Ditulis oleh: Davida
Sejak kecil, anak-anak perlu memiliki rasa kasih terhadap dirinya
sendiri. Rasa kasih terhadap dirinya sendiri dapat menjadi "filter"
terhadap hal-hal negatif yang dapat merusak diri seorang anak.
Perkembangan zaman saat ini sangat menuntut para orangtua ataupun
pelayan anak untuk semakin gencar menanamkan rasa menghargai diri
sendiri dalam diri seorang anak. Pergaulan bebas, obat-obatan
terlarang, minuman keras, ataupun tindak kriminal lainnya merupakan
hal nyata yang dapat kita lihat dalam hari-hari kita saat ini.
Kita melihat kebanyakan yang terlibat dalam kasus semacam itu justru
pemuda, remaja, bahkan anak-anak di bawah umur. Dari banyaknya kasus
tersebut, dapat dilihat bahwa mereka melakukan hal tersebut karena
kurangnya pemahaman yang benar tentang rasa kasih terhadap diri
sendiri. Entah secara sadar atau tidak sadar mereka membawa diri
mereka sendiri ke dalam kehancuran, yang seharusnya mereka pelihara
dan pertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Perlu diketahui, anak tidak dapat sadar dengan sendirinya bahwa
mereka harus menjauhi hal-hal yang dapat merusak diri mereka
sendiri. Peranan orangtua ataupun para pendidiknya sangat penting.
Mau tidak mau, jika kita ingin anak-anak kita mengasihi dirinya
sendiri, kita juga harus menunjukkan hal yang sama. Tidak sedikit
masalah kriminal yang dilakukan seorang anak adalah karena mereka
mendapatkan contoh yang salah dari orangtua atau pendidik mereka.
Berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengajarkan
anak mengasihi diri dengan benar:
Berikan pengertian kepada anak alasan-alasan berdasarkan Firman
Tuhan mengapa mereka harus mengasihi diri mereka. Renungkan
beberapa ayat dalam Alkitab yang memuat perintah Tuhan untuk
menjaga tubuh kita tetap bersih dan mulia dihadapan-Nya.
Misalnya: Lukas 11:36; 12:22; Roma 6:12,13,19; 12:1; 1Korintus 6:15,19,20.
Ajak anak membaca kisah-kisah pertobatan dari orang yang pernah
terlibat hal-hal yang merusak dirinya sendiri. Misalnya,
kesaksian tentang orang yang pernah kecanduan narkotika, perokok
berat, pemabuk, dan lain-lain. Biasanya dalam buku tersebut
diceritakan tentang akibat buruk yang terjadi atas diri mereka
yang hal-hal di atas. Atau, dorong anak untuk membaca beberapa
literatur ilmiah praktis mengenai dampak buruk obat-obatan
terlarang, merokok, pergaulan bebas, dan lain-lain.
Jadilah sahabat mereka. Banyak orang dewasa yang tidak menyadari
bahwa anak-anak, khususnya anak-anak remaja, sangat menginginkan
pendampingan dari orang dewasa. Bukan sebagai orang yang berkuasa
atas mereka, tapi sebagai teman yang dapat dipercaya, tempat
mereka dapat mengadukan masalah-masalah yang mereka hadapi
(tempat curhat). Janganlah terlalu banyak mengkotbahi mereka,
tapi ajaklah mereka berinteraksi (dua arah), bahkan berdebat atau
berdiskusi dengan mereka karena juga ingin pendapatnya didengar.
Berdoalah untuk anak atau murid Anda. Jangan hanya sekedar
memberikan nasihat dan teorinya, tetapi dukunglah mereka dalam
doa. Kita tidak dapat selalu mendampingi mereka dalam melakukan
segala aktivitasnya. Di saat-saat itulah, berdoa untuk anak Anda
merupakan satu cara tepat untuk menjaga dan melindungi mereka
dari hal-hal yang dapat merugikan diri mereka.
Dapat dilihat juga di: Situs PEPAK
URL Artikel: http://pepak.sabda.org/pustaka/040618/
Komentar-Komentar
Ayo berkunjung ke situs PEPAK
Kam, 31/07/2008 - 10:48 — kristinHallo, saya termasuk pengguna bahan-bahan di situs PEPAK. Bahan yang ada untuk mendukung pelayanan anak di gereja saya. Terimakasih Tim PEPAK terus maju di dalam pekerjaan Tuhan
komentar juga donk di PEPAK
Kam, 31/07/2008 - 12:47 — evieWah, Tin, kamu perlu juga tuh komentar di PEPAK, soalnya situsnya tampilan baru lohhhh :)
Ayo semua warga In-Christ, rame-rame ke situs PEPAK yuukkk...
klik aja di sini
beri komentar baru