SIAPA CHARLES RYRIE ITU?

 

 

Mungkin banyak diantara para yang penasaran dengan beberapa blog saya yang berjudul KNOWING GOD serta dalam beberapa blog saya banyak mengutip perkataan
beliau maupun dalam banyak komentar saya terutama yang menyangkut tema
doktrinal/pengajaran Alkitab.

Bagi saya, Charles Caldwell Ryrie
bukanlah orang sembarangan. Tak kenal maka tak sayang, kata pepatah. Untuk itu
ada baiknya, saya menceritakan sedikit tentang salah satu Guru saya dalam hal
Doktrinal/Pengajaran.

Charles Ryrie adalah salah
seorang Teolog yang disegani di kalangan kaum Injili/Evangelical. Beliau sudah
puluhan tahun menjadi staf Pengajar di Seminari paling terkenal di USA yaitu
Dallas Theological Seminary dulunya bernama Evangelical Theological College
yang didirikan Alm Lewis Sperry Chafer yang menolak Limited Atonement dari 5
point TULIP (Baca di pembahasan blog saya tentang TULIP).

Ryrie lahir tanggal 2 Maret 1925
di St. Louis, Missouri. Umur 5 tahun Ryrie kecil dibimbing ayahnya yang seorang
Bankir, kepada Kristus.

Ryrie termasuk yg hebat dalam
prestasi akademik. Dia mengambil jurusan matematika di Haverford, dan terpilih
sbg anggota Phi Beta Kapha. Wow, berarti tdk diragukan IQ-nya pasti tinggi dan
brillian. Salah satu medali yang dimilikinya adalah medali anggota kehormatan
Phi Beta Kappa yang dianugerahkan Haverford College.

Keluarganya berharap dia akan
menjadi bankir sebagaimana tradisi keluarga mereka yg bekerja dalam dunia
perbankan, namun Tuhan punya rencana yg jauh lebih indah. Lewat interaksinya dengan
Lewis Sperry Chafer, yang pernah bermain piano dan bernyanyi di rumah Ryrie,
Tuhan bekerja dalam hati Ryrie. Ryrie dikemudian hari menjadi Teolog Terkemuka
dan disegani dalam kaum Injili dan Teologi Dispensasi.

Pada
tanggal 23 April 1943 Ryrie menyerahkan hidupnya menjadi Hamba Tuhan. Juni 1946
mendapatkan gelar BA (Sarjana Muda) dari Haverford. Mei 1947 pada usia 22 tahun meraih Th.M. (Master
Theologia) dari Dallas Theological Seminary. Tesisnya waktu itu berjudul “The Relation of
the New Covenant to Premillennialism
” dan usia 24 tahun meraih Th.D
(Doktor Theologia) dengan judul disertasi “The Basis of the Premillennial Faith
(sudah diterbitkan dan maybe suatu saat akan diterjemahkan dalam bhs
indonesia). Buku ini adalah Pembelaan terbaik Ryrie dan Dasar bagi kita untuk
percaya doktrin Premilenium. Ryrie
menyatakan bahwa premilenialisme adalah sistem kebenaran yang Alkitabiah. Siapa yang bisa menyangkal
Premilenialisme/Premilenium adalah iman gereja mula-mula? Alm John Flipse pun mengakui ini adalah buku dari Teolog Dispensasi yang paling bagus
dalam apologetika terhadap doktrin Premilenium.

 

Dalam
dunia Teologi, Ryrie menjadi salah satu Teolog Dispensasi ternama dan pembela
doktrin eskatologi Premilenium (Yesus datang kedua kali sebelum masa Kerajaan
Seribu Tahun literal).

Tahun
1948, Ryrie mengajar Matematika dan Alkitab di Westmont College di Santa
Barbara dan ditunjuk menjadi asisten Profesor dalam bhs Yunani dan Alkitab, dan
kemudian menjadi Dekan dan Direktur Fakultas Biblical Studies dan Filsafat.

