Gereja Advent dan Sabat

Bahan dasar berasal dari Avoiding the Snare of Seventh Day Adventism, DR. David Cloud (www.wayoflife.org)

Salah satu hal yang membedakan gerakan Advent dari kekristenan lainnya adalah pengajaran mereka bahwa orang Kristen harus memelihara hari Sabtu sebagai hari Sabat, sama seperti di zaman Perjanjian Lama. Hal ini perlu dinilai secara Alkitabiah, oleh karena itu, marilah kita menyelidiki apa yang diajarkan oleh gereja Advent tentang hari Sabat, lalu kita bandingkan dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Berikut ini adalah poin demi poin pengajaran mereka yang diambil dari publikasi mereka sendiri.

ADVENT MENGAJARKAN:

Bahwa hari Sabat mengikat bagi semua manusia sejak penciptaan hingga selama-lamanya. Advent mengatakan bahwa hari Sabat adalah bagi manusia secara umum dan diberikan pertama kali kepada Adam di taman Eden. Oleh karena itu, memelihara hari Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah, sang Pencipta. “Allah menginstitusikan Sabat di Eden; dan selama Dia adalah Pencipta dan itu alasan kita menyembah Dia, maka demikian juga Sabat akan terus berlanjut sebagai tanda dan pengingat.... Memelihara Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah” (Ellen White, The Great Controversy, hal. 386). “Sabat dipelihara oleh Adam dalam kondisinya yang tidak berdosa di Eden yang kudus; [juga dipelihara] oleh Adam yang sudah jatuh tetapi telah bertobat ketika ia diusir dari tempatnya yang senang. Ia [Sabat] dipelihara oleh semua bapa leluhur, mulai dari Habel sampai kepada Nuh yang benar, ke Abraham, ke Yakub.” (Ibid., hal. 398).

ALKITAB MENGAJARKAN:

1. Walaupun Sabat disinggung dalam Kejadian 2:2-3, peraturan Sabat tidak diberikan kepada manusia hingga diperintahkan kepada Israel di padang gurun (Neh. 9:13-14).

2. Sabat diberikan bukan kepada manusia secara umum, tetapi kepada Israel saja sebagai tanda perjanjian yang khusus antara dia dengan Allah (Kel. 31:12-17).

3. Ellen White menambahi informasi Alkitab ketika dia mengajarkan bahwa Adam dan para bapa leluhur memelihara Sabat. Alkitab sama sekali tidak menyinggung masalah ini. Bahkan, hal ini tidak mungkin benar. Jika Sabat telah dipelihara oleh manusia secara umum sejak penciptaan, maka tidak mungkin hari Sabat diberikan kepada Israel sebagai suatu tanda khusus.

ADVENT MENGAJARKAN:

Hari Sabat tetap mengikat bagi orang percaya Perjanjian Baru. “...dari sini terlihat jelas bahwa semua dari Sepuluh Hukum masih mengikat dalam dispensasi Kristen, dan bahwa Kristus tidak berpikiran mengubahnya. Salah satu perintah ini adalah pemeliharaan hari ketujuh sebagai Sabat...” (Bible Footlights, hal. 37).

ALKITAB MENGAJARKAN:

1. Perjanjian Baru adalah satu-satunya pembimbing tanpa salah mengenai bagian mana dari Hukum Musa yang masih mengikat bagi orang percaya zaman gereja. Perjanjian Baru dengan jelas mengajarkan bahwa orang percaya hari ini tidak terikat kepada hukum Sabat! “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (Kol. 2:16-17).

2. Menurut surat-surat Perjanjian Baru, masalah Sabat sama sekali tidak relevan bagi gereja. Dalam semua instruksi yang Allah berikan kepada jemaat-jemaat dalam surat-surat, hanya ada satu bagian yang menyinggung tentang Sabat – yaitu Kolose 2:16 – dan satu-satunya bagian tersebut hanyalah untuk menunjukkan pada kita bahwa Sabat tidak mengikat orang percaya Perjanjian Baru. Aneh sekali bahwa Surat-Surat PB hanya menyinggung “Sabat” satu kali, dan itupun menunjukkan bahwa Sabat tidak berlaku lagi, tetapi Advent begitu menekankan pemeliharaan hari Sabat. Jelas bahwa pemahaman Advent berbeda dengan para Rasul.

3. Sabat adalah tipologi atau simbolik akan hari keselamatan. “Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya” (Ibr. 4:9-10). Dalam Ibrani 4 ini, Sabat dipresentasikan sebagai simbolik hari keselamatan. Sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh dari pekerjaan PenciptaanNya, orang percaya hari ini akan beristirahat dalam pekerjaaan Keselamatan Yesus Kristus yang sempurna. Agar masuk ke peristirahatan Allah, seseorang harus dengan tenang menerima pekerjaan Allah dan berhenti dari usahanya sendiri. Keselamatan adalah anugerah Allah.

ADVENT MENGAJARKAN:

Hukum Sabat telah diubah, dan tuntutan yang sangat menekan dalam sistem Musa tidak berlaku lagi. Namun orang Advent tidak memelihara Sabat sama seperti tertera dalam Perjanjian Lama, tetapi mereka mengklaim bahwa itu tidak perlu karena persyaratan tentang Sabat “telah diubah.” Yang dijadikan bukti akan hal ini adalah salah satu penglihatan Ellen White. “Dalam tempat yang mahakudus, dia [Ellen White] melihat tabut yang berisikan Hukum itu, dan sangat terkejut ketika memperhatikan bahwa ‘yang keempat, perintah tentang Sabat, bersinar melebihi semuanya; karena Sabat harus dikuduskan untuk penghormatan bagi nama Allah yang kudus...’ Juga ditunjukkan kepadanya perubahan Sabat, pentingnya pemeliharaan Sabat...” (Messenger to the Remnant, hal. 34).

