Sekali selamat tetap selamat; Once Saved Always Saved (OSAS) adalah konsep yang harus dipahami dengan benar, memahaminya dengan setengah-setengah hanya akan membentuk kepribadian Kristen KTP dan Kristen ikut-ikutan.
"Ikut Kristen enak dan santai, cukup percaya saja masuk surga". Tidak jarang kita mendengar pernyataan demikian dari orang-orang Kristen. Apa kata ALKITAB mengenai hal ini? Mari kita bahas bersama.
Setelah sekian lama jalan-jalan santai keliling (JJSK) dunia maya, mengarungi berbagai situs dan forum. Selalu saja tema yang satu ini memiliki porsi tersendiri di hati umat Kristiani. Jawaban dari diskusi dalam topik ini selalu menghadirkan pro dan kontra. Apakah keselamatan bisa hilang ? apakah sekali selamat tetap selamat ? sejauh mana peran dari Freewill berperan dalam keselamatan ?
Siapa mau mengasihi Yesus, maka ia melakukan perintahNya (Yoh 14: 15,21,23-24)
Siapa yang melakukan perintahNya disebut juga sahabat Yesus (Yoh 15:14)
Komitmen untuk Pikul salib sangkal kedagingan, itulah yang menjadi kelayakan mengikut Yesus (Mat 10:38, 16:24)
Menjawab pertanyaan yang lumayan complex tersebut saya coba bertukar pikiran dengan sobatku Inguzzh bin Anguzzh.
"Qoy, tolong jelaskan mengenai kronologi Kristen sejati ? siapa sebenarnya orang Kristen itu? Banyak orang mengaku Kristen tetapi hidup mereka diluar nilai-nilai Kristiani.
"Nguzzh, saat anda sungguh-sungguh mengaku percaya Yesus Tuhan dan Juru selamat anda maka anda mendapat anugerah keselamatan (Rom 10:9-10). Banyak orang belum pernah melakukan pengakuan ini secara SADAR. Mereka harus mengaku mereka orang berdosa, dan membutuhkan penebus bagi dosa-dosa mereka,BERTOBAT.
Nguzzh, saya belum lama ini bertemu dengan seorang paruh baya, walau ia sudah Kristen sejak lama. Ia baru "merasa" lahir baru saat sekarang ini, dimana anak-anaknya sudah menajdi dewasa. Saat anda bertobat dan percaya Yesus, maka Roh Kudus akan menjamah anda dan menuntun kehidupan anda supaya hidup dalam buah Roh dan seturut kehendak BAPA.
Yang perlu ditekankan adalah makna Percaya disini Nguzzh. Percaya adalah Iman pada Yesus Kristus + Hidup Kudus, kedua hal ini ada dalam satu paket yang tidak terpisahkan. Bukan dengan standard dari Hukum Taurat, tetapi berdasarkan ketaatan kita sebagai hamba Allah, bukan lagi hamba dosa. Karena orang yang berbuat dosa menjadi hamba dosa (Yoh 8:34).
Kita adalah orang yang telah merdeka dari dosa oleh karya penebusan Kristus, sekalipun demikian bolehkah kita berbuat dosa, karena dengan begitu maka kasih karunia itu akan makin berlimpah-limpah ? TIDAK sama sekali. Justru dengan kasih karunia itu kita telah menjadi hamba yang mau taat dan semakin berbuah dalam kekudusan (Rom 6:22-23)"
*IPet 2:16
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
"Jadi selama orang itu ada dalam tuntunan Roh Kudus, mungkinkah ia berbuat dosa ?(I Yoh 3: 6,9) apakah dengan demikian ia akan menjadi pribadi yang kudus ?"
"Nguzzh,semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah(Roma 3:23), kita dibenarkan bukan karena kita benar(Roma 5:9-10), kejarlah kekudusan (Ibrani 12:14), Petrus berkata kuduslah sebab ALLAH kudus (I Pet 1:16). Maka itu kita harus mengerjakan keselamatan kita sekuat tenaga (Filipi 2:12). Dari sisi Tuhan maka keselamatan itu tidak bisa hilang tetapi dari sisi manusia bisa.
