| Ketik kata atau ayat: |
Dalam bahasa Indonesia, kata benda yang jumlahnya lebih dari satu disebut kata benda jamak. Dibentuk dengan memberi perulangan pada sebuah kata. Contoh: 'orang' menjadi 'orang-orang', 'dewa' menjadi 'dewa-dewa'. Sedangkan dalam bahasa Inggris, penjamakkan sebuah kata benda dilakukan dengan memberi akhiran "s" atau "es". Contoh 'god' menjadi 'gods'.
Dalam bahasa Ibrani, proses penjamakan ini sedikit lebih mirip dengan penjamakan bahasa Inggris. Pembentukan dilakukan dengan memberi akhiran, dengan aturan yang jauh lebih rumit.
Untuk urusan kata kerja, bahasa Indonesia cukup sederhana. Tidak mengenal perubahan bentuk berdasarkan waktu yang disebut "tenses". Dengan demikian kata 'makan' tidak akan berubah jika pelakunya 'saya', 'kami', ataupun 'kita'. Juga kata ini tidak akan berubah jika keterangan waktunya 'sekarang', 'besok', atau 'kemarin'. Semuanya tetap 'makan'.
jadi, dalam bahasa Indonesia kata 'makan' tetap 'makan' dalam kalimat di bawah ini:
Saya makan besok
Saya makan kemarin
Saya baru saja makan
Bandingkan dengan kalimat bahasa Inggris:
I will eat tomorrow
I ate yesterday
We have just eaten
Dalam bahasa Inggris, bentuk kata kerja akan berubah sesuai dengan subyek maupun keterangan waktunya. Kata kerja bahasa Ibrani juga akan mengalami perubahan seperti ini. Biasanya perubahan bentuk dilakukan dengan menambahkan awalan atau akhiran pada sebuah kata.
Kembali ke istilah tunggal dan jamak, jika ada kata benda tunggal atau jamak, maka ada juga kata kerja tunggal dan jamak dalam bahasa Ibrani. Aturan pemakaiannya cukup jelas, kata kerja jamak dipakai untuk kata benda jamak, begitu juga sebaliknya.
Orang yang mengerti bahasa Inggris akan langsung tahu ada kesalahan dalam kalimat di bawah ini.
The planes leaves for Surabaya
Dalam kalimat di atas, kata benda yang menjadi subyek berbentuk jamak, sedangkan kata kerja yang digunakan berupa kata kerja tunggal. Dalam bahasa Ibrani, aturan seperti ini diterapkan dengan sangat ketat.
Tadi sore seseorang menunjukkan buku yang berisi kesalahan-kesalahan bahasa Inggris yang ditemukan di hotel-hotel seluruh dunia. Kesalahan yang terjadi karena pengelola hotel tidak begitu memahami bahasa Inggris, tetapi ingin orang asing merasa nyaman di hotelnya. Banyak kalimat yang artinya menjadi lain karena kesalahan ejaan atau kesalahan tata bahasa. Contohnya, di depan sebuah hotel ada tulisan seperti ini, "kami memusuhi Anda dengan senang hati" padahal maksud pengelola hotel adalah "Kami menyambut Anda dengan senang hati.
Sebenarnya tidak semua kesalahan dalam buku itu kupahami, maklum bahasa Inggris saya hanya "baya-baya hapa laku apui" (Hanya cukup untuk meminta api). Walaupun demikian saya ikut tertawa. Paling tidak karena memang ada yang lucu di situ yang patut ditertawai. Cuma saya yang tidak tahu bagian mananya yang lucu.
Maksud saya, orang yang menguasai sebuah bahasa dengan baik, dengan mudah menemukan sebuah kesalahan kecil dalam sebuah kalimat. Apalagi dalam sebuah Alkitab.
Dalam Alkitab bahasa Ibrani, ada sebuah kalimat yang secara aturan tata bahasa salah. Kesalahan ini begitu konsisten, terjadi di keseluruhan Alkitab. Jadinya tidak ada yang menganggapnya sebagai sebuah kesalahan. Kesalahan ini berupa kata kerja tunggal yang disertai kata benda jamak, sehingga menyalahi aturan tata bahasa Ibrani.
Kata tersebut adalah Elohim.
Dalam Kejadian 1:1 "Allah menciptakan langit dan bumi." kata 'Allah' yang dipakai adalah Elohim. Bentuk jamak dari kata Eloah, yang dibentuk dengan memberi akhiran 'im'. (Ini hanya sebuah penyederhanaan)
Kata 'menciptakan' yang dipakai merupakan kata kerja tunggal. Dengan demikian orang yang membaca kalimat pertama Alkitab akan tahu ada kesalahan di situ. Masalahnya, seperti yang saya katakan tadi, kesalahan ini begitu konsisten di seluruh Alkitab. Setiap kali Elohim merujuk kepada Allah Israel, kata kerjanya selalu berbentuk tunggal.
Makanya, dalam Alkitab bahasa Indonesia, Elohim akan diterjemahkan menjadi 'ilah-ilah' jika disertai kata kerja jamak. Dan diterjemahkan menjadi Allah jika kata kerjanya tunggal.
Kesalahan inilah yang membuat beberapa orang berkata, konsep tentang Allah Tritunggal sudah muncul dalam kalimat pertama Alkitab. Alasannya, Allah di situ berbentuk jamak, sedangkan kata kerjanya tunggal.
