Topic Artikel: Leadership
Keywords Artikel: Paradigma
Komunitas Umum: Kepemimpinan
“Ada pemimpin yang dilahirkan, ada pemimpin yang diciptakan, tetapi ada juga pemimpin yang tidak dibutuhkan.” (Bruce & Stan, 2001). “Seorang boss berkata, kerjakan!... sedangkan seorang pemimpin menunjukkan apa yang bisa dia kerjakan!” (Kouzes & Posner, 1987)
Ada definisi klasik yang mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sebuah proses yang olehnya seseorang mempengaruhi orang lain untuk memenuhi sesuatu yang obyektif dan mengatur organisasi sehingga membuatnya lebih kohesif dan koheren. Para pemimpin dalam proses ini mengaplikasikan atribut-atribut kepemimpinanya, seperti kepercayaan, nilai, etika, karakter, pengetahuan, dan keterampilan. Definisi klasik itu menggaris-bawahi bahwa menjadi seorang pemimpin yang baik bukanlah faktor hereditas atau bakat. Jika memiliki hasrat dan keinginan yang kuat, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang efektif. Para pemimpin yang baik berkembang melalui sebuah proses belajar dan pengalaman.
Perspektif lama dan awam mengartikan pemimpin sebagai yang terdepan, terkemuka, berkedudukan, memiliki nilai paling baik, didukung oleh suara terbanyak dan menduduki rangking pertama dalam persaingan. Tetapi dalam perspektif yang baru menurut Peter Urs Bender, kepemimpinan berkaitan dengan beberapa elemen utama, yakni: manusia sebagai individu, manajemen diri, motivasi internal, tekad kesempurnaan dan penerimaan kelemahan diri, perubahan, kepercayaan diri, perkembangan, energi, pengalaman positif, hasil, dan pengharapan.
A. Gaya Kepemimpinan
Secara normal ada 4 gaya kepemimpinan (U.S. Army Handbook, 1973):
- Paternalisme. Ini termasuk gaya kepemimpinan hegemonik yang memanfaatkan pengaruh untuk memimpin.
- Autoritarian atau autokratik. Pemimpin menggunakan gaya ini untuk mengatur bawahan agar melaksanakan apa yang diinginkan dan bagaimana harus mengerjakannya, tanpa memerlukan pertimbangan daripada bawahannya. Kondisi seperti ini diperlukan pada saat penyelesaian masalah, kemendesakan, dan ketika bawahan dalam motivasi yang tinggi.
- Partisipatif atau demokratik. Gaya kepemimpinan ini melibatkan kedua belah pihak (atasan dan bawahan) untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Meskipun demikian, keputusan terakhir ada di tangan pemimpin. Tindakan ini diperlukan pada saat pemimpin tidak mempunyai informasi lengkap dan demikian juga bawahannya. Gaya ini adalah mutual yang menguntungkan dan efektif dalam kepemimpinan team.
- Delegatif atau pemimpin bebas. Dalam gaya ini pemimpin menyerahkan keputusan kepada bawahannya, tetapi pemimpin harus tetap bertanggungjawab dengan keputusan tersebut. Gaya ini dibutuhkan ketika pemimpin mampu menganalisa situasi dan memutuskan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya.
B. Model-model kepemimpinan yang Efektif
Mempelajari model-model kepemimpinan akan menolong kita untuk memahami tentang apa yang mempengaruhi tindakan para pemimpin dalam waktu realitas. Menurut Bolman & Deal (1991), sikap pemimpin yang sering ditunjukkan dapat digolongkan ke dalam empat kerangka berikut:
- Pendekatan struktural. Dalam situasi yang yang efektif, seorang pemimpin adalah seorang arsitek sosial yang mampu menganalisa dan merancang, tetapi dalam situasi yang tidak efektif, ia menjadi seorang tirani dengan gaya kepemimpinan mendetail. Kepemimpinan terfokus pada struktur, strategi, lingkungan, implementasi, ekesperimentasi, dan adaptasi.
- Pendekatan Sumber Daya Manusia. Dalam situasi efektif, para pemimpin adalah katalisator dan hamba yang menampilkan gaya kepemimpinan yang mendukung, menyokong, dan menguatkan, tetapi ketika dalam situasi yang tidak efektif menjadi penekan, dengan gaya kepemimpinan yang lepas dari prinsip-prinsip dan menipu.
