Baptisan adalahtopik yang sudah banyak dibahas. Namun demikian tentu tidak ada larangan untukmembahasnya lagi terutama karena topik ini membawa pengaruh yang sangat besar,karena dihubungkannya oleh kelompok tertentu dengan keselamatan. Sehinggatimbul perdebatan tentang posisi baptisan dalam keselamatan jiwa kita.
APAKAH BAPTISAN MENYELAMATKAN?
Jawaban terhadappertanyaan di atas sangat mempengaruhi kondisi keselamatan seseorang termasukjuga kondisi gereja yang mengajarkannya. Sesungguhnya tidak ada satu ayat punyang mendukung konsep dibutuhkannya baptisan dalam keselamatan jiwa kita. Jelassekali bahwa kita diselamatkan dengan iman yang didahului atau bersamaan denganpertobatan (Ef.2:8-9).
Manusia berdosatidak bisa pergi ke Sorga karena Allah selain mahakasih, Ia juga mahasuci danmahaadil. Ia tidak dapat menyangkal diriNya, sebab itu tidak mungkin hanyakarena salah satu sifatNya “kasih” lalu orang berdosa bisa menghampiri diriNyatanpa terhalangi oleh sifat lainnya yaitu mahasuci dan mahaadil. Itulah sebabnyasatu-satunya jalan penyelesaian dosa manusia ialah melalui penghukuman. Danuntuk itulah maksud kedatangan Yesus dan penyalibanNya di kayu salib.Penyaliban Kristus adalah penghukuman atas dosa seisi dunia.
Kita diselamatkanhanya melalui bertobat dan percaya bahwa penghukuman Yesus adalah penghukumanatas semua dosa kita. Yesus menggantikan saya dihukumkan atas semua dosa saya,dan kini saya hidup bagi-Nya.Tidak boleh ditambah dengan apapun.
Jika diperlukanbaptisan untuk memastikan seseorang masuk Sorga, maka jasa seorang“pendeta”untuk memasukkan orang ke Sorga akan sangat besar. Dan akan banyak sekali orangyang berakhir di Neraka karena pendeta terlalu sibuk, atau ia bertobat hariSenin dan mati hari Sabtu sebelum sempat dibaptis pada hari Minggu. Jadi,pembaca bisa berpikir bahwa konsep dibutuhkan baptisan untuk masuk Sorga itubukan hanya tidak alkitabiah bahkan tidak masuk akal.
UNTUK APA DIBAPTIS?
Kalau baptisantidak dibutuhkan untuk masuk Sorga, lalu mengapa kita membaptis orang? Pertama,baptisan adalah salah satu dari dua upacara simbolik yang diperintahkan kepadaJemaat Perjanjian Baru. Yang pertama adalah Baptisan dan yang kedua adalah PerjamuanTuhan. Posisi kedua upacara simbolik tersebut sama dengan upacara simbolikPerjanjian Lama. Bedanya hanya, upacara simbolik PL menunjuk ke depan dan upacarasimbolik PB menunjuk ke belakang. Upacara simbolik PL yang menunjuk ke depan telahselesai tugasnya sejak yang ditunjuk tiba. Kini fungsinya digantikan denganupacara simbolik PB yang sifatnya menunjuk ke belakang. Penyembelihan dombaberfungsi mengingatkan akan Juruselamat yang sedang dijanjikan. SedangkanBaptisan berfungsi mengingatkan akan Juruselamat yang telah dihukumkan.
Jadi, kelompok yangtidak membaptis (Quaker, dan Hyperdispensationalisme,dll.)melakukan kesalahan yang sangat besar. Tindakan mereka sama persis dengantindakan orang PL yang tidak mempersembahkan domba bakaran. Korban domba adalahupacara simbolik PL yang Allah perintahkan demi mengingat pada janji Allahuntuk mengirim Juruselamat. Sedangkan baptisan adalah upacara simbolik yangAllah perintahkan kepada jemaat PB untuk mengingat pada Juruselamat yang telahmati, dikuburkan, dan bangkit dari kematian. Jadi, korban domba dan pembaptisanadalah upacara yang sebanding.
Gereja yangmengajarkan bahwa baptisan telah ditiadakan bisa dilihat sebagai gereja yangtelah salah menafsirkan perintah Tuhan, atau lebih buruk daripada itu, telahdihasut untuk menyimpang dari kebenaran, yaitu tidak melakukan upacara simbolikyang sangat penting yang dikhususkan untuk mengingat pada peristiwapenyelamatan yang sangat agung itu. Jemaat PB yang meniadakan baptisan itu samaseperti orang di zaman PL yang meniadakan korban domba. Setiap kali mereka yangdi zaman PL lalai dalam mempersembahkan korban domba, Tuhan marah sekali kepadamereka. Karena jika kelalaian itu diteruskan, maka setelah melalui perjalananwaktu yang panjang, janji pengiriman Juruselamat akan perlahan-lahanterlupakan. Biasanya sebelum iblis menyerang titik sasaran, ia akan berputar-putardulu di pinggiran sasaran. Jadi, sebelum menyimpangkan inti doktrinkeselamatan, iblis menghasut agar upacara yang menggambarkan prosespenyelamatan ditiadakan sehingga ketepatan doktrin keselamatan dapatpelan-pelan digesernya. Dengan kata lain, sebelum menyerang orangnya, fotonyaditurunkan dulu.
