Redefinisi Makna Kekudusan—Sebuah saran dari Seorang Kristen yg Dikuduskan

ferian's picture

“Kudus” apa arti kata itu ditelinga anda sebagai orang Kristen?

Selama ini kita diajar bahwa kudus berarti “suci, tak bernoda, terpisah, tidak bercampur, tidak kompromi.”

 Defenisi diatas adalah benar, karena sebagai orang Kristen kita memang diajar tentang karakter Allah yang terpisah dari dunia dan memuntut kita untuk menjadi kudus sama seperti Allah adalah kudus (1 Pet. 116). Dan, sebagai orang Kristen kita diharapkan untuk hidup kudus, dan tidak kompromi dengan dunia ini. Tapi, benarkah “kudus” selalu berarti keterpisahan dari dunia dengan segala dosanya? Bolehkah kita sebagai orang Kristen mendefenisikan “kudus” dengan “keterlibatan (engagement)” kepada dunia?

Mungkin konsep ini tidak akan mendapat persetujuan dari banyak orang Kristen. Tapi mari lihat beberapa alasan berikut:

 1. Yesus adalah Allah dan karena Dia adalah Allah maka Dia kudus adanya. Tapi, yang Yesus lakukan justru adalah datang ke dunia. Ia melibatkan diri dengan dunia, menjadi sama dengan manusia (inkarnasi), bergaul dengan orang berdosa, makan bersama mereka. Nah, apakah dengan berlaku demikian Yesus menjadi tidak kudus? Orang yang menjawab “ya” bisa dipastikan dia adalah orang sesat!

2. Yesus berkata: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh. 20:21). Apa makna perintah ini bagi kita? Apakah ini berarti jangan bergaul dengan dunia? Apakah ini berarti menghindar dari dunia dan membentuk kelompok “orang suci”? Tentu tidak! Yesus diutus Bapa ke dunia untuk menyelamatkan dunia. Berdasarkan misi yang sama, kita para murid juga diutus ke dunia untuk menyelamatkan dunia ini dalam nama Yesus. Nah, yang menjadi pertanyaan, bisakah kita menyelamatkan dunia dengan hanya berteman dengan orang Kristen dan hanya bergaul dengan orang-orang Kristen, menghabiskan hari2 kita hanya dengan orang-orang Kristen dan tidak mau bergaul dengan dunia ini dengan segala pergumulannya? Saya rasa kita tahu jawabannya.

Nah, kudus dalam pertimbangan diatas, masih tetap berbicara tentang kesucian, kemurnian, ketidakberdosaan, tapi kudus dalam pertimbangan diatas juga berarti keterlibatan terhadap dunia demi menjalankan misi Tuhan Yesus. Pertanyaannya, masihkah kita mau meneladani Yesus dalam segala kekudusanNya? Jika Ya, keluar dari zona nyamanmu dan datanglah ke dunia ini membawa kasih Yesus. Ketika kita melakukan itu, jangan kuatir, kita masih tetap orang kudus.

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Topic Blog: Penginjilan

Keywords Blog: dunia, keterlibatan, Kudus, suci

Comments

MoZee_Rui's picture

Kekudusan menjadi TIDAK penting karena dikuduskan ?

Ferian, blog yang menarik, sebuah issue yang krusial dalam dimensi Kekristenan.

Numpang tanya mas:

Kekudusan, sebuah pilihan atau anugerah ? adakah manusia yang kudus ? Kekudusan berkaitan erat dengan KELAYAKAN diri dihadapan Allah, kekudusan adalah TAO(Dao) dengan maksud Allah.

Kekudusan hanya bagi Allah saja, manusia mendapatkan pengudusan dari Tuhan, manusia dikuduskan melalui Kristus, karena dikuduskan maka manusia tidak hidup dalam kekudusan sedari awalnya, kehidupan yang tidak kudus adalah kehidupan yang KONTRA dengan kehendak Allah. Adakah ukurannya ? ukuran bahwa seseorang yang disebut Kristen berbuat tidak kudus sampai sejauh mana ?

