Banyak orang sering bertanya, apakah maksud dari "menyembah dalam Roh dan dalam Kebenaran ?" melakukan penyembahan adalah sebuah jantung dari kepercayaan. Kepercayaan terhadap subyek yang mereka sembah. Saat kita berbicara mengenai agama secara umum kita juga akan berbicara mengenai penyembahan. Bagaimanakah konsep penyembahan yang benar berdasarkan ALKITAB ?
Pada zaman perjanjian lama banyak orang melakukan penyembahan kepada Allah dengan cara-cara yang dinilai secara fisik, yakni mereka yang melakukan penyembahan dengan menitikberatkan pada sisi jasmaniah, ada tata cara dan aturan yang ketat dan mengikat sebagai syarat untuk dapat datang kepada Allah. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat datang kepada Allah, pada bangsa Israel biasanya diwakilkan dari kaum Lewi, yang biasa disebut para imam.
Tetapi setelah Yesus sang Mesias datang, dan menjadi penebus dosa dunia, Ia mendamaikan hubungan ALLAH dengan manusia, yang secara simbolik dinyatakan saat tabir bait suci terbelah dua. Maka semua orang bisa datang kepada BAPA, semua orang menjadi layak datang kepada BAPA karena darah Yesus, pada zaman perjanjian lama dibutuhkan korban dengan kualitas dan syarat yang paling baik agar manusia bisa layak dihadapan ALLAH.
>> Tetapi waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa dengan kuasa Roh Allah orang-orang akan menyembah Bapa sebagai Allah yang benar seperti yang diinginkan Bapa. Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat menyembah Bapa sebagaimana Ia ada."(Yoh.4:23-24)
Menyembah dalam Roh dan Kebenaran, menyembah dalam Roh adalah suatu penyembahan yang sangat spiritual, bukan fisikal. Bukan dengan lokasi, alat, arah atau jam tertentu, tetapi DIMANA SAJA dan KAPAN SAJA. Itulah menyembah dalam Roh, dan dalam Kebenaran adalah Kebenaran Kristus serta sikap hidup yang berkenan kepada BAPA dan hal itu semua sudah kita peroleh via Penebusan Kristus
Menyembahlah dengan hati yang tulus, dan dengan sikap hidup yang benar dan berkenan
>> Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.(Roma12:1.)
Ada penyembahan-penyembahan yang digambarkan secara fisikal sekali ini adalah bentuk Penyembahan dengan Menyiksa Diri
>> Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.(Kol.2:20-23)
Adapun penyembahan secara tidak layak adalah demikian:
>>Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan (Yesaya 29:13)
Praktek Penyembahan yang sejati, adalah dengan menjaga kekudusan bait ALLAH, yakni tubuh setiap orang percaya yang biasa disebut juga dengan Gereja (secara rohani)
>>Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?(I Kor. 3:16)
>>Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.(EF. 2:22)
Jadi ada 3 poin kunci pada ayat (Yoh 4:23-24)
1. Menyembah "tanpa batas" dan non fisikal (Roh), karena tolok ukurnya berdasarkan ketulusan hati.
2. Menyembah setelah dikuduskan yakni via penebusan Kristus (Tobat)
3. Menyembah dengan menjaga kekudusan tubuh, sebagai bait ALLAH
Bless U ALL in-Christ