"Saya melihat Tuhan tetap memelihara kehidupan kita 'hidup irit' tetapi justru pada saat kita menabur, disitulah kita menuai."
"Anak-anak-Ku, marilah mita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." (1 Yohanes 3:18). Tuhan mengajar kita untuk mengasihi. Mengasihi bukan dengan ucapan saja, tetapi yang penting harus berwujud dalam perbuatan, seperti Bapa Surgawi mengasihi kita. Bapa rela memberikan putra tunggal-Nya Yesus Kristus dikorbankan, mati bagi kita yang berdosa.
Jika kita merenungkan akan kasih Allah ini, sungguh tiada kasih yang seperti kasih-Nya begitu kudus dan mulia. Marilah kita merenungkan kasih-Nya yang ajaib (Yohanes 3:16). Sudahkah kita memiliki kasih yang seperti kasih-Nya? Sering kita hanya menikmati berkat kasih-Nya dan tidak pernah berpikir sejauh mana kasih kita kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan mengasihi kita supaya kita menjadi saluran kasih bagi orang lain. Kita diberkati untuk memberkati.
Menyerahkan nyawa jika kita mau menjadi saluran kasih dan berkat, mari kita merenungkan 1 Yohanes 3:16; "demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai orang percaya. Kita harus rela berkorban dan puncak dari pengorbanan itu bahkan sampai rela menyerahkan nyawa kita.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa betapa banyak misionaris yang memberitakan Injil sampai menyerahkan nyawanya kepada orang-orang/suku bangsa/kota yang tidak pernah dikenal. Mungkin saat ini, tidak "seberat" itu yang harus kita jalani, tetapi marilah kita mewujudkan kasih kita dengan tindakan rela berkorban dalam waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta kita. Mari kita menyambut tahun sukacita dan mobilisasi ini, dengan mengasihi lebih giat dan mengambil bagian dalam pelayanan misi penginjilan. Rela berkorban dalam memberi dukungan dalam doa, dana dan daya.
Sumber: Majalah abbavoice, Edisi Sahabat Kota, Volume 1, Hal 23
Komentar-Komentar
beri komentar baru