Jangan melihatsepele kesalahan gereja yang meniadakan acara pembaptisan. Pada zaman PL, yaitupada zaman Nuh, manusia meniadakan upacara korban domba, dan hasilnya ialahsecara doktrinal mereka sesat dan secara moral mereka menjadi bejat. SetelahNuh, satu-satunya orang yang masih ingat dan melaksanakan upacara simbolik yang Tuhanperintahkan, terapung-apung hampir satu tahun dan kemudian ia mendarat, halpertama yang dilakukannya ialah mempersembahkan korban domba (Kej.8:20-21).Allah bergembira atas dipersembahkannya kembali upacara simbolik yang telahterlupakan.
Pada zaman PL iblisberulang-ulang menghasut manusia untuk melupakan atau meniadakan upacara korbandomba yang diperintahkan untuk mengingat akan janji Allah, dan menggambarkanpenghukuman Sang Juruselamat yang masih jauh di depan. Pada zaman PB Allahperintahkan agar jemaat lokal akitabiah melaksanakan upacara simbolik yangsifatnya mengingatkan pada setiap orang tentang kebenaran Sang Juruselamat yangtelah mati dan dikuburkan demi dosa kita serta bangkit dari kematian untukpembenaran kita. Baptisan adalah foto tentang kematian dan kebangkitan Kristusdemi kita.
Iblis berusahamenghasut agar pemimpin gereja menafsirkan bahwa baptisan telah ditiadakansehingga gereja tidak melaksanakan lagi pembaptisan, yang dapat disamakandengan penurunan foto tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Jadipeniadaan acara pembaptisan adalah kesalahan yang sangat-sangat besar.
Bagi yang ngotottetap melaksanakan pembaptisan, iblis berusaha menghasut pemimpin gerejatertentu untuk mengganti foto itu dengan foto lain. Pembaptisan yang seharusnyamasuk ke dalam air, diubah menjadi sekedar dipercikkan dengan beberapa tetesair. Ini adalah tindakan pembangkangan yang tidak disadari atau memang sangatdisadari.
BAGAIMANA DENGAN IKOR.1:17?
Di dalam I Kor.1:17dikatakan bahwa Kristus tidak mengutus Paulus untuk membaptis tetapi untukmemberitakan Injil. Namun pada beberapa ayat sebelumnya ia mengakui telahmembaptis beberapa orang dalam jemaat Korintus. Dan perlu diingat bahwa surat IKorintus ini ditulis dari Efesus, dimana rasul Paulus di situ kemudian membaptis12 orang lagi (Kis.19:7). Kalau seseorang membaca ayat tersebut di atas denganteliti maka akan tahu rasul Paulus sama sekali tidak mengatakan bahwa tidak adaupacara baptisan lagi, melainkan ia tidak diutus untuk membaptis, atau yangbetanggung jawab untuk membaptis. Betul sekali bahwa ia tidak diutus untukmembaptis melainkan sebagai pionir untuk memberitakan Injil, atau untuk membangunjemaat. Itulah sebabnya ia tidak membaptis semua orang yang percaya, melainkanorang-orang pionir saja. Sesudah ditetapkan seorang gembala di jemaat yang terbentuk, makaselanjutnya gembala itulah yang membaptis orang.
Menasfsirkan secarahyper-dispensational bahwa masapembaptisan sudah selesai adalah sistem penafsiran yang keliru. Untuk membagimasa dispensasi tentu harus ada aturannya. Untuk membedakan satu dispensasizaman dengan yang lain, harus ada halhal khusus yang tidak terdapat pada zamanyang lain. Paulus tidak pernah meniadakan baptisan, buktinya sesudah membaptis orangdi Korintus, kemudian ia membaptis orang lagi di Efesus. Ia hanya berkata bahwaia tidak diutus untuk membaptis, ia adalah rasul, bukan gembala. Gembala Jemaatadalah jabatan yang khusus bertanggung jawab atas pembaptisan.
Paulus membaptisbeberapa orang Korintus atas otoritas jemaat Anthiokia yang mengutus dia.Setelah ada orang yang telah dibaptiskan di Korintus, berarti di Korintus berdirijemaat Korintus. Selanjutnya, Gembala jemaat Korintuslah yang membaptisorang-orang yang percaya kemudian atas otoritas jemaat Korintus. Sama sekalitidak benar jika dikatakan bahwa Paulus menghentikan praktek pembaptisan.
