Buat Apa Juga Baca ALKITAB ?

BathiQoY K0kainD Teller's picture

Topic Blog: Misi, Renungan dan Artikel, Teologi dan Alkitab

Keywords Blog: Alkitab, Bible, Sola Scriptura

Komunitas Umum: Alkitab, Literatur, Renungan dan Artikel

Suatu kenyataan bahwa kita sekarang masih memiliki ALKITAB adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Bila kita perhatikan sejarahnya yang penuh dengan perlawanan dan penganiayaan sepanjang abad, kita merasa heran mengapa ALKITAB masih tetap ada sampai sekarang.

ALKITAB tidak dibaca sebagai "history" tetapi sebagai "His Story" yang mengatur/menyatakan hubunganNya dengan manusia dan manusia dengan manusia melalui Hukum Rohani.

Alkitab adalah dasar Reformasi kehidupan dan kedaulatan Allah adalah segala - galanya. Karena Reformasi dalam hidup sangat menekankan Alkitab dan kedaulatan Allah sebagai pusat teologi.

ALKITAB sebagai bagian Sola Scriptura membantu manusia menjalani hidup dengan lebih EFEKTIF dan EFISIEN, ada begitu banyak kisah dan konsep dalam ALKITAB yang menjadi pedoman implementasi dalam kehidupan di dunia.

Membaca ALKITAB bisa mencari kebenaran objektif (Logos), tetapi ALKITAB jika dibaca dengan bimbingan Roh Kudus juga bisa mempunyai arti subjektif (Rhema)

~Apakah Tujuan Membaca ALKITAB ?

[1]Pencarian "Jati diri", hanya ALKITAB yg menerangkan dengan rinci mengapa dan apa sebab manusia jatuh ke dalam dosa, serta akibat dari dosa yg telah mereka lakukan.

Lewat ALKITAB kita juga bisa mengenal perbuatan-perbuatan baik dan tercela yg dilakukan oleh tokoh-tokoh yg dikisahkan oleh ALKITAB. Begitu gamblang dan dapat di ambil hikmahnya. Dalam ALKITAB ada begitu banyak kisah, ada begitu banyak INSPIRASI yang bisa membuat kehidupan ini menjadi lebih mudah untuk dijalani.

[2]Mengenal Tuhan lebih baik, hanya lewat ALKITAB kita dapat mengetahui apa keinginan Tuhan, apa yang Tuhan tidak suka, dan apa rencana Tuhan itu sendiri untuk menyelamatkan manusia (dalam diri Yesus Kristus).

*Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)

[3]Menelaah doktrin - doktrin lewat ALKITAB. Hanya lewat ALKITAB kita bisa melihat mana doktrin-doktrin yang benar dan mana yang tidak.

[4]Mencari pengetahuan dalam ALKITAB. Ada banyak pengetahuan maupun sejarah dan arkeologi yg dapat kita simak lewat ALKITAB.

ALKITAB tidak memiliki kelemahan bila kita membacanya dengan hati terbuka dan hati jernih. Selama ratusan tahun sudah, sejak era reformasi di abad pertengahan, alkitab dicoba dikritisi dan disanggah...namun ALKITAB tetap menjadi terang dan pedoman bagi milyaran orang.

Alkitab memuat pengetahuan dan sejarah, namun alkitab juga memuat rincian pedoman moral dan bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan Tuhan.

~ALKITAB wajib dibaca, dipahami dan ditransformasikan.

Sebagai orang Kristen, membaca Alkitab adalah suatu kewajiban, memahami ALKITAB adalah suatu kebutuhan, dan mentransformasikan pemahamannya dalam berbagai aspek riil kehidupan adalah seni menjalani kehidupan.

Banyak orang menemukan bahwa Alkitab adalah buku yang sulit untuk dibaca. Mereka memulai dengan niat baik tapi tak lama kemudian berhenti membacanya karena mereka tidak bisa memahami apa yang sedang mereka baca. Hal ini sangat disayangkan, karena:

(1) Alkitab adalah firman nyata dari Allah yang tak terbatas yang menciptakan alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya, menyatakan kehendak-Nya mengenai bagaimana kita menjalani kehidupan kita.

(2) Firman Allah adalah kekuatan penyelamatan yang Dia terapkan pada kehidupan dari mereka-mereka yang telah diputuskan-Nya untuk diselamatkan - tidak ada seorang pun yang dapat diselamatkan selain melalui Firman Allah.

Bersyukur, Allah menunjukkan kepada kita cara untuk menafsirkan Alkitab sehingga kita dapat memahami apa yang sedang Ia katakan kepada kita. Kita sekarang akan membahas apa yang Allah sendiri katakan kepada kita tentang cara untuk memahami Alkitab.

Alkitab itu sendiri, dan dalam seluruh isinya merupakan pengungkapan Firman Allah:

*2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah,memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

*2 Petrus 1:21 Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

*1 Tesalonika 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

~Menikmati Daya ALKITAB

*Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

*Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Tidak ada buku yang lebih penting dalam alam semesta. Allah tidak akan menyelamatkan siapa pun yang terlepas dari kuasa Firman-Nya. Ini adalah hal yang terpenting bagi semua umat manusia.

Alkitab berperan sebagai "Tafsir" untuk dirinya sendiri, dan "Kamus" untuk dirinya sendiri. Arti kata-kata dan frase-frase tidak ditentukan oleh hikmat manusia, atau dengan mempelajari literatur Yunani sekuler, tetapi oleh Allah - kita harus memperhatikan bagaimana Allah menggunakan kata-kata tersebut di bagian lain dalam Alkitab.

Seluruh Alkitab memuat makna rohani yang lebih dalam yang tersembunyi sebagai perumpamaan dan kiasan dalam ayat-ayat yang nampak seperti pernyataan moral atau historis yang sederhana.

Setiap pernyataan historis dan moral dalam Alkitab masih benar dan tepat adanya, tetapi kita dapat belajar lebih dalam lagi dengan melihat pesan rohani simbolis dari ayat-ayat ini. Yesus harus menegur para pengikut-Nya, dan sama halnya dengan orang-orang Farisi yang mencoba untuk memahami firman-Nya secara harafiah ketika Dia menyampaikannya secara simbolis (dengan makna rohani yang lebih dalam).

-Shalom El Shaddai-