Forum In-Christ.Net
Welcome, Guest. Please login or register.
November 13, 2018, 12:09:58 PM

Login with username, password and session length
Search:     Advanced search
Dear In-Christ.Netters, pengkategorian forum ICN mulai Juni 2015 telah dirombak. Beberapa board kini telah disatukan untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan dalam menjelajahi dan berpartisipasi di forum ini.

Silakan berikan masukan/saran bagi kemajuan forum ini di http://www.in-christ.net/forum/index.php/board,3.0.html
2908 Posts in 830 Topics by 4091 Members
Latest Member: warren121
* Home Help Search Login Register
+  Forum In-Christ.Net
|-+  Pelayanan
| |-+  Konseling (Moderator: setya)
| | |-+  Perang iman di hati
0 Members and 1 Guest are viewing this topic. « previous next »
Pages: [1] Go Down Print
Author Topic: Perang iman di hati  (Read 5650 times)
Donny Wijaya
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 2



View Profile
« on: August 21, 2013, 02:14:47 PM »

Salam buat semua, sy donny usia 19 tahun.
Kali ini saya ingin curhat dan mengharapkan jawaban, tentunya bukan soal asmara atau percintaan seperti kebanyakan remaja seusiaku.

Setiap orang tentunya punya berbagai macam titik kebimbangan di hatinya. Begitu pula yang saat ini saya alami, selalu jatuh bangun dalam keteguhan iman. Setiap waktu, saya selalu dihadirkan berbagai macam pertanyaan2 yang mengguncang iman. pertanyaan yang bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.
Pertanyaannya seperti ini :
1. Iman, yg menjadi akar kekristenan.. bagaimana bila iman kita salah? Walaupun ada kata iman itu tidak pernah salah...
2. Bila kita ini umat Allah, mengapa sesama umat yang percaya Yesus sebagai Tuhan harus terpecah2 dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Seperti.. katolik, protestan, pentakosta dll. ?
3. Di dalam kehidupan kekristenan, khususnya di Indonesia. Seringkali tata pelayanan mengikutsertakan tradisi atau budaya suatu daerah tertentu, yang tak ayal juga masih ada yang bernuansa animisme dan dinamisme. Mengapa demikian?
4... saya lupa tentang selanjutnya, tapi saya akan mencoba menulisnya ketika pertanyaan itu muncul kembali.

Mungkin sekian dulu yang ingin saya share kepada saudara2 terkasih..
Sebelumnya saya memohon maaf, bila ada perkataan atau pertanyaan yang tidak berkenan d hati saudara, hal ini saya katakan karna saya adalah orang yang blak2an dan tidak ingin menyembunyikan sesuatu d hati dan tentunya tidak ingin menyinggung siapa pun.
Kiranya Tuhan menyertai kita semua....
Logged
tama
Hamba Tuhan
****

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 346


View Profile
« Reply #1 on: September 03, 2013, 02:59:17 AM »

Hai Donny, salam kenal ...

Aku mau mencoba menjawab pertanyaanmu.  Cheesy

1. Sebelum seseorang beriman pada sesuatu, pasti ia akan mempercayai sesuatu itu (yang akan ia imani).
Seseorang yang beriman kepada Kristus, pasti sebelumnya sudah mempercayai Kristus. Seseorang bisa mempercayai Kristus karena ia sudah mendengar tentang Kristus. Seseorang mendengar tentang Kristus bisa melalui banyak cara: ada orang bersaksi, menceritakan Injil, bahkan orang itu sendiri membaca firman Tuhan (yang tertulis dalam Alkitab).

Nah, kesimpulan beriman kepada Kristus (iman Kristen) tidak pernah salah karena hal itu muncul dari sumber yang jelas. Seseorang tidak mungkin beriman kepada Kristus jika tidak mempercayai Kristus sepenuhnya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

2. Menurutku, setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda-beda dalam mengikut Kristus. Ada yang murni menjadi murid Kristus, ada yang hanya jadi pengikut saja. Seseorang yang menjadi murid Kristus pasti mau menerima ajaran, perintah, teguran, dan didikan Kristus sehingga ia meneladani sikap Kristus. Seseorang yang jadi pengikut Kristus hanya ikut-ikutan saja (ke mana Yesus pergi, ya ikut), tetapi hatinya tidak terpaut pada Kristus, hanya terpaut pada mukjizat/perbuatan-Nya saja.

Kristus sendiri mengajarkan supaya kita saling mengasihi. Jadi, jika ada orang percaya/sekumpulan orang percaya yang mementingkan diri sendiri, terpecah-pecah, bahkan tidak mau bekerja sama dalam membangun tubuh Kristus .... berarti ia bukan murid Kristus sejati.