"Tuhan yang akan memampukan kita melakukan semuanya itu.Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya(Filipi 2:13).Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa(Yoh 15:5).
Bukan karena kekuatan kita, lalu kita mampu mengerjakan keselamatan itu tetapi semua hanya kasih karunia Allah.Kenapa begitu? agar semua kemuliaan hanya bagi Allah semata-mata. Soli deo gloria.
Sekali kita diselamatkan maka keselamatan itu tidak bisa hilang kecuali kita sendiri yang menyia-nyiakan anugerah keselamatan tersebut. Orang kristen yang telah lahir baru sebenarnya telah mempunyai jaminan keselamatan yang tidak akan bisa hilang. Hakekat orang kristen yang telah lahir baru adalah untuk hidup benar.
Bukan berarti ia tidak bisa jatuh lagi ke dalam dosa tetapi sifat itu bukan lahir dari hakekatnya.Orang yang telah lahir baru bisa jatuh ke dalam dosa tetapi seharusnya tidak bisa hidup di dalam dosa. Bila orang yang telah lahir baru tetap hidup dalam dosa maka ia akan menderita dan lama kelamaan bisa mengalami kematian rohani."
*II Tes
2:13. Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
2:14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita
"QoY,Jadi bagi setiap kita yang telah diselamatkan dan lahir baru maka tidak usah takut kehilangan keselamatan. Sekali kita diselamatkan maka keselamatan itu kekal kecuali kita sendiri yang meninggalkannya.Kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar ( Filipi 2:12).
Hiduplah dalam persekutuan dengan Allah dan sesama orang percaya.Hiduplah dalam kekudusan dan takut akan Allah.Dan yang terpenting lagi, kita dipanggil dan dipilih bukan hanya untuk sekedar diselamatkan tetapi untuk diubahkan dan dimuliakan agar menjadi serupa gambaran Kristus(Rom8:29-30)."Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu semuanya tidak ada yang tersembunyi(Wah 22:13), lalu untuk apa ada penginjilan ?"
"Nguzzh ALLAH tahu, tapi manusia belum tahu. Bagaimana orang bisa diselamatkan kalau ia tidak mendengar kabar keselamatan, karena iman timbul dari pendengaran akan Firman."(Roma 10:17).Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.(IKor 3:9)
"Loh, bukannya semuanya sudah ditetapkan ?"(Ef 1:4-5)
"Ya semuanya sudah ditetapkan, kamu tahukan Nguzzh; belum tentu orang yang mendengarkan kebenaran Firman akan bertobat dan menjadi orang percaya. Nah inilah yang sudah ditakdirkan. Jikalau mereka mendengar Firman kemudian menjadi bertobat dan percaya, ini adalah anugerah kasih karunia ALLAH (Ef 4:18-19). Karena Roh Kudus akan mencerahkan dia akan KEBENARAN."
*Kis:26:18
untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.
*Yoh 16:8
Kalau Ia datang, Ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah.
"Nguzzh,mengenai predestinasi, selamat atau tidaknya seseorang memang sudah kehendak Sang Khalik, karena TUHAN Berdaulat penuh akan hal itu. dan mengenai keselamatan bisa hilang, menurutku bisa. Dan kenapa keselamatan bisa hilang ? bisakah kita menyalahkan Tuhan ? jika free will ada berarti itu memang kesalahan dari kita."
"Begini Nguzzh, kamu benar; ALLAH memang berdaulat penuh dan kita tidak berhak komplain (Roma 9:20).Manusia hanya manusia, bersyukurlah kalau kita telah menjadi bagian dari keselamatan itu."
"QoY, mengenai keselamatan yang bisa hilang, kalau bisa dijaga kenapa mesti hilang ?"