ALKITAB MENGAJARKAN:

1. Hukum Sabat sangatlah ketat dan keras. (1) Tidak boleh ada pekerjaan, Kel. 20:10, 31:14-15; (2) tidak boleh mengangkut barang, Yer. 17:21; (3) tidak boleh menyalakan api, Kel. 35:3. Peraturan ini hanya dapat diikuti di daerah yang beriklim lumayan hangat. Hukum tentang Sabat sedemikian kerasnya sehingga Allah memerintahkan agar seseorang yang mengumpulkan kayu untuk api dilontari batu karena ia melanggar hukum Sabat (Bil. 15:32-36). Yakobus 2:10 memberitahu kita bahwa Hukum tidak bisa dipisahpisahkan. Jika orang Advent hendak memelihara Sabatnya Hukum Musa, maka mereka harus memeliharanya persis seperti yang Allah perintahkan dalam Hukum Taurat. Pada kenyataannya, Gereja Advent tidak memelihara Sabat seperti yang tertera di Perjanjian Lama. Advent kehilangan suatu kebenaran rohani, di mana perintah-perintah yang berat dalam PL justru seharusnya membuat kita sadar akan kelemahan kita, dan memacu kita kepada seorang Juruselamat, Yesus Kristus.

2. Sama sekali tidak ada otoritas Alkitab bagi Advent untuk mengubah peraturan Sabat. Tuhan Yesus tidak mengubah Hukum. Ia mencerca berbagai tradisi Farisi yang telah ditambahkan kepada Hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Mat. 5:17-18).

3. Ini adalah suatu contoh Advent bersandar pada salah satu “penglihatan” Ellen White, yang adalah praktek menambahkan “otoritas luar Alkitab,” padahal proses pewahyuan sudah Tuhan tutup sejak Alkitab selesai ditulis.

ADVENT MENGAJARKAN:

Karena Yesus dan para Rasul memelihara Sabat, orang Kristen juga harus melakukan demikian. “Teladan Yesus adalah jelas dan konsisten. KebiasaanNya adalah kebiasaan memelihara Sabat... Tetapi, walaupun demikian, kita menemukan situasi yang aneh hari ini karena walaupun ada Kristus sebagai teladan kita, dan Alkitab sebagai pembimbing kita, tetapi kita menemukan dua hari Sabat dipelihara oleh orang Kristen...” (George Vandeman, Planet in Rebellion, hal. 277).

ALKITAB MENGAJARKAN:
Yesus memelihara Sabat karena Dia lahir di bawah Hukum untuk memenuhi tuntutan Hukum. “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan hari takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Gal. 4:4-5). Tuhan Yesus dengan rela menjadikan diriNya sendiri hamba, lahir di bawah Hukum Musa, agar Ia dapat menyelamatkan orang berdosa dari kutuk dan belenggu Hukum menuju kebebasan kekal seorang anak. Yesus hidup di bawah Hukum Taurat agar orang percaya tidak perlu hidup di bawah Hukum Taurat. Hukum Taurat berhenti sampai saat Yohanes tampil (Mat.11:13).
Tidak dapat dibuktikan bahwa Rasul Paulus dan gereja-gereja abad pertama memelihara Sabat. Advent mengajarkan hal ini, tetapi ini hanyalah tebakan mereka. Benar bahwa Paulus sering hadir di Sinagog pada hari Sabat untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi yang berkumpul di sana. Tetapi ini tidak berarti Paulus memelihara Sabat. Paulus sendiri telah memberikan pendapatnya tentang Sabat dalam Kolose 2:16, bahwa Sabat tidak mengikat bagi orang percaya PB. Paulus mengunjungi sinagog pada hari Sabat karena dia ingin menginjili orang Yahudi yang berkumpul di sana. Sama seperti jika ada seorang yang masuk ke Mesjid hari Jumat untuk menginjil, tidak berarti dia menguduskan hari Jumat.

ADVENT MENGAJARKAN:

Gereja Roma mengubah hari kebaktian, dari Sabat menjadi Minggu pada abad keempat. Advent bersikukuh bahwa hukum Sabat tetap dipelihara oleh orang-orang Kristen hingga Konstantine, Kaisar Roma, mengharuskan semua orang untuk merayakan hari Minggu. Para pemimpin Advent melihat Konstantin sebagai tipologi anti-Kristus yang akan datang, yang menurut mereka telah membuat penyembahan hari Minggu suatu keharusan bagi semua orang. “Konstantin adalah Kaisar Roma. Dia adalah penyembah matahari, tetapi juga seorang politikus ulung. Dia ingin menyenangkan semua orang. Ketika masih penyembah berhala, ia memerintahkan bahwa semua institusi negara harus tutup pada hari pertama – “hari matahari.” Gereja, yang telah berdiri di Roma, dengan cepat melihat keuntungannya jika berkompromi dengan penyembahan berhala...jadi dalam beberapa tahun saja, hari Minggu telah mendapatkan dukungan, gereja Roma dalam Konsili Laodikia menyingkirkan perintah Allah yang jelas dan mendekritkan perubahan dari hari ketujuh ke hari pertama suatu minggu” (Planet in Rebellion, hal. 290).

