1 Petrus 3:15
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.
Filipi 1:15
Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
Filipi 1:18
Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
“Kontradiksi” Alkitab dan bagian Alkitab yang sulit dipahami bukanlah hal yang baru bagi para Apologis (Pembela iman) Kristen maupun bagi pengkritik Kekristenan dari kaum non-Kristen dan atheis. Alkitab dari dulu memang selalu terus-menerus diserang. Dan apapun yang dikatakan kontradiksi tersebut sebenarnya sudah dijawab (1 Petrus 3:15):
Sebagai anak Tuhan, kewajiban kita untuk menjelaskannya, dengan lemah lembut, bukankah dengan demikian Injil tetap diberitakan walaupun dengan maksud jahat, marilah kita tetap bersuka cita.
Menurut pendapat salah satu pakar Alkitab Josh McDowell : "Alkitab dapat dipercaya dan memiliki kejujuran secara historis".
KONTRADIKSI DALAM PERJANJIAN BARU (PB)
1) IBRANI 7:3 VS TRITUNGGAL.
Dalam Ibrani, Paulus berkata, "Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya". Jika kita terjemahkan pernyataan Paulus tersebut--yang ditujukan kepada orang-orang Ibrani--, maka akan didapat persamaan, Melkisedek = Anak Allah = Yesus. Oleh karena Yesus = Allah = Roh Kudus, maka Melkisedek = Yesus = Allah = Roh Kudus = Caturtunggal atau Tritunggal plus Melkisedek. Sayangnya, tak seorang Kristen pun yang menuhankan Melkisedek padahal notabene sejajar/sederajat dengan Yesus.
JAWAB :
ALKITAB LAI TB Ibrani 7:3
Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
ALKITAB LAI BIS
Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.
NASB Without father, without mother, without genealogy, having neither beginning of days nor end of life, but made like the Son of God, he remains a priest perpetually.
NIV Without father or mother, without genealogy, without beginning of days or end of life, like the Son of God he remains a priest forever.
Melkisedek adalah Tipologi dari Yesus Kristus namun ia sendiri bukanlah Yesus Kristus atau Allah Anak dalam bentuk Theofani. Melkisedek adalah Imam dan Raja Salem, Yesus Kristus adalah Nabi, Imam dan Raja. Mengenai Melkisedek, Ibrani mengatakan bahwa tidak ada keterangan mengenai silsilah ayah dan ibunya. Tidak ada catatan tentang silsilah Melkisedek. Ingatlah bahwa Melkisedek hidup pada masa Abraham, jadi sebelum ada bangsa Israel yang biasanya mencatat silsilah bangsa mereka. Melkisedek bukan bangsa dan keturunan Israel maupun Abraham. Melkisedek. Melkisedek bukan bangsa Israel (meskipun kemungkinan besar ia orang "Sem" atau bangsa/ras "semitik" menurut adanya penemuan Tablet Amarna), maka ia tidak harus mempunyai kebiasaan seperti orang Israel yang menulis silsilahnya. Melkisedek sezaman dengan Abraham sedangkan Israel adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham. Disamping itu, tidak ada rujukan dalam PL yang menyatakan bahwa Melkisedek adalah Allah. Beberapa kalangan Kristiani biasanya 'bingung' dengan ayat dalam Kitab Ibrani ini sehingga menduga Melkisedek itu titisan Allah atau bahkan Melkisedek itu sama dengan Allah.
Jadi Melkisedek adalah manusia biasa, bukan Yesus Kristus, ataupun jelmaan Yesus Kristus. Apa yang ditulis dalam Kitab Ibrani itu adalah mengenai : TIPOLOGI (Perlambangan) KEIMAMAN MELKISEDEK menggambarkan KEIMAMAN TUHAN YESUS KRISTUS yang menjadi Imam Besar pengantara Allah dan Manusia berdosa. (Baca Pesona Alkitab, Andi Offset, p 33-42). Jadi tidak ada istilah Caturtunggal.