Realita Dibalik "Teroris-Teroris" Kehidupan Harian Manusia

Visobar Bankulon's picture

Topic Blog: Renungan dan Artikel

Komunitas Umum: Network Alkitab, Network Konseling, Network Literatur, Network Misi, Network Renungan dan Artikel

Keywords Blog: Alkitab, berkat, Harapan, iman, Kehidupan, Yesus Kristus

*Ibrani:
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.
Manusia hidup dalam jalinan teror-teror yang terus datang menggulung seperti ombak yang sifatnya konstantual. Dengan kondisi ini, adalah mutlak bagi seorang manusia itu untuk memiliki payung-payung yang mampu melindunginya dari hujan teror, bahkan diperlukan pula perisai-perisai untuk mampu bertahan dalam badai kehidupan. Sejauh mana sebaiknya kita memandang dan menyikapi hal ini ?


Teori Kebutuhan,

Menurut teori kebutuhan Maslow ada 5 tingkatan, yaitu kebutuhan fisik atau kebutuhan dasar (Physical needs) seperti sandang dan pangan, lalu kebutuhan keamanan (Security needs) seperti rumah (papan), kebutuhan sosial (Social needs) seperti pergaulan di masyarakat, lingkungan baik kerja, sekolah, keluarga, pemerintah, kebutuhan penghargaan (Self esteem) dan kebutuhan pengembangan diri (Self actualization).

Keadaan sulit seperti ini, banyak orang cenderung mencari berkat jasmani, seperti mencari nafkah hidup (kebutuhan dasar). Sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalm terang, bagaimana kita menyikapinya ?

Dunia Pemikiran Manusia,

Jarang sekali dari kita yang akan berbicara tentang ‘hari ini’. Semua hanya sibuk mengevaluasi apa yang telah berlalu, bahkan tidak jarang yang sulit untuk melepaskan masa lalu. Ada yang bisa menceritakan masa lalu dengan penuh semangat dan penuh kebanggaan, bahka jika mungkin, mereka ingin sekali menggantungkan semua hasil masa lalu yang mereka capai itu di seluruh dinding rumahnya. Walaupun tidak sedikit juga yang merenungkan masa lalu dengan penuh kesedihan dan ratapan, menyimpan sejuta rasa sesal dan sakit di hati. Tapi anehnya, sesakit apapun itu, banyak dari mereka yang tetap menyukainya dan tidak mau melepaskannya juga. Sebagian orang itu sibuk menghitung apa yang sudah terjadi di masa lalu.

Sebagian lagi sibuk memikirkan tentang masa depan. Bahkan banyak dari mereka yang pergi mencari peramal yang dapat menceritakan apa yang kira-kira akan terjadi di masa depan. Begitu banyak kekhawatiran akan hari esok, sehingga mereka begitu penasaran dan ingin tahu akan nasib mereka di masa depan.

Mengapa kita harus terus hidup dengan masa lalu ? Lupakan yang sudah lewat. “ Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” 2 Korintus 5 : 17. Ingat baik-baik, Kristus sudah membeli kita dengan darahNya yang mahal. Jangan biarkan orang-orang atau kondisi sekitar kita terus menerus menarik kita ke hidup yang lama. Biar yang lama itu dikuburkan. Tidak ada gunanya lagi menyesali yang sudah berlalu, dan tidak berguna juga terus menerus membawa piagam-piagam masa lalu. Semua itu tetap sudah berlalu.

Hari ini butuh kita isi dengan suatu yang baru. Tuhan sudah mempercayakan ‘hari ini’ ke pada anda, jangan lepaskan itu. Siapa yang setia kepada perkara yang kecil maka dia akan diberi perkara yang besar. Pandanglah ‘hari ini’ sebagai suatu tanggung jawab yang perlu anda hargai. Jangan hanya memikirkan apa yang akan anda lakukan di masa depan. Itu memang perlu, tapi jangan fokus pada masalah itu saja, karena anda juga perlu memikirkan satu waktu yang namanya ‘hari ini’. Kalau anda tidak punya yang namanya ‘hari ini’, maka itu artinya anda tidak akan punya yang namanya ‘esok hari’. Dan sadar atau tidak, ‘esok hari’ itu akan sangat dipengaruhi oleh apa yang anda lakukan di ‘hari ini’.

