[?] Apakah informasi tentang bagaimana Allah menciptakan dunia dan manusia menurut Alkitab tidak bertentangan dengan teori-teori penciptaan yang ditemukan oleh manusia?

A. Alkitab dan Penciptaan

Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta beserta segala isinya dengan Firman-Nya. Khusus penciptaan manusia, dikatakan, "Tuhan menciptakan manusia dengan membentuknya dari tanah liat, membuatnya segambar dengan Allah sendiri, dan menghembuskan nafas kehidupan, maka jadilah manusia." Allah menciptakan manusia secara langsung.

Bagi yang mempercayai bahwa penciptaan (manusia) dilakukan oleh Allah, umumnya memiliki empat cara pandang, yakni: (1). Penciptaan langsung. Allah menciptakan segala sesuatu dalam waktu enam hari tanpa menggunakan bahan dasar yang sudah ada. (2). Evolusi Deistik. Allah menciptakan segala sesuatu dan mengatur hukum-hukum alam serta serta mengembangkan energi dan materi itu. Tetapi aktifitasnya kemudian berhenti sebab Ia membiarkan proses itu berevolusi pada tingkah laku dan berdiri sendiri. Keterlibatan Allah dalam penciptaan hanya terjadi pada awalnya saja, penciptaan secara tidak langsung dari materi, energi dan hukum-hukum universal. (3). Evolusi Theistik. Mirip pandangan Deistik, tetapi dalam theistik ini, Allah mempertahankan peran-Nya dan melibatkan diri secara lebih aktif di dalam proses evolusi. Ia menanamkan sebuah natur spiritual kepada salah satu primata yang berevolusi tinggi dan menamainya "Adam". (4). Penciptaan progresif. Allah sejak semula menciptakan dan terus menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Alkitab memang tidak merinci bagaimana teknisnya Allah menciptakan segala sesuatu. Apakah instan, bertahap, atau seperti yang dikemukakan dalam teori "Big Bang", dan sebagainya. Para ilmuwan sedang menyelidiki hal itu. Tetapi, secara tidak terbatas, Allah bisa memakai cara "bagaimana pun". Alkitab hanya memberikan informasi, bahwa "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi". Faktanya, bumi dan segala isinya telah ada. Pernyataan Alkitab ini adalah kesimpulan yang mendorong kepada penelitian yang bersifat detail -- rasional selanjutnya.

Lamanya penciptaan adalah enam hari, ditambah satu hari dimana Allah memberkati ciptaan-Nya. Waktu penciptaan ini ditafsir secara beragam oleh para ilmuwan (scientis) dan para teolog dikaitkan dengan umur bumi. Meskipun sudah ada beberapa teori yang berusaha menyimpulkannya, secara biblika ataupun secara rasional; namun masih dianggap belum final. Kesimpulan yang valid sampai saat ini adalah, bahwa "Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya selama enam hari." Dengan rincian-rincian kasar dalam Kitab Kejadian 1. Kesimpulan ini memotivasi kita untuk menyelidikinya dan menemukan kebenaran Allah sambil mengingat keterbatasan manusia dalam berbagai aspek, "Hal-hal yang tersembunyi adalah bagian Allah dan apa yang telah dinyatakan-Nya adalah bagian kita." (Ul. 29:29).

Jadi, Allah mampu menciptakan sesuatu dari yang tak Ada menajdi ada. Walaupun demikian, manusia bebas untuk menyelidiki seluruh karya Allah, bahkan dengan cara yang tidak terbatas.

B. Alkitab dan Teori Evolusi

Tentang teori Evolusi atau Naturalisme; teori ini didasari pada dua pendekatan, yaitu Observasi dan Arkeologis. Teori ini menemukan adanya seleksi alam -- makhluk hidup harus berevolusi agar dapat 'survive'. Kesalahan umum teori ini adalah menolak adanya Oknum Pencipta, tetapi menekankan proses alamiah; dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks dan menghasilkan keturunan yang secara genetis- hereditas beragam dan selektif dalam jangka waktu tertentu.

Naturalisme Darwin dengan metode Observasi yang didukung fakta Arkeologi "bisa" membuktikan adanya eksistensi kehidupan, tetapi sulit untuk membuktikan proses perkembangannya secara komprehensif. Pendekatan ini belum selesai dan masih berkembang dan seringkali terjadi ketidakcocokan dalam berbagai sisi. Inilah yang disebut oleh Darwin sendiri sebagai "Difficulties of the Theory". Terutama dalam "missing Link" fosil dan perkembangan organ-organ rumit makhluk hidup, termasuk naluri.

Teori ini tidak salah total, hanya ada saja keterbatasan dalam melakukan "pengamatan" terhadap ciptaan Allah yang berujung pada kesimpulan yang gegabah atau tidak valid. Selain itu, tidak dapat disangkali bahwa fakta-fakta Ilmu Pengetahuan yang sangat maju dan bermanfaat telah mendorong kemajuan dalam berbagai hal. Dengan Ilmu pengetahuan, kita tahu berbagai fakta, walaupun masih sangat terbatas.

Teori apapun memang seringkali bersifat relatif dan terkadang kontroversial. Itu artinya "tidak dapat diandalkan", kecuali sebatas metodologi atau alat pengembangan Ilmu Pengetahuan. Pertentangan antara iman dan Ilmu Pengetahuan terjadi ketika menolak fakta keberadaan Allah berdasarkan pengamatan manusia yang sangat lemah dan terbatas. Jadi, Kekristenan dan Ilmu Pengetahuan telah dipandang sebagai bagian dari bidang yang sama, yaitu "pencarian" dan "pembuktian" kebenaran. Bukankah pengetahuan kita adalah pemberian Allah?

Demikian.

Kontributor:

Anton Priyadhi - Chatty Mintje - Christian Yanto - David Ho - Dedy Yanuar - Dwi Wong - Ivan Hariman – Iwan – Joshua - Lilik Sulistiawati - Loudy Rauan – Oktavianus - Victor Prahara - Yohanna Prita Amelia – Yuli - Yulien Djong - Yuli Rahayu - Evelyn Natalia - Gerard Binilang

Sola Gratia,
Riwon Alfrey