“Makin Jelas Gagasan Tentang Apa Yang Dilakukan, Makin Baik Pulalah Anda Dapat Melakukannya.” (M. Denning & O. Phillips).
Visi adalah: (1) Kemampaun untuk melihat. (2) Suatu gambaran atau konsep di dalam imajinasi. (3) Suatu gambaran atau seri-seri gambaran yang dapat dilihat dalam suatu mimpi atau trans, biasanya ditafsirkan bermakna religius, wahyu, atau nubuatan. (4) Kemampuan untuk mengantisipasi kemungkinan peristiwa dan perkembangan di masa mendatang. (5) Sesuatu yang indah atau menarik untuk dilihat. Dalam bentuk nominative, visi berarti: wahyu, nubuatan, mimpi, halusinasi, konsep, ide, mental, gambaran mental, imajinasi, visualisasi, ramalan, dan bayangan.
Jadi, secara definitif visi adalah Kemampuan melihat gambaran suatu obyek, apakah warna, sudut, ukuran, detail, kedalaman, dan kekontrasan. Ia merupakan gambaran mental mengenai masa depan; atau dapat juga disebut sebagai ide mengenai masa depan yang mungkin tetapi belum terjadi. Dengan visi kita dapat melihat realitas yang akan datang dalam kekinian.
Ada 3 macam visi, yaitu:
- Masa depan yang mungkin terjadi: apa yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.
- Masa depan yang diinginkan: apa yang sangat kita inginkan untuk terjadi.
- Masa depan yang hancur: Sesuatu yang buruk terjadi bila semuanya semakin buruk.
Mengapa visi itu penting? Ada 12 alasan:
- Visi adalah energi; daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan.
- Visi adalah kekuatan; kuasa yang memberikan kesanggupan atau kemampuan untuk berbuat sesuatu.
- Visi adalah inovasi; pengembang gagasan dan metode post-kreativitas.
- Visi adalah indkator; sesuatu yang dapat memberikan/menjadi petunjuk dan keterangan.
- Visi adalah inspirator; Ilham dan pencerahan.
- Visi adalah direktur; pengarah.
- Visi sebagai pengidentifikasi; penentu tindakkan.
- Visi adalah motivator; alasan yang menjadi pendorong suatu tindakkan.
- Visi adalah media pengkonsentrasi; pemusat pikiran dan perhatian pada suatu hal.
- Visi adalah motor; kekuatan penggerak.
- Visi sebagai atraktif; daya tarik.
- Visi adalah value; suatu nilai dalam suatu tindakkan atau ide.
Visi harus efektif dengan karakteristik yang bisa dibayangkan, menarik, dapat dilaksanakan, fokus, fleksibel, dan bisa dikomunikasikan. Visi dalam operasionalisasinya harus: (1) Dikembangkan secara kuat dan bagus. (2) Kembangkan strategi pencapaiannya. (3) Sosialisasikan. (4) Percaya diri dan antusias. (5) Percaya kepada mitra-bawahan. (6) Memberikan teladan. (7) Sesuaikan dengan budaya baru. (8) Kendalikan perubahan.
Visi dapat terjadi pada segala tingkat – dari visi pribadi, departemen, korporat, hingga tingkat komunitas. Visi tidak selalu positif! Walapun demikian, dalam segala keadaan, seseorang harus mengembangkan visi atau gambaran yang positif tentang masa depan. Setiap orang harus memiliki pemahaman akan tujuan yang terarah dan jelas, dengan kata lain harus memiliki visi.
Ingat pepatah kuno ini tentang visi: “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangannya tergantung pada penasehat yang banyak” dan ”jika tidak ada visi, menjadi liarlah rakyat.” Visi hari ini menentukan masa depan. Pikirkan, sentuhlah dan raihlah!
Demikian
Sola Gratia,
Riwon Alfrey
Komentar-Komentar
Visi memang penting
Rab, 12/03/2008 - 14:51 — dianpraGood artikel. Visi memang perlu dalam kepemimpinan. Visi memberikan arah, tanpa visi pemimpin hanyalah orang yang berjalan tanpa arah dan akhirnya tersesat.
beri komentar baru