Theologia alam roh mengajarkan, bahwa pada mulanya Allah menjadikan manusia sebagai penguasa dunia, namun ketika melanggar perintah Allah di taman Eden, maka iblis mengambil alih kekuasaan itu. Lebih lanjut mereka juga mengajarkan bahwa Allah mengizinkan Iblis menjadi penguasa dunia. Alkitab mengajarkan bahwa Manusia adalah penguasa dunia dan Iblis bukan penguasa dunia walaupun dia mengaku dirinya adalah penguasa dunia. Dari mana kita tahu hal demikian?

Penguasa Dunia Menurut Kitab Kejadian

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kejadian 1:26

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1:28

Kedua ayat tersebut di atas adalah jaminan bahwa manusia adalah penguasa dunia dan Iblis bukan penguasa dunia.

Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. Kejadian 9:1-2

Pengkotbah alam roh mengajrkan bahwa Iblis menjadi penguasa dunia ketika berhasil membujuk manusia makan buah pohon pengetahuan hal yang baik dan yang jahat. Tentu saja pendapat demikian salah. Untuk membuktikan bahwa para pengkotbah alam roh itu membual, Alkitab mencatat bahwa Allah memberi mandat kepada Nuh dan keturunannya untuk menjadi penguasa dunia. Ayat tersebut di atas menjamin bahwa ajaran Iblis merebut kedudukan penguasa dari manusia ketika Adam dan Hawa berdosa dan Allah mengizinkannya, bertentangan dengan ajaran Alkitab. Terserah anda, menganggap para pengkotbah alam roh membual atau mereka menyesatkan karena mengajarkan hal yang bertentangan dengan ajaran Alkitab?

Penguasa Dunia Menurut Kitab Lukas

Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Lukas 4:6-7

Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! Lukas 4:8

Suatu hari Gilbert Lumoindong (bukan nama sebenarnya) berkata kepada saya, “Saya adalah Bapakmu!” Mendengar ucapannya itu saya membalasnya, “Dasar orang gila!” Berdasarkan rekaman pembicaraan itu dia lalu mendatangi anak dan istri saya. Kepada mereka dia mengaku dirinya adalah mertua istri saya dan kakek anak saya. Karena saya tidak menyangkal pernyataannya sebagai ayah, maka itu berarti saya mengakui bahwa dia adalah ayah saya. Handai taulan, bukankah itu yang sedang dia lakukan ketika menggunakan Lukas 4:6-8 tersebut di atas untuk membuktikan Iblis sebagai penguasa dunia?

Kenapa saya tidak menyangkal ketika Gilbert Lumoindong (bukan nama sebenarnya) mengaku sebagai ayah saya? Karena, dengan menyebut dia gila, selain menyangkal, saya juga menolak untuk berurusan dengan orang gila. Kenapa Yesus Kristus tidak menyangkal ketika Iblis mengaku sebagai penguasa dunia? Karena melalui jawabanNya, Yesus mengajarkan bahwa manusia harus menyembah Allah bukan menyembah penguasa dunia. Manusia harus berbakti kepada Allah bukan kepada penguasa dunia. Apabila menyembah dan berbakti kepada Allah, maka anda akan mempelajari firmanNya. Apabila mempelajari Alkitab dengan benar, maka anda akan tahu bahwa manusia adalah penguasa dunia. Penguasa dunia hanya menyembah dan berbakti kepada Allah penciptanya. Allah memberikan segala kuasa dan kemuliaanNya kepada manusia, bukan kepada Iblis. Apabila ada orang yang mengajarkan bahwa Iblis adalah penguasa dunia dan berkuasa memberikan segara kuasa dan kemuliaan kepada orang-orang yang dikehendakinya, maka itu berarti dia adalah anak Iblis, bukan anak Allah, sebab anak Allah hanya percaya pada firman Allah, anak Iblis percaya pada bapaknya.

Penguasa Dunia Menurut Kitab Yohanes

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Yohanes 16:11

Pengkotbah alam roh mengajarkan bahwa Iblis adalah penguasa dunia, itu sebabnya Tuhan Yesus pernah berkata, “Penguasa dunia ini sudah aku hukum dan aku kalahkan.” Saya tidak tahu, dari mana mereka mendapatkan kalimat itu, sebab saya sudah melakukan pencarian di seluruh Alkitab, namun tidak menemukannya. Mungkin itu wahyu baru atau mereka membual? Namun, bila yang dimaksudkan adalah ayat tersebut di atas, maka itu berarti mereka belum belajar Alkitab dengan baik sehingga tidak memahami apa yang diajarkan ayat tersebut, atau mereka memang membual? Sebab penguasa dunia yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah Yesus Kristus.

Memang banyak pengkotbah alam roh yang mengajarkan bahwa penguasa dunia di dalam Yohanes 12:31, Yohanes 14:30 dan Yohanes 16:11 adalah Iblis. Mereka juga menggunakan ayat-ayat itu sebagai bukti bahwa Yesus mengakui Iblis sebagai penguasa dunia. Ayat-ayat tersebut memang berbicara tentang penguasa dunia, namun penguasa dunia dalam ayat-ayat tersebut bukan iblis.

Juga malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, melainkan meninggalkan tempat kediaman mereka, ditahan-Nya dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar. Yudas 1:6

Sebab Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka di mana mereka dirantai dalam kegelapan untuk disimpan sampai hari penghakiman; II Petrus 2:4

Allah menciptakan malaikat. Salah satu malaikat mempimpin malaikat lainnya untuk memberontak. Allah menyebut perbuatan mereka DOSA dan menjuluki pemimpin malaikat itu SETAN atau IBLIS, artinya penentang Allah. Kedua ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa malaikat-malaikat berdosa itu saat ini di tahan di dalam dunia kekelaman atau neraka untuk menunggu hari penghakiman atau hari kiamat. Bukankah kedua ayat tersebut di atas adalah jaminan bahwa Iblis dan roh-roh jahatnya baru akan dihakimi pada hari kiamat?

tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar. Ibrani 9:7

Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Roma 5:19

Hanya diperlukan seorang Imam Besar untuk menyucikan bangsa Israel dan hanya diperlukan satu manusia untuk menyucikan seluruh manusia. Imam Besar yang bisa menyucikan bangsa Israel adalah Imam Besar yang hidup benar, seorang yang tidak melanggar. Apabila dia tidak suci, maka Imam Besar akan mati. Orang yang bisa menyucikan umat manusia haruslah seorang suci yang tidak berdosa, sebab bila dia berdosa, maka dia harus menanggung dosanya sendiri. Kedua ayat tersebut di atas berbicara tentang seorang juru selamat manusia, seorang mesias. Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa orang itu adalah Yesus Kristus.

Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; Yohanes 12:31

dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Yohanes 12:32

Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Yohanes 12:33

Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Yohanes 12:47

Kata archon dalam bahasa Yunani, artinya penguasa, pemerintah, pemimpin, pangeran. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata Archon toutou kosmos diterjemahkan sebagai penguasa dunia ini. Siapakah penguasa dunia itu?

Siapa yang akan menghakimi dunia? Siapakah “dunia” yang dihakimi itu? Siapakah penguasa dunia yang akan dilemparkan ke luar? Dilempar ke luar dari mana dan ke mana? Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi, tetapi menyelamatkan. Bagaimana cara Yesus Kristus menyelamatkan dunia? Dengan mewakili umat manusia menerima hukuman Allah. Manusia adalah penguasa dunia. Ketika hidup di dunia, manusia dikuasai oleh para pemimpinnya. Pemimpin manusia yang paling berkuasa adalah Raja, sedangkan raja takluk kepada Kaisar.

Menurut Yohanes 1:1, Yesus Kristus adalah pencipta alam semesta. Sebagai pencipta alam semesta, Dia adalah penguasa alam semesta. Di dunia, Dia adalah penguasa dunia. Ketika Allah menghakimi dunia, Yesus Krisus mewakili dunia untuk menerima hukuman dari Allah. Itu berarti Yesus adalah penguasa dunia yang dihukum oleh Allah. Yesus Kristus akan dilemparkan keluar. Dia akan dilempar keluar dari persekutuan Allah Tritungggal untuk menerima hukuman Allah. Dari Status Allah, Dia akan dilempar keluar menjadi manusia. Dari manusia tanpa dosa Dia akan dilempar keluar menjadi manusia berdosa. Dari manusia berdosa Dia akan dilempar keluar dari dunia orang hidup (mati). Kalimat ditinggikan dari bumi dalam Yohanes 12:32 tersebut di atas berarti disalib, bukan dimuliakan.