- Pendekatan politik. Dalam situasi yang efektif, para pemimpin adalah penyokong, yang gaya kepemimpinan koalisi dan membangun, tetapi ketika dalam situasi yang tidak efektif, para pemimpin menjadi orang yang giat dengan gaya kepemimpinan manipulasi.
- Pendekatan simbolik. Dalam situasi efektif, para pemimpin adalah seorang nabi, dengan gaya kepemimpinan inspiratif; tetapi dalam situasi yang tidak efektif, menjadi fanatik atau bodoh; dengan gaya kepemimpinan ‘mengasapi’ dan bias.
C. Pemimpin Efektif Merangkap Sebagai Visioner
Di samping itu, menurut Rhenald Kasali, pemimpin kreatif harus menjadi seorang visioner dengan level-level visi secara hierarki seperti berikut:
- Level persepsi, di mana pemimpin haruslah seorang yang mampu membaca hubungan-hubungan logis (logical reasoning).
- Level sosial, di mana pemimpin harus berpikir sistematik.
- Level psikologi, di mana pemimpin harus berpikir secara literal atau kreatif.
- Level filosofi, yaitu level maksimum bagi seorang pemimpin untuk berefleksi, perenungan dan membagi visi.
D. Pemimpin Harus Transformatif
Dalam menentukan arah kepemimpinan, diperlukan sebuah transformasi. Transformasi menjadi sebuah kebutuhan mendasar walaupun sulit dan memerlukan investasi waktu yang panjang; tetapi merupakan faktor penentu keberhasilan dan keefektifan eksistensi kepemimpinan Anda.
Proses transformasi kepemimpinan dapat membawa hasil yang efektif jika ada unsur-unsur sebagai berikut:
- Kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin bukanlah seorang diktator/otoriter, tetapi pemimpin team yang bekerja habis-habisan untuk organisasi dan dengan berani mempertaruhkan jabatan dan kedudukannya untuk menghadapi fakta-fakta brutal. Kepemimpinan yang kuat juga bukanlah seorang populis yang cenderung mencari aman dan menghindari tekanan-tekanan.
- Dukungan bawahan. Pemimpin yang kuat tidak ada artinya jika tidak didukung oleh bawahan-bawahannya yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan masa depannnya. Mereka rela menghadapi masa-masa sulit, stress, masa-masa yang penuh dengan ketidakpastian, dan mungkin pula komentar-komentar yang tidak sehat dari berbagai pihak. Mereka bertarung di antara teman-teman, melewati konflik demi konflik, sampai akhirnya menemukan jalan.
- Komunikasi yang jelas. Pemimpin harus punya seni dalam berkomunikasi, baik verbal maupun non-verbal. Kepemimpinan memerlukan komunikasi massa yang melibatkan banyak orang. Tanpa kepiawaian komunikasi dan dukungan team komunikasi yang baik, kepemimpinan tidak akan efektif.
- Komitmen pemimpin. Pemimpin juga harus membangun komitmen yang harus dimulai dari dirinya sendiri.
Kepemimpinan sejati adalah panggilan hidup. Filsuf besar Cina, Lao Tsu, ketika ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, ia menjawab: “Seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota team akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri.” Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian dari mereka yang dipimpinnya. Kepemimpinan sejati didasarkan pada kerendahan hati.
E. Cara Menjadi Pemimpin Yang Efektif
Kouzes & Posner (1987) memberikan 5 cara untuk menjadi seorang pemimpin yang besar:
- Menantang proses. Temukan proses yang dipercaya untuk bisa memaksimalkan kemampuan Anda.
- Inspirasi dan bagikan visi. Bagikan visi Anda dengan kata-kata yang dapat dimengerti oleh pengikut Anda.
- Memampukan orang lain untuk bertindak. Beri mereka alat dan metode untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.
- Menjadi model. Jika sedang dalam proses, jangan biarkan tangan Anda kering. Seorang boss berkata kepada yang lain, kerjakan!... seorang pemimpin menunjukkan apa yang bisa dia kerjakan!
- Membesarkan hati. Bagikan kemuliaan dengan hati pada pengikut Anda, sementara Anda menahan penderitaan Anda sendiri.
Jadi, dalam proses kepemimpinan Anda, pikirkan hal-hal sederhana tentang kepemimpinan berikut ini:
- Memberdayakan lebih baik daripada hanya mendelegasikan.
