Allah yang kita sembah adalah yang tidak melampaui.

         Manusia dan malaikat diciptakan dengan kepribadian. Kepribadian ini diberikan oleh Allah kepada ciptaan untuk dapat mengenal Allah.

        Salah satu sifat Allah adalah tidak melampaui, baik itu doa, keinginan, iman, dll.

       Banyak orang Kristen masa kini berpikir mengapa Allah tidak melarang Hawa untuk makan buah. Dan mengapa Iblis yang sudah merosot itu tidak langsung dihukum.

       Semua itu adalah pandangan Humanisme. Pandangan yang berpusat kepada manusia.

       Kita harus berpusat kepada Allah. Segala sesuatu diciptakan oleh, bagi dan untuk Allah. Semua harus berpusat pada Allah.

       Jika kita baca firman tanpa berpusat pada Allah maka celakalah kita!!!

       Allah adalah yang paling mengasihi diri-Nya sendiri.

      Allah menciptakan sorga untuk diri-Nya sendiri. Pandangan humanisme mengatakan bahwa Allah menciptakan sorga dan angkasa untuk manusia.

       Allah menciptakan sorga dan mewariskan sorga kepada Anak-Nya.

     Sewaktu Lucifer merosot dan dibuang ke angkasa, mereka berpikir mengapa Iblis tidak langsung dibinasakan?

      Apa konsekuensinya jika langsung dibinasakan? Allah adalah yang tidak adil.

   Allah adalah yang bertindak sepihak.

        Jika Iblis langsung dibinasakan maka angkasa tidak akan pernah ada dan manusia, saudara dan saya tidak akan pernah ada di angkasa ini.

      Apakah Allah tidak tahu Iblis akan merosot? Tahu , tetapi mengapa dibiarkan?

      Karena Allah adalah HUKUM dan Allah menghakimi Iblis dengan hukum.

       Kapan kita tahu bahwa Allah mengahikimi Iblis? Pada waktu pencobaan di padang gurun. Disinilah Allah baru tahu bahwa Iblis ingin memiliki nama Allah juga. Maka ditetapkan bahwa Iblis ingin menjadi Allah.

     Iblis merosot dan dibuang dari Sorga ke angkasa. Manusia diciptakan oleh Allah di angkasa sebagai jalan pembuka bagi kedatangan Anak Allah dan baru masuk ke angkasa 2000 tahun yang lalu untuk mati dan masuk ke tahta-Nya.

      Iblis mengganggu manusia yang punya roh supaya manusia yang punya roh itu juga ikut bersama dia karena cemburu kepada manusia yang menjadi obyek kasih Allah.

       Iblis menggoda Hawa dan makan buah itu.

      Bagaimana jika tidak makan?

       Orang Kristen menyalahkan nenek moyang Adam dan Hawa, Mengapa mereka makan buah itu , sehingga menyebabkan manusia berdosa.

     Itulah pandangan Humanisme yang berpusat pada manusia.

     Allah memiliki rencana.

     Kita sebagai manusia yang berpusat kepada Allah harus mendorong Hawa supaya dia makan buah itu.

     Seperti Yesus yang akan mati di kayu salib, jangan kita tangisi dan mengasihani Yesus tetapi kita harus membantu mengangkat kayu salibnya seperti Simon orang Kirene itu. Kita harus dorong Yesus dan memberi tepuk tangan kepada Yesus dan memberi semangat kepada Yesus supaya Dia mati di kayu salib.

      Banyak orang yang sedih, geram dan kasihan sewaktu mereka menonton film The Passion, mereka marah dan sedih dan mengasihani Yesus Tuhan mereka tetapi Yesus katakan apa : Jangan tangisi Aku tetapi tangisi kematianmu dan anak-anakmu Lukas 23:27-28.

      Kalau Yesus tidak mati di salib sebagai seorang penjahat, maka tidak ada curahan darah, kalau tidak ada curahan darah roh jiwa kita akan binasa.

     Karena buah itu adalah jebakan dari Allah kepada Iblis. Jika makan maka dipastikan bahwa Anak-nya harus datang dan mati dengan curahkan darah.

     Makan atau tidak makan buah itu Anak harus datang.

       Tetapi akan ada bedanya...

       Jika Hawa tidak makan maka Anak akan tetap datang tetapi tidak akan mati di salib tetapi akan mati dengan genap usia 120 tahun dan tidak ada curahan darah dan manusia tidak akan ada keselamatan.

       Jika makan maka Anak Manusia itu akan ditetapkan untuk mati dengan mencurahkan darah dan kita akan terima darah Yesus dan kita juga akan menjadi ahli waris.

     Oleh sebab itu Alkitab adalah buku yang berpusat pada Allah. Jangan kita cari cari ayat untuk mencocok-cocokan dengan keadaan dan keuntungan bagi diri kita karena kita tahu bahwa kita pasti mati dan apakah upah yang sudah kita peroleh untuk menghadap Allah.

      Selama roh jiwa kita masih ada di dalam tubuh dan kita masih berada di angkasa kita harus bekerja dengan segenap kekuatan untuk upah roh jiwa kita karena setelah di sorga yang ada hanya PENGHAKIMAN.