ALKITAB MENGAJARKAN:

Ada banyak bukti dalam Alkitab maupun sumber lain bahwa orang Kristen awal, sejak zaman Rasul-rasul, bertemu dan berbakti pada pertama minggu, bukan pada hari Sabat.


Bukti Alkitab tentang hari pertama:

1. Yesus Kristus bangkit pada hari pertama (Mar. 16:9)

2. Yesus menampakkan diri kepada murid-murid pada hari pertama (Mar. 16:9; Mat. 28:8-10, Luk. 24:34; Mar. 16:12-13; Yoh. 20:19-23).

3. Pentakosta terjadi pada hari Minggu, hari pertama (Pentakosta adalah hari ke-50 sejak Sabat persembahan unjukan, lihat Im. 23:15-16, jadi Pentakosta selalu hari minggu).

4. Orang-orang Kristen berkumpul dan bertemu untuk berbakti pada hari pertama (Kis. 20:6-7; 1 Kor. 16:2). Hari Minggu disebut oleh orang Kristen sebagai “hari Tuhan” (Wah. 1:10).

Sejak itu, sebagian besar orang Kristen selalu berbakti pada hari Tuhan (Minggu), hari pertama. Mereka melakukan ini untuk menghormati kebangkitan Juruselamat mereka. Kristus berada dalam kubur pada hari Sabat, dan bangkit pada hari pertama. Sabat menggambarkan hari terakhir ciptaan yang lama. Minggu adalah hari pertama ciptaan baru.

Bukti Sejarah bahwa Orang Kristen Mula-Mula Berbakti Pada Hari Minggu:

Epistle of Barnabas (sekitar 100 AD): “Jadi kita juga memelihara hari kedelapan dengan sukacita, hari yang sama dengan kebangkitan Yesus dari orang mati.

Epistle of Ignatius (sekitar 107 AD): “Jangan tertipu dengan doktrin-doktrin aneh, ataupun dengan dongeng tua, yang tidak bermanfaat. Sebab jika kita masih hidup menurut hukum Yahudi, kita mengakui bahwa kita belum menerima kasih karunia.... Oleh karena itu, jika mereka yang dibesarkan di bawah peraturan lama itu, lalu mendapatkan pengharapan baru, tidak lagi memelihara Sabat, tetapi memelihara hari Tuhan, pada hari mana kehidupan kita bangkit oleh Dia dan kematianNya.”

Justin Martyr (sekitar 140 AD): “Dan pada hari yang disebut Minggu, semua yang tinggal di kota-kota atau di pedesaan berkumpul pada satu tempat, dan tulisan-tulisan para Rasul atau para Nabi dibacakan terlebih dahulu...Tetapi hari Minggu adalah hari di mana kita mengadakan pertemuan umum, karena itu adalah hari pertama Allah....menjadikan dunia; dan Yesus Kristus Juruselamat kita bangkit dari kematian pada hari yang sama.”

Berdesanes, Edessa (180 AD): “Pada satu hari, yang pertama dari satu minggu, kami berkumpul bersama.”

Tertullian (200 AD): “ Kami mengkhusyukkan hari setelah Sabtu, berlawanan dengan mereka semua yang menyebut hari ini sebagai Sabat mereka.” Irenaeus (155-202 AD): “Misteri kebangkitan Tuhan tidak boleh dirayakan pada hari lain selain Hari Tuhan, dan hal ini saja sudah mengharuskan kita merayakan Paskah pada hari itu.” Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen telah berbakti pada hari Minggu jauh sebelum Konstantin atau abad keempat.

ADVENT MENGAJARKAN:

Gereja telah mengubah Sabat menjadi Minggu, tanpa otoritas Alkitab. “Orang-orang Kristen dari generasi-generasi yang lalu memelihara hari Minggu, sambil mengira bahwa dengan demikian mereka memelihara Sabat dalam Alkitab....” (Ellen White, The Great Controversy, hal. 394).

ALKITAB MENGAJARKAN:

Hari Minggu bukanlah Sabat; bahkan bukan hari suci. Orang Kristen tidaklah memelihara Sabat dengan cara kebaktian pada hari Minggu. Orang percaya Perjanjian Baru, yang telah diselamatkan dari keharusan Hukum Musa, bebas untuk memelihara atau tidak memelihara hari-hari tertentu, sebagaimana dia inginkan. (Tentu tidak ada orang Kristen yang bebas menjauhkan diri dari pertemuan kebaktian pada hari Minggu atau hari-hari lain, tetapi setiap orang Kristen bebas untuk ‘menghormati’ atau ‘tidak menghormati’ hari-hari tertentu). Roma 14:1-13 dan Kolose 2:16 menyatakan bahwa tidak ada hari tertentu yang harus dianggap suci atau kudus oleh orang Kristen. Bahkan Rasul Paulus sempat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang Galatia, karena mereka masih memelihara hari-hari “kudus” tertentu! “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia” (Gal. 4:10-11).

“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat” (Kol. 2:16).

“Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Rom. 14:4-5).