Iblis tidak mungkin menghakimi dunia, karena dia tidak memiliki alasan apalagi kuasa untuk menghakimi dunia. Iblis dan roh-roh jahat bukan bagian dari dunia, Itu sebabnya mereka tidak ikut dihakimi ketika Allah menghakimi dunia. Iblis dan roh-roh jahatnya sudah dihakimi Allah, itu sebabnya Alkitab mencatat bahwa mereka dibelenggu untuk menunggu hari penghakiman atau hari kiamat.

Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Yohanes 14:30

Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. I Korintus 2:8

Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Yohanes 18:36

Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" Yohanes 19:10

Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." Yohanes 19:11

Ketika menghakimi dunia, Allah tidak melakukanNya sendiri. Allah mendelegasikan kekuasaanNya kepada penguasa dunia. Penguasa dunia dalam Yohanes 14:30 tidak mungkin iblis, sebab Allah tidak pernah mendelegasikan kekuasaanNya kepada Iblis. Kerajaan Roma dan Mahkamah Agama serta rakyat adalah penguasa dunia yang akan mendatangi (menangkap dan mengadili) Yesus. Setelah ditangkap, Yesus diadili oleh mahkamah agama. Pengadilan berjalan tidak adil. Walaupun tidak menemukan kesalahanNya, namun mahkamah agama memutuskan Yesus bersalah dan harus dihukum mati. Kemudian Yesus dibawa untuk menghadap pemerintah Roma. Pengadilan Roma tidak menemukan kesalahannya sama sekali. Karena mahkamah agama memaksa pemerintah untuk menghukum Yesus, maka Pontius Pilatus, sebagai wakil pemerintah mengembalikan kedaulatan pengadilan pemerintah kepada rakyat. Rakyat memutuskan, Yesus harus dihukum mati. Ketika demokrasi ditegakkan, Yesus disalib. Di mahkamah agama tidak ada keadilan, di pengadilan pemerintah Roma pun tidak ada keadilan, bahkan di dalam pengadilan rakyat juga tidak ada keadilan. Semua ketidak adilan tersebut dialami oleh Yesus sendiri, oleh Allah.

Kenapa Allah yang adil menegakkan keadilan-Nya melalui ketidak adilan? Kenapa Yesus tunduk walaupun diperlakukan tidak adil? Karena kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, karena kekuasaan kerajaan dunia ini berasal dariNya, karena Dialah yang mendelegasikan kekuasaan-Nya kepada penguasa dunia. Karena Yesus tahu, di balik ketidak adilan yang terjadi di dunia ini, keadilan Allah tetap tegak berdiri. Tidakkah kisah ini mengajarkan kepada kita, untuk meneladani Kristus, TUNDUK 100% kepada penguasa dunia ini, karena tunduk kepada penguasa dunia berarti tunduk kepada Yesus Kristus sendiri. Tunduk 100% kepada penguasa dunia ini, karena di balik ketidak adilan yang terjadi di dunia ini, keadilan Allah tetap tegak berdiri.

Penguasa Dunia Menurut Roh Kudus

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; Yohanes 16:8

akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; Yohanes 16:9

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; Yohanes 16:10

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Yohanes 16:11

Siapakah penguasa dunia yang telah dihukum di dalam yohanes 16:11? Ketika Roh Kudus datang, saat itu penghakiman dunia sudah berakhir, penguasa dunia sudah dihukum dan dilempar keluar. Itu sebabnya Roh Kudus akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena tetap tidak percaya kepada Yesus; akan kebenaran bahwa Yesus pergi kepada Bapa dan dunia tidak melihatNya lagi dan akan penghakiman, karena Yesus (penguasa dunia) sudah dihukum mewakili dunia. Nah, anda tahu sekarang siapa penguasa dunia yang sebenarnya juga tentang penguasa dunia yang dihakimi Allah.

Penguasa Dunia Menurut Paulus

Pengkotbah alam roh juga menyangka bahwa Paulus mengakui iblis sebagai penguasa dunia melalui ayat di bawah ini, baiklah saya akan menjelaskan makna sebenarnya.