Jangan pernah berpikir bahwa ‘esok hari’ akan terjadi begitu saja. ‘Esok hari’ itu dibangun dari ‘hari ini’. Jika ‘hari ini’ anda memperlakukannya seolah-olah tidak ada, maka ‘esok hari’ juga akan demikian jadinya. Jangan berbuat seolah-olah ‘hari ini’ tidak ada. Anda tidak bisa memperlakukan ‘hari ini’ apa adanya atau seadanya. Apa yang anda tabur di ‘hari ini’ itulah yang akan anda tuai di ‘esok hari’. Jika anda tidak pernah menabur di ‘hari ini’, maka tidak akan ada tuaian di ‘esok hari’.

Jangan berpikir terlalu jauh tentang hari depan, bahkan ‘esok hari’ akan seperti apapun, anda tidak akan pernah dapat menerkanya. Matius 6 : 34 “ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Artinya, kita memang dapat berpikir tentang banyak hal, tapi semua ada batasnya. Kapasitas otak kita masing-masing itu ada batasnya. Tidak setiap kita mampu untuk berpikir melebihi kapasitas itu. Kalau kita paksakan juga, maka akan banyak dari kita pada akhirnya tidak sanggup melakukannya dan mengalami depresi dan tekanan yang berat karena kita terlalu memaksakan diri.

Kedaulatan Sang Maha Kuasa,

Memang benar kalau Allah mau memberkati kita maka tidak ada yang mustahil. Apa rahasia Allah memberkati kita?

Tekun memperhatikan Alkitab, cara tekun memperhatikan Alkitab yang diberkati Allah, yaitu: dengan membaca (Wahyu 1:3); Menyelidiki Firman Allah (Kisah Para Rasul 17:11); menghafal (Mazmur 119:11.); merenungkan (Yosua 1:8); menerapkan/pelaku Firman (Yakobus 1: 22-24). Jadi kalau kita memperhatikan Firman Tuhan, maka Tuhan akan memperhatikan dan memberkati kita.

Tekun dalam persekutuan, cara untuk tekun dalam ikut persekutuan (ibadah) yang diberkati Allah, yaitu dengan saling menolong, saling menguatkan, saling menasihati, dan saling melayani. Jadi sama artinya kita menolong, menguatkan, dan melayani Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita.

Tekun dalam doa, cara tekun dalam doa yang diberkati Allah, yaitu berdoa dengan iman (Matius 15:21-28); berdoa di dalam roh (Roma 8:26-27). Jadi dengan tekun berdoa mencari berkat Allah, maka Allah akan memberikan berkatnya kepada kita.

Tekun dalam memberikan persembahan, cara tekun dalam memberikan persembahan yang diberkati Allah, yaitu memberikan persembahan bukan untuk dipuji manusia (Matius 6:1-4); memberikan persembahan yang tidak bercacat cela (Imamat 22:18-22). Jadi dengan tekun dalam memberikan persembahan yang benar di mata Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, marilah mengandalkan berkat dari Tuhan, Tuhan akan memberkati kita. Dengan tekun memperhatikan Alkitab, ikut persekutuan, dalam doa, dalam memberikan persembahan, Tuhan akan memberkati kita berkat secara jasmani dan rohani.

Puji Tuhan, dibalik teroris-teroris kehidupan yang kita alami dalam silklus harian  itu, sekarang kita tahu bahwa ada janji Tuhan yang mengatasi kecemasan hidup. Memang kita hidup dalam masyarakat modern yang sangat sulit dan pelik, yang seolah tidak menawarkan alternatif apa pun.

Sebagai orang beriman yang mewarisi janji Allah, kita tidak perlu takut hidup dalam masyarakat modern pun gado-gado dinamika sosialnya, sebab ketika kita selalu menanti-nantikan Tuhan dalam kehidupan ini maka kita pun diberi kemampuan untuk hidup dalam kuat kuasa-Nya.

Komentar-Komentar

Humanity Syndrome

I believe that God is with us all the time, but then the question is,
are we allowing God to be with us and work with us ? Because most of the
time, when we are facing troubles and problems, we tend to solve them
with our own way. Only after we losing out, we come to God and ask.

Paparazzi 

beri komentar baru

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
lima + = enam
Kerjakan soal tersebut dan masukkan jawab dengan angka bukan huruf. Contoh : "dua tambah empat = ?" masukkan "6".