Apa yang terjadi akhir-akhir ini, kita percaya bahwa tangan Tuhan luar biasa tetap menyertai kita. Dalam masa-masa krisis seperti ini, saya justru melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa yang senantiasa memimpin umat-Nya untuk tetap kuat dan bertindak.
Dalam kisah Para Rasul 13:1-2, kita dapat melihat umat Tuhan pada gereja mula-mula di Anthiokhia yang kuat dan bertindak di dalam doa dan keterlibatan mereka untuk misi dengan mengutus Paulus dan Barnabas untuk melakukan pekerjaan misi. Saya yakin karena langkah yang luar biasa dari Paulus dan Barnabas dalam pekerjaan misi sehingga mereka dapat melayani daerah-daerah Makedonia, Akhaya, dan lainnya.
Hasil dari pelayanan Paulus dan Barnabas ini, khususnya Makedonia di Korintus memberikan informasi yang jelas bagimana orang-orang di Korintus memberi inspirasi pada orang-orang di Yerusalem dan gereja lokal lainnya supaya mereka tetap melakukan pekerjaan misi. Hasil pelayanan mereka di korintus seperti yang tercatat di 2 Korintus 9:1-15, bagaimana orang-orang di Makedonia terlibat dalam pekerjaan misi dengan memberikan uang sekalipun mereka bukanlah orang yang kaya/orang mampu. Tetapi mereka menginvestasikan uang mereka untuk jemaat di Yerusalem (pusat kegerakan Kristen)
Di sini kita melihat sikap hati yang memberi yang luar biasa ditengah-tengah situasi yang kurang baik dan mungkin mengalami krisis. Karena pada umumnya orang percaya pada saat itu sedang mengalami krisis, masa tekanan, aniaya, dan masa-masa sulit. Saya melihat di Alkitab dimana terdapat ayat yang menulis, siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan yang menabur banyak akan menuai banyak. Itu justru diambil dari kitab Korintus. Hari ini saya ingin mengingatkan bagaimana Korintus yang krisis bisa memberi dengan berlimpah. Tujuannya bukan supaya semua orang dapat makan/berkecukupan, tapi tujuannya adalah supaya semua orang dapat mengucap syukur. Yang memberi mengekspresikan ucapan syukurnya dengan memberi, yang berkekurangan menerima pemberian itu sehingga ia dapat mengucap syukur kepada Tuhan.
Sumber: Majalah abbavoice, Edisi Sahabat Kota Kita , Volume 1, Hal 23 -- 24
Komentar-Komentar
beri komentar baru