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. II Korintus 4:4

Theos tou tou aion artinya ilah zaman atau ilah dunia. Paulus memang mengakui keberadaan ilah zaman ini yang ajaran-ajarannya membuat orang-orang Korintus menjadi buta akan kebenaran sejati Alkitab. Namun Paulus sama sekali tidak pernah mengajarkan bahwa ilah zaman itu adalah Iblis. Juga sama sekali tidak menyatakan bahwa ilah zaman ini adalah penguasa dunia. Memang, Paulus mengajarkan bahwa Ilah zaman ini membutakan pikiran orang, namun tidak pernah mengajarkan bahwa ilah zaman ini menguasai kehendak bebas manusia.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Efesus 2:1

Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Efesus 2:2

Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Efesus 2:3

Archon exousia aer artinya penguasa kerajaan angkasa, adalah roh yang bekerja di antara orang-orang durhaka. Alkitab mencatat dan ilmu sejarah membuktikan bahwa pada jaman Paulus, orang-orang Efesus menyembah dewa penguasa angkasa atau dewa penguasa kerajaan angkasa. Di dalam Efesus 2:2, Paulus mengakui, bahwa roh yang menyatakan dirinya sebagai penguasa kerajaan angkasa itu bekerja di antara orang-orang Efesus yang durhaka, namun Paulus sama sekali tidak mengakui dewa penguasa kerajaan angkasa itu sebagai penguasa dunia dan berkuasa atas jiwa-jiwa manusia, bahkan Paulus juga tidak mengajarkan bahwa penguasa angkasa itu ada. Dengan tegas, dalam ayat selanjutnya, Efesus 2:3, Paulus menyatakan bahwa setiap perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia, dilakukan karena hawa nafsu daging, karena pikiran yang jahat, bukan karena orang tersebut dikuasai atau dihinggapi oleh roh yang menyatakan dirinya penguasa kerajaan angkasa.

Penguasa Dunia Menurut Kitab Injil

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. I Yohanes 5:18

Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. I Yohanes 5:19

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Matius 6:13

Poneros artinya yang jahat. Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkannya sebagai si jahat dalam I Yohanes 5:19 dan menerjemahkannya sebagai yang jahat dalam Matius 6:13. Adalah fakta tak terbantah, bahwa sepanjang sejarah manusia, dunia berada di bawah kuasa si jahat. Kenapa dunia ini dikuasai si jahat? Karena manusia adalah penguasa dunia. Allah tidak pernah memberi kuasa kepada iblis untuk menjadi penguasa dunia. Manusia tidak ada di bawah kuasa iblis, tetapi ada di bawah kuasa nafsu dagingnya, keinginan jahatnya. Manusia berbuat jahat bukan karena dikuasai atau dihinggapi roh-roh jahat atau iblis, tetapi karena manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaannya. Kemuliaan manusia yang hilang adalah, serupa dengan Allah, menjadi gambar Allah. Iblis tidak berkuasa atau menguasai manusia, dia hanya membujuk manusia untuk tetap hidup dalam nafsu dagingnya, hidup dalam keinginan jahatnya. Nafsu daging manusia, keinginan jahat manusia adalah menjadi Tuhan atas diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta.

Kenapa pengkotbah alam roh menafsirkan Penguasa dunia dalam Yohanes 12:31; 14:30; 16:11 sebagai Iblis? ilah zaman ini dalam II Korintus 4:4, penguasa kerajaan angkasa dalam Efesus 2:2, si jahat dalam I Yohanes 5:18-19 sebagai iblis? Karena mereka tidak mempelajari Alkitab dengan cara yang benar. Karena mereka telah dibutakan oleh ilah zaman ini. Karena mereka beriman bahwa segala hal yang mereka yakinai adalah kebenaran, itu sebabnya yang mereka lakukan adalah mengais-ngais ayat Alkitab untuk mendukung keyakinannya, mereka menafsirkan ayat-ayat Alkitab untuk mendukung keyakinannya.

Apabila anda yakin, bahwa Iblis adalah penguasa dunia, maka setiap kali menemukan kata penguasa dunia atau kata-kata yang dapat ditafsirkan sebagai penguasa dunia dalam Alkitab, anda cenderung untuk menafsirkannya sebagai Iblis. Setiap kali menemukan kata penguasa dunia dalam Alkitab, anda menjadikan ayat tersebut untuk mendukung keyakinan anda. Hal itu sangat berbahaya! Pengetahuan manusia bisa salah, keyakinan manusia bisa salah, pengalaman manusia bisa salah, tetapi Firman Allah, Alkitab adalah kebenaran sejati dan abadi. Orang Kristen harus mempelajari Alkitab dengan cara yang benar dan tanpa prasangka.