Tuduhan yang sering dilancarkan oleh musuh Calvinisme adalah bahwa teologi ini menjadikan Allah kejam dan tak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin Allah menuntut seorang manusia yang sudah MATI seperti mayat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dosanya dan dihukum kekal dalam neraka? Bagaimana mungkin Allah Alkitab menjadikan seseorang seperti ROBOT kemudian menghukum ROBOT tersebut karena tidak bisa merespon? Itu adalah Allah Calvinisme, bukan Allah yang alkitabiah. Kita akan melihat keberatan ini menurut teologi Calvinisme.

1. ketika manusia dikatakan MATI, bukan berarti Anugerah Allah MATI juga. Anugerah umum yang diberikan Allah dan wahyu umum yang terdapat dalam hati nurani MASIH dapat bekerja di dalam batas-batas RELATIF kebenaran dan kebaikan. Apakah semua manusia SAMA bejadnya? TIDAK. Ada yang sangat jahat, kurang jahat, agak baik, dan sangat baik. Itu adalah kadar kerelatifan dari kebaikan manusia. Tetapi MASALAHNYA adalah : Apakah manusia dapat memenuhi standar KEBAIKAN Allah dan melakukan perbuatan sempurna yang dapat diterima Allah sepenuhnya? TIDAK BISA. Kalau bisa, untuk apa Tuhan Yesus datang menggenapi TAURAT? Manusia sudah berdosa, tetapi kadar keberdosaan setiap manusia berbeda-beda. 

2. Bagaimana mungkin Allah menuntut tanggung jawab dari manusia yang sudah MATI? Atau dari MAYAT? GBIA menyatakan Allah seperti ini adalah bodoh karena menyuruh manusia untuk memenuhi bumi dan merespon kepadaNya. Padahal manusia sudah menjadi MAYAT. Pertama, tafsiran seperti ini sangat menggelikan, itulah sebabnya kenapa kaum fundamental sering disebut ANTI INTELEKTUAL. Kenapa? Karena ada otak( akal budi), tak dipakai. Ironisnya mereka yang sering mengganggap tafsiran mereka paling masuk akal ( literal/hurufiah/grammatical). Bukankah aneh menafsirkan hubungan antara manusia seperti mayat dengan kebodohan Allah? Bukankah juga aneh bahwa mengganggap mayat disini seperti hurufiah, padahal yang dimaksud adalah analogi HATI MANUSIA? Kalau Alkitab menyatakan kita telah MATI karena pelanggaran kita, bukankah kita adalah mayat? Bukankah kita mesti DILAHIRKAN KEMBALI? DICIPTAKAN KEMBALI? dan DIPERBAHARUI HATINYA kembali? Itu adalah istilah Alkitab untuk lahir baru ( diselamatakan). Apakah Allah bodoh? Kaum fundamentalis yang bodoh, karena mengganggap mayat disini adalah mayat yang analoginya seperti mayat sesungguhnya. Sebuah analogi menyatakan hal yang lebih kecil dari yang sesungguhnya. Hati telah membatu, apakah disini mau dikatakan hatinya SEKERAS ( hurufiah ) batu? Sungguh argumen yang bodoh.

3. Allah menuntut pertanggungjawaban dari manusia yang telah MATI karena ALlah sudah memberikan kesempatan untuk MEMILIH POHON PENGETAHUAN yang BAIK dan JAHAT. Manusia telah GAGAL. Di dalam Adam, KITA semua telah GAGAL, karena itu berlaku PREDESTINASI terhadap manusia. Tidak ada manusia yang bisa memilih yang baik, karena kita telah TERWAKILI oleh Adam. Apakah kaum fundamentalis mau menyatakan bahwa mereka bisa seperti Adam pada waktu sedia kala sebelum jatuh dalam dosa? Seandainya tidak, maka bacalah apa kata Alkitab :

Kejadian 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Apakah kaum fundamentalis mau menyatakan mereka MASIH BISA berbuat kebaikan yang BERKENAN kepada Allah? Kalau begitu, untuk apa Yesus datang?

Pelajarilah kitab Roma dengan baik :

Roma 3:5-12 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah -- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

4. Calvinisme TIDAK PERNAH menyatakan bahwa manusia telah kehilangan kehendak bebas untuk memilih pilihan hidupnya ( misalnya memilih baju, sepatu dan istri), tetapi kehendak bebas manusia TIDAK MAMPU memberinya perbuatan yang BERKENAN SEPENUHNYA kepada Allah untuk diselamatkan. Kebebasan manusia BUKAN untuk memilih yang BENAR dan BAIK menurut standar Allah, tetapi kebebasan untuk berbuat dosa dan memberontak kepada Allah. Manusia berdiri diantara menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran. TIDAK ADA pilihan tengah. Karena manusia sudah berdosa, manusia menjadi BUDAK DOSA, dan bebas dari kebenaran. Jadi apakah manusia bebas? Kaum fundamentalis harus menyangkal kebenaran Alkitab ini sebelum mengangung-agungkan kebebasan manusia. 

Calvinist.....