Ryrie
mendapatkan gelar Ph.D dalam waktu kurang dari 2 tahun dari Edinburgh
University. Disertasi Ph. D nya inilah yg sering saya ceritakan ketika bahas
Peran Wanita dalam Gereja, judulnya yaitu “The Place of Women in the Church”. Dalam Disertasi Ph.D-nya tentang TEMPAT WANITA dalam GEREJA yg
sudah menjadi buku dg judul The ROLE of WOMAN at Church, Ryrie diajar
oleh Dosen2 Liberal, biasanya Liberal pro emansipasi, pro Feminis, pro
wanita jadi Gembala, Khotbah di KU, dll. Namun seringkali malah, dalam
khotbah2nya, para Dosen Liberal Ryrie ini mendengarkan dan tertarik pd
Khotbah2 Ryrie yg bagi mereka Ryrie adalah orang Konservatif.

Ryrie mampu mempertahankan Disertasi s3 Ph.Dnya dg sukses. Salut! :)

Ryrie banyak terlibat dalam berbagai penerjemahan Alkitab mulai dari
Ryrie STudy Bible seperti NIV Study Bible, NASB, New Scofield Bible,
RSV, dll.

 

Usia
28, Ryrie mengajar Theologi Sistematika di Dallas Theological Seminary. Usia 33
tahun, Ryrie menjadi Presiden Philadelphia College of Bible. Anda lihat, karir
dan prestasi akademik Ryrie begitu cemerlang bukan?

 

Tahun
1983, usia 58 beliau pensiun sebelumnya lama menjadi Dekan Doktoral di Dallas.

 

Segudang
pengalaman mengajar sudah beliau kantongi lho, sebut saja Bethel Theological
Seminary, Biola University, Cedarville College, Moody Bible Institute yg sangat
terkenal itu. Beliau sudah melanglang buana ke Israel, Eropa, Afrika Selatan,
Meksiko, Amerika Tengah, Haiti, Argentina, Brasil. Untuk kita ketahui, dua dari
buku Ryrie yg berjudul The Miracles of Our Lord dan So Great Salvation menerima
Gold Medallion Award dari ECPA (itu lho asosiasinya Para Penerbit Injili),
beberapa penerbit Kristen di Indonesia tergabung dalam ECPA juga.

 

Ehm
dahsyat bukan? Ini belum seberapa, tahukah anda, bahwa ketajaman/kecerdasannya
dalam dunia Teologi membuat Ryrie dianugerahi gelar kehormatan Litt.D dari
Liberty Baptist Theological Seminary. Ehm, jelaslah sudah bahwa Ryrie bukan
teolog sembarangan dalam dunia persilatan TeologiaJhehehehe.

 

Dalam
soal mengajar di ruang kelas, Ryrie dikenal sebagai jagonya dalam mengajar
sehingga dijuluki Master Komunikator. Dalam mengajar, Ryrie menantang para
murid untuk mempertahankan posisi teologi mereka. Jadi, bisakah saudara
bayangkan, kelas menjadi ruang perdebatan dan dialog dengan Profesor. Ryrie
membuat suasana kelas yang memaksa para murid untuk mempertahankan pandangan
mereka. Keahlian ini pun dia terapkan dalam tulisan buku2nya.

 

Saudara,
saya pernah menyarankan kita semua untuk membeli dan membaca bukunya, Teologi
Dasar 1 dan 2 yg diterbitkan PBMR Andi bukan? Mengapa? Ada alasannya, ini dia.
Biasanya Buku2 Ryrie terjual menembus 200rb kopi. Dalam buku Basic Theology,
setebal 500 halaman (makanya dibagi jadi 2 jilid terjemahan bhs indonesianya),
buku Teologi Sistematika Ryrie ini bukanlah buku yg membosankan seperti yg
biasa dikeluhkan orang2 awam jika baca buku Teologi Sistematika yg tebal2.
Inilah kehebatan Ryrie sebagai penulis buku Teologi Sistematika. Dia bisa
mengkomunikasikan dengan baik, maklum, Master Komunikator gitu lho. Makanya
ingin saya tekankan, rugi kalo ndak koleksi dan baca buku Teologi Dasar 1 dan 2
karangan beliau. Btw beliau sampai saat ini masih hidup lho. Diblog saya pernah
saya berikan link video beliau di YouTube, dimana beliau ada dalam Konferensi
Teologi dan menjaga Stand beliau sambil menjajakan dan menjelaskan The Ryrie
Study Bible (Alkitab dengan catatan kaki dari Charles Caldwell Ryrie), ada
webnya juga lho.

