Belajar menyembah Bapa dalam kebenaran

Shalom,

Penting bagi kita, Kristen, untuk senantiasa penuh Roh Kudus setiap hari, namun tidak jarang yang kurang paham bagaimana, atau apa yang perlu kita lakukan agar senantiasa penuh Roh Kudus.

Apakah cukup sekali seumur hidup, seorang Kristen penuh Roh Kudus?

Theologia mengambang justru dapat menjadi batu sandungan, sehingga jemaat ragu-ragu atau takut tersesat ketika Roh Kudus suatu ketika bermanifestasi di dalam dirinya. Untuk itu diperlukan pemahaman yang mengakar, agar setiap orang Kristen dapat menerima ketuangan Roh Kudus setiap hari.

Alkitab memberi kesaksian bahwa para murid Yesus menerima Roh Kudus tidak hanya sekali, namun bisa berkali-kali.

Pertama:

Yohanes 20:22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus..."

Kedua:

Pencurahan Roh Kudus (Kisah Rasul 2:1-11)

Ketiga:

Kisah 4:31  Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Penerimaan Roh Kudus yang pertama, dalam contoh di atas, terjadi ketika para murid dihembusi Yesus, yaitu bertemu Yesus.

Penerimaan pencurahan Roh Kudus yang ke dua mereka terima, ketika para murid Yesus berdoa dan menyembah Tuhan dengan sepenuh hati dan satu hati; demikian juga dengan kepenuhan Roh Kudus yang ketiga (Kisah 4:31).

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ketuangan Roh Kudus dapat dialami ketika seseorang sedang menyembah TUHAN, berada dalam hadirat-Nya.

Sayangnya masih banyak gereja yang belum memberi pengajaran tentang bagaimana melakukan penyembahan yang benar; kebanyakan baru membahas Firman dan berdoa sekadarnya.

Bagaimana menyembah Bapa dalam Roh, dan bagaimana menyembah-Nya dalam kebenaran?  

Berikut cuplikan artikel saya di blog saya :

http://gkbigombong.wordpress.com/ 

 

Penyembahan versi Perjanjian Baru

Bagaimana menyembah dalam Roh? Dan bagaimana pula menyembah dalam kebenaran? Penting bagi kita untuk memposisikan diri dan mengambil bagian dalam hal menyembah dalam Roh dan kebenaran.

Kami memahami jika Anda selama ini mungkin berjemaat di gereja yang dalam ibadahnya kurang memberi penekanan dalam hal penyembahan (adoration), atau bahkan tatacara ibadah (liturgi) yang tidak memberi keluasan untuk setiap jemaat melakukan penyembahan. Tidak apa-apa, kiranya artikel ini boleh melengkapi ibadah Anda yang dapat dilakukan sendiri di rumah Anda, agar setiap hari Anda selalu tenggelam dalam hadirat Allah yang dengan cara itu Anda “meminum” sepuasnya Urapan Allah.

Kita dapat memulai dengan menaikkan nyanyian pujian, pilihlah lagu pujian atau penyembahan yang Anda sangat hafal luar kepala. Nikmati dan resapi setiap baitnya. Ini sangat penting, sebab TUHAN tidak menyukai pujian yang hanya dinyanyikan mulut padahal tidak dengan hati. Pujian dengan suara pas-pasan tetapi sepenuh hati akan jauh lebih dihargai TUHAN daripada dengan suara emas tetapi tidak dengan hati. Mengapa perlu diawali dengan pujian? Karena TUHAN bersemayam di atas pujian umat-Nya (Mazmur 22:4). Mengulang-ulang lagu pujian akan membantu kita “masuk” ke dalam penjiwaan setiap bait pujian. Selama Anda merasa nyaman dan bisa menikmati, ulangi terus pujian tersebut sepenuh hati. Jika Roh Kudus menginspirasikan untuk beralih ke lagu lain, ikuti saja, dan kita nikmati lagu berikutnya itu. Selama pujian, selalu arahkan hati Anda kepada tahta Allah.

Mengarahkan hati ke Bapa Surgawi

Sampai tiba saatnya Anda akan mengalami kedekatan dengan Tuhan, maka percayalah bahwa ketika Anda mengarahkan hati Anda kepada TUHAN, dan mulut serta hati Anda memuji Dia, maka TUHAN akan hadir. Jika Anda masih nyaman menyanyi, teruslah memuji Dia dengan nyanyian, jika Anda tergerak berkata-kata, berkata-katalah kepada Bapa yang sedang hadir di hadapan Anda secara Roh. Anda tidak harus mengucapkan doa panjang-panjang seperti mendoakan negeri, orang miskin, ekonomi maupun masalah Anda, tetapi berbicaralah kepada TUHAN Anda seperti seorang anak berbicara kepada bapaknya.

Ungkapkan isi hati Anda, kerinduan Anda, mungkin Anda akan berkata: “Bapa, aku mengasihi-Mu,… ” atau apapun yang Anda ingin sampaikan. Menulis ini saja, saya ingin menangis,…

Berbicara kepada Bapa dengan segala rasa hormat Anda akan membenamkan Anda larut dalam hadirat-Nya. Lebih baik kalau Anda lakukan penyembahan di kamar tertutup, agar Anda bebas berbagi hati dengan TUHAN, dan tidak canggung juga jika Anda harus terisak-isak karena Urapan. Percayalah bahwa ini bukan soal faktor emosional, tetapi adalah situasi supranatural, pertemuan Anda dengan Bapa di dalam Roh. Anda jangan kaget jika ternyata Anda dapat melakukan penyembahan selama dua atau empat jam.

Menyembah dalam Kebenaran.

Banyak pendoa, bahkan pendoa Senior yang melupakan Sabda Yesus yang teramat penting di sini.

Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

Kami membiasakan diri untuk berdamai dengan semua orang dan tentu saja dengan Allah, oleh karena itu sebelum pujian, sebelum penyembahan, sebelum berdoa, kami mengampuni semua orang dan meminta ampun kepada Bapa Surgawi (untuk dosa-dosa baru yang sengaja/tidak sengaja terjadi), dan kami menerapkan juga dalam kelompok doa di Yogyakarta, sehingga setiap penyembahan kelompok akan begitu cepat mengundang hadirat Allah, dan kami menerima pengurapan luarbiasa.

Ketika kita mengampuni semua orang, maka Bapa di Surga juga mengampuni dosa kita, dan oleh pengampunan itu, kita menjadi orang Benar. Oleh karena itu, maka menyembah di dalam kebenaran dapat diartikan sebagai penyembahan yang dilakukan oleh orang yang sudah dibenarkan lewat pengampunan Bapa. Jadi, jika Anda sulit sekali masuk ke hadirat TUHAN, mungkin saja posisi Anda sedang “bermusuhan” dengan seseorang, dan karena alasan ini maka Bapa tidak berkenan ditemui. Secepatnya Anda melakukan pemberesan sebelum berdoa dan menyembah, yaitu dengan mengampuni semua orang yang mempunyai ganjalan dengan Anda kemudian meminta ampun kepada Bapa (Matius 6:14,15) lalu lakukan penyembahan seperti cara di atas, dan rasakan bagaimana Allah melawat Anda.

Jika setiap hari Anda melakukan penyembahan dalam kebenaran, maka roh Anda akan sehat bahkan kuat, dan kebersamaan Anda dengan TUHAN lewat penyembahan, akan mengubah karakter Anda menjadi seperti karakter TUHAN yang penuh kasih. Karena sebagaimana buah yang dihasilkan ranting disebabkan oleh melekatnya ranting pada pokok pohon, demikian juga Buah Roh Kudus tidaklah dihasilkan oleh usaha atau latihan Anda, melainkan sebagai akibat hubungan karib Anda dengan Yesus Kristus.

 

 Tuhan Yesus memberkati.

http://gkbigombong.wordpress.com 

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Keywords Artikel: menyembah dalam kebenaran

Topic Artikel: Renungan dan Artikel

Comments

Sulit ...

Menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran tidak mudah memang. Saya pernah mencoba dengan sefokus mungkin tapi belum tentu bisa. Lama-lama Tuhan memberikan jawaban mengapa saya tidak bisa? Ternyata hati saya jauh dari Tuhan. Ketika menyanyi/memuji Tuhan, hati saya tidak terpaut pada-Nya, hati saya jauh dari-Nya.

Akhirnya, saya belajar dan mulai memberikan hati saya pada Tuhan. Di mana pun saya berada, saya ingin memunyai hati yang menyembah pada-Nya (tidak hanya dalam gereja saja). Ternyata Tuhan sungguh hidup, jika Anda selalu melakukan pujian penyembahan dengan segenap hati Anda, maka Anda akan mengalami kehidupan yang penuh dengan kasih-Nya.

Syalom

Persoalan yang banyak terjadi bahwa orang yang menyatakan bahwa hubungannya dekat dengan Tuhan, ternyata cenderung jadi menutup dari dari kebhidupan sosial, dan sering menganggap diri lebih suci dari orang lain. mengapa hal seperti ini bisa terjadi dan bagaimana menghadapi situasi ini...GBU.