Berjalan di dalam Kebenaran Tuhan

Kejadian
9:8-17, Mazmur 25:1-10, 1 Petrus 3:18-22, Markus 1:9-15

Bergumul
antara hendak melakukan yang benar atau yang tidak benar. Mana yang menjadi kawan
dan mana yang menjadi lawan, kelihatannya itu yang (antara lain) menjadi jiwa
para pemazmur. Sekitar 72 pasal dalam Mazmur (hampir setengah dari keseluruhan)
berbicara tentang bagaimana menghadapi “lawan”. Maksudnya, bagaimanakah agar
pada akhirnya “lawan” itu tidak menghancurkan diri sendiri dan juga tidak
merusakkan hubungan antara diri dengan Allah. Ini tetap aktual sampai sekarang,
karena bukankah manusia bergulat dengan hal yang demikian dalam keseharian
hidupnya? Dalam pergulatan menghadapi “lawan” itu, Daud sang pemazmur, telah
memilih. Pilihannya ialah memohon kekuatan dan perlindungan dari Allah.

Perlindungan
Allah nyata pada saat orang mau dilindungi Allah dan mengamini bahwa Firman-Nya
memang menyelamatkan dan benar adanya. Mazmur 119 dengan panjang lebar
mengungkapkan kebenaran ini. Tuntunan Allah ditemukan dalam wujud hikmat yang
akan dimiliki orang yang mempelajari Alkitab dengan benar. Saat hikmat itu
berbuah dalam tindakan ketaatan, Allah menyatakan perlindungan-Nya. Nuh dan
keluarga adalah yang pernah menikmati kebenaran ini. Pengetahuan, pendengaran
Nuh akan Firman Allah dilanjutkan dalam proses tindakan ketaatan. Oleh sebab
itu, pada saat kita diperhadapkan dengan beragam pilihan “jalan-jalan” di
tengah perjalanan kehidupan kita, Doa Daud ini, boleh dan layak menjadi doa
kita juga: Bawalah aku berjalan dalam
kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku,
Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:5)

 

***

 

Allah
selalu aktif. Kepedulian-Nya dari dahulu sampai selama-lamanya tetap sama yaitu
memberikan keselamatan. Dalam dan melalui Yesus Kristus, Allah membuka
kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk datang kepada-Nya. Syaratnya
sederhana, bertobat dan mengikuti jalan-Nya.

Yesus
Kristus tidak hanya menjadi jalan, kebenaran dan kehidupan. Lebih dari pada
itu, Ia bahkan telah mencontohkan bagaimana caranya berjalan di dalam kebenaran
itu bagi kita. Yesus solider dengan
manusia berdosa. Dengan memberikan diri dibaptis oleh Yohanes -yang waktu itu
menggaungkan berita pertobatan-, Yesus telah mengidentifikasikan diri dalam
posisi manusia yang membutuhkan rahmat Allah. Apa yang dilakukan Yesus ini, menjadi
tindakan percontohan dan pembelajaran bagi banyak orang pada waktu itu, dan saat
ini. Sebuah tindakan yang mau rendah hati, menuju kepada rahmat Allah yang
menyelamatkan. Tindakan yang seperti ini sungguh menyenangkan Allah.

Sebagai
Anak yang diperkenan Allah, Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa dalam
perjalanan kehidupan manusia, pencobaan dan pergumulan selalu ada. Tetapi pergulatan
itu bukan jalan buntu atau akhir. Pergulatan
dalam kehidupan seharusnya menjadi sarana memperkuat karakter diri dan belajar
banyak hal berharga yang membangun. Kehadiran Si Jahat dan apa-apa yang jahat,
tidak akan pernah langgeng manakala Firman Allah yang adalah kebenaran menjadi
tumpuan pijakan dan pegangan. Jika pergulatan melawan yang jahat itu berakhir
dalam kemenangan –seperti halnya yang terjadi dengan Yesus-, maka yang telah
menang itu dapat menjadi penolong yang otentik bagi yang sedang bergumul (Ibrani
4:15).