 

Karya
pertama Ryrie adalah Easy Object Lesson (1949) diikuti oleh Easy-to-Give-Object
Lessons (1954) yang memperlihatkan kemampuan komunikasi dan kehebatan Ryrie
dalam berbagai bidang. Ryrie menulisnya bagi Guru SM.

 

Bagi
Kaum Karismatik, jangan bingung dengan istilah yg sama ini “dibaptis oleh Roh
Kudus” dan “dibaptis dengan Roh Kudus”.

 

Ryrie
banyak menulis untuk Orang Kristen awam, sehingga mereka bisa belajar Alkitab
secara komprehensif/menyeluruh dan tahu Kebenaran2 Doktrinal. Karya2 Ryrie
menyatakan ketajamannya dalam Teologi dan Alkitab. Dalam hal pengilhaman
Alkitab, Ryrie percaya Inspirasi Alkitab yang VERBAL, PLENARY, INFALLIBLE,
UNLIMITED INERRANCY. Dalam Blog saya, Visi Misi dan Posisi Teologi, ada saya
cantumkan mengenai posisi saya dalam Pengilhaman Alkitab.

 

Ketajaman
pikiran Ryrie terlihat dalam responnya kepada pendukung pandangan Limited
Innerancy bahwa mustahil menerima Yesus sebagai Juruselamat tanpa mengakui Dia
sebagai Tuan/Tuhan dalam seluruh bidang hidup kita.

 

Mau
tahu kehebatan Ryrie dalam menulis? Satu hal yg sangat mengagumkan dari tulisan2
Ryrie yaitu Semangatnya. Dalam buku Dispensationalism Today (Terjemahan
Indonesia, Dispensationalism: DARI ZAMAN KE ZAMAN, terbitan Gandum Mas), Frank E.
Gaebelein, anak dari Arno Gaebelein, berkata bahwa:

Buku
Dr. Ryrie merupakan apologi kontemporer pertama Dispensasionalisme hasil
tulisan seorang sarjana terkemuka yang panjangnya satu buku. Itu sebabnya perlu
diberi perhatian. Beliau terkenal akan tulisannya yang doktrinal dan
ekspositori, pengalamannya luas. .....Pendirian Ryrie terhadap Dispensasionalisme
dalam juga terhadap sistem Teologi ini, ia mampu mengendalikan diri dan
menyajikan tanggapannya dengan tulus dan luwes. Bab terakhir berisi pembelaan
yang fasih dan masuk akal serta lapang dada.

 

Dikata
pengantar buku ini, Ryrie menulis Dispensasi Premilenialisme merupakan
satu-satunya cara memahami Alkitab. Frank memandang Dispensasionalisme bukan
sebagai teologi melainkan lebih sebagai metode penafsiran yang membantu orang
memahami pernyataan progresif (progress revelation) isi Alkitab.

 

Ryrie
telah menulis 28 buku yang telah terjual lebih dari 1,5 juta buku di seluruh
dunia. The Ryrie Study Bible, The Holy Spirit, dan Balancing the Christian Life
termasuk karya-karya terbaiknya. Beliau seorang Profesor Emeritus di Dallas
Theo Sem (www.dts.edu).

 

Premilenialisme

Ryrie
menyatakan bahwa dasar dalam sistem penafsiran yang mengisyaratkan Verbal
Plenary Inspirasi dan menafsirkan Alkitab haruslah secara literal, hati-hati
dalam mempertimbangkan grammar dari perikop, konteks, dan keseluruhan Alkitab.
Ryrie menolak sistem alegori. Mengkontraskan alegorikal (Amilenium) dan
penafsiran literal (Premilenium), Ryrie menyatakan, Penafsiran Alegori membantu
perkembangan dari Modernisme. Di sisi lain, beliau berkata, Ketika prinsip
penafsiran literal dalam hermeneutik umum dan khusus diikuti, hasilnya adalah
sistem doktrinal Premilenial.