- Milikilah keberanian memimpin orang-orang dengan bertanggungjawab.
- Bergaullah dengan para pemimpin sesering mungkin. Catatlah apa yang Anda anggap penting dari mereka.
- Menjadi contoh yang baik adalah lebih baik daripada seorang pemberi nasehat.
- Seorang pemimpin yang luar biasa adalah pemimpin yang membawa orang-orang biasa melakukan pekerjaan yang luar biasa.
- Salah satu karakteristik kepemimpinan yang layak adalah bahwa para pemimpin dituntut lebih banyak daripada pengikutnya.
Sola Gratia,
Riwon Alfrey
Komentar-Komentar
PARADIGMA
Rab, 06/08/2008 - 15:46 — setyosaya boleh tambahkan pergeseran paradigma menurut whittaker.
ada sepuluh pergeseran.
1. dari manajemen ke kepemimpinan. maksudnya: keduanya penting dan dibutuhkan namun kita perlu membedakan di antara keduanya. pada no 1 ini kepemimpinan lebih pada suatu aktivitas atau tindakan daripada posisi manajemen. penekanan pada aktifitas dan fungsi kepemimpinan.
2. dari struktur vertikal ke menyamping. pemangkasan hierarki perlu dilakukan guna tersedianya struktur yg lebih terbuka dan mengundang partisipasì.
3.dari peran yg tetap ke peran yg fleksibel. untuk dapat terjadi respon kreatif yg cepat thd perubahan2 yg perlu penanganan mendesak.
4. dari tanggungjawab perorangan ke tanggungjawab yg dibagikan.
5.komentar bersambung sebab kehabisan karakter hp..ha.ha.
Leader
Sab, 27/12/2008 - 03:56 — one123Langkah sederhana yang disingkat menjadi LEADER.
L - Learner
Seorang leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stop leading. Jika anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin. Seumur hidupnya seorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang ada saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda ke dalam lingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. Bacaan apa yang anda baca selama ini? Dengan siapa saja anda bergaul selama ini?
You choose your own enviroment. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jika anda bergaul dengan seorang yang suka marah, anda juga akan terbiasa dengan sikapnya dan tidak lama kemudian anda juga menjadi pemarah. Jika anda bergaul dengan orang bijak, lambat laun prinsip-prinsip hidup orang tersebut akan masuk ke dalam hidup anda dan menjadikan anda bijak. Jika anda bergaul dengan pengusaha-pengusaha sukses, anda pun akan terbawa kepada cara berpikir dan kebiasaan yang menjadikan mereka sukses.
E - Excellent
Suka atau tidak, seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan bagi pengikutnya. You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar kerja yang tinggi juga. Jika anda selalu terlambat tiba di tempat pekerjaan, anak buah anda juga akan terlambat tiba di tempat pekerjaan. Jika anda sering berbohong kepada customer anda, karyawan anda juga akan ikut melakukannya. Jika anda selalu mencurigai karyawan anda, perusahaan tempat anda bekerja akan menjadi tegang dan kering karena semua orang saling curiga terhadap temannya. Manajemen salah satu hotel terkenal mempunyai prinsip untuk menghargai dan memperhatikan karyawannya dengan baik. Akibatnya, semua karyawannya juga mempunyai spirit yang sama terhadap para pelanggan. Dengan sendirinya pelanggan hotel tersebut menjadi betah dan senang untuk selalu menginap di hotel tersebut. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikut anda. Itu sebabnya, sebagai leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik
A – Attitude
Attitude determines altitude. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kendali anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan, tetapi anda yang menentukan sikap anda. Anda bisa jengkel karena hujan, anda juga bisa bersukacita karena hujan. Anda bisa menganggap setiap tantangan yang anda hadapi sebagai penghalang, anda juga bisa menganggap tantangan tersebut menjadi peluang untuk anda maju.
Aptitude opens the door, but attitude determines how wide and how long it will be. Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang di tempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.
D - Dreamer
Salah satu hal yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen and translates it to his followers.
E – Encourager
Be a person of solutions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baik berfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.
R – Responsible
Seorang leader berani mengambil tanggung jawab.The buck stops here”- untuk selalu mengingatkan dirinya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil kerja anak buahnya.
Best Regards,
Irwan Hadianto, ST.
irwan.hadianto@gmail.com