan kekeh jumekeh memahami bahwa singa mengaum-aum ketika berburu dan singa menelan mangsanya, karena ada ayat Alkitab pendukungnya.

Baiklah karena anda menilai diri anda terlalu bodoh, maka saya akan menjelaskan lebih lanjut lagi.

Vantillian, Petrus tidak pernah melihat Iblis. Walaupun Alkitab berkali-kali mencatat kisah pertemuan manusia dengan malaikat dalam wujud dan bentuk, namun sama sekali tidak pernah mencatat pertemuan manusia dengan Iblis dan roh-roh jahat dalam wujud dan bentuk. Oleh karena itu maka pengetahuan Petrus tentang Iblis didapatnya dari Wahyu Khusus (Kitab Perjanjian Lama, ajaran Kristus dan whyu). Dari mana Petrus mendapatkan pegnetahuannya tentang singa? Dari catatan di dalam kitab Perjanjian Lama, juga dari sumber-sumber umum lainnya. Itu berarti ketika Menulis I Petrus 5:8 dia menggunakan Wahyu Khusus dan Wahyu Umum. I Petrus 5:8 adalah ilmu tentang Iblis, bukan tentang singa. Karena Petrus menganalogikan Iblis dengan singa, maka untuk mengerti Iblis kita harus mengerti singa. Menonton film Wild Animal – Lion adalah cara termudah untuk mempelajari ilmu tentang singa.

Ketika kita menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari film Wild Animal – Lion untuk menjelaskan I Petrus 5:8. Kita tidak menjadikan film tersebut sebagai Standard Kebenaran yang mengatasi Alkitab atau film tersebut adalah Alkitab.

Itulah yang saya maksudkan dengan, di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab). Anda tidak bisa selalu menuntut adanya ayat pendukung dan menganggap bila tidak diberi ayat pendukung maka bukan ajaran Alkitab sejati.


Vantillian Menulis:
Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda, mengerti yang saya tanyakan kan?

Saya sudah menjawab pertanyaan anda sebelumnya, baiklah saya kutip kembali kalimat yang saya gunakan.


Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Vantillian, mustahil saya tidak mengerti apa yang anda tanyakan, sebab anda hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana dalam bahasan Indonesia. Ketika menulis komentar, saya menggunakan perkataan saya sendiri, apabila menggunakan perkataan orang lain, umumnya saya menuliskan sumbernya. Contoh: ketika mengutip Alkitab, Dao De Jing, saya menuliskan sumbernya.

Kenapa saya tidak menggunakan perkataan Kongzi atau Socrates? Untuk kali ini saya menganggap Dao De jing 25 paling cocok untuk menjelaskan bahwa Allah takluk pada Diri-Nya Sendiri. Selain mencoba menerjemahkan kitab Dao De Jing, saya juga mencoba menerjemahkan kitab Sishu (yang empat) dan Wujing (lima kitab), kedua kitab tersebut banyak sekali mencatat ajaran Kongzi. Bahkan saya juga sedang mencoba menerjemahkan kitab Mozi. Menurut para ilmuwan, kitab Sishu, Wujing, Dao De jing dan Mozi adalah empat kitab yang otoritasnya paling tinggi tentang agama dan kebudayaan Tiongkok kuno. Bila kasusnya cocok, mungkin saya akan mengutip kitab-kitab tersebut.


Vantillian Menulis:
Kalau semua diskusi untuk mufakat, maka kita bisa bermufakat dengan semua aliran agama tentang kebenaran masing2...Jadi semuanya akhirnya BENAR...Anda ngertikan kemana arah saya? ( Sori, saya selalu tanya gt...)..Jadi, tolong dijelaskan kalimat Mufakat anda dengan lebih baik...Dan jangan langsung memakai alasan untuk membenarkan tulisan anda...Baca dan renungkanlah...Baru balas...Tidak usah menambahkan unsur emosi ke dalam kalimat anda...santai Bro...


Vantillian Menulis:
Makanya saya selalu mempertanyakan tentang pernyataan anda..sdr mesti ngerti konsekuensi kalimat yang anda diskusikan...Ok? Kalao gak ngerti lg, baca lagi..Ya?

