Pelaku Firman

Pelaku Firman (Yakobus 1:19-27)

Tidak seperti agama lain yang mengajarkan bahwa seseorang sudah dapat pahala jika dia membaca kitab sucinya (walau tidak mengerti apa yang dibacanya), kekristenan menekankan bukan pada pengetahuan (yang diperoleh dari mendengar atau membaca), melainkan pada aplikasi (atau melakukan).

Yesus pun menekankan hal yang sama yakni untuk melakukan dan bukan hanya mendengar (Yohanes 12:47).

Memang firman Allah yang kita baca/dengar, tidak semua bisa menjadi rhema dalam diri kita. Beberapa penyebab yang mengakibatkan hal tersebut, antara lain : kebodohan rohani, kesombongan rohani, penolakan diri, lingkungan, dan bisa juga karena pengaruh setan (baca perumpamaan tentang seorang penabur dan artinya pada Matius 13:1-23)

Jika pada saat mendengar/membaca firman, kita kurang mengerti, maka renungkanlah (Yosea 1:8) dan mintalah hikmat pada Allah yang mengeluarkan firman itu.

Firman yang telah kita mengerti, patrikan dalam hati kita dan lakukanlah. Maka firman tsb. kemudian menjadi rhema dalam diri kita sehingga dalam kehidupan kita sehari2 firman itu dapat memberikan :
motivasi (agar tetap bersemangat)
inspirasi (agar tetap berkarya)
kekuatan (agar dapat menghadapi masalah/tantangan)
peringatan dini (agar terhindar dari kesalahan/dosa)
keyakinan (agar teguh menghadapi dakwaan setan)

Bak seorang yang belajar berenang, kepandaiannya tidak akan bertambah jika dia tidak terus menerus berlatih berenang. Begitupun dalam melakukan firman, tidak akan menjadi kebiasaan dalam diri kita, jika kita tidak mulai melakukan. Belajar taat melakukan firman, karena ketaatan tidak didapat dalam sekejab.

Deny S Pamudji

Artikel lainnya dapat dibaca pada http://jakartaberdoa.blogspot.com

 

Topic Blog: Kesaksian

Keywords Blog: pelaku, pembaca, pendengar, renungkan, taat

Comments

Deny S Pamudji, Jadilah Pelaku Firman

Denny S Pamudji, jadilah pelaku Firman, jangan hanya asal nulis dan mengunggah tulisan. apabila anda tidak punya kemampuan untuk mempertanggungjawabkan semua tulisan anda di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai standard kebenaran, maka sebaiknya anda tidak menulis dulu, namun belajar Firman Tuhan baik-baik.

Orang yang hanya mengunggah tulisannya di ICN, namun tidak mau mempertanggungjawabkannya adalah orang yang mencari pujian dan mereka adalah pencuri kebajikan.  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

kritik kritik kritik terus

yeee jadi orang sirik aje.. ada aja ya org yg seperti anda hidup dalam topeng kekristenan di dunia ini hahahahaha
emang ada yang salah yah dalam tulisannya? tunjukkin dong dan kalo bisa sekalian aja direvisi sama dikasih ayatnya,
jadi pembaca bisa baca bahwa cuma tulisan seorang iah iah yang paling dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya