Topic Blog: Konseling, Renungan dan Artikel
Keywords Blog: identitas, NAM
Komunitas Umum: Konseling, Renungan dan Artikel
Wah ini blog perdana saya di website ini.. salam kenal semuanya :)
Saya Kristen dari kecil dan sudah cukup terbiasa mengunjungi gereja dari berbagai denominasi. Sekarang saya menghadiri sebuah gereja aliran Protestan, biarpun kunjungan mingguan saya bolong2.
Seperti banyak orang lain, saya kadang bingung melihat banyaknya kepercayaan (agama dan non agamawi) dan denominasi dalam Kekristenan sendiri. Agama yang satu membenarkan dirinya sendiri sementara agama yang lain mencoba membuktikan agama yang satunya salah; denominasi yang satu menyerang denominasi yang lain dll.
Saya bukan mempertanyakan mana yang 'benar' karena saya pribadi merasa kita semua bisa mengambil jalan yang berbeda-beda menuju ke Roma.
Kalau Allah bisa menciptakan jutaan sel dalam otak manusia yang kecil dan milyaran bintang di angkasa raya yang demikian luas, Dia pasti punya 'kebenaran'-Nya sendiri yang mungkin gak terselami oleh kita yang bak debu di mata-Nya.
Yang membingungkan saya adalah kenapa perbedaan menimbulkan perpecahan dan aniaya bahkan dalam tubuh Kristus sendiri?
Saya punya beberapa teman yang berbeda denominasi dan kadang mereka memperbincangkan perbedaan teologi dan liturgi masing2. Saya hanya mendengarkan saja sembari sesekali tersenyum mendengar mereka berbantah-bantahan.
Saya gak memihak salah satu karena saya punya prinsip dan kepercayaan saya sendiri, yang saya sendiri gak tau masuk ke denominasi mana tapi mungkin lebih baik begitu karena sepertinya sebuah 'identitas' itu kok malah bikin ruwet dan mempermudah prasangka dan salah paham ya?
Saya jadi ingat dulu seorang teman SMA pernah menyinggung tentang sebuah kepercayaan, NAM atau apa namanya. Katanya para penganut NAM memiliki kepercayaan mereka masing2.
Mungkin yang seperti itu baik ya? Dengan begitu kita gak lagi mempermasalahkan sebuah perbedaan tapi merangkul semua orang dengan ciri khas dan kepercayaan versi masing2.
Menurut anda gimana? Silahkan berkomentar, panjang, pendek, singkat, padat atau sekedar berkenalan.
Makasih sebelumnya dan maap kalau ada kata2 yang kurang berkenan :)

Komentar-Komentar
perbedaan itu karunia
Rab, 14/10/2009 - 06:08 — BjohansyahYesus mengasihiku dan Yesus menginginkan hidupku untuk memberkatimu. Salam kenal juga dari saudaramu dalam Kristus!! Laura, perkenalkan Bobby Johansyah dari Bontang, Kalimantan Timur (info lengkap lihat di facebook) Perbedaan itu sebenarnya adalah karunia, demikian juga perbedaan dalam pandangan atau kepercayaan dan denominasi gereja. kadang TUHAN yang membuatnya (Karunia/talenta) dan lebih sering kita yang menimbulkannya (doktrin/denominasi), itu karena kita merasa punya pengalaman yang lebih dari orang lain yang pada akhirnya jadi pegangan atau doktrin kita.Tetapi kita harus tahu bahwa "biarlah masing-masing bertumbuh menurut jalan pengertian kita sendiri, nda perlu dipaksakan harus ikut siapa tetapi kita semua harus bertumbuh kearah kepala yaitu Kristus (Efesus 4:11-16, ingat! kita YESUS lah kepala gereja). NAM, saya belum tahu tentang itu tetapi saya dapat mengerti kalau mereka bergabung dalam komunitas ini karena sebenarnya (meskipun saya juga hamba TUHAN dari sebuah denominasi gereja)sayapun juga capek melihat persaingan yang tajam untuk membuktikan kesahihan sebuah gereja, Tapi, mari kita ingat! bahwa Firman TUHAN sudah mengingatkan kita tentang semua ini, ingat gereja hanya sebuah sarana untuk kita bertumbuh, diperlengkapi dan melayani dan yang seringkali mendadi kekeliruan adalah sering kali orang memandang gereja sebagai tempat pelayanan, ini yang menimbulkan sikap eklusif sehingga kita melupakan bahwa sebenarnya kitalah gereja yang harus melayani dunia, kita adalah mitra kerja ALLAH dan dunia ini adalah ladang ALLAH, di mana duniamu, mungkin itu keluargamu, lingkungan, masyarakat atau bahkan gerejamu. laura, seringkali, kesulitan terbesar untuk bertumbuh bukan karena tantangan dari luar tetapi justru dari dalam gereja sendiri, karena lebih banyak orang tinggalkan TUHAN bukan karena TUHAN kecewakan mereka tetapi oleh karena mereka kecewa terhadap orang2 yang mereka pikir bisa jadi panutan mereka. Oleh kemurahan TUHAN,IA bawa saya untuk melayani di desa-desa pelosok Kalimantan dan Sulawesi (dengan yayasan PESAT dan EE), kau tahu adalah fakta yang mengejutkan bahwa sebenarnya gereja di Indonesia telah gagal dalam misinya, ada banyak desa yang dulunya kristen sudah berganti warna bahkan kembali ke animisme, oleh karena gereja terlalu sibuk mengurusi perbedaan dan membuktikan bahwa mereka yang paling Alkitabiah. Laura, ini masa penampian, tidak ada sebuah gereja/denominasi yang dapat mengklaim "paling benar" karena sebenarnya kita tidak memilki kebenaran itu sendiri, sebab kita dibenarkan, sungguh!! itu hanya oleh anugrah-NYA, menyenangkan untuk berbincang denganmu, mungkin, kalau kau punya waktu, lihatlah blog saya di http://www.pelayananku.blogspot.com dan atau kau dapat bergabung dalam group diskusi: pelayanan kasih efata di facebook, terimaksaih dan TUHAN memberkatimu
Differences attracts
Sel, 13/07/2010 - 12:54 — UulMenurut saya, tidak ada yang salah dengan perbedaan denominasi. Pada level permukaan, kita berbeda: tata cara liturgi, baptisan, perjamuan kudus dll. Tapi, yang terpenting adalah level inti yaitu: kita sama-sama manusia yang menyembah Allah, kita sama-sama manusia yang mencari kedamaian hati. Jadi, mari kita bergandengan tangan dan menciptakan lingkungan beribadah yang harmonis.