Belajar Untuk Menang dengan Cara Allah

yohanna's picture

Natal tahun ini kuhabiskan dengan tumpukan buku yang sudah siap menanti untuk dibaca. Memang tidak banyak sekali, namun cukup untuk membuatku menghabiskan hari di kamar sampai mama berteriak memanggilku turun untuk makan.

Salah satu buku yang menjadi agendaku adalah buku berjudul "Menang Dengan Cara Allah". Terus terang waktu pertama kali menerima buku ini yang terbayang adalah sebuah buku rohani yang sarat dengan nilai-nilai ketuhanan yang kental. Apalagi buku-buku rohani bukanlah salah satu topik yang kuminati, karena itulah buku ini sempat tergeletak di kamarku dalam waktu yang cukup lama.

Ak ingat ketika akhirnya ak menyerah dan membaca buku ini karena sudah tidak memiliki bacaan di rumah dan hanya itu satu-satunya buku yang belum kubaca (buku pinjaman dari teman terlalu tebal sehingga ak malas membacanya kala itu). Walaupun orang berkata "Don't judge a book by its cover" namun hal pertama yang kulakukan waktu itu adalah mengamati sampulnya lekat-lekat. Tidak ada yang menarik di sampulnya, hanya gambar siluet seorang pria yang sepertinya berjalan ke arah gunung dengan cover seperti biru muda atau abu-abu.

Bayanganku terhadap buku-buku rohani yang berat sirna begitu ak menyelesaikan bab pertama. Pada bab pertama Loren Cunningham bercerita tentang kecelakaan maut yang hampir merengut nyawa istrinya. Kala itu mereka sedang dalam perjalanan pulang dan hendak memulai sebuah pelayanan interdenominasi. Demi pelayanan ini Loren menolak beberapa tawaran dan karir yang menggiurkan. Pada titik ini mereka memutuskan untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Namun iman Loren diuji ketika mobil yang mereka kendarai terjungkal dan mengalami kecelakaan. Nampak sang istri terbujur kaku dan tidak bernafas. Tuhan kemudian bertanya pada Loren apakah kiranya dia masih mau melayani-Nya. Namun Loren menyerahkan sepenuhnya dalam tangan Tuhan dan memutuskan untuk tetap mencintai dan melayani-Nya.

Dalam buku yang terdiri dari sembilan bab ini, penulis mencoba menguraikan bagaimana kita bisa menang dalam segala perkara dengan cara berserah sepenuhnya pada Tuhan. Yang dimaksud berserah di sini tidak hanya dalam kehidupan spiritual kita namun dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari kehidupan keluarga, pekerjaan, bisnis, pernikahan, jodoh, sampai komunikasi antar anggota keluarga.

Kesaksian dan pengalaman pribadi yang ditulis disini tidak hanya memudahkan pembaca mengerti apa yang hendak disampaikan penulis, namun juga dapat menguatkan pembaca. Penulis memaparkan pengalaman-pengalaman yang dialaminya ketika dia membiarkan Tuhan campur tangan sepenuhnya dalam setiap perkara.

Sebagai salah satu buku penutup tahun, buku ini memberikan sebuah pelajaran yang berharga. Kesaksian dan pengalaman sang penulis membuat ini menjadi buku yang ringan namun sarat makna. Akhirnya jika nanti temanku berulangtahun, ak akan memberikan buku ini sebagai hadiah.

Comments

dianpra's picture

lanjuntannya gimana?

"Nampak sang istri terbujur kaku dan tidak bernafas. Tuhan
kemudian bertanya pada Loren apakah kiranya dia masih mau
melayani-Nya. Namun Loren menyerahkan sepenuhnya dalam tangan
Tuhan dan memutuskan untuk tetap mencintai dan melayani-Nya."
trus istrinya gimana itu, setelah Loren memutuskan untuk tetap mencintai dan melayani-Nya, istrinya bernapas lagi? Lanjutin dong ....!!

yohanna's picture

baca bukunya aj...

wah, mending baca bukunya langsung deh, dijamin lebih banyak kisah-kisa yang memberkati disana. Klo semua saya ceritakan disini nanti ga seru lagi dong pas baca bukunya.

Klo diperhatikan baik-baik dalam kalimat sebelumnya secara tidak langsung saya telah menyampaikan bagaimana nasib istrinya. Yang mana hayooooo..........Laughing

dianpra's picture

Aku tahu

kuncinya di kata "hampir" itu kan, brati langusng bernapas doong istrinya setelah dia putuskan untuk ikut Yesus, Ajaib bener!!!

yohanna's picture

amien

amiieennn....... makanya siapa yang ga mau ikut Yesus coba?