 

Dalam
buku The Holy Spirit (1965), Ryrie membicarakan topik-topik kontroversial
seperti Baptisan Roh Kudus, Karunia2 Roh, Anugerah yg Berdaya Guna. Ryrie
membedakan Dibaptis oleh Roh Kudus dengan Dipenuhi oleh Roh Kudus. Ryrie
membedakan karunia roh yang mendasar dan bersifat sementara (karunia rasul,
bernubuat, melakukan mujizat, penyembuhan, dan bahasa lidah) dari karunia2
lainnya yang permanen dan muncul dalam sepanjang zaman.

 

Bahasa
Roh masih ada?

Ryrie
menyatakan bahasa roh atau bahasa lidah sudah berakhir sebagai salah satu karunia
roh atas dasar:

1.Kebutuhan
karunia bahasa roh berakhir dengan lengkapnya kanon Alkitab

2.Middle
Voice dari kata kerja “They shall cease”di 1 Korintus 13:8 menyatakan bahasa
roh/bahasa lidah “would die out of their own accord”

 

Dalam
membandingkan dan mengontraskan Teologi Kovenan (Covenant Theology) dengan
Dispensationalism, Ryrie menyatakan Covenant Theology adalah baru dan muncul
pada Post-Reformasi. Teologi Kovenan tidak ditemukan dalam teologi gereja
mula-mula bahkan juga tokoh2 Reformasi. Pun, kata Ryrie, punya dasar dalam
Alkitab. Tampaknya, ini deduksi dari Alkitab. Selain itu, Ryrie melihat Teologi
Kovenan adalah berdasarkan pada kesalahan hermeneutik yang menginterpretasikan
PL oleh PB. Jadi, tegas Ryrie, segala sesuatu salah mengenai memaksakan PB pada
PL.

 

Dalam
topik tentang Keselamatan, Ryrie menanggapi lawan2nya dengan menyimpulkan,
DASAR dari keselamatan di segala zaman adalah Kematian Kristus, PERSYARATAN
untuk Keselamatan di segala zaman adalah IMAN. OBJEK IMAN di segala zaman
adalah TUHAN. Isi IMAN berubah di setiap zaman
aneka dispensasi.

 

Jadi, Charles
Caldwell Ryrie adalah seorang teolog terkemuka abad 20. Saat ini usia beliau 84
tahun.

 


Kategori: Teologi

Comments

Tambahan Ryrie

Ryrie merupakan teolog besar di kalangan penganut Fundamentalis namun bukan teolog besar seperi yang digembar gemborkan sdr Dede ( maklum dia pemuja Ryrie seperti tulisannya ). Jika dibandingkan dengan Jonathan edward masih sangat sangat jauh karena Jonathan Edwards disebut sebagai teolog terbesar AS yang pernah dilahirkan sampai sekarang.
Beberapa kelemahan teologi Ryrie sudah banyak dikemukakan oleh beberapa ahli teologi termasuk teologinya mengenai dispensasionalisme dan premilenianisme dan cara tafsir Alkitabnya.
Pembaca yang kritis akan tidak mudah terpikat oleh propaganda murahan ala Dede model beginian. Ketika Dede terpikat oleh Suhento dan Ryrie maka apapun yang dikemukakan hanyalah meneruskan bualan tokoh idolanya tersebut mentah mentah, dengan alasan seakan akan dia adalah seorang yang kritis.
Ilmu khas Dede adalah kutip mengutip, tunjukkan isi buku A, B C dst. Entah guru mana lagi yang dibanggakannya dan akan diperkenalkannya sebagai teolog yang lebih top markotop jika tokoh idolanya bertekuk lutut tak mampu menangkis kelemahan ajaran yang banyak dikritisi orang.