Di dunia yang serba digital seperti sekarang ini, sudah bukan hal yang aneh kalau kita menhabiskan waktu di depan internet melompat-lompat dari satu situs ke situs lain. Mulai dari nyari bahan buat kuliah, sekedar have fun, sampe nyari-nyari kenalan. Pernah ga ngitung berapa lama waktu yang kita gunakan buat nongkrong di depan komputer? satu jam? dua jam? tiga jam? atau jangan-jangan seharian sampe lupa makan sama mandi?

Dari sekedar ngobrol di YM, googling, friendster, sampe download-download, pernah kepikiran klo selama ini kita cm jadi consumer aj. Consumer alias penikmat, pemakai, pengguna tanpa memberikan sumbangsih apapun di sana.

Dari istilahnya pasti kita bisa nebak apa yang dimaksud sama content creator. Content artinya isi, creator artinya pembuat. Kalau diterjemahkan secara bebas bisa diartikan ikut ambil bagian, ga cm jadi penonton, pengamat atau penikmat setia.

Eits, jangan pada keder dengar istilahnya. Ga sulit ko jadi seorang content creator. Kita bisa memulainya dengan membuat blog pribadi dan membagikan pikiran, ide dan perasaan kita pada dunia. Kita juga bisa mengirimkan tulisan-tulisan atau artikel kita ke situs-situs atau milis-milis yang ada. Forum-forum di internet juga bertebaran sudah siap untuk menampung aspirasi kita. Intinya jangan cuma mengambil bahan, membaca dan men-download saja, ambil bagian disitu, ikut berperan serta jangan samapi kita ketinggalan kereta.

Sama sekali ga sulit untuk menjadi seorang content creator yang sulit adalah menjadi content creator yang bisa memuliakan nama Tuhan melalui internet.

Apakah tulisan-tulisan kita mencerminkan kasih Tuhan dalam hidup kita? Apakah tulisan-tulisan kita mampu menjadi saksi pada dunia? Kita ga perlu bikin artikel teologi yang panjang lebar dengan berbagai kata yang sulit dimengerti, kita bisa menceritakan kasih Tuhan melalui pengalaman pribadi kita dengannya. Kita bisa menulis cerita pendek, kesaksian yang singkat, atau puisi yang menyiratkan bagaimana Tuhan telah ikut campur tangan secara luar biasa dalam hidup kita. Yang paling penting, berdoa dulu sebelum kita bikin tulisan, minta pencerahan supaya tangan Tuhan sendiri yang menuntun kita, supaya kiranya tulisan kita bisa memberkati orang lain dan yang paling penting kita bisa menceritakan kasih Tuhan pada dunia. Gimana udah pada siap jadi content creator yang memuliakan Tuhan di internet?