Forum In-Christ.Net
Welcome, Guest. Please login or register.
September 16, 2014, 05:24:32 AM

Login with username, password and session length
Search:     Advanced search
Selamat datang di forum In-Christ.Net. Silakan berikan masukan/saran bagi kemajuan forum ini di http://www.in-christ.net/forum/index.php/board,3.0.html
2564 Posts in 742 Topics by 4081 Members
Latest Member: Ramelan Wibowo
* Home Help Search Login Register
+  Forum In-Christ.Net
|-+  Komunitas Umum
| |-+  Konseling (Moderators: setya, santi)
| | |-+  Pasangan Hidup
0 Members and 1 Guest are viewing this topic. « previous next »
Pages: [1] 2 Go Down Print
Author Topic: Pasangan Hidup  (Read 14833 times)
dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« on: September 08, 2009, 09:35:46 PM »

Keputusan yang paling krusial dalam hidup ini yang kedua adalah memutuskan untuk menikah dan mengakhiri masa lajang, karena moment ini hanya satu kali seumur hidup dan tidak dapat terulang lagi. Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa calon pasangan kita (mantan pacar) itu merupakan pasangan yang sudah Tuhan siapkan bagi kita?
Logged
houtsma
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 3


View Profile
« Reply #1 on: September 13, 2009, 10:32:01 PM »

 Lips sealed, standar lah! doa ae dulu coz nikah ntu se x seumur idup jangan sampe ngira tulang rusuk eh dapete tulang babi ta? buka mata lebar2 n doa plus puasa 40 hari 40 malem(gojeg2)! konseling,tanya ortu n selidiki(kayak conan getow) Jesus bless u!wish u meet the best
Logged
dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #2 on: September 14, 2009, 01:43:08 AM »

Apakah semudah itu saja?! Memang sulit menentukan pilihan yang satu ini, tapi ga usah kwatir Alkitab secara khusus telah memberi batasa maupun standart yang dapat kita pakai dalam menentukan pilihan. Tentu saja doa merupakan tahapan yang paling penting untuk mengetahui kehendak Tuhan. Apakah ada tips lagi selain itu?
Logged
jariaman
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 1



View Profile
« Reply #3 on: October 01, 2009, 09:05:30 PM »

Kalo kita bisa pacaran dengan dia, mungkin dialah orang yang tepat utk pacar kita yang diberikan Tuhan. Tapi kita tidak akan tahu, dia menjadi pasangan yang tepat untuk kita, kalau kita belum melaluinya.

Yang penting menurut saya, kita bisa menerima segala kekurangan dia, dan juga saling menguatkan dalam kelemahan masing-masing, sehingga hubungan yang kita jalin akan tetap awet. Daripada saya mencari pasangan yang cocok dengan saya, lebih baik saya belajar untuk bisa cocok dengan banyak orang, itu mungkin sudah baik.
Logged

Simple Boy
dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #4 on: October 01, 2009, 09:30:13 PM »

Bisa ya bisa tidak. Alasannya belum tentu pacar kita itu pasangan kita. Masalahnya banyak orang yang sudah bertunangan maupun yang akan mengambil keputusan besar untuk menikah, bisa juga ga tercapai. Bagaimana dengan kasus yang ini? Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini, setiap orang punya kekurangan. Ketika dalam suatu hubungan kita hanya bisa menerima kelebihannya saja tanpa mau menerima kekurangannya, apakah itu yang namanya cinta sejati? Ketika kita mengharapkan orang yang sempurna, apakah kita juga sudah sempurna?
Logged
tattik
Moderator Forum
Orang percaya
*****

Karma: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 58



View Profile
« Reply #5 on: October 21, 2009, 12:58:41 AM »

Menemukan pasangan hidup yang benar-benar tepat emang susah...... Bingung....

Kalau yang sudah punya pasangan pasti muncul pertanyaan "Apakah dia benar-benar cinta sejatiku ya?"

Kalau yang belum punya pasangan pasti muncul pertanyaan "Kapan aku bisa mendapatkan cinta sejatiku ya?"

Sesungguhnya, yang tau siapa pasangan yang tepat untuk kita ya cuma Tuhan, Dia melihat kita dan dia (orang tepat untuk kita) disela-sela kesibukan kita masing-masing. Tuhan yang tau pribadi manakah yang tepat untuk menjadi pendamping atau mendampingi kita. So, kalau kita ingin tau siapakah dia?.....ya langkah awal kita berdoa aja........ Jalani apa yang ada dihadapan kita, jangan takut kecewa, jangan takut berharap, dan jangan takut untuk memperjuangkannya.. Semangat guys!!!! Selamat berjuang....  Grin
Logged

fire....fire...
dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #6 on: October 21, 2009, 02:05:33 AM »