3. (teman-teman yang lain mungkin bisa menjawab)

.......... help Donny ya
Logged
Donny Wijaya
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 2



View Profile
« Reply #2 on: October 18, 2013, 07:13:56 PM »

Thank's buat, Tama yang sudah mencoba untuk menjawab apa yang menjadi keraguan saya selama ini..  Smiley

saya tertarik, melihat jawaban dari Tama. Bahwa, masih banyak anak pilihan Tuhan, yang hanya ikut Yesus namun hanya sebatas mengikuti budaya saja.
pertama-tama, saya mau memberitahukan bahwa kasih Tuhan Yesus itu sungguh indah, dimana saya dahulu menjadi orang yang sangat ragu, namun kini saya telah menjadi salah satu dari orang-orang yang sangat percaya akan YESUS.
Banyak hal yang saya lalui dalam hidup saya, yang secara tidak sadar membawa saya pada titik terang..
Dimana suatu ketika, banyak jawaban dari orang lain yang kurang memuaskan hati saya. di saat itu juga saya mulai mencari jawaban dari Membaca Alkitab, menonton Film Rohani Kristen dan Mendengar Kesaksian-kesaksian.Dan Hasilnya Waoow, Sungguh Luar Biasa...
Tuhan menjawab semua pertanyaan yang ada di pikiranku, bahkan apa yang tidak terpikirkan juga IA jawab. sungguh TUhan Maha Kasih.

Sekarang, saya kini telah aktif di kegiatan-kegiatan rohani dan bahkan menginjili teman-teman yang masih ragu seperti saya dahulu.

SUNGGUH TUHAN YESUS ITU MAHA KASIH, BERTANYALAH MAKA ENGKAU AKAN MENDAPATKAN JAWABANNYA.
Karena setiap orang yang lapar dan haus akan Kebenaran akan dipuaskan (Matius 5:6)

Logged
tama
Hamba Tuhan
****

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 346


View Profile
« Reply #3 on: October 23, 2013, 02:58:02 AM »

@Donny

Wah, aku salut dengan perjuanganmu untuk mengetahui tentang Kristus ... saya berharap akan banyak anak muda yang punya rasa juang sama sepertimu.  Smiley

Yup, kasih Kristus itu sungguh indah, tiada bandingannya. Bahkan, kasih-Nya merelakan diri-Nya disalib hanya untuk kita, manusia yang berdosa. Sebagai saudara seiman, saya hanya bisa katakan kepadamu: mari kita tetap setia dan beriman kepada Kristus. Iman kita tidak sia-sia. Meskipun banyak hal/masalah yang akan menimpa/membuat kita meragukan-Nya, tetapi percayalah bahwa Tuhan itu setia pada kita ... kita harus setia pada-Nya. Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita sekalipun mungkin kita pernah merasa Ia tidak ada di sisi kita ... padahal sebenarnya, Ia selalu ada buat kita.

Semangat ya!!
Logged
setya
Moderator
Hamba Tuhan
*****

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 371


View Profile
« Reply #4 on: December 04, 2013, 06:57:18 PM »

@ Donny, salam kenal dari saya.

Saya rasa pertanyaan-pertanyaan yang Donny miliki juga pernah terbersit dalam benak beberapa orang (bahkan mungkin setiap orang, baik Kristen maupun non-Kristen). Ada yang mencari jawabannya dan semakin teguh dalam Tuhan, ada juga yang semakin ragu dan mencari kebenaran lain yang palsu.

Saya membaca tulisan Donny selanjutnya bahwa pertanyaan nomor 1 sudah terjawab ya.. Wink
1. Iman, yg menjadi akar kekristenan.. bagaimana bila iman kita salah? Walaupun ada kata iman itu tidak pernah salah...
Iman di dalam Kristus adalah iman yang benar, yang didasarkan pada firman Tuhan yang adalah kebenaran sejati dan mutlak.

2. Bila kita ini umat Allah, mengapa sesama umat yang percaya Yesus sebagai Tuhan harus terpecah2 dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Seperti.. katolik, protestan, pentakosta dll.?
Adanya aliran yang beragam itu adalah ciptaan manusia. Di dalam Kristus, umat percaya adalah satu tubuh. Seandainya harus terpisah-pisah, itu bukan untuk saling menjatuhkan tetapi untuk saling melengkapi. Sebagaimana satu tubuh terdiri dari banyak anggota, tetapi semua berfungsi untuk kepentingan satu tubuh. Soal hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok menjadi kenyataan yang sangat disayangkan. Seharusnya hal itu tidak terjadi. Itu karena ego manusia yang masih mengontrol dirinya.

3. Di dalam kehidupan kekristenan, khususnya di Indonesia. Seringkali tata pelayanan mengikutsertakan tradisi atau budaya suatu daerah tertentu, yang tak ayal juga masih ada yang bernuansa animisme dan dinamisme. Mengapa demikian?
Mungkin karena orang-orang Kristen tidak ingin menjadi syak atau batu sandungan. Semisal masih menggunakan tradisi atau budaya tertentu itu sebagai bentuk asimilasi. Orang Kristen harus memberikan dasar kekristenan yang benar.. dengan demikian, sedikit demi sedikit budaya yang mengikat dapat dilepaskan atau diluruskan sesuai ajaran kekristenan.
Namun, ini tidak berarti kekristenan setuju dengan budaya animisme dan dinamisme lho ya.. Smiley

Begitu menurut saya.. semoga membantu.
Logged

found by Christ

Pages: [1] Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 0.025 seconds with 19 queries.