ANIAYA = BERKAT

Novita's picture

Topic Artikel: Misi

Komunitas Umum: Network Misi

Keywords Artikel: gereja, misi, penginjilan

Kata di atas pasti membuat semua orang jadi ngeri. Tidak terbayang rasanya kalau hal tersebut terjadi. Kira-kira kita sanggup tidak menghadapi? Sebab kalau kita mendengar kata "aniaya", konotasinya pasti penderitaan secara fisik maupun psikis. Bisa juga kehilangan harta benda yang dimiliki bahkan sampai kehilangan nyawa atau orang-orang yang kita sayangi.

Yang pasti kita harus cari tahu apa kata Alkitab tentang aniaya yang dialami oleh orang percaya. Pertama, Filipi 1:29 menyatakan bahwa kepada kita dikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada Kristus melainkan juga untuk menderita bagi Dia. Berarti aniaya (baca penderitaan) memang sudah menjadi bagian orang percaya. Menerima keselamatan dengan percaya kepada Yesus berarti siap menerima aniaya. Dengan kata lain, aniaya dan keselamatan jadi satu paket yang tidak terpisahkan.

Kedua, Yohanes 15:20-21 menunjukkan kepada kita bahwa kita sebagai murid Kristus pasti turut mengalami apa yang sudah dialami guru kita. Kalau Yesus saja dianiya, berarti kita juga mengalaminya. Penyebabnya sudah jelas, karena mereka tidak mengenal Kristus (ayat 21). Dengan demikian, kita seharusnya bangga bila mengalami aniaya, sebab itu berarti kita telah menjadi murid Kristus.

Ketiga, 2 Timotius 2:3 menyuruh kita untuk ikut menderita sebagai seorang yang baik dari prajurit Kristus. Bila kita menyadari status kita sebagai prajurit Kristus, mau tidak mau kita akan mempersiapkan diri untuk menderita.

Sekarang, mari kita lihat masalah aniaya ini dalam kehidupan jemaat mula-mula. Di dalam Kisah Para Rasul pasal 1 diceritakan kepada kita bahwa setelah kenaikan Yesus ke surga, para rasul tidak berani berbuat apa-apa. Di satu sisi, mereka memang takut, karena guru mereka sudah pergi tapi disisi lain mereka tidak mau bertindak apa-apa sebelum menerima apa yang Yesus janjikan, yaitu pencurahan Roh Kudus. Karenanya mereka bersehati berdoa di loteng Yerusalem menunggu janji Yesus, Sampai akhirnya tibalah hari pentakosta dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus dan mulai melayani dengan berani.

Petrus yang pernah menyangkal Yesus tiga kali, berkotbah dengan suara nyaring. Dan hasilnya 3.000 jiwa menjadi percaya dan dibaptis (Kisah Para Rasul 2:41). KKR besar terjadi.

Setiap hari, Tuhan terus menambahkan jumlah orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul 2:47); bahkan ketika Petrus dan Yohanes berkotbah, jumlah mereka bertambah menjadi 5.000 orang laki-laki (Kisah Para Rasul 4:4). Tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang menyertai palayanan para rasul semakin dahsyat sampai-sampai mereka sangat dihormati oleh orang banyak. Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan orang-orang dari kota sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun untuk minta disembuhkan dan dilepaskan dari roh jahat. Pekerjaan Tuhan di Yerusalem telah tersiar kemana-mana (Kisah Para Rasul 5:12-16).

Ketika pekerjaan Tuhan semakin berkembang, datang pula aniaya. Petrus dan Yohanes sempat ditangkap dan dibawa kesidang mahkama agung (Kisah Para Rasul 4:1-22). Kemudian rasul-rasul ditangkap dan dipenjarakan. Bahkan mereka disesah sebelum dilepaskan dengan ancaman agar tidak lagi mengajar dalam nama Yesus (Kisah Para Rasul 5:17-40). Meskipun terjadi aniaya, Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak. Bahkan sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya (Kisah Para Rasul 6:7). Sampai akhirnya salah seorang diaken yang melayani orang miskin yaitu Stefanus, ditangkap dan dibunuh. Penyebabnya sepele saja, karena orang-orang yang memfitnah Stefanus itu tidak dapat melawan hikmat Stefanus ketika mereka bersoal jawab dengan dia. Lalu, dia diseret ke luar kota dan dilempari batu hingga mati. Stefanus telah menjadi martir yang pertama. Tapi apakah aniaya berhenti sampai disitu? Ternyata tidak!

