Namanya memang harus dipermasalahkan, karena di dalam sebuah nama terdapat reputasi, kehadiran, karakter dan mengandung arti yang sangat dalam. Bagi orang yang tidak meneliti Firman dengan baik, memang akan beranggapan bahwa selama ini tidak ada masalah, atau Tuhan sendiri dianggap tidak pernah dipermasalahkan....masalah nama-Nya, mau dipanggil apa saja tidak masalah, padahal sangat bermasalah.

Terhadap umat islam misalnya, bagaimanapun umat Islam berpendapat sesuai dengan Qur'anQS112 Al ikhlas 1-3 yang mengatakan: Qul huwallaahu ahad (katakanlah Allah itu ESA) Allah Hussomad (ALLAH adalah tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) Lam yalid wa lam yuulad (tidak beranak dan tidak pula diperanakkan) Wa lam yaqul lahu kufuan ahad (dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia). Jadi MENYEBUT NAMA ALLAH DALAM KEKRISTENAN TENTU MENYINGGUNG PERASAAN AGAMA ISLAM, karena dalam kekristenan jadi ada istilah Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh dan Bunda Allah, yang sebenarnya dalam kitab suci bahasa ibrani tidak ada istilah itu semua.Kalau ada umat Islam yang mengatakan bahwa umat Nasrani mau menyebut Allah juga tidak masalah, itu orang islam yang tidak mengerti Kitab Sucinya sendiri.Karena dalam Qur-an Allah itu nama Pribadi atau personal name bukan generic name yang bisa biubah.