Sebagai kesimpulan, pengajaran Advent mengenai hari Sabat tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab, dan merupakan bagian dari kesalahan total mereka yang tidak dapat melihat perubahan dari sistem penyembahan simbolik di Perjanjian Lama menjadi sistem penyembahan dalam Roh dan kebenaran dalam Perjanjian Baru atau ibadah hakekat. Yang paling berbahaya dari sistem pengajaran demikian adalah pengajaran keselamatan yang menggabungkan anugerah dengan usaha manusia melakukan Hukum Taurat untuk masuk Surga. Pembaca yang budiman kiranya anda dapat memihak kepada kebenaran Alkitab.***

PEDANG ROH 56, 2008

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

www.webkristiani.co.cc (memuat 3000 Situs Kristiani)
www.dede-wijaya.co.cc (memuat 110 Artikel)
www.dedewijaya83.co.cc (memuat 180 Artikel) Hit Counter: 5800
http://dedewijaya.blogspot.com (memuat 210 Artikel) Hit Counter: 22100
http://dedewijaya83.blogspot.com (memuat 220 Artikel) Hit Counter: 22100
http://dedewijaya.multiply.com (memuat 80 Artikel)
http://dedewijaya83.multiply.com (memuat 70 Artikel)
www.kristenfundamental.co.cc (memuat 30 Artikel Fundamental)
http://kristen-fundamental.blogspot.com (memuat 30 Artikel Fundamental)

Kategori: Teologi

Keywords Artikel: ADVENT, Bidat, gereja

Topic Artikel: Teologi dan Alkitab

Comments

Apakah praktek Hari Sabat ajaran gereja Advent?

Pertama-tama ialah saya bukan orang Advent.
Jika benar hari Sabat ajaran Advent, kapan gereja Advent mulai berdiri dan kapan hari Sabat mulai diajarkan di Alkitab?
Jika gereja Advent tidak boleh merubah aturan Sabat mengapa gereja Katolik boleh mengganti perintah TUHAN "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat" yang adalah hari SAPTU menjadi hari SUN-day?
Jika benar kata Anda bahwa hukum Sabat itu keras dan ketat mengapa Yesus berkata Come unto me, all ye that labor and are heavy laden, and I will give you rest. Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in heart: and ye shall find rest unto your souls. For my yoke is easy, and my burden is light.Mat 11:28-30 ASV)
Yang membuat perintah Sabat menjadi keras/ berat dan ketat adalah dokma manusia (Matius 23:4)
Yang membuat perintah Sabat menjadi tidak lagi relevan adalah dokma manusia (Yesaya 66:22-23)
Untuk perbandingan pembahasan silahkan baca di sini:
http://senjatarohani.wordpress.com/category/hari-sabat/
Siapakah kita sehingga kita berani merubah 10 perintah-Nya yang Ia sendiri tulis dengan tangan-Nya?
Perhatikan Wahyu 14:7-8;
ayat 7 tentang Takutlah akan DIA yang telah menciptakan ... (Kejadian 2:1-3; Keluaran 20:11)
ayat 8 tentang, hukuman atas Rahasia Babel Besar (Wahyu 13, 17,18)
Kiranya Roh Kudus memberi pengertian dan anugerah kepada pembaca.
Sekali lagi saya bukan orang Advent, hanya seorang yang senang mengikuti Yesus Kristus dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan saya.
TUHAN memberkati kalian semua.Smile
Anggur Baru

Hari Sabat adalah Hari Tuhan

Ttg hari Sabat adalah hal yang menarik. Sebenarnya hari Sabat sudah sangat jelas di Alkitab. Tetapi terkadang masih ada yang membantahnya dengan menggunakan ayat2 yang lain.

Sebelum nya mari kita minta kuasa roh kudus sebelum kita mempelajari Alkitab, dan yang terpenting dalam belajar Alkitab adalah untuk mencari kebenaran di dalam nya (bukan untuk mempertahankan tradisi/pendapat)

Pertama-tama saya ingin jelaskan bahwa sepuluh hukum (secara tertulis - di tulis oleh tangan TUHAN sendiri) pada zaman musa. Tapi tidak berarti bahwa sepuluh hukum itu baru ada pada zaman Musa.

Ingat bahwa Hukum2 Tuhan pada zaman mula-mula Adam - hawa-cain-habel tidak secara tertulis melainkan secara lisan.
Kejadian 4:7

Roma 4:15 . Bila tidak ada hukum tidak ada pelanggaran.

Pada saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, bagaimana mungkin mereka tahu klo mereka jatuh ke dalam dosa? mereka tau mereka berdosa karena Tuhan sudah melarang mereka (secara lisan)

Hari Sabat di ciptakan Tuhan setelah 6 hari penciptaan. Kejadian 2:1. Lalu Allah memberkati hari ketujuh dan menguduskan nya.

Baca juga Kejadian 26:5. Karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya pada-Ku yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.

Alkitab dengan sangat jelas mengatakan hukum-hukum Tuhan sudah ada pada zaman Abraham.

Ini lah kunci bahwa kita mengerti sebelum Tuhan memberikan hukum secara tertulis kepada Musa, Tuhan sudah melakukan nya secara lisan dari Manusia pertama sampai pada Abraham.

Baca di Roma 7:12. Jadi Hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik

Menjawab akan ayat Kolose 2:16-17 (yang sering dipakai untuk membantah akan apakah hari Sabat masih berlaku) " Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat 17.Semua nya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya adalah Kristus.

Pertanyaan : Apakah hari Sabat yang di maksud di ayat ini adalah hari Sabat yang diciptakan Tuhan di taman eden? TIDAK.

INGAT : Bahwa Hari Sabat diciptakan sebelum manusia jatuh kedalam dosa.

Kolose 2:16-17 bercerita tentang bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya Kristus. Jelas ayat ini membicarakan tentang acara2 sermonial,persembahan hewan dan penyemblihan untuk penghapusan dosa. Ini adalah bayangan akan kematian Kristus dikayu Salib ganti korban persembahan/penyelembihan hewan. Oleh karena itu kita umat kristen tidak melaksanan korban semblihan oleh karena Kristus sudah mati untuk kita.