Itulah
(antara lain) kabar baik/Injil. Kristus nyata benar telah mematahkan kuasa dosa
dan memulai pemerintahan Allah di bumi. Kristus nyata benar, telah menjadi
pembebas yang membawa keadilan dan pengharapan untuk orang-orang yang hidup
dalam penindasan, kemiskinan dan tanpa pengharapan.

Pengikut
Kristus, melalui baptisan yang diterimanya, adalah orang-orang yang telah memutuskan
untuk mengidentifikasikan diri dengan Yesus Kristus. Baptisan menjadi simbol telah
terjadinya transformasi hati dari orang yang percaya akan kuasa pengurbanan diri
melalui salib dan kuasa kebangkitan Kristus (Roma 6:3-5; Galatia 3:27; Kolose 2:12).
Hidup yang telah mengalami transformasi hati itu, kemudian sepatutnya menjadi hidup
yang selalu mau berproses, berjalan di dalam kebenaran Tuhan.

mampir ke: http://www.essyeisen.com/

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Topic Blog: Kesaksian

Keywords Blog: berjalan, di dalam, kebenaran Tuhan

Comments

yang mana ?

ini ada 3 sabun mandi, yang mana kehendakNYA kupakai ?
aku ingin makan kerupuk dan pisang, apa sesuai kehendakNYA ?

aku ingin beli mininotebook lagi, apa sesuai kehendakNYA ?

Itulah indahnya!

Uang makan, anda memang nakal. Tetapi saya suka. Itu berarti anda memiliki "zeal" atau "hasrat" atau "passion" untuk memilih sebuah pilihan. Hasrat itu baru titik awal.
Proses berikutnya adalah pergulatan dan pergumulan. Ini dilalui Nuh, Daud, Yesus, Paulus, dan jemaat Tuhan di segala abad dan tempat. (tolong baca semua bagian bacaan Alkitab yang disarankan di awal tulisan). Proses ini berlangsung seumur hidup dan di situlah indahnya. Ada gejolak, penantian, kecewa, gembira, syukur, takjub.
Kita bertanya, Allah menjawab, melalui Firman-Nya (Yesus Kristus, Alkitab, pemberitaan Gereja.) Roh Kudus menolong orang percaya yang bergumul di dalam menerima Firman-Nya itu, untuk pada akhirnya tiba kepada kebenaran yang memerdekakannya.
Apa sih yang paling Allah kehendaki buat kita manusia? Di sepanjang kitab suci jelas terlihat: Manusia selamat! Manusia beroleh apa yang baik, sesuai dengan apa yang diinginkan Allah semenjak dahulu kala dan selama-lamanya.
Allah mengaruniakan akal budi dan kecerdasan untuk disyukuri dan digunakan. Apa semua hal boleh digumuli berdasarkan kehendak Allah? Boleh! Mengapa tidak? Tetapi itu dapat diumpamakan seseorang yang sudah dewasa, dan selalu saja bertanya pada orang tuanya "pak, bu saya mau pipis, boleh?" "Pak, bu, saya mau tidur, boleh?", "Pak, Bu, saya mau..ini, mau itu.. boleh?" Padahal pertimbangan itu dapat ia tempuh tanpa harus bertanya. Tetapi adakalanya seseorang juga butuh bertanya kepada orang tua dalam perkara yang sulit seperti "Pak, bu, saya sulit mencari solusi yang bagi masalah ini, dapatkan bpk, ibu, menolong saya?"
Tetapi biar begitu sudahlah saya akan menanggapi pertanyaan anda begini:
Kalau anda memakai salah satu atau semua sabun mandi itu, atau makan kerupuk atau pisang atau keduanya, beli mininotebook atau tidak itu, UJUNG-UJUNGNYA anda membenci Allah, membenci mausia (misalnya didapat dengan mencuri), membenci diri anda sendiri, bisa jadi anda ada dalam keadaan yang tidak "selamet",tidak damai,dan itu JAUH dari kehendak Allah.
Kata-Kata Paulus: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)
Kata-kata Yesus dari Injil Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

---

Kalau sempat silahkan mampir ke: essyeisen.com

"Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa."

iblis juga bisa

iblis juga bisa senyum sana sini, bicara baik & manis. YHWH juga bisa memusnahkan.