THE FIRST STAR TRECK

THE FIRST STAR TREK
Mat.2:1-12

Anda pasti tahu film star trek. Ya, ada Mr.Spok yang kupingnya lebar. Ada pesawat ruang angkasa dan sebagainya. Kenapa saya memberi judul kotbah ini the firs star trek (terjemahannya : yang pertama kali mengikuti jalur bintang) ? Karena menurut catatan sejarah, para orang Majus inilah orang-orang yang pertama kali mengikuti jalur bintang, ketika mencari Sang Raja Mesias yang baru lahir!
Hanya bermodalkan petunjuk bintang, mereka berani berpetualang menuju tempat asing. Ini iman yang hebat!

SIAPAKAH MEREKA ITU ?
Orang Majus adalah julukan yang diberikan oleh orang-orang Babylonia, Media dan Persia untuk mereka yang dikategorikan sebagai orang bijak, guru, para imam, tabib, ahli perbintangan (astrologi) dan para tukang ramal.
Alkitab bahasa inggris (King James Version) menerjemahkan orang Majus (bahasa Yun. Magos) sebagai The wise men = orang-orang bijak.
Alkitab menyebut mereka berasal dari Timur. Yang dimaksud Timur mungkin adalah Babylonia (Irak) atau Persia (Iran).
Sebenarnya jumlah mereka tidak pasti, tetapi tradisi menyebutkan 3 orang karena dilihat dari persembahan yang dibawa mereka 3 jenis.
Tradisi (dimulai sekitar abad ke 7) juga menyebutkan nama-nama mereka adalah : Melchior, Balthazar dan Gaspar.
Dapat dipastikan mereka adalah para raja, sebab menurut Dr. John Mac Arthur, dikalangan orang Persia atau Babilonia hanya mereka yang menguasai ilmu pengetahuan (matematika, perbintangan, budaya, sejarah, pertanian dsb) dan ilmu keagamaanlah yang bisa menjadi raja.
Nah, orang Majus yang datang mencari Yesus jelas memiliki semua hal itu!

PELAJARAN DARI ORANG MAJUS
Ada beberapa pelajaran indah yang bisa kita tarik dari kisah petualangan orang Majus ini :

1. Mereka berani mencoba sesuatu yang baru – Ul.1:21
Boleh dibilang para orang Majus ini termasuk manusia nekat. Bayangkan, hanya dengan modal mengikuti jalur bintang yang bergerak, mereka berani merambah dunia baru yang sama sekali belum pernah mereka injak!
Tahukah anda berapa jarak tempuh perjalanan orang Majus ini ?
Kita tidak tahu pasti berapa jarak yang ditempuh mereka, tapi seorang ahli memperkirakan antara 500 – 1.000 mil (1 mil = 1,6 km). Jadi antara 800 – 1.600 km. Dan jalannya di padang gurun! Bayangkan betapa jauhnya.
Jarak sejauh itu tidak mereka tempuh dengan mobil atau motor, apalagi pesawat terbang, tetapi dengan unta. Betapa lambatnya!
Tapi mereka tetap maju mengikuti jalur bintang itu.
Kalau kita mau ketemu Yesus, maka kita harus berani seperti orang Majus : Meninggalkan hidup lama kita dan menempuh hidup baru bersama Yesus! Walaupun asing dan penuh resiko, tapi upahnya adalah sorga!

2. Barangsiapa mencari pasti akan menemukan – Mat 7:8
Tahukah anda bahwa dibutuhkan berbulan-bulan bagi orang majus untuk sampai bertemu dengan bayi Yesus.
Mat.2:11 menyebutkan mereka bertemu bayi Yesus di dalam rumah (bukan kandang). Jadi Yesus sudah agak besar!
Kenapa demikian? Sebab mereka menghabiskan banyak waktu di perjalanan!
Tapi hebatnya mereka terus maju sampai ketemu!
Semangat orang majus ini mengingatkan kita : Barangsiapa terus mencari, maka ia akan menemukan! Contohnya :
(a) Yang mencari Tuhan, akan menemukan Tuhan
(b) Yang mencari kedamaian, akan menemukan kedamaian
(c) Yang mencari kesuksesan, akan menemukan kesuksesan!

Sebuah Petuah bijak berkata : ”Tetap bertahan dalam perlombaan. Orang yang suka berhenti tidak pernah menang, dan seorang pemenang tidak pernah berhenti.”

3.Orang yang bijak mau memberikan ”Harta Karunnya” kepada Yesus – Ma.2:11
Orang Majus adalah orang yang bijak. Mereka tahu bahwa bayi yang baru lahir itu adalah raja di atas segala raja.
Oleh sebab itu mereka memberikan yang terbaik yang mereka punya kepada Yesus!
Menurut John Stott (teolog besar) persembahan yang diberikan oleh orang Majus bukan kebetulan, tetapi memang sudah dipersiapkan sebelumnya.
(a) Emas biasanya dipersembahan untuk seorang Raja.
(b) Kemenyan biasanya dipersembahan untuk Allah/dewa.
(c) Mur adalah bahan dasar wewangian yang mahal harganya. Biasanya digunakan untuk perawatan kecantikan (Ester 2:12), atau untuk membalsem tubuh orang mati. Mur ini terbuat dari tetesan cistus bunga mawar. Sering juga dipersembahkan untuk raja.
Dalam konteks masa kini, ketiga persembahan itu melambangkan ”harta karun” (hal-hal yang paling berharga yang dimiliki manusia) :
(1) Emas – ini melambangkan apa yang utama dan yang terbaik yang anda miliki
Itu bisa harta, tenaga, daya atau pemikiran-pemikiran.
(2) Mur – ini berbicara tentang loyalitas dan kesetiaan
Apakah kesetiaan anda kepada Yesus bisa diandalkan ? Anda gak pindah ke illah lain (dukun) saat anda dalam kesulitan ?
(3) Kemenyan – ini berbicara tentang pujian dan penyembahan
Apakah anda datang kepada Yesus dengan pujian dan penyembahan yang penuh sukacita seperti yang dilakukan orang Majus ? (Mat.2:10)

Nah, apakah ”harta karun” atau hal-hal yang paling berharga dalam hidup anda, bersedia anda serahkan pada juru selamat dunia?
Kalau anda bijak, maka seperti Orang Majus, anda akan melakukannya!

4.Setelah bertemu dengan Yesus, kita tidak bisa melewati jalan yang sama – 1 Kor.12:31
Allah mengingatkan orang Majus lewat mimpi agar jangan kembali lewat jalan dimana mereka datang!
Ini luar biasa. Bagi hidup kita ini bisa kita artikan 2 hal :
(a) Setelah bertemu dengan Yesus, kita tidak boleh lewat jalan yang sama
Jalan lama yang kotor dan berdosa harus kita tinggalkan. Kita ganti dengan jalan yang bersih dan jujur!
(b) Setelah bertemu Yesus, kita menjadi orang yang berbeda!
Manusia lama kita matikan dan kita mengenakan manusia baru yang sudah diperbaharui oleh Kristus! ( 2 kor.5:17)

Natal tidak akan berarti apa-apa kalau peristiwa itu tidak mengubah hidup kita menjadi lebih baik!

Kategori: Studi Alkitab

Topic Blog: Misi

Keywords Blog: natal