HIJAUNYA NATAL
Gal.4:4-5
Natal selalu berkaitan dengan warna. Misalnya :
(a) Warna putih – diwakili salju dalam pohon natal
(b) Warna hijau – terdapat dalam daun/pohon pohon natal
(c) Warna-warni – terdapat dalam berbagai hiasan yang digantungkan dalam pohon natal.
Seseorang bernama Rebecca Munsterer telah mengembangkan Tes Kepribadian berdasarkan pada bagaimana seseorang mendekorasi pernak-pernik natal. Contohnya :
(1) Jika seseorang menghiasi pohon natal hanya dengan berbagai lampu warna-warni - maka orang ini adalah seorang ekstrovert (terbuka)
(2) Jika seseorang hanya menggunakan lampu berwarna putih – maka ia jenis orang yang akan meminta tamunya menanggalkan sandal/sepatunya di depan pintu (tipe pembersih)
(3) Jika pohon natalnya banyak hiasan buatan rumah (home made) – berarti orang itu punya banyak anak.
(4) Jika hiasan pohon natalnya hanya berwarna merah – orang ini tipe orang yang suka belanja.dsb
Nah, kali ini kita membahas warna natal yang berkaitan dengan warna hijau.
Warna hijau pada pohon natal, jelas melambangkan kehidupan dan kesegaran!
Hijau melambangkan musim semi – waktu dimana daun tumbuh, bunga mekar dan tanaman bersemi kembali.
Nah, natal yang hijau adalah natal yang membuat hidup bersemi, bertumbuh dan berseri.
Kapan itu terjadi ? menurut Gal.4:4 hal itu terjadi :”ketika genap waktunya.” Yaitu saat Allah mengutus anak-Nya ke dalam dunia!
APA ARTI : KETIKA GENAP WAKTUNYA ?
Kalimat ketika genap waktunya memiliki arti yang luar biasa sekali. Kelahiran Yesus memang terjadi pada saat yang tepat dan tempat yang tepat pula.
1.Saat itu kekaisaran Roma sedang berada pada puncak kekuasaannya. Sehingga terjadi kedamaian diseluruh wilayahnya (Pax Romana), mulai dari Inggris sampai India.Setiap orang bisa berpergian secara bebas dan damai.
Ini berdampak positif pada pekabaran injil, yang dilakukan oleh para rasul – terutama rasul Paulus.
Sebab tidak ada hambatan lagi, semua negara bisa dilewati dan ditinggali, karena ada di bawah kekuasaan Roma.
2.Jalan-jalan raya dibangun diseluruh kekaisaran Roma
Ini mempercepat pergerakan para rasul dalam memberitakan injil. Bayangkan kalau belum ada jalan, usaha itu pasti terhambat.
3.Bahasa Yunani telah menjadi bahasa internasional pada waktu itu.
Ini memudahkan orang kristen berkomunikasi dengan orang dari belahan dunia manapun untuk memberitakan tentang Kristus.
Perjanjian lama bahkan telah diterjemahkan ke bahasa Yunani 250 sebelum Kristus lahir.
4.Filsafat Yunani menjadi persiapan bagi injil.
Pada waktu itu menjadi hal yang lumrah kalau orang-orang berkumpul di pinggir jalan mendengarkan pengajaran filsafat.
Hal ini memudahkan para rasul untuk mengumpulkan orang dalam rangka mengabarkan injil Kristus (filsafat kristen).
5.Pada saat itu ada kerinduan dalam hati setiap orang untuk mendapat dan mendengar sesuatu yang lebih baik!
Injil Kristus jelas menjawab kerinduan ini, sebab injil jauh lebih baik dari sekedar filsafat Yunani!
6.Waktu penggenapan nubuatan telah tiba
Apa yang dinubuatkan para nabi (mis.Yes.9:5-6), telah tiba waktunya untuk digenapi
Maka lahirlah sang Mesias yang ditunggu oleh seluruh manusia di dunia ini!
REFLEKSI
Natal yang hijau (natal yang memberi kehidupan) mengingatkan kita akan beberapa hal penting tentang natal :
1.Natal itu seperti musim semi : dimana kehidupan mulai muncul kembali.
Dinegara-negara yang mengenal 4 musim (eropa/amerika) setelah musim dingin (winter) yang beku dan mematikan, muncullah musim semi (spring) yang hangat dan menghidupkan.
Nah, natal (kelahiran Yesus) adalah sebuah musim semi bagi kehidupan. Apa arti nya ini ?:
(a) Yang berada dalam kegelapan, mendapatkan terang – Mat.4:16
Terang selalu menghalau kegelapan. Mereka yang hidup dalam kegelapan telah mendapatkan petunjuk jalan baru di dalam terang Kristus!
(b) Yang berada dalam keputusasaan mendapat penghiburan – 2 Kor.1:5
(c) Yang berada dalam kelemahan mendapat kekuatan – 2 Kor.12:10.dsb
2.Yang tidak punya harapan, mulai mendapat harapan baru
Musim semi menimbulkan harapan baru bagi setiap mahkluk di alam raya. Mereka bisa mencari makan lagi dan semua tanaman mulai tumbuh lagi.
Nah, natal adalah munculnya harapan baru ditengah dunia yang tidak ada harapan lagi! Harapan akan apa ? :
(a) Harapan akan masa depan yang lebih baik – Yer.29:11
(b) Harapan akan kesembuhan bagi yang sakit – Mat.8:7
(c) Harapan akan pemulihan hidup yang sudah rusak (buluh yang terkulai tidak akan dipatahkannya) – Yes.42:3
3.Yang terhilang, ditemukan kembali
Tanpa kelahiran Kristus, kita yang berdosa tidak memiliki harapan lagi. Upah dosa adalah maut (Rom.6:23), tapi karena karunia Allah lewat Yesus Kristus kita menerima hidup kekal.
Yesus dengan sangat gamblang mengatakan bahwa Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang – Luk.19:10
4. Natal adalah bukti bahwa Allah akan memberi hidup yang berkelimpahan – Yoh.10:10
Allah tidak menginginkan anak-nya hidup miskin dan sengsara.
Oleh sebab itu Ia datang ke dunia menjadi miskin, supaya kita menjadi kaya – 2 Kor.8:9.
Hidup yang berlimpah itu meliputi 2 hal :
(a) Berkelimpahan dalam bidang fisik (berkecukupan materi, sehat)
(b) Berkelimpahan dalam bidang rohani (penuh damai sejahtera, ketentraman dan sukacita)
Kesimpulannya : Ketika kita melihat hijaunya daun dan pohon natal, kita diingatkan bahwa natal berarti musim semi bagi kehidupan! Dimana kehidupan yang hampir mati, disegarkan kembali!