Lantas apa maksud hari Sabat di ayat ini. Alkitab mencatat Ini adalah hari Sabat Tahunan/ Perayaan yang termasuk dalam golongan "Bayangan" yang berakhir di salib.

Baca Ulangan 23:24-32. (Biar lebih jelas bacanya dalam versi inggris). Di ayat ini jelas ada hari-hari perayaan Sabat (Ingat Sabat : Perhentian) dimana bangsa israel mempersembahkan korban bakaran ( yang adalah bayangan).

Ini lah yang dimaksud akan hari Sabat bayangan : yaitu hari sabat tahunan perayaan. Dan TIDAK ADA hubungan nya dengan HARI SABAT yang KETUJUH yang diciptakan Tuhan

YESUS DAN HARI SABAT di PERJANJIAN BARU:

1.Lukas 4:16
2.Lukas 4:31
3.Lukas 6:6
4.Lukas 13:10
5.Markus 1:21
6.Markus 6:2

Kekutan Hukum Taurat:
1.Matius 5:18

Jaminan Tuhan akam pemelihara Hari Sabat:

1.Yesaya 58:13 - 14

Important

http://www.biblestudy.org/godsrest/catholics-challenge-protestants-on-su...

ROMAN CATHOLIC CONFESSIONS

James Cardinal Gibbons, The Faith of our Fathers, 88th ed., pp. 89.
"But you may read the Bible from Genesis to Revelation, and you will not find a single line authorizing the sanctification of Sunday. The Scriptures enforce the religious observance of Saturday, a day which we never sanctify."

Stephen Keenan, A Doctrinal Catechism 3rd ed., p. 174.
"Question: Have you any other way of proving that the Church has power to institute festivals of precept?

"Answer: Had she not such power, she could not have done that in which all modern religionists agree with her-she could not have substituted the observance of Sunday, the first day of the week, for the observance of Saturday, the seventh day, a change for which there is no Scriptural authority."

John Laux, A Course in Religion for Catholic High Schools and Academies (1936), vol. 1, P. 51.
"Some theologians have held that God likewise directly determined the Sunday as the day of worship in the New Law, that He Himself has explicitly substituted the Sunday for the Sabbath. But this theory is now entirely abandoned. It is now commonly held that God simply gave His Church the power to set aside whatever day or days she would deem suitable as Holy Days. The Church chose Sunday, the first day of the week, and in the course of time added other days as holy days."

Daniel Ferres, ed., Manual of Christian Doctrine (1916), p.67.
"Question: How prove you that the Church hath power to command feasts and holy days?

"Answer: By the very act of changing the Sabbath into Sunday, which Protestants allow of, and therefore they fondly contradict themselves, by keeping Sunday strictly, and breaking most other feasts commanded by the same Church.'

James Cardinal Gibbons, Archbishop of Baltimore (1877-1921), in a signed letter.
"Is Saturday the seventh day according to the Bible and the Ten Commandments? I answer yes. Is Sunday the first day of the week and did the Church change the seventh day —Saturday — for Sunday, the first day? I answer yes. Did Christ change the day'? I answer no!
"Faithfully yours, J. Card. Gibbons"

The Catholic Mirror, official publication of James Cardinal Gibbons, Sept. 23, 1893.
"The Catholic Church, . . . by virtue of her divine mission, changed the day from Saturday to Sunday."

Catholic Virginian Oct. 3, 1947, p. 9, art. "To Tell You the Truth."
"For example, nowhere in the Bible do we find that Christ or the Apostles ordered that the Sabbath be changed from Saturday to Sunday. We have the commandment of God given to Moses to keep holy the Sabbath day, that is the 7th day of the week, Saturday. Today most Christians keep Sunday because it has been revealed to us by the [Roman Catholic] church outside the Bible."

Peter Geiermann, C.S.S.R., The Converts Catechism of Catholic Doctrine (1957), p. 50.
"Question: Which is the Sabbath day?
"Answer: Saturday is the Sabbath day.

"Question: Why do we observe Sunday instead of Saturday?
"Answer: We observe Sunday instead of Saturday because the Catholic Church transferred the solemnity from Saturday to Sunday."

Martin J. Scott, Things Catholics Are Asked About (1927), p. 136.
"Nowhere in the Bible is it stated that worship should be changed from Saturday to Sunday .... Now the Church ... instituted, by God's authority, Sunday as the day of worship. This same Church, by the same divine authority, taught the doctrine of Purgatory long before the Bible was made. We have, therefore, the same authority for Purgatory as we have for Sunday."

Peter R. Kraemer, Catholic Church Extension Society (1975),Chicago, Illinois.
"Regarding the change from the observance of the Jewish Sabbath to the Christian Sunday, I wish to draw your attention to the facts:

"1) That Protestants, who accept the Bible as the only rule of faith and religion, should by all means go back to the observance of the Sabbath. The fact that they do not, but on the contrary observe the Sunday, stultifies them in the eyes of every thinking man.

"2) We Catholics do not accept the Bible as the only rule of faith. Besides the Bible we have the living Church, the authority of the Church, as a rule to guide us. We say, this Church, instituted by Christ to teach and guide man through life, has the right to change the ceremonial laws of the Old Testament and hence, we accept her change of the Sabbath to Sunday. We frankly say, yes, the Church made this change, made this law, as she made many other laws, for instance, the Friday abstinence, the unmarried priesthood, the laws concerning mixed marriages, the regulation of Catholic marriages and a thousand other laws.

"It is always somewhat laughable, to see the Protestant churches, in pulpit and legislation, demand the observance of Sunday, of which there is nothing in their Bible."