Bukan menemukan cinta sejati kalau menurut saya, tetapi lebih tepatnya menemukan orang yang telah disediakan Tuhan bagi kita. Jadi pada intinya bukan menemukan apa yang kita pandang baik dan cocok bagi kita, tapi baik dan cocok menurut Tuhan untuk kita, gitu! Seperti ada tertulis "jenis ini tidak dapat didapatkan selain berdoa & berpuasa he9 pada intinya sich selain kita berdoa kita juga berusaha dan terlebih berserah pada Sang Pencipta itu yang sangat penting sekali, Gusti memberkati.
Logged
tattik
Moderator Forum
Orang percaya
*****

Karma: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 58



View Profile
« Reply #7 on: October 22, 2009, 09:36:54 PM »

Bukan menemukan cinta sejati kalau menurut saya, tetapi lebih tepatnya menemukan orang yang telah disediakan Tuhan bagi kita.
Bagaimana dan dimana kita tahu bahwa Tuhan telah menyediakan seseorang itu bagi kita?

Quote
Jadi pada intinya bukan menemukan apa yang kita pandang baik dan cocok bagi kita, tapi baik dan cocok menurut Tuhan untuk kita, gitu!
Bagaimana kita tahu bahwa menurut Tuhan kita sudah cocok dengan seseorang itu?

Quote
Seperti ada tertulis "jenis ini tidak dapat didapatkan selain berdoa & berpuasa he9 pada intinya sich selain kita berdoa kita juga berusaha dan terlebih berserah pada Sang Pencipta itu yang sangat penting sekali, Gusti memberkati.
Walaupun kita, berdoa, berpuasa, berusaha, dan berserah tapi kita tidak mau membuka hati untuk orang "asing" disekitar kita, kemungkinan kita untuk menemukan "dia" sangat kecil. GBU too..

Logged

fire....fire...
dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #8 on: October 27, 2009, 03:07:18 AM »

Quote
Bagaimana dan dimana kita tahu bahwa Tuhan telah menyediakan seseorang itu bagi kita?
Alkitab secara implisit memberikan informasi kepada kita bahwa manusia sebenarnya tidak baik hidup seorang diri saja (bnd. Kej. 2:18) yang artinya bahwa manusia membutuhkan seorang penolong yang sepadan (kecuali bagi manusia yang sudah Tuhan tetapkan memiliki karunia membujang). Oleh sebab itu setiap manusia mempunyai pasangan hidup (teman hidup) yang telah disediakan  untuk kita dalam relasi pengenalan kita akan Allah.

Quote
Bagaimana kita tahu bahwa menurut Tuhan kita sudah cocok dengan seseorang itu?
Kita tahu dari beberapa hal yang tidak bertentangan dengan kebenaran yang Allah sudah tetapkan (seiman, sepadan dsb..) Cocok dalam segala aspek yang ada, meskipun dia orang percaya sekalipun kalau memiliki pandangan hidup serta visi dan misi yang berbeda dan bertentangan jangan diteruskan hubungan itu.

Quote
Walaupun kita, berdoa, berpuasa, berusaha, dan berserah tapi kita tidak mau membuka hati untuk orang "asing" disekitar kita, kemungkinan kita untuk menemukan "dia" sangat kecil. GBU too..
yo bukan gitu dwonk jangan pasrah bongkok'an, tunggu dia datang itu hal itu tidak mungkin terjadi. Jadi selain berdoa kita juga harus ada sebuah tindakan untuk berusaha, pasti selalu ada jalan dan jangan lupa selalu berserah kepada-Nya Grin
« Last Edit: October 27, 2009, 03:40:48 AM by dessrei » Logged
tattik
Moderator Forum
Orang percaya
*****

Karma: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 58



View Profile
« Reply #9 on: October 29, 2009, 07:07:11 PM »

Quote
Alkitab secara implisit memberikan informasi kepada kita bahwa manusia sebenarnya tidak baik hidup seorang diri saja (bnd. Kej. 2:18) yang artinya bahwa manusia membutuhkan seorang penolong yang sepadan (kecuali bagi manusia yang sudah Tuhan tetapkan memiliki karunia membujang). Oleh sebab itu setiap manusia mempunyai pasangan hidup (teman hidup) yang telah disediakan  untuk kita dalam relasi pengenalan kita akan Allah. Kita tahu dari beberapa hal yang tidak bertentangan dengan kebenaran yang Allah sudah tetapkan (seiman, sepadan dsb..) Cocok dalam segala aspek yang ada, meskipun dia orang percaya sekalipun kalau memiliki pandangan hidup serta visi dan misi yang berbeda dan bertentangan jangan diteruskan hubungan itu. yo bukan gitu dwonk jangan pasrah bongkok'an, tunggu dia datang itu hal itu tidak mungkin terjadi. Jadi selain berdoa kita juga harus ada sebuah tindakan untuk berusaha, pasti selalu ada jalan dan jangan lupa selalu berserah kepada-Nya Grin