Kebenaran yang tidak KONSISTEN bukan kebenaran sejati. Itulah salah satu keyakinan saya. Itu sebabnya saya selalu menguji semua kebenaran yang saya yakini sebelum menyatakannya kepada orang lain. Begitupun dengan keyakinan saya bahwa Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Saya sering berdiskusi tentang berbagai dengan pemeluk agama lain. Sebelum memulai diskusi saya akan memberi tahu mereka kayakinan saya tentang DISKUSI agama yaitu:


ketika membandingkan dua agama kita hanya bisa melihat persamaan dan perbedaannya, mustahil menyatakan yang satu benar dan yang lain salah karena standard yang kita digunakan untuk mengukurnya berbeda. Apabila hendak melakukan diskusi antar agama, maka kita harus memulainya dengan membuat BATASAN yang sangat ketat sebab bila tidak demikian maka diskusi itu akan berakhir di antah brantah.

Anda mau tahu tulisan seorang Tionghua Kristen tentang agama Khonghucu? Silahkan klik di sini dan di sini. Vantillian tolong jangan beri komentar sebelum anda benar-benar membaca kedua tulisan tersebut. Karena saya yakin ketika memberi komentar berikut ini anda sama sekali belum membaca tulisannya.


Vantillian Menulis:
Satu lagi, kalau anda membaca Alkitab kayak Novel, mungkin anda harus ubah gaya baca anda...Bacalah Alkitab seperti Alkitab..Jangan seperti novel, pantasan semua penjelasan anda kacau balau..( sori, saya agak emosi....hehe...gak lagi kok )

Vantillian, Anda tahu perbedaan kita? Perbedaan kita adalah: Anda tidak tahu bahwa anda tidak tahu itu sebabnya anda tidak mencari tahu karena anda pikir anda sudah tahu, orang lain yang tidak tahu. Saya tahu apa yang saya tahu, saya juga tahu apa yang saya tidak tahu, itu sebabnya saya mencari tahu untuk hal-hal yang saya tidak tahu.

Apakah anda sudah membaca tulisan “Baca Alkitab Seolah Baca Novel” yang saya referensikan? Anda belum membacanya sama sekali, itu berarti anda tidak BERHAK menghakimi cara saya membaca Alkitab. Namun anda melakukannya. Bertobatlah sebab yang anda lakukan itu salah!


Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil." Yohanes 7:24


Sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Diri yang diliputi geram dan marah, tidak mungkin lurus. Yang diliputi kuatir dan takut, tidak mungkin lurus. Yang diliputi rasa puas dan bahagia, tidak mungkin lurus. Yang diliputi sedih dan mengasihi diri sendiri, tidak mungkin lurus. Hati yang tidak teguh, walau melihat tidak akan nampak. Mendengar tidak akan terdengar. Mengunyah namun tidak akan merasakan. Maka dikatakan, sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Da Xue 7:1-3

Anda mau tahu kenapa saya suka mengutip ayat-ayat dari kitab-kitab Tiongkok kuno? Karena saya sudah membaca kitab-kitab tersebut belasan kali, memang masih kalah jauh dari jumlah kali saya membaca Alkitab, namun cukup bagi saya untuk menarik kesimpulan bahwa tidak ada satu pun ajaran kitab-kitab tersebut yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab mengajarkan INTISARINYA kitab Tiongkok kuno berguna untuk menjelaskan Intisari itu. Silahkan anda bandingkan kedua ayat tersebut di atas. Itulah salah satu contohnya. Bahkan anda sudah melihat contoh lain ketika saya mengutip Dao De jing 25.


Vantillian Menulis:
saya mungkin menyebalkan menurut anda, tapi saya mengganggap anda adalah orang yang mantap dalam diskusi, meskipun saya agak heran mengapa anda menjelaskan semua kalimat Tao te ching kepada saya..( kenapa bukan Alkitab? Anda sudah ngerti arah saya kan??? hehe)


Vantillian Men