T. Enright, C.S.S.R., in a lecture at Hartford, Kansas, Feb. 18,1884.
"I have repeatedly offered $1,000 to anyone who can prove to me from the Bible alone that I am bound to keep Sunday holy. There is no such law in the Bible. It is a law of the holy Catholic Church alone. The Bible says, 'Remember the Sabbath day to keep it holy.' The Catholic Church says: 'No. By my divine power I abolish the Sabbath day and command you to keep holy the first day of the week.' And lo! The entire civilized world bows down in a reverent obedience to the command of the holy Catholic Church."

Important 2

PROTESTANT CONFESSIONS
Protestant theologians and preachers from a wide spectrum of denominations have been quite candid in admitting that there is no Biblical authority for observing Sunday as a sabbath.
Anglican/Episcopal
Isaac Williams, Plain Sermons on the Catechism, vol. 1, pp.334, 336.
"And where are we told in the Scriptures that we are to keep the first day at all? We are commanded to keep the seventh; but we are nowhere commanded to keep the first day .... The reason why we keep the first day of the week holy instead of the seventh is for the same reason that we observe many other things, not because the Bible, but because the church has enjoined it."
Canon Eyton, The Ten Commandments, pp. 52, 63, 65.
"There is no word, no hint, in the New Testament about abstaining from work on Sunday .... into the rest of Sunday no divine law enters.... The observance of Ash Wednesday or Lent stands exactly on the same footing as the observance of Sunday."
Bishop Seymour, Why We Keep Sunday.
We have made the change from the seventh day to the first day, from Saturday to Sunday, on the authority of the one holy Catholic Church."
Baptist
Dr. Edward T. Hiscox, a paper read before a New York ministers' conference, Nov. 13, 1893, reported in New York Examiner, Nov.16, 1893.
"There was and is a commandment to keep holy the Sabbath day, but that Sabbath day was not Sunday. It will be said, however, and with some show of triumph, that the Sabbath was transferred from the seventh to the first day of the week .... Where can the record of such a transaction be found? Not in the New Testament absolutely not.
"To me it seems unaccountable that Jesus, during three years' intercourse with His disciples, often conversing with them upon the Sabbath question . . . never alluded to any transference of the day; also, that during forty days of His resurrection life, no such thing was intimated.
"Of course, I quite well know that Sunday did come into use in early Christian history . . . . But what a pity it comes branded with the mark of paganism, and christened with the name of the sun god, adopted and sanctioned by the papal apostasy, and bequeathed as a sacred legacy to Protestantism!"
William Owen Carver, The Lord's Day in Our Day, p. 49.
"There was never any formal or authoritative change from the Jewish seventh-day Sabbath to the Christian first-day observance."
Congregationalist
Dr. R. W. Dale, The Ten Commandments (New York: Eaton &Mains), p. 127-129.
" . . . it is quite clear that however rigidly or devotedly we may spend Sunday, we are not keeping the Sabbath — . . 'The Sabbath was founded on a specific Divine command. We can plead no such command for the obligation to observe Sunday .... There is not a single sentence in the New Testament to suggest that we incur any penalty by violating the supposed sanctity of Sunday."
Timothy Dwight, Theology: Explained and Defended (1823), Ser. 107, vol. 3, p. 258.
" . . . the Christian Sabbath [Sunday] is not in the Scriptures, and was not by the primitive Church called the Sabbath."
Disciples of Christ
Alexander Campbell, The Christian Baptist, Feb. 2, 1824,vol. 1. no. 7, p. 164.
"'But,' say some, 'it was changed from the seventh to the first day.' Where? when? and by whom? No man can tell. No; it never was changed, nor could it be, unless creation was to be gone through again: for the reason assigned must be changed before the observance, or respect to the reason, can be changed! It is all old wives' fables to talk of the change of the Sabbath from the seventh to the first day. If it be changed, it was that august personage changed it who changes times and laws ex officio - I think his name is Doctor Antichrist.'
First Day Observance, pp. 17, 19.
"The first day of the week is commonly called the Sabbath. This is a mistake. The Sabbath of the Bible was the day just preceding the first day of the week. The first day of the week is never called the Sabbath anywhere in the entire Scriptures. It is also an error to talk about the change of the Sabbath from Saturday to Sunday. There is not in any place in the Bible any intimation of such a change."
Lutheran
The Sunday Problem, a study book of the United Lutheran Church (1923), p. 36.
"We have seen how gradually the impression of the Jewish sabbath faded from the mind of the Christian Church, and how completely the newer thought underlying the observance of the first day took possession of the church. We have seen that the Christians of the first three centuries never confused one with the other, but for a time celebrated both."
Augsburg Confession of Faith art. 28; written by Melanchthon, approved by Martin Luther, 1530; as published in The Book of Concord of the Evangelical Lutheran Church Henry Jacobs, ed. (1 91 1), p. 63.
"They [Roman Catholics] refer to the Sabbath Day, a shaving been changed into the Lord's Day, contrary to the Decalogue, as it seems. Neither is there any example whereof they make more than concerning the changing of the Sabbath Day. Great, say they, is the power of the Church, since it has dispensed with one of the Ten Commandments!"
Dr. Augustus Neander, The History of the Christian Religion and Church Henry John Rose, tr. (1843), p. 186.
"The festival of Sunday, like all other festivals, was always only a human ordinance, and it was far from the intentions of the apostles to establish a Divine command in this respect, far from them, and from the early apostolic Church, to transfer the laws of the Sabbath to Sunday."
John Theodore Mueller, Sabbath or Sunday, pp. 15, 16.
"But they err in teaching that Sunday has taken the place of the Old Testament Sabbath and therefore must be kept as the seventh day had to be kept by the children of Israel .... These churches err in their teaching, for Scripture has in no way ordained the first day of the week in place of the Sabbath. There is simply no law in the New Testament to that effect."
Methodist
Harris Franklin Rall, Christian Advocate, July 2, 1942, p.26.
"Take the matter of Sunday. There are indications in the New Testament as to how the church came to keep the first day of the week as its day of worship, but there is no passage telling Christians to keep that day, or to transfer the Jewish Sabbath to that day."
John Wesley, The Works of the Revelation John Wesley, A.M., John Emory, ed. (New York: Eaton & Mains), Sermon 25,vol. 1, p. 221.
"But, the moral law contained in the ten commandments, and enforced by the prophets, he [Christ] did not take away. It was not the design of his coming to revoke any part of this. This is a law which never can be broken .... Every part of this law must remain in force upon all mankind, and in all ages; as not depending either on time or place, or any other circumstances liable to change, but on the nature of God and the nature of man, and their unchangeable relation to each other."
Dwight L. Moody
D. L. Moody, Weighed and Wanting (Fleming H. Revell Co.: New York), pp. 47, 48.
The Sabbath was binding in Eden, and it has been in force ever since. This fourth commandment begins with the word 'remember,' showing that the Sabbath already existed when God Wrote the law on the tables of stone at Sinai. How can men claim that this one commandment has been done away with when they will admit that the other nine are still binding?"
Presbyterian
T. C. Blake, D.D., Theology Condensed, pp.474, 475.
"The Sabbath is a part of the decalogue — the Ten Commandments. This alone forever settles the question as to the perpetuity of the institution . . . . Until, therefore, it can be shown that the whole moral law has been repealed, the Sabbath will stand . . . . The teaching of Christ confirms the perpetuity of the Sabbath."
Written by: The Bible Sabbath Association