Dalam Kekristenan tidak ada orang kudus, melainkan orang yang dikuduskan yang mengejar kekudusan, karena kekudusan tidak mungkin teraih maka buat apa mengejar kekudusan? Apa Tuhan menilai USAHA setiap orang dalam mengejar kekudusan ? Tanpa gaya hidup mengejar kekudusan bukankah seseorang juga telah dikuduskan ? Apa dengan mengejar kekudusan akan menjadi pembeda UPAH yang akan diraih kelak? Apa bukti otentik dan KLAIM nyata bahwa seseorang telah dikuduskan oleh Allah ? Seperti yang Anda nyatakan lewat judul blog Anda.

Karena orang yang dikuduskan mustahil berbuat kudus.

Qoheleth~MoZee~^_^

ferian's picture

perbuatan mengikuti anugerah

Hai mozee..ketemu lagi

Wah..pertanyaannya banyak.. Tapi saya akan coba jawab menurut apa yg saya tangkap. Agar lebih mudah dan sistematis. saya buat dalam point inti pertanyaan anda.

1. Kekudusan itu anugerah atau pilihan?

Kekudusan adalah anugerah dan pada gilirannya pilihan. Kekudusan dlm Kekristenan selalu berbicara tentang positional sanctification (kekudusan posisi) dan progressive sanctification (kekudusan pengalaman). Rm. 3:23 berkata semua orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Jadi dibutuhkan anugerah untuk membuat seseorang jadi kudus. Tanpa anugerah, tak ada satu orangpun yang kudus dan layak dihadapan Allah. Namun, berangkat dari kekudusan yg sudah dianugerahkan tersebut, seseorang wajib menjaga hidupnya dihadapan Allah, meneladani karakter Allah sebisa mungkin dengan bantuan Roh Kudus. Pengudusan ini harus diupayakan setiap hari dengan menundukkan diri kepada pimpinan Roh Kudus (bnd. Ef. 5:18). Jadi intinya, sebagai orang Kristen kekudusan itu diberikan, tapi setelah itu diusahakan. (Masalah kekudusan itu Tao, saya tidak mengerti karena saya tdk pernah belajar filsafat Cina. Mungkin anda perlu jelaskan kpd saya kenapa anda menyatakan demikian.).

2. Bisakah kekudusan dikejar? Untuk apa, toh orang yg dikuduskan gak bisa berbuat kudus?

Jika ini pertanyaannya, mari kita tanya balik: Untuk apa ayat2 tentang kekudusan diberikan, ngabis2in tempat aja. Setujukah anda dengan pernyataan ini? Saya rasa tidak. Kekudusan itu wajib dikejar karena orang Kristen diperintahkan demikian. Action kita mengikuti identity kita. Sampai sejauh mana? Sampai kita menyadari setiap hari betapa sebenarnya kita tidak layak dihadapan Allah, dan karena sadar kita tidak layak, kita bergantung pada Tuhan dan bersyukur seumur hidup kita dengan mencoba meneladani, menyenangkan dan melayaniNya. Inilah keunikan iman Kristen! Siapa bisa mencapai standard Allah? “Semua karena cinta (baca: anugerah)” kata Delon. Tapi apakah karena tidak bisa mencapainya berarti kita tdk perlu mengusahakannya? Tentu tidak, karena ada ganjaran yang akan Tuhan berikan, yaitu upah. Upah yang kita akan terima terkait dengan upaya kita dibumi setelah kita percaya kepada Yesus. Apakah anda pikir si Jono yang setiap harinya selalu berusaha menyenangkan hati Tuhan dan mengabarkan Injil kepada sesamanya sama upahnya dengan si Joni yang hanya sibuk ngurusin urusan pribadinya? Tentu tidak bukan. Akan ada Bema bagi orang percaya.

3. Apa bukti otentik seseorang telah dikuduskan?

Pertanyaan ini berkaitan dengan diskusi kita yg sebelumnya. Bukti harus diihat dari buahnya karena kita manusia hanya bisa melihat phenomena=sesuatu yg kelihatan, tapi Tuhanlah yