Nama-Nya YESUS

Berdasarkan sejarah Alkitab di Indonesia.
Diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Abdulah bin Abdul kadir munsi, seorang Muslim Malaysia yang bisa berbahasa Melayu, sehingga Yang Maha Besar dipakailah nama sembahannya yaitu Allah, dan oleh LAI nama tersebut dipakai sampai sekarang.
Padahal nama Allah bukan nama Yang Maha Besar.
Berdasarkan pemberitahuan-Nya kepada Musa bahwa "AKU adalah AKU".
Nama-Nya baru diproklamirkan pada zaman PB yaitu YESUS ( Luk 1:31; Yoh 17:11-12).
Oleh sebab itu, saya tidak memakai nama Allah, karena hanya satu nama yaitu YESUS dan tidak ada nama lain.

road to heaven

Jalan menuju ke sorga
Perbuatan baik dan agama tidak bisa membawa manusia masuk surga.

Roma 3 : 23 ; “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.

Efesus 2 : 8 – 9 ; “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang memegahkan diri”.

Renungan Kristen

MATA SEBAGAI PELITA TUBUH
[Amsal 4:25 ; Mat.6:22;27:29]

Buka Matamu ……… !
Lihat sekitarmu ……. Pasti ada yang membutuhkanmu;
Mungkin bukan hanya senyum yang unik dari bibirmu;
Mungkin bukan hanya cara menyapa yang khas; bahkan bukan saja ketika merasa iba dengan orang-orang yang “Tertusuk Duri”.
Pergilah …… dan cabutlah duri dari bagian-bagian tubuh “mereka” yang tertusuk,,,,, bukan sebaliknya menjadi duri, melainkan mengambil bagian didalamnya.
Ingatlah bahwa “Mahkota Duri” telah menjadi bagian dalam penderitaan Yesus.
Buka Matamu ……… sebab itulah Pelita Tubuhmu;

JADI KESAKSIAN

JALAN HIDUP YANG TLAH KU LALUI BANYAK MUJIZAT
YANG KUALAMI MENJADI KESAKSIAN BAGI DUNIA..

APA SAJA YANG AKU ALAMI TUHAN MENDATANGKAN
KEBAIKAN BIAR JADI KESAKSIAN BAGI DUNIA DI AKHIR
ZAMAN..

REFF:

MELANGKAH DI JALAN YANG LURUS BERSAMA YESUS
HIDUPKU SLALU DIBERKATI MENJADI BERKAT..

MELANGKAH DI JALAN YANG BENAR BERSAMA TUHAN
HIDUPKU PENUH SUKACITA JADI KESAKSIAN..

Voc. Fajar

Cipt. Fajar

Suara Minggu Quasimodogeniti: Kesucian

Panggilan Hidup Suci
(1 Yohanes 1:1-7)
BERSEKUTU dengan Allah secara sempit bisa diartikan: ‘berdoa’, ‘beribadah’ atau ‘aktip di gereja’. Secara luas, ‘bersekutu dengan Allah’ berarti memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Hubungan yang baik dengan Allah dirintis oleh Yesus melalui karya penebusan di kayu salib. Oleh penebusan itu manusia dimungkinkan untuk membuka lembaran baru yaitu: berhubungan dengan Allah dan menjumpai sesama dengan cara pandang dan sikap yang baru.