Kisah Para Rasul 8:1 menegaskan bahwa sejak itulah mulai terjadi penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Rumah demi rumah dimasuki dan setiap orang percaya diseret keluar untuk dimasukkan ke dalam penjara. Saking hebatnya aniaya tersebut, mereka semua kecuali para rasul, tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria.

Mengapa Tuhan mengijinkan aniaya hebat itu terjadi? Alasannya jelas, karena para rasul hanya berfokus kepada pekerjaan Tuhan di Yerusalem dan tidak memberitakan Injil ke daerah lain. Padahal dalam Kisah Para Rasul 1:8 dengan jelas Yesus berjanji bahwa mereka akan menjadi saksi-Nya di Yudea, Samaria, bahkan sampai ujung bumi. Namun mereka telah lupa akan hal itu dan asyik dengan pekerjaan Tuhan di Yerusalem sehingga mengabaikan daerah Yudea dan Samaria. Perlu diingat, bila Yudea dan Samaria yang dekat dengan Yerusalem saja belum dijangkau, apalagi ujung bumi! Pola yang sama akan dan sedang terjadi pula dengan kita, Gereja Tuhan saat ini. Bila gereja tidak mau pergi ke suku-suku dan daerah-daerah terpencil, maka aniayalah yang akan memaksanya. Dalam Kisah Para Rasul 8 dan seterusnya, kita dapat melihat bahwa aniaya tidak memadamkan penyebaran Injil, malah sebaliknya. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sampai memberitakan Injil. Karena aniaya, bangsa-bangsa lain di luar Yerusalem pun mendengar Injil termasuk pula Samaria, yang sebelumnya bermusuhan dengan dan dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi. Lewat aniaya, Allah dapat menaruh hati bagi suku-suku yang tadinya tidak kita sukai. Bahkan memakai kita untuk menjangkau mereka yang tidak pernah terpikirkan oleh kita.

Hasil pemberitaan Injil oleh jemaat mula-mula di masa aniaya tersebut sungguh luar biasa. Kisah Para Rasul 8:1-40 kita menemukan bahwa:

    1. Samaria menerima Injil dan sangatlah besar sukacita di kota itu (Kisah Para Rasul 8:4-8).
    1. Seorang sida-sida dari Etiopia menjadi percaya dan dibabtis dalam perjalanannya melewati jalur Gaza (Kisah Para Rasul 8:26-39). Diduga oleh karena sida-sida ini seluruh Etiopia mendengar Injil.
    1. Seluruh kota yang dilalui Filipus dalam perjalanannya dari Asdod sampai Kaisarea (Kisah Para Rasul 8:40).
    1. Saulus penganiaya jemaat, bertobat dan dibabtis (Kisah Para Rasul 9:1-19). Kemudian ia memberitakan Injil ke Damsyik
    1. Kaisarea mendengar Injil (Kisah Para Rasul 10).
    1. Bangsa-bangsa lain menerima Firman Allah (Kisah Para Rasul 11:1), termasuk orang-orang Yunani.
    1. Injil tersebar sampai ke Fenisia, Sipru dan Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:19).
  • Akhirnya Injil tersabar ke Yudea dan Samaria sesuai janji Tuhan. Dari mana kita tahu? Kisah Para Rasul 9:31 menyatakan adanya jemaat di Yudea, Galilea dan Samaria. Jemaat tidak mungkin ada di daerah tersebut bila berita Injil belum disampaikan. Melalui aniaya, apa yang dijanjikan Yesus menjadi kenyataan. Jemaat mula-mula telah menjadi saksi di Yerusalem, Yudea dan Samaria.

    Disarikan dari: Kotbah Bp. Beta S.T - April 1999

    Diambil dari:

    Judul majalah: Majalah abbageng Edisi Mei 1999

    Penerbit : abbalove ministries

    Halaman : 3 -- 5