Yo'i............. jadi... Hanya Tuhan yang tahu jalan hidup kita, dengan siapa nanti kita disatukan atau tidak. Berarti manusia ngga berhak bilang "dia adalah jodohku dari Tuhan" begitukah??
Logged

fire....fire...
Wallcot
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 28



View Profile
« Reply #10 on: November 02, 2009, 12:29:55 AM »

Keputusan yang paling krusial dalam hidup ini yang kedua adalah memutuskan untuk menikah dan mengakhiri masa lajang, karena moment ini hanya satu kali seumur hidup dan tidak dapat terulang lagi. Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa calon pasangan kita (mantan pacar) itu merupakan pasangan yang sudah Tuhan siapkan bagi kita?

Shallom,

hmm.. klo menurut q ini masalah yang cukup pelik juga? terkadang q juga mengalami kesulitan dalam menentukan pasangan hidup kita, apakah pacar/mantan pacar kita ini merupakan pasangan yang sudah Tuhan siapkan bagi kita. Tetapi klo q boleh ngasih pendapat, q gak akan mikir yang jauh2 dulu.

1. Yang penting pasangan q itu seiman dan beriman, q mengutip dari perkataan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang berkata "boleh menikah dengan siapa saja. Tetapi Rasul Paulus pun mengajukan syarat yaitu harus orang yang percaya. Memang bukan alasan utama kalau menikah dengan pasangan yang seiman akan bahagia, tetapi yang harus disadari adalah semuanya ini kita harus hidup dalam ketaatan dan seturut firman Tuhan.") sebagai referensi pendukung dari hidup taat silahkan klik http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2004/10/08/?kata=Takut+akan+Tuhan+hasilnya+berkat.

2. Dan yang hal yang kedua adalah q akan kroscek terhadap keluarganya dulu.. emm mungkin bisa saya artikan begini !!! Dalam memilih jodoh/pasangan, sebenarnya pasangan kita itu mempunyai sifat yang tidak begitu jauh dari orangtuanya. Anak melihat dan menyerap banyak dari orangtua mengenai apa yang disukai dan yang tidak disukai dari orangtuanya. Lingkungan pasanganlah yang sebenarnya mengajarkan langsung kepadanya tentang jodoh, seperti apa orang yang akan mereka pilih nanti. Kalau anak pria suka pada ibunya maka dia akan cari wanita yang sama dengan ibunya, begitu pula sebaliknya dengan anak wanita. Jadi pengajaran kepada anak akan jodoh adalah seperti apa yang orangtua inginkan, seperti apa yang keluarga dan lingkungan inginkan.

3. Berdoa, kalau bagi saya? berdoa adalah hal pamungkas dalam hidup q. Saya akan menanyakan kepada Tuhan? apakah pasangan q ini adalah pasangan yang sudah Tuhan pilih untuk q.

Hehe.. ini klo menurut pendapat q ya??

Thx
GBU
« Last Edit: November 02, 2009, 12:57:12 AM by Wallcot » Logged

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #11 on: November 02, 2009, 01:37:46 AM »

Quote
Yang penting pasangan q itu seiman dan beriman, q mengutip dari perkataan Rasul
Setuju banget, seiman merupakan satu standart mutlak yang harus dijadikan tolok ukur dalam memilih seorang pendamping hidup. Tetapi kadang hal ini pun dilalaikan dan tidak dihiraukan. Khususnya para pemuda yang saat-saat ini, tidak memperhatikan peringatan ini bahkan mereka berbuat sesuka hati mereka. Mereka hanya mengisi hidupnya dengan apa yang dirasanya itu menyenangkan, mereka tidak memikirkan resiko serta akibatnya nantinya.

Quote
Dalam memilih jodoh/pasangan, sebenarnya pasangan kita itu mempunyai sifat yang tidak begitu jauh dari orangtuanya. Anak melihat dan menyerap banyak dari orangtua mengenai apa yang disukai dan yang tidak disukai dari orangtuanya
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya mungkin itu sepenggal kalimat yang cocok untuk pernyataan diatas. Boleh aja, tapi apakah ketika kita menjalin satu hubungan serius dengan seseorang yang kita nilai cocok menjadi pasangan kita tapi disisi lain ortunya tidak mencerminkan satu sikap keteladanan yang baik, apakah kita harus memperhatikan ortunya/anaknya? Pertanyaan selanjutnya dengan siapakah kita akan menikah? Ortunya/anaknya? Apakah setelah kita tahu ortunya seperti itu trus kita akan mengakhiri hubungan dengan anaknya? Tidak ada yang sempurna dibawah kolong langit ini.