Dari Kisah ParaRasul kita tahu bahwa Paulus lebih dulu tiba di Korintus (ps.18) baru kemudianke Efesus (ps.19), dan di Efesus Paulus kemudian membaptis 12 orang lagi(Kis.19:7). Dan kita juga tahu bahwa Surat Korintus ditulis dari Efesus (IKor.16:8-9,19), di rumah Kloe (I Kor.1:11), sekitar tahun 55 AD. Enam tahunkemudian ketika ia menulis surat Efesus dari penjara di kota Roma, sekitartahun 60-61 AD, ia masih menyinggung tentang baptisan (Ef.4:5), tidakmelikuidasinya.
Setiap orangKristen yang tadinya percaya bahwa baptisan telah ditiadakan harus segerabertobat dan melaksanakan baptisan dengan benar. Jika pemimpin gereja terlalukeras kepala dan demi gengsi tidak peduli pada kebenaran yang alkitabiah, tentuanggota jemaat yang tidak mau terlibat pada kesalahan yang sangat besar ituharus ambil tindakan. Keluar dari gereja yang berusaha menurunkan foto tentangkematian dan kebangkitan Kristus itu.
BAPTISAN ALKITABIAH
Baptisan yang alkitabiah harus memenuhi tiga syarat; (1) dilaksanakan terhadap orang yangTELAH DIBENARKAN, artinya orang yang telah dilahirkan kembali. Tidakdibenarkan sama sekali untuk membaptiskan bayi, atau orang dewasa yang belumpercaya. (2) Dilaksanakan dengan cara yang benar, yaitu dimasukkanke dalam air, bukan diteteskan atau dipercikkan air. Arti kata baptisoadalah masuk ke dalam air. Kalaudipercikkan air dalam bahasa Yunani ialah rantiso. (3) Dilaksanakanatas otoritas jemaat lokal yang benar(alkitabiah). Tidak dibenarkan untuk membaptis orang atas otoritas tokobuku, yayasan penginjilan atau bahkan sinode. Kita dibaptis atas otoritas jemaat lokal alkitabiah yang adalahtubuh Kristus. Dibaptiskan dalam namaTritunggal Allah, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Syarat pertama tentu orang yang akan dibaptis harus telahdilahirkan kembali, yaitu orang yang telah dibenarkan di dalam Yesus Kristus.Artinya orang tersebut telah bertobat dan percaya dengan segenap hati(Kis.8:37). Tentu ia harus telah dewasa karena sudahbisa memberi diri dibaptis. Orangyang belum bisa memberi diri dibaptis, masih dalam gendongan, belum layak untukdibaptis.
Sudah pasti harusdimasukkan ke dalam air, bukan ditetesi air. Kata baptiso artinya masukkedalam air. Kalau dipercik dengan air bahasa Yunaninya adalah rantiso. Jadi, kalau hanya ditetesi ataudiperciki air orang itu dirantis bukan dibaptis.
Syarat yang ketiga ialah dilaksanakan oleh gereja yangalkitabiah. Gereja yang tidak alkitabiah adalah gerejayang pengajaranpengajaran pentingnya telah menyimpang. Bisa jadi kesalahan dankesombongan manusia yang telah menyimpangkannya. Tetapi bisa juga karenapengaruh iblis melalui orang-orang yang disusupkan, sehingga memiliki pengaruhdi dalam gereja. Bagaimanakah cara memeriksa kondisi sebuah gereja?
Tiga doktrin utama, Keselamatan, Alkitab, dan Gereja,adalah doktrin yang sangat menentukan. Dalam Doktrin Keselamatan (Soteriology), harus murni diselamatkan dengan bertobat dan percaya. Tidak bolehditambah maupun dikurangi. Terjadi penambahan dan pengurangan juga dapatdilihat pada pelaksanaan doktrin gerejanya.
Doktrin Alkitab (Bibliology)Alkitab dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21 adalah satu-satunya firman Tuhan.Tidak boleh ditambahi maupun dikurangi. Artinya, tidak ada lagi prosespewahyuan dalam segala bentuknya setelah Alkitab selesai diwahyukan. Tidak adalagi karunia bernubuat dan berbahasa lidah karena baik nubuatan maupun bahasalidah adalah bentuk proses pewahyuan.
Dalam Doktrin Gereja (Ecclesiology),Tubuh Tuhan adalah jemaat lokal bukan seluruh kekristenan. Satu gereja lokal,adalah tubuh Tuhan Yesus, atau wakil Tuhan Yesus di wilayah tersebut. Gerejayang alkitabiah harus melaksanakan seluruh perintah Alkitab dengan penuh takutdan gentar kepada Tuhan.
Ketiga doktrinutama tersebut di atas jika ditafsirkan dan dijalankan dengan benar ia pastiharmonis. Contoh, kalau baptisan tidak menyelamatkan, maka orang yang sedangsakit tidak perlu dibaptiskan melainkan hanya perlu diberitakan Injil yangbenar. Salah satu cara menafsirkan Alkitab yang benar ialah, jika masih bisaditafsirkan secara literal, tidak boleh ditafsirkan secara alegorikal.Kesimpulan yang benar adalah yang tidak bertentangan dengan akal sehat, dandidasarkan pada keseluruhan ayat Alkitab, bukan sebagian apalagi hanya beberapaayat Alkitab. ***