Mengajar Anak untuk Mengasihi Dirinya

evie's picture

Topic Artikel: Anak

Keywords Artikel: anak, kasih

Komunitas Umum: Anak

Ditulis oleh: Davida

Sejak kecil, anak-anak perlu memiliki rasa kasih terhadap dirinya
sendiri. Rasa kasih terhadap dirinya sendiri dapat menjadi "filter"
terhadap hal-hal negatif yang dapat merusak diri seorang anak.

Perkembangan zaman saat ini sangat menuntut para orangtua ataupun
pelayan anak untuk semakin gencar menanamkan rasa menghargai diri
sendiri dalam diri seorang anak. Pergaulan bebas, obat-obatan
terlarang, minuman keras, ataupun tindak kriminal lainnya merupakan
hal nyata yang dapat kita lihat dalam hari-hari kita saat ini.
Kita melihat kebanyakan yang terlibat dalam kasus semacam itu justru
pemuda, remaja, bahkan anak-anak di bawah umur. Dari banyaknya kasus
tersebut, dapat dilihat bahwa mereka melakukan hal tersebut karena
kurangnya pemahaman yang benar tentang rasa kasih terhadap diri
sendiri. Entah secara sadar atau tidak sadar mereka membawa diri
mereka sendiri ke dalam kehancuran, yang seharusnya mereka pelihara
dan pertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Perlu diketahui, anak tidak dapat sadar dengan sendirinya bahwa
mereka harus menjauhi hal-hal yang dapat merusak diri mereka
sendiri. Peranan orangtua ataupun para pendidiknya sangat penting.
Mau tidak mau, jika kita ingin anak-anak kita mengasihi dirinya
sendiri, kita juga harus menunjukkan hal yang sama. Tidak sedikit
masalah kriminal yang dilakukan seorang anak adalah karena mereka
mendapatkan contoh yang salah dari orangtua atau pendidik mereka.

Berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengajarkan
anak mengasihi diri dengan benar:

  1. Berikan pengertian kepada anak alasan-alasan berdasarkan Firman
    Tuhan mengapa mereka harus mengasihi diri mereka. Renungkan
    beberapa ayat dalam Alkitab yang memuat perintah Tuhan untuk
    menjaga tubuh kita tetap bersih dan mulia dihadapan-Nya.
    Misalnya: Lukas 11:36; 12:22; Roma 6:12,13,19; 12:1; 1Korintus 6:15,19,20.

  2. Ajak anak membaca kisah-kisah pertobatan dari orang yang pernah
    terlibat hal-hal yang merusak dirinya sendiri. Misalnya,
    kesaksian tentang orang yang pernah kecanduan narkotika, perokok
    berat, pemabuk, dan lain-lain. Biasanya dalam buku tersebut
    diceritakan tentang akibat buruk yang terjadi atas diri mereka
    yang hal-hal di atas. Atau, dorong anak untuk membaca beberapa
    literatur ilmiah praktis mengenai dampak buruk obat-obatan
    terlarang, merokok, pergaulan bebas, dan lain-lain.

  3. Jadilah sahabat mereka. Banyak orang dewasa yang tidak menyadari
    bahwa anak-anak, khususnya anak-anak remaja, sangat menginginkan
    pendampingan dari orang dewasa. Bukan sebagai orang yang berkuasa
    atas mereka, tapi sebagai teman yang dapat dipercaya, tempat
    mereka dapat mengadukan masalah-masalah yang mereka hadapi
    (tempat curhat). Janganlah terlalu banyak mengkotbahi mereka,
    tapi ajaklah mereka berinteraksi (dua arah), bahkan berdebat atau
    berdiskusi dengan mereka karena juga ingin pendapatnya didengar.

  4. Berdoalah untuk anak atau murid Anda. Jangan hanya sekedar
    memberikan nasihat dan teorinya, tetapi dukunglah mereka dalam
    doa. Kita tidak dapat selalu mendampingi mereka dalam melakukan
    segala aktivitasnya. Di saat-saat itulah, berdoa untuk anak Anda
    merupakan satu cara tepat untuk menjaga dan melindungi mereka
    dari hal-hal yang dapat merugikan diri mereka.

Dapat dilihat juga di: Situs PEPAK

URL Artikel: http://pepak.sabda.org/pustaka/040618/

Komentar-Komentar

Ayo berkunjung ke situs PEPAK

Hallo, saya termasuk pengguna bahan-bahan di situs PEPAK. Bahan yang ada untuk mendukung pelayanan anak di gereja saya. Terimakasih Tim PEPAK terus maju di dalam pekerjaan Tuhan

evie's picture

komentar juga donk di PEPAK

Wah, Tin, kamu perlu juga tuh komentar di PEPAK, soalnya situsnya tampilan baru lohhhh :)
Ayo semua warga In-Christ, rame-rame ke situs PEPAK yuukkk...
klik aja di sini