Fact...

bukankah Yesus sendiri memberikan teladan dengan tetap masuk ke rumah Ibadah pada hari Sabat?
Markus 1
1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Lukas 4
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

dan bukankah setelah Yesus terangkat ke surga, murid-muridnya tetap beribadah pada hari sabat?? 

Kisah Para Rasul 18
18:4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

 

biarlah Tuhan yang menjadi dasar iman kita... jangan berdasarkan pengertian sendiri.

 

God have the way you and me...

Hi Mas Dede Wijaya.. tadinya

Hi Mas Dede Wijaya..
tadinya saya googling utk cari jodoh kristen. tapi kaget saat melihat "Keywords Artikel: ADVENT, Bidat, gereja"..
saya Advent, dan saya tidak tersinggung, karena setiap orang memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat-nya sendiri, termasuk berpendapat bahwa denominasi lain adalah bidat..
mungkin saran saya kepada ini mas Dede Wijaya sang penulis, coba anda belajar lebih banyak lagi sebelum anda berpendapat di situs umum yang mengatasnamakan kristen, yang mana di negara kita bahkan di seluruh mengakui-nya dan tidak ada satu setan pun yang berani menulis Advent adalah bidat..
bagaimana klo kita bertemu?
torang samua basudara..
wly

Keluaran 20 : 1 - 17

Saya rasa semua kita tahu tentang hukum taurat, siapa yang menulis dan bahkan tahu hukum taurat itu ditujukan kepada siapa.. Oleh karena itu saya sangat tertarik dengan pembahasan diatas.
Membahas pernyataan penulis diatas bahwa ADVENT berkata saya ingin menegaskan bahwa bukan Advent yang berkata tapi "FIRMAN TUHAN" yang berkata:
Semua kita tahu bahwa Allah menciptakan dunia selama 7 hari (Kejadian 1:1-31 2:1-7) Tuhan menciptakan manusia pada hari keenam (kej 1:26-31) dan pada hari ketujuh Tuhan memberkati dan menguduskannya (Kej 2:2).
Hukum taurat yang salah satu didalamnya (tepatnya keluaran 20:8-11) mengenai hari sabat Itu di ucapkan langsung oleh Allah (keluaran 20:1,2).
Dari hal ini saja saya berani menyimpulkan bahwa "Siapa pun yang tidak menurutinya adalah orang yang berdosa"
Semua Nabi2 di dalam kitab perjanjian lama melakukan Hukum Taurat. Bahkan Yesus pun ada dalam rumah ibadat pada hari "sabat" (markus 1:21, 6:2, Lukas 13:10 Dll).
Mengenai hari apakah hari sabat itu terdapat dalam cerita kematian Yesus sampai kebangkitannya (Lukas 23:53-56b, 24:1) disitu diceritakan Yesus meninggal kira2 jam 12 (Luk 23:44) dan dikubur pada hari persiapan menjelang sabat (Luk 23:54) dan hari sabat yang sesuai dengan Hukum Taurat (Luk 23:56b)dan Yesus bangkit pada hari Minggu (Luk 24:1). Jadi jelas disini yang mana hari sabat menurut Hukum Taurat. Di sini kita dapat mempelajari mana hari pertama dan mana hari ke tujuh (1 minggu = 7 hari maka jika minggu disebutkan hari pertama dan hari sebelumnya adalah??)=)
skarang kita masuk ke perjanjian baru (walaupun saya sudah mengutip beberapa ayat dari perjanjian baru dan saya yakin masih banyak lagi ayat dalam perjanjian baru dalam buku yang menceritakan tentang YESUS menyatakan tentang hari sabat.
Saya menemukan beberapa ayat yang menyatakan bahwa HUKUM TAURAT itu tidak di batalkan (10 HUKUM dalam keluaran 20) melainkan kedatangan Yesus kedunia ini untuk mengenapi HUKUM TAURAT tersebut. Yesus yang dilambangkan ANAK DOMBA ALLAH sudah benar2 mati untuk dosa2 kita jadi kita tidak perlu lagi mengorbankan domba di bait suci karena domba yang sesungguhnya telah mati akibat dosa manusia.
berikut ayat2nya:
Lukas 16:17
Roma 3:31
(bacalah satu perikop agar tidak ada kesalahan tafsir)
Klo begitu kita selamat oleh HUKUM TAURAT??
jawabannya TIDAK, karena kita selamat oleh karena YESUS.
klo begitu perlukah penurutan akan hukum taurat??
Jawabanya perlu.. HUKUM TAURAT tidak menyelamatkan akan tetapi Yesus dengan KASIH KARUNIAnya yang menyelamatkan manusia. Akan tetapi jika kita mengasihi Yesus kita harus menuruti perintah atau hukum2nya (HUKUM TAURAT).
Roma 6:7
(bacalah satu perikop agar tidak ada kesalahan tafsir)
Fungsi HUKUM TAURAT adalah sebagai cerminan akan dosa2 kita bukan sebagai jalan keselamatan.
Satu ayat terakhir dalam Roma 14:13.. =)
Mengenai MS. White saya percaya selama hal itu menuntun kepada ALKITAB sebab ada tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:17-18
Ingin tahu lebih dalam lagi saya mengundang kita untuk belajar bersama mengenai alkitab.. di seluruh Gereja Advent yang anda ketahui... =)