"Keselamatan hilang itu berlaku bagi orang bebal, orang yang tidak mau bertobat (metanoia)."(I Pet2:9)
"Kenapa mereka mengeraskan hati, bukankah mereka tahu akan kebenaran tersebut ?" (Yer 5:21, Yeh 12:2)
"Entahlah Nguzzh, bagiku hal ini masih menjadi misteri. Tapi berdasarkan pengalaman yang aku lihat dalam kehidupan sehari-hari ada banyak faktor, salah satunya adalah mereka tidak mau bersabar dan memberikan Roh Kudus RUANG dan WAKTU untuk menuntun dan mengajar mereka. Mereka melihat tetapi tidak melihat, mereka mendengar tetapi tidak mendengar, sekalipun mereka melihat dan mendengar namun mereka mengeraskan hatinya."(Ams 28:14)
"Jadi itulah Freewill, disaat mereka memilih untuk mengeraskan hati atau tidak dan mau hidup seturut Firman." Dan manusia tentunya berkuasa memilih."
"Ya aku rasa begitu. Temanku dulu pernah berkata: jika Tuhan mengizinkan maka aku akan belajar dan meraih hasil baik dalam ujianku besok. Lalu aku menjawab: ya Tuhan mengizinkannya. Kemudian temanku ini bertanya; koq tahu?? Lalu aku jawab: ya wong kamu sekarang sehat, punya banyak waktu untuk belajar, itu berarti Tuhan mengizinkan. Kecuali kamu lagi sakit atau ada halangan serius lainnya. Temanku ini tahu kondisinya, tahu apa yang sudah dinyatakan didepannya, tetapi ia menidurkan diri dalam sebuah bantal alasan yang empuk."
"Ok..QoY, setelah seseorang menerima keselamatan, maka keselamatan itu sifatnya adalah kekal, dijamin oleh Allah dan dikerjakan juga oleh Allah sehingga orang itu tidak akan pernah kehilangan keselamatan itu. Tapi, semua orang Kristen setelah diselamatkan akan mengalami proses pembersihan (proses pengudusan) agar berbuah makin banyak dan makin memancarkan kemuliaan Allah. Di sinilah terjadi peperangan antara keinginan roh dengan keinginan daging.
Orang Percaya dituntut untuk sempurna sama seperti Bapa adalah sempurna.(Mat 5:48) Di sinilah manusia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus, tapi ini pun semuanya pekerjaan Allah, bukan hasil kekuatan manusia. Karena ranting tidak berbuah dengan sendirinya, melainkan pokok dan pengusahalah yang menjadikannya berbuah. Tugas ranting hanya tetap melekat di pokok anggur, yaitu dengan tetap beriman pada pekerjaan Allah. Manusia tidak mengusahakan perbuatan baik. Perbuatan baik itu akan muncul dengan sendirinya apabila Yesus Kristus yang hidup di dalam diri seseorang."
*Gal. 5:16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
*Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.(I Yoh 3:6,9)
"Betul Nguzzh; karena Allah tetap memberikan ruang bagi kehendak bebas manusia, maka setelah menerima keselamatan pun, manusia tetap memiliki kehendak bebasnya. Ia bisa memilih berbuat dosa karena masih tinggal dalam daging ataupun ia bisa memilih berbuat kebenaran karena ia adalah ciptaan baru yang rohani. Tetapi, Roh Kudus akan bekerja sehingga keinginan terdalam dan terbesar dari orang itu adalah untuk berbuat kebenaran. Tapi inipun adalah karya Roh Kudus, bukan usaha manusia untuk berbuat kebenaran."
"Jadi semua orang yang telah mengetahui kebenaran maka ia memang telah dipilih Tuhan ?"
" Ya.. banyak orang tahu apa yang BENAR yang jelas-jelas sudah dinyatakan di depannya, tetapi mereka tidak melakukannya dan malah bilang sudah nasib kalau mereka enggan melakukan hal tersebut. Istilahnya menurutku adalah "KEMALASAN yang menjadi ALASAN". Mereka bukan tidak mampu, tapi TIDAK MAU, dan mengkambing_hitamkan nasib atau the invincible hands atas kemalasan mereka."