3.
Quote
Berdoa, kalau bagi saya? berdoa adalah hal pamungkas dalam hidup q. Saya akan menanyakan kepada Tuhan? apakah pasangan q ini adalah pasangan yang sudah Tuhan pilih untuk q.
Good.. good...good ini merupakan pokok penting dalam kehidupan orang percaya. Doa merupakan satu wujud ketidakmampuan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. Doa bukanlah sekedar suatu tindakan, tetapi lebih merupakan sikap bergantung kepada Allah. Doa bukan dimaksudkan untuk memberitahukan kepada Allah apa yang kita butuhkan, melainkan untuk menyatakan pengakuan atas kebutuhan kita kepadanya. Inilah tujuan doa itu bukan rencana Allah diubahkan melainkan agar rencana-Nya itu digenapi seturut waktu dan cara-Nya.
« Last Edit: November 02, 2009, 01:40:39 AM by admin » Logged
Wallcot
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 28



View Profile
« Reply #12 on: November 02, 2009, 02:20:19 AM »

Quote
tapi apakah ketika kita menjalin satu hubungan serius dengan seseorang yang kita nilai cocok menjadi pasangan kita tapi disisi lain ortunya tidak mencerminkan satu sikap keteladanan yang baik, apakah kita harus memperhatikan ortunya/anaknya?

Kan km udah bilang "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"Tongue

Quote
Pertanyaan selanjutnya dengan siapakah kita akan menikah? Ortunya/anaknya?

lha emang km mau dengan ortunya?? gak kan?? hehe, jangan berpikir yang terlalu jauh. Kita kroscek men.. hal ini dimaksudkan agar kita lebih yakin dan mengetahui apakah Tuhan benar2 memberikan dia sebagai pasangan kita. Klo pendapat q ni salah? hehe mending km gak usah kasih pertanyaan ni
Quote
Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa calon pasangan kita (mantan pacar) itu merupakan pasangan yang sudah Tuhan siapkan bagi kita?
itu tadi kan salah satu cara dalam mengetahui apakah pasangan kita bener2 pemberian dari Tuhan.  Tongue

Quote
Apakah setelah kita tahu ortunya seperti itu trus kita akan mengakhiri hubungan dengan anaknya?

emm.. butuh pemikiran yang mateng nie?? klo q sih pernah punya pengalaman punya pacar yang sifat2nya itu sama seperti orangtuanya. Sifatnya itu kasar, cerewet, klo bicara gak punya sopan santun !! lalu, tw gak kejadian selanjutnya? hari itu juga q pisah ma dia. hehe, itu dah jadi resiko dan konsekuensi dari bagaimana cara mengetahui apakah pasangan kita bener2 pemberian dari Tuhan.

Thx
GBU
« Last Edit: November 02, 2009, 02:31:47 AM by Wallcot » Logged

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

dessrei
Orang percaya
**

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 64


View Profile
« Reply #13 on: November 03, 2009, 10:26:58 PM »

Quote
emm.. butuh pemikiran yang mateng nie??
Yup, harus begitu dwonk! Jangan sampai kita menyesal setelah semuanya terjadi, setiap keputusan yang akan diputuskan hendaknya diperhatikan dengan benar dampak dan resikonya yang akan terjadi di masa yang datang. Bijak di mata Tuhan bukan sekedar soal pengambilan keputusan yang tepat, tetapi apakah juga keputusan itu akan membawa kita semakin dekat dengan-Nya.

Quote
klo q sih pernah punya pengalaman punya pacar yang sifat2nya itu sama seperti orangtuanya. Sifatnya itu kasar, cerewet, klo bicara gak punya sopan santun !! lalu, tw gak kejadian selanjutnya? hari itu juga q pisah ma dia.
Aduh ntar siapa lagi ya yang jadi korbannya? he9 Kalau menurut ku sich itu cuma masalah "proses pembelajaran". Ini berarti bahwa sifat itu di dapatkan dari ortunya yang mendidik dan membesarkan dan berdampak pada karakter dan sikapnya. Oleh sebab itu janganlah hanya melihat salah satu sisi negatifnya atau kekurangannya, karena itu akan mengecewakan. Tetapi lihatlah kelebihannya untuk menutupi setiap kekurangannya sebagai satu proses penerimaan diri satu dengan yang lainnya.
« Last Edit: November 03, 2009, 10:37:38 PM by dessrei » Logged
Wallcot
Lahir baru
*

Karma: 0
Offline Offline

Posts: 28



View Profile
« Reply #14 on: November 03, 2009, 10:40:18 PM »

Quote
Aduh ntar siapa lagi ya yang jadi korbannya?
 

Korban dari siapa nie? hehehe  Grin  Grin
Logged

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)

Pages: [1] 2 Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Page created in 0.033 seconds with 17 queries.