Bukan Hamba Tuhan Instan

Topic Blog: Leadership

Komunitas Umum: Network Renungan dan Artikel

Keywords Blog: hamba Tuhan, kepemimpinan Kristen

Bukan Hamba Tuhan Instan

Juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi Rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. (Galataia 1:17)

Paulus adalah Rasul yang terakhir, Rasul disini berarti adalah seorang yang secara langsung mendapatkan pengajaran dari Yesus, karena itu kerasulan Paulus tidak bergantung pada rasul-rasul yang lain. Tetapi kita tidak boleh membayangkan Paulus adalah hamba Tuhan Instan, Paulus ahli dalam perjanjian lama, itu dipelajarinya bertahun-tahun, dengan perjuangan yang sangat sungguh-sungguh. Ketika Paulus berjumpa dengan Kristus, pengetahuan Perjanjian lamanya mendapatkan pencerahan dari Kristus, berarti ia langsung di ajar oleh Yesus, karena itulah Paulus disebut Rasul.

Bukti lainnya adalah, setelah bertobat, Paulus yang telah diajar Tuhan itu kemudian menginjili ketanah Arab, ia tidak sekolah Alkitab di Arab, dan juga tidak belajar dengan Rasul lainnya, karena di Arab pada waktu itu tidak ada sekolah Alkitab dan juga tidak ada Rasul, itu bukan menunjukan kesombongannya, tapi membuktikan kerasulannya.

Untuk menjadi seorang yang berguna di tangan Tuhan, kita tidak boleh memimpikan menjadi hamba Tuhan instant, pembentukan Tuhan memerlukan waktu yang panjang untuk kita siap dipakai sebagi alat-Nya secara maksimal.

Doa. Tuhan beri aku ketekunan dan kesetiaan untuk dipersiapkan untuk menjadi alat-Mu yang indah, Amin.


Binsar Hutabarat, http://www.gratias21.blogspot.com artikel teologi berbahasa inggris

Komentar-Komentar

Kairos Signal ?

Tidak Instan, So..butuh berapa lama ? Kapan mengetahui Kairos ?

 -Pen0nt0n-

jawaban untuk Kairos Signal

ntuk menjadi Hamba Tuhan menurut Alkitab tidak mudah, perlu pembentukan. Paulus seorang ahli Taurat, rajin Belajar, seorang ahli membuat tenda, waktu itu pekerjaan yang baik, perlu belajar. Perjuangan itu disempurnakan dengan perjumpaan dengan Kristus. kemudian bagaiman dengan Kairos? Tak ada seorangpun yang dapat mengerti kairos tanpa mengenal Tuahan dengan baik, disini butuh pengetahuan yang baik, serta komitmen untuk hidup dalam Tuhan. Keutuhan pengenalan akan Tuhan menjadi keharusan, ini membutuhkan pengalaman dalam Tuhan, baik pengalaman dalam penderitaan maupun pengalaman dalam sukacita Allah. Lihatlah hidup Paulus, Pengetahuannya yang luar biasa tentang taurat(ahli taurat), disempurnakan dalam penglihatan di Damsyik, tetapi harus menderita karena imannya, 3 tahun menginjili ke tanah Arab, kemudian lima belas tahun menginjili ketempat-tempat lain, baru membentangkan Injilnya pada Rasul-Rasul, dan setelah itu baru diakui sebagai Rasul, oleh Rasul-Rasul yang lain.

dianpra's picture

kairos?

kairos maksudnya apaan seh? sori aku awam banget soal yang beginianEmbarassed

Kairos

Waktu dalam Alkitab dibagi dua, yaitu Kairos dan Kronos. Kronos artinya waktu yang umum yang kita jalani selama 24 jam, dan terus berulang. sedang Kairos adalah waktu dalam arti momentum, kesempatan,  ini tidak bisa terulang. Jadi keberhasilan seseorang dalam bekerja atau melayani bergantung bagaimana dia dapat merespons dengan tepat, setiap kesempatan momentum, Kairos yang Tuhan beri. GBU

dianpra's picture

thanx

thanx siapa pun kamu, salam kenal juga, kenapa ngga jadi pengguna sekalian?

penjelasanmu jelas, aku akan coba memahaminya .... thx anywayLaughing

balasan untuk dianpra

Saya sudah menjadi pengguna, mungkin kadang menjawab tidak login jadi yang muncul anonim, thanks

dianpra's picture

Oh, Pak Binsar Ternyata ...

