Percaya
bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami
mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil
(Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya. Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).

Percaya bahwa Tuhan semua agama, TIDAK SAMA. Yesus semua agama TIDAK SAMA, sehingga setiap orang patut tahu Tuhan mana yg anda percayai dan Yesus mana yang anda Percayai.

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).

Percaya bahwa Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa,
misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll.
Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan
Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal
lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias
bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan
Menjadi Berkat bagi sesama.
Mat 6:33, I Tim 6:10

Percaya bahwa TIDAK setiap/semua Doa PASTI dikabulkan Tuhan sama seperti kita percaya bahwa tidak semua (Penyakit) orang disembuhkan Tuhan.

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran
Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan
konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja
menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya
yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS
EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua
gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan
indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK. Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan
Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**

**Keterangan:

** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul
pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat
dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal
yang sama.

But
until the time of the Council of Nicen there does not appear to have
been any one particular creed which prevailed universally, in exactly
the same words, and commended by the same universal authority

(Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature,
John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House,
1981, Vol II, p 559)

Kutipan
tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang
digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja
Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili
sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul.
Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang
terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus
dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia
bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

http://kristenfundamental.co.cc/