Ditulis oleh: Davida
Dalam Alkitab banyak tuntunan yang Allah berikan kepada setiap orang
tua tentang bagaimana mendidik dan melayani seorang anak. Salah
satunya adalah melalui teladan Tuhan Yesus sendiri.
Berikut beberapa prinsip bagi seorang pelayan anak dalam mengemban
tugas pelayanannya, berdasarkan teladan Yesus yang diambil dari Markus
10:13-16.
1. Dikenal sebagai orang yang ramah dan terbuka untuk anak-anak (Ayat 13)
"Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia
menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang
itu."
Jika orang-orang itu tidak mengenal Yesus sebagai seorang yang
ramah, terbuka, mau menerima siapa saja, termasuk anak mereka,
pastinya mereka tidak akan membawa anak-anak mereka kepada Yesus.
Mereka tahu bahwa Yesus pasti menerima anak mereka. Mereka
memercayakan anak mereka kepada Yesus untuk didoakan.
Hendaknya seorang pelayan anak memiliki sikap itu. Dikenal sebagai
orang yang dekat dengan anak-anak, selalu membuka tangan untuk
mereka, dan mau direpotkan oleh segala tingkah laku anak-anak.
Orang tua pun akan merasa aman memercayakan anak-anak-Nya kepada
seorang pelayan anak yang pasti akan menyambut anak mereka dengan
sukacita.
2. Tidak menghalang-halangi anak datang kepada Allah (ayat 14)
"Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:
"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi
mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan
Allah."
Yesus memarahi para murid-Nya yang telah menghalangi anak-anak itu
datang kepada-Nya. Walaupun anak-anak itu masih kecil dan mungkin
belum menyadari maksud orang tua mereka membawa mereka kepada
Yesus, tetapi Yesus tetap menghargai jiwa setiap anak-anak itu.
Sama seperti orang dewasa yang saat itu mengelilinginya, anak-anak
juga mendapat kesempatan yang sama untuk datang kepada-Nya. Bahkan
Dia menyiratkan, hanya dengan menjadi seperti anak kecil itulah
seseorang dapat masuk Kerajaan Allah.
Jadilah seorang pelayan anak yang tidak menghalang-halangi seorang
anak pun datang kepada Yesus. Caranya?
- Sambutlah semua anak yang Tuhan percayakan untuk Anda layani
dengan hati yang penuh kasih.
- Miliki beban untuk mengenalkan Kristus kepada mereka.
- Pakai setiap kesempatan bersama mereka untuk membawa mereka
kepada Kristus.
- Bersungguh-sungguh melakukan tugas pelayanan kita dan tidak
menganggap pelayanan anak sebagai prioritas pelayanan yang tidak
penting.
3. Mau terlibat secara pribadi dan secara total dalam hidup setiap anak (Ayat 16)
"Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya
atas mereka Ia memberkati mereka."
Yesus tidak hanya menjamah anak-anak itu seperti yang telah diminta
orang tua mereka. Dia bahkan memeluk setiap anak. Arti pelukan bagi
seorang anak, bahkan bagi seluruh manusia itu amat dalam. Dalam
sebuah pelukan pastinya melibatkan perasaan secara pribadi. Saat
Yesus memeluk anak-anak itu ada keterlibatan secara pribadi antara
Yesus dan anak-anak itu. Bagi seorang anak pelukan itu amat berarti
karena mendatangkan rasa aman, rasa diterima, rasa dihargai, dan
rasa dicintai. Yesus memberikan itu kepada mereka. Tidak itu saja,
Yesus juga meletakkan tangan atas anak-anak itu lalu memberkati
mereka. Ya, Yesus mendoakan mereka bahkan memberkati mereka. Dia
memberikan semua itu dengan total, tanpa membedakan satu anak
dengan yang lainnya.
Jadilah seperti Yesus, tidak sekedar hanya menerima tugas pelayanan
gereja sebagai seorang pelayan anak, tetapi terlibat secara total
dalam hidup pribadi maupun rohani setiap anak. Jangan menciptakan
jarak dengan anak-anak layan kita. Rangkul, sentuh, dan doakan
mereka. Bukan hanya saat kita berdiri di depan kelas, tetapi dalam
setiap kesempatan bersama dengan mereka.
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!
Komentar-Komentar
Prinsip Pelayan Anak dalam Markus 10:13-16
Jum, 11/04/2008 - 00:14 — AnonymousPeran orang-tua juga penting sekali. Mereka yang membawa anak-anak ke Yesus (perhatikan kata "orang" pada ayat 13).
Salam,
http://imankristen.wordpress.com/
Prinsip Pelayan Anak dalam Markus 10:13-16
Jum, 11/04/2008 - 05:56 — AnonymousSyallom...
benar, saya setuju. Saya ngajar sekolah minggu sudah 7 thn, tapi sering kali melihat karakater anak2 sekolah minggu jelek, ternyata orang tuanya tidak disiplin mengajar mereka akan takut akan Tuhan di rumah...
Bagi saya penting sekali mengajarkan disiplin dan rasa takut akan Tuhan di rumah... orang tua sempatkanlah waktu nonton Nanny 911 di metrotv... belajar dari sana...
tanggung jawab mendidik anak dalam Tuhan bukan tugas guru sekolah minggu dan guru agama di sekolah
Syallom,
Tuhan memberkati
Seneng nonton juga ....
Sel, 15/04/2008 - 15:38 — evieWah saya juga seneng banget nonton acara Nanny 911 itu. Jadi tahu lebih nyata lagi kehidupan anak.Banyak masalah yang mereka hadapi bukan karena mereka yang nakal, tetapi karena orang tua kurang mengarahkan dengan benar. Hanya sayangnya kok saya belum pernah lihat acara doa dalam acara tersebut, ya? misalnya waktu makan berdoa, atau kalau mau tidur anak-anak diminta berdoa dulu. Kebanyakan kalau mau tidur diceritain dongeng atau cuma cium selamat malam aja.
Moga aja karena udah diedit ya :)
Ya, anak-anak harus sudah memiliki pengalaman rohani sendiri bersama dengan Tuhan, dan itu tidak bisa otomatis. Orang tua maupun pelayan anak harus membimbing mereka.
Tuhan cinta anak-anak
beri komentar baru