Ternyata Pak Binsar ya ... oke deh Pak, thx buat penjelasannya.

Mending kalo pas ga login, kasi nama aja di bawah komentar, jadi kan tahu siapa yang komentar, meski ngga login, cuma saran sih ....Laughing

MoZee_Rui's picture

God's Time

Kairos itu "waktunya Tuhan" itu yang kudengar pada khotbah di Radio he he he 

Qoheleth~MoZee~^_^

Kairos

Kairos juga waktunya Tuhan, karena yang menciptakan Tuhan. Namun Kronos juga waktunya Tuhan, itu artinya waktu yang tiap hari kita jalani, akan berakhir ketika Tuhan memanggil kita. namun, keberhasilan seseorang sesungguhnya bukan berapa lama dia hidup dalam waktu itu (kronos), tetapi bagaimana dia menggunakan kesempatan yang ada, memanfaatkan kesempatan, momentum yang Tuhan beri(kairos).Memanfaatkan Kairos ini butuh hikmat Tuhan, karena kairos tidak terulang. 

mie instan ada, tapi hamba Tuhan...?

Di zaman sekarang ini semua kepengen serba cepat. Laper? pengennya ada makanan yang siap tersaji dengan cepat. Pengen kaya, cari cara untuk ngedapetin uang secepat mungkin walau kadang ngga halal. Ya...begitulah kira-kira.
Ironisnya, banyak orang yang pengen jadi hamba Tuhan dengan cara instan pula. Kalau sekadar jadi hamba mungkin bisa cepat , tapi untuk jadi hamba yang setia itu yang ngga bisa cepat. Harus diuji layaknya kita memurnikan emas.
Intinya kita musti berjuang sungguh-sungguh untuk bisa menjadi hamba setia. Tentunya dengan kekuatan dari Bapa juga.
Seperti pisau yang ingin tetap tajam, harus diasah begitupun kita yang ingin sungguh-sungguh di dalam mengiring Tuhan harus dibentuk. Kalau soal waktu, itu adalah misteri Ilahi.
"Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibr 12:6)
Tetaplah bersukacita menjadi hamba Tuhan yang setia. GBU ^_^

Hamba Tuhan Instan

Jadi dokter saja tidak bisa instan, demikian juga jadi ahli hukum atau ahli-ahli lainnya. Untu menjadi pemimpin dunia saja perlu kerja keras, apalagi untuk jadi hamba Tuhan.Yang instan itu selalu menimbulkan penyakit, jadi jangan mau instan.

iah iah's picture

Bila Tuhan Ingin Instan

Bila Tuhan Ingin Instan, maka Dia tidak perlu memberi Amanat Agung kepada umatNya dan Dia tidak perlu HAMBA sama sekali! Dia akan berbicara LANGSUNG kepada semua manusia.

Bila ada orang yang menyebut dirinya HAMBA Tuhan lalu bersaksi betapa bodohnya dia ketika sekolah atau kuliah Theologia namun sanggup menyampaikanFirman Tuhan dengan benar karena dia belajar langsung dari Allah Bapa atau dari Yesus Kristus atau dia hanya CORONG yang menyampaikan ucapan Allah, maka anda tidak perlu JURUS membedakan roh. Dia sedang MEMBUAL! 

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

beri komentar baru

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
lima x satu =
Kerjakan soal tersebut dan masukkan jawab dengan angka bukan huruf. Contoh : "dua tambah empat = ?" masukkan "6".