Adam and EveTulisan ini akan "menelanjangi" strategi iblis dari permulaan zaman sampai kepada detik ini. Disinilah terdapat fondasi dasar pola permainan kehidupan manusia dalam menjalani hidupnya beserta lika-liku misterinya.

Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena memakan buah terlarang, bisa diperkirakan terdapat ribuan bahkan jutaan tahun terdapat waktu jeda mulai dari mereka ada, sampai akhirnya mereka jatuh karena disesatkan iblis.

Yang membuat mereka jatuh adalah ular, ular adalah binatang yang paling cerdik dari semua binatang yang ada. Ular dipakai iblis untuk menjalankan misinya menyesatkan manusia.

Lucifer dan pengikutnya yakni 1/3 malaikat dibuang ke bumi, jadi mereka berada dibumi. Lalu iblis terus menerus mengamati kedua manusia Taman Eden tersebut, begitu lama dan TELITI iblis mempelajari ciptaan ALLAH yang paling sempurna itu.

EUREKA.. ternyata iblis sadar kalau manusia punya kelemahan.

Iblis (dalam skala probabilitas) sangat mungkin pernah mencoba membujuk Adam untuk makan buah terlarang. Sehingga iblis mengerti kalau Adam TEGAS dalam menolak rayuan iblis, tapi lemah dengan rayuan wanita.
Jelaslah mengapa iblis tidak mengajak Adam melainkan Hawa. Kemudian iblis merayu Hawa, iblis sadar kalau perempuan mudah tergoda dengan keindahan.

~ Strategi Iblis

Bisa jadi; iblis sering ngerumpi bersama Hawa, bahkan iblis bisa dibilang bagai serigala alim berbulu domba. Dari hari ke hari ia mengadakan pendekatan secara hati ke hati (perasaan), melakukan TRUST INVESTMENT.

Karena manusia itu terdiri atas pikiran, perasaan dan kehendak. Kemungkinan besar Hawa sudah sering menolak ajakan iblis untuk memakan buah terlarang. Tapi ada saatnya Hawa tergoda dan lebih condong yakin kepada iblis daripada mandat Tuhan.

TAPI bukan itu saja inti masalahnya.

Sebelumnya Adam dan Hawa bisa dikatakan anak yang penurut sekali, tidak peduli dengan buah dari pohon baik dan jahat. Bahkan tidak mau menoleh atau bermain-main di dekatnya. Tetapi iblis mengajaknya untuk melihat. Aksi pertama Hawa sebelum jatuh: Ikut.

Kemudian iblis memakai taktik pembuktian terbalik. Nah, iblis berkata; "semua buah di taman ini tidak boleh kamu makan bukan ?" Iblis membiarkan dirinya terlihat "bodoh" dihadapan Hawa, sehingga Hawa menjadi terlihat lebih superior.

Dalam hidup ini manusia dimanapun selalu menyukai 3P yakni; Penerimaan,Persetujuan, dan Penghargaan. Dalam hal ini Hawa diberi kesempatan oleh iblis untuk "membantu" iblis menunjukan pengetahuannya.
Jelas Hawa bersemangat. Aku kan pemelihara Taman ini. Mungkin begitu pikir Hawa. Lalu Hawa menjelaskan secara JELAS kenapa ia dan Adam tidak mau makan buah itu.

Lalu iblis yang "bodoh" menjawab dengan MANTAP; "Itu tidak benar; kalian tidak akan mati."Dalam sekejap si iblis ”bodoh“ menjadi sosok penipu yang berkharisma tinggi. Lalu memberikan penjelasan yang membuat Hawa merasa telah ditipu oleh ALLAH.

Begini katanya;"Allah mengatakan itu karena dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka; kalian akan menjadi seperti Allah dan mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat."

~Analisa Kasus
Lihat perbedaan cara iblis memberi informasi sesat dibanding TUHAN dalam memberikan informasi larangan pada Adam.

1. ALLAH berkata;"Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga."

***

Mati?? Adam dan Hawa sama sekali tidak mengerti konsep mengenai kematian. Karena disurga tidak berlaku kematian. Mati adalah sesuatu yang misterius bagi mereka. Mereka tidak memakan buah pohon baik dan jahat karena TUHAN MELARANG mereka memakan ataupun menyentuhnya, dan mereka melakukannya atas dasar PATUH SAJA.

2. Nah, lihat apa yang iblis lakukan, iblis melakukan manipulasi pengertian kepada Hawa. Iblis menjelaskan hal yang sudah DIPAHAMI oleh Hawa, karena itu Hawa lebih diyakinkan dengan perkataan iblis, iblis mengajak Hawa menjadi seperti ALLAH, bukankah ini sama seperti kejatuhan lucifer yang hendak MENYAMAI yang Mahatinggi. Terdapat persamaan antara Hawa dan lusifer, mereka sama-sama ingin SEPERTI Allah, dan mereka JATUH.

Jadi iblis meyakinkan Hawa kalau ada perbedaan mendasar yang tidak dimiliki Hawa dan TUHAN, walaupun Hawa tidak tahu apa itu beda jahat-baik. TAPI iblis memberikan SOLUSI, nah terlihat disini iblis terlihat begitu "manis" seakan-akan ia mampu menolong Hawa. Dan Hawa mungkin berpikir APA SALAHNYA jika ia sama seperti Allah, toh bukan hal yang buruk.