sabda

minggu/08/08/2010 /00.00
Tuhan mengetahui manusia bakal kesasar dan mutlak kehilangan arah. bersyukur bahwa Dia bukan diktator yang "bertangan Besi" sehingga tak pernah memaksakan kehendaknya tanpa persetujuan manusia (khusus kehendak atas manusia, sebab tidak ada satupun kehendak dan janji Tuhan yang tidak terpenuhi.
kesetiaan Tuhan dalam membimbing dan membina ciptaannya dimulai dari kejatuhan Adam n Hawa di Eden hingga terwujudnya program Illahi dengan lahirnya Sang Mesias Yeshua Hamasiah kedunia ini sungguh tak terbayangkan!
Dalam kurun waktu yang ribuan tahun itu hanya satu tujuanNya adalah agar manusia mengerti n memahami kehendakNya n barang siapa yang belum mengerti dan memahami kehendakNYa, maka ia akan terjebak dalam siklus pola pikir duniawi yang notabene setelah kejatuhan bumi sudah terkutuk. Termasuk isinya dalm waktu yang tak terhingga!Yesus, yang adalah sang pencipta sendiri,(yohanes 1 : 1)banyak sekali membuat statemen2 dan klaim2 atas hukum2 baik hukum alam terlebih lagihukum dunia ini. dan jika pak rt berkata sampean bukan penduduk saya mas, maka kita akan menunjukkan katepe. Karena pak rt berwenang atas itu. dan Yesus berkata:"Kamu bukan dari sini bukan dari dunia ini"!. Bagaimana penilaian Anda?
Menurut saya, tinggal bagaimana kita menilai karya karya Tuhan pra Yesus Kristus dan setelah kehadiranNYA. Sebab selama ribuan tahun sebelum kelahiranNYA Tuhan telah memberitakannya lewat kehidupan para Nabi dan orang orang pilihanNYa .
kita akan menjadi orang yang belum mengerti tetapi sok tau dan melebihi pikiran Tuhan .Tanpa sadar kita bertindak untuk membela Tuhan bukan sebaliknya.Saya sering terpukau menyaksikan tingkah laku manusia yang bertindak dengan kekerasan untuk membela dan "melindungi" Tuhannya dari pencemaran. bahkan sanggup mengorbankan nyawa( cat "ORANG LAIN")
Tuhan Yehova tidak pernah memerintahkan untuk menghapus beberapa atau sebagian dari ketetapan/hukum2 yang telah dikeluarkanNYA. demikian juga Yesus Kristus. Jadi marilah kita lebih baik memahami dan mengerti benar panggilanNYA.
sampai sini dulu ya? nanti nyambung lagi...................

orang percaya

sebaiknya kita semua sebagai orang percaya tidk saling mencela satu sama lain tetapi marilah kita memahami dengan benar terlebih dahulu maksud dari isi Alkitab. sebab dalam hal ini sdr sdh termasuk melanggar salah satu yg di tulis dalam Alkitab ; yakni "jangan kamu menghakimi..." (Matius 7:1)

buktikanlah secara terperinci dengan terlebih dahulu memahami isi Alkitab dgn benar

(saya seorang Advent.)

Kita adalah orang-orang yang dipanggil oleh ALLAH

Kita semua adalah manusia yang sangat dikasihi ALLAH dan Dia ingin agar semuanya kita selamat masuk ke dalam KERAJAAN SORGA.

Untuk itu jika membaca dan mengartikan Firman-Nya, jangan bersandar pada penafsiran dan pengertian kita sendiri, hendaklah kita sandarkan kepada ALLAH Sang Pemberi Firman. Kalau kita sendiri yang menafsirkannya bisa jadi berkurang atau jadi bertambah.

Wahyu 22 ayat 18 - 19 :
"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : " Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Dan Jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka ALLAH akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis dalam kitab ini."

TUHAN memberkati kita semua dan bila hari-Nya datang kita didapati-Nya benar. Amin.