"Jadi bagaimana mengatasi hal ini QoY?"
"Rela.. rela memaksa diri untuk terus rela memaksa diri Nguzzh."
* Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu?" tulis Paulus. "Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?" (Galatia 3:1,3).
"Agaknya, ini bukan persoalan baru. Kita memulai dengan Roh; kita mulai dengan keselamatan; dengan kasih karunia Tuhan yang tidak patut kita terima, tetapi kemudian upaya manusia merayap kembali masuk ke dalam kehidupan kita seperti tanaman liar di kebun.
Kita mulai melihat ke dalam diri kita sendiri sambil berpikir bahwa kita harus menemukan apa yang kita perlukan untuk menjadi orang Kristen yang baik, dan pada detik kita mulai melihat diri kita sendiri, kita mulai menutupi dan melindungi dan membandingkan diri kita dengan orang lain, sama seperti orang-orang Farisi. Ini tidak dapat dihindari. Di mana ada perpaduan rohani dengan upaya manusia, di situlah akan ada kejatuhan dari orang-orang Farisi yang menggeliat seperti ular berbisa sedang menunggu ada orang terjerat jatuh. Bukan begitu QoY ?"
"Nguzzh, ini adalah transaksi detik-demi-detik. Orang-orang Galatia mencoba untuk menyempurnakan lewat upaya sendiri apa yang telah dimulai oleh Roh, sementara itu mereka mengingkari Roh yang benar bagi hidup mereka. Masalah mereka sama seperti masalah orang Farisi: ingin menguasai proses itu. Mereka ingin mengembalikan apa yang telah mereka hentikan.
Agaknya, mereka merasa terlalu tidak nyaman kalau tidak menguasai. siapa lagi yang mau menolak kasih karunia Tuhan kecuali orang yang tidak ingin mendapat kasih karunia itu? Tragis sekali bahwa sementara ada kasih karunia untuk menutup semua dosa kita, masih ada orang-orang berdosa yang tidak tahu tentang itu dan orang-orang Farisi yang tidak ingin tahu."
"Qoy, banyak orang bilang kalau Kristen adalah "agama" yang memberikan kepastian dalam jaminan keselamatan, bukan agama "mudah-mudahan". Tapi ternyata ada takdir juga."
"Nguzzh makna dari kepastian disini sudah jelas; jika percaya Yesus dan hidup dalam tuntunan Roh Kudus, PASTI beroleh hidup kekal." Soal takdir siapa yang diselamatkan itu adalah hak prerogatif Roh Kudus."
"QoY,apakah keselamatan terjadi satu kali dalam hidup kita atau sesuatu yang kita perlukan setiap hari dalam hidup kita?
"Jawabannya ya dan ya. Ini sebenarnya dua aspek dari sebuah proses tiga cabang dari keselamatan; masa yang lalu, sekarang, dan kemudian. Nama teologinya adalah dibenarkan, dikuduskan, dan dimuliakan. Dibenarkan adalah apa yang terjadi terhadap kita dalam kaitannya dengan dosa kita, sekali dan selamanya, di kayu salib. Kematian Yesus sebagai ganti kita telah membenarkan kita selamanya di hadapan Allah sehingga kita dapat bersatu dengan Allah.
Tetapi ini bukan berarti bahwa kita tidak mempunyai dosa. Paulus menyebutnya sebagai "tubuh kematian" yang masih harus kita bawa dalam kehidupan, meskipun kita sudah menerima buah sulung Roh, di dalam hati (Roma 8:23).
Kita sering kali terperangkap antara kemuliaan abadi bagi kita ketika kita menerima tubuh yang sudah dibangkitkan seperti Kristus, dan pembenaran kita di masa lalu yang sudah dilakukan oleh Yesus di salib. Segala sesuatu di antara itu adalah pengalaman masa kini dari proses pengudusan.Orang percaya tidak selalu kembali ke hidup lama yang tercela. Juga tidak selalu tidak taat dengan sengaja."
* Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu ... supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap." (Yohanes 15:16)
* Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.... Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman." (Yohanes 6:37,39)
"Di ayat-ayat ini Yesus menyatakan bahwa Allah memberi-Nya sekelompok orang tertentu untuk diselamatkan, dan masing-masing dari mereka akan sungguh-sungguh diselamatkan. Perhatikan bagaimana Yesus menyeimbangkan ajaran-Nya dengan mengatakan bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya menginginkan keselamatan akan menemukannya.
Ia tidak akan menolak seorang pun. Keselamatan ini bersifat pribadi dan eksklusif, tetapi sekaligus terbuka bagi semua orang. Di sini kembali kita perhatikan paradoks agung itu, yang tercipta oleh cara Allah yang bertingkat dan misterius (bagi kita), memerintah atas ciptaan-Nya. Ia memiliki rencana yang kekal dan tidak mungkin berubah, yang tidak dapat digagalkan oleh apa pun juga, namun Allah dapat menciptakan dunia dengan martabat dan tanggung jawab yang sesungguhnya."
*Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil- Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dipermuliakan-Nya."(Roma 8:28-30)
"Seluruh garis waktu keselamatan kita sejak sebelum penciptaan hingga pemuliaan berjalan sesuai "rencana Allah". Setiap orang yang dipilih-Nya (Roma 11:2) yaitu Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya dan telah ditentukan, juga setiap orang yang ditentukan akhirnya dipermuliakan. Tidak ada orang yang dapat menyimpang dari sistem ini."
"Tampaknya semua semakin jelas QoY. Keselamatan itu harus terus dikerjakan (dijaga), umpan balik dari keselamatan itu terus bertumbuh, dan seseorang bisa kehilangan keselamatan jika ia mengeraskan hatinya terhadap tuntunan Roh Kudus dalam hidupnya. Karena Roh Kuduslah yang telah memberikan METERAI keselamatan ."(II Kor 1:22, Ef 1:13, 4:30)
"Ya Nguzzh, kita adalah seorang Classifier yang bertanggung jawab atas nilai-nilai kehidupan kita seturut Roh Kudus. Jadi iman itu HARUS diikuti dengan perbuatan, dan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,karena kalau soal iman; iblis pun juga mempercayai hal yang sama."
*Yakobus
2:19 Kalian percaya bahwa Allah hanya satu, bukan? Nah, roh-roh jahat pun percaya dan mereka gemetar ketakutan!
2:20 Kalian bodoh sekali! Apakah perlu dibuktikan kepadamu bahwa tidak ada gunanya mempunyai iman tanpa perbuatan?
2:21 Lihat saja Abraham nenek moyang kita. Ia diterima baik oleh Allah karena perbuatannya, yaitu pada waktu ia mempersembahkan Ishak, anaknya, kepada Allah di atas mezbah.
2:22 Di sini jelaslah bahwa iman harus ditunjukkan dengan perbuatan supaya menjadi SEMPURNA.
"Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati(Yak 2:17).Seseorang diselamatkan karena dia percaya akan anugrah Allah. Jadi hidup rohani seseorang itu dimulai dengan beriman lalu disertai perbuatan.
Salah satu perbuatan yang harus di lakukan orang percaya sesudah dia beriman adalah menerima baptisan air. Inilah perbuatan yang merupakan salah satu bukti bahwa orang tersebut percaya. Perbuatan berikutnya adalah mematuhi perintah Allah. Nah perintah Allah yang mana? Kalau di perjanjian baru maka perintah Allah ini sudah diringkas oleh Yesus menjadi hukum Kasih:
*Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."(Mat 22:37-40)
*I Tes
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
Jadi jelas sudah Nguzzh; Once Save Always Save AS LONG AS WE WALK WITH THE HOLY SPIRIT."
"Amin QoY..."
*I Tes
5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
Semoga menjadi berkat
Syallom_El Shadday