Kalimat Tidak Benar, Tapi Bisa Dimengerti

"Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini ...." Alamak, saya rasa perlu disunting syair lagu itu!

Kalau disuruh memilih sih mending tidak memilih, keduanya benar-benar menyakitkan. Tapi, dari pengalaman saya, sakit gigi lebih menyakitkan.

Ngomong-ngomong, hubungannya sakit gigi sama judul blog saya apa ya? Begini lho, sakit gigi yang saya alami mengantarkan saya ke sebuah tempat praktik dokter gigi. Itu pertama kalinya saya ke tempat dokter gigi tersebut. Tempatnya tidak terlalu besar, meski terdiri dari tiga ruangan. Satu ruang tunggu, dan dua ruang untuk praktik dokter gigi dan umum. Anehnya, meski ruang praktik dokter gigi dan dokter umum itu memunyai pintu sendiri-sendiri, namun ada pengumuman yang ditempel di pintu ruang praktik dokter umum yang berbunyi seperti ini.

PASIEN Dr. SAM
KETUK PINTU GIGI

Kalau membaca tulisan itu, apa yang Anda tangkap? Kalau saya, pertama kali bertanya-tanya, mengapa ya kok dokter umumnya tidak mau membuka pintunya sendiri, dan harus lewat ruang praktik dokter gigi.

Dengan pertanyaan di dalam pikiran saya itu cukup membuktikan bahwa maksud tulisan tersebut sudah langsung sampai ke saya (pembaca). Namun, jika dicermati ada yang aneh dari tulisan itu. Karena terlintas juga di pikiran saya, pintu gigi itu apa? Apakah bibir?!

Saya rasa, tulisan yang saya temui itu bukan suatu hal baru. Telah banyak pengumuman-pengumuman yang jika dicermati dengan baik, bisa membuat kita tersenyum simpul. Meskipun ketika membacanya bisa langsung mengerti maksudnya. Mengapa seperti itu? Pasti ada alasannya. Asal tidak membuat pasien gigi semakin sakit karena pintu giginya yang sakit harus diketuk.

Kategori: Literatur Kristen

Topic Blog: Misi

Keywords Blog: kalimat, Litaratur, pengumuman