Ada pula yang berkata, kata Allah yang dipakai berbentuk jamak karena Israel percaya kepada Allah yang Maha Esa, yang tidak bisa dijamakkan. Dengan demikian Allah ini dihormati dengan pemakaian bentuk jamak. Bentuk yang dianggap paling lengkap dan sempurna.
Komentar-Komentar
nice article
Jum, 09/11/2007 - 22:12 — Anonymousit's a nice article men
Elohim Bukan Sebuah Kesalahan dlm Alkitab
Kam, 14/01/2010 - 19:13 — Budiman LeeSyalom,
Walaupun sdh lama diposting, tapi sy baru melihat artikel Anda hr ini.
Menurut saya kata Elohim bukan sebuah kesalahan, apalagi spt yg Anda katakan bhw kesalahan tsb konsisten terjadi di seluruh Alkitab.
Jika itu sebuah kesalahan, maka kemungkinan hny terjadi di ke-5 kitab pertama dlm PL yg ditulis oleh Musa sj, tapi mengapa hal ini juga terjadi pada ke-32 kitab lainnya? (PL ada 39 ktb, tapi kata ini tdk muncul dlm Kitab Ester & Kdng Agung tdk).
Mengapa para penulis PL yg lama tdk mengkoreksi kesalahan ini dlm kitab2 mrk? Krn itu bknlah sebuah kesalahan, krn mrk semua juga menyebut YHWH dgn kata Elohim.
Elohim memang dlm bentuk jamak, krn dari semula Elohim dlm Alkitab menunjuk kpd Tuhan yg ekhad (persekutuan yg sngt intim, dlm bhs Indonesia diterjmhkan jd Esa) dlm 3 pribadi (biasanya disebut Tritunggal).
Itulah uniknya Elohim kita, jamak tapi satu, di dlm Dia ada kebenaran, persekutuan, & kasih (unity & community in the trinity). Jd pnjelasan ini sekaligus menjawab pertanyaan: "Mengapa sebuah kata jamak, tapi predikatnya digunakan kata tunggal?"
Elohim itu adalah kasih (I Yoh 4:8) & Elohim itu ekhad (Markus 12:29). Kata kasih & ekhad (persekutuan) itu tdk bisa dikerjakan sendiri(secara tunggal). Kasih itu hrs ada sasarannya, sblm Dia menciptakan segala sesuatu, siapa yg dikasihi-Nya? Persekutuan pun demikian, sebelum ada manusia, dgn siapa Dia ekhad (bersekutu)?
Jadi kita jg tdk usah heran jika YHWH Elohim dlm berkomunikasi dgn diri-Nya sendiri selalu menggunakan kata "Kita", bisa dilihat dlm ayat2 Kej 1:26, Kej 11:7spt.
Sy sebut unik, krn hal hanya ada dlm Kekristenan. Hal ini tdk mungkin akan kita temukan pd ilah2 dari agama lain. Ada yg ilahnya begitu bnyk tp tdk ada persekutuan di dlm kasih di antara mrk, ada lagi yg ilahnya maha Esa alias benar2 tunggal (lalu bagaimana bisa disebut sbg ilah yg kasih dari mulanya?)
Jadi kesimpulannya adalah: Elohim bukan sebuah kesalahan.
Utk tambahan informasi, Anda bisa simak jg artikel berikut ini: http://www.kristenemasmurni.com/?page_id=40
Semoga dpt dimengerti, Tuhan Yesus memberkati.
Memang Tidak Salah
Jum, 15/01/2010 - 08:40 — yuppiTerima kasih atas komentarnya.
Dalam penutup, saya menulis:
"Ada pula yang berkata, kata Allah yang dipakai berbentuk jamak karena
Israel percaya kepada Allah yang Maha Esa, yang tidak bisa dijamakkan.
Dengan demikian Allah ini dihormati dengan pemakaian bentuk jamak.
Bentuk yang dianggap paling lengkap dan sempurna."
Waktu menulis artikel ini, saya menganggap itu bukan kesalahan, karena memang konsisten. Tetapi waktu menulis artikel ini pula, saya berusaha hanya untuk menyampaikan "fakta", bukan mengungkapkan pendapat pribadi, karena bagi saya artikel ini bukan sebuah essai. Biarlah pembaca yang membacanya yang menarik kesimpulan sendiri.
Terima kasih atas komentarnya.
thank you lord
Rab, 20/01/2010 - 20:55 — pranatahehehe., wktu baca semuanya
sya yakin bhwa alkitab mengatakan yang sesungguhnya.
ad tertulis d alkitab., (maap lupa ayat dan lupa keseluruhan isinya^^)
klo gak slah tertulis..." pada akhirnya anak Allah akan di tolak" tuh klo gk slah., soalnya sya pernh bca..
tapi dengan semua yang terjadi saat ini., memang bhwa inilah akhir zaman di mana bagi kita semua akan di cobai, yang dapat bertahan akan memperoleh keselamatan yang d janjikan Tuhan., iman percaya kita akan d cobai untuk membuktikan kasih kita kepada Dia., apakah kita anak2 Allah atau anak2 si jahat.,
hehehe., maju terus untuk gereja2 d Indonesia., tebarkan kasih damai sukacita kepada seluruh manusia agar mereka boleh percya pada Yesus., hehehe
Thank You lord for all of that U've done for us., ^^