Dengan kata lain, setelah mendengar penjelasan sesat iblis dan KONSEKUENSINYA yang dirasa aman, mungkin Hawa menganggap kalau perintah TUHAN tidak logis, dan penjelasan iblislah yang lebih LOGIS.

*Kejadian
3:6. Perempuan itu melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya nampaknya enak untuk dimakan. Dan ia berpikir alangkah baiknya jika dia menjadi arif. Sebab itu ia memetik buah pohon itu, lalu memakannya, dan memberi juga kepada suaminya, dan suaminya pun memakannya.

Kemudian terjadilah praktek hukum kekekalan momentum (hukum fisika), dimana Hawa melihat buah yang baik dan yang jahat itu menarik, indah, dan sedap dimakan, kemudian langsung take action memetik buah tersebut. Kenapa TUHAN bilang jangan makan ataupun sentuh (raba) buah itu, karena ada hukum kekekalan momentum.

Hawa terpesona dengan keindahan dari buah tersebut. Wanita lemah akan pesona keindahan, sama seperti istri Lot yang menoleh ke belakang, demikian juga dengan Delila "matre" yang mengkhianati Simson yang juga JATUH dirayu wanita.

Laki-laki lemah dengan rayuan dan kecantikan wanita, bisa terlihat tanpa basa-basi Adam langsung ikut makan. Tapi mungkin juga Adam berpikir demikian; Hawa memetik(menyentuh) tapi tidak terjadi apa-apa, maka ia yakin kalau memakannya juga tidak terjadi masalah.

Jadi Adam juga tertipu iblis melalui Hawa, atau parahnya lagi juga menganggap TUHAN berbohong, toh buktinya istriku sudah menyentuhnya dan it's FINE. Mungkin begitu pikirnya.

ZZZappp!! dalam sekejap mereka langsung sadar kalau mereka telanjang.

~Human Nature

Lalu kita mulai melihat fase saling mengkambing-hitamkan mulai dari Adam>Hawa>Ular, kemungkinan Hawa membawa buah tersebut pada Adam, sehingga Adam tidak tahu kalau iblis yang membujuk Hawa, maka dari itu mereka tidak sepakat menuduh si ular SAJA.
Tapi si ular tidak bisa mengkambing-hitamkan siapa-siapa lagi. Karena memang semua penyesatan berpusat darinya, ialah sang iblis sebagai penyesat kasta tertinggi semesta. Demikian ayatnya:

*Yoh.
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Lihat kata PEMBUNUH manusia, dan bandingkan dengan MATI pada tragedi Taman Eden dalam kitab Kejadian

jadi jelaslah kalau Ular sang penggoda adalah IBLIS.
Tapi Adam dan Hawa sadar kalau mereka SALAH dengan logika mereka, setelah TERBUKTI mereka merasa telanjang dan takut. Inilah naluri manusia untuk coba-coba, naluri PENASARAN.

Iblis melakukan penyesatan, karena iblis melihat ada CELAH yang menjadi kelemahan manusia yaitu dari PIKIRANNYA, dan hal ini berlaku universal baik Pria maupun Wanita.

Adam-Hawa nekad mengandalkan logika mereka sendiri, padahal mereka punya KESEMPATAN minta penjelasan lebih lanjut terlebih DAHULU kepada TUHAN, tapi mereka tidak melakukannya. Karena mereka (mungkin) menganggap Allah lah yang menipu mereka.

iblis begitu licik, begitu culas dan juga lihai.

Kesimpulan
Apa yang terjadi pada Adam dan Hawa masih menjadi suatu representatif dan gambaran kelemahan manusia sepanjang zaman, pikiran mereka membuat mereka buta, nekad, bahkan menyalahkan Tuhan.

Mereka dikendalikan dan dikuasai EGO (Edging God Out) mereka, lihat bagaimana Hawa merasa dirinya sebagai pemelihara Taman tergoda untuk menunjukan kebolehannya pada ular. Hawa ingin dipuji oleh iblis, teman ngerumpinya yang mungkin sering memuji (sehingga iblis menjadi sadar kelemahan Hawa dan memanfaatkannya).Bukankah biasa kita ketahui jika wanita "lemah" di telinga dan pria "lemah" di mata. Hati-hati dengan pikiran anda sendiri, iblis hanyalah sekedar penggoda dan perayu, anda lah yang melakukan EKSEKUSI TOTAL, ingat selalu BUKAN iblis yang memetikan buah itu dan menyuapkannya ke Hawa.

*I.Pet

5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Jadi hal ini berlaku Universal.

FIRMAN TUHAN adalah senjata paling ampuh menghadapi iblis, jangan berpegang pada pengertianmu sendiri. Yesus sudah memberikan buktinya saat dicobai dipadang gurun. Begitu juga Adam-Hawa, sudah menjadi pelajaran, mereka tersesat karena mengandalkan pemahaman sendiri.
Mereka tidak sabar untuk memberikan TUHAN; RUANG dan WAKTU sehingga dapat menuntun mereka lebih lanjut.

Semoga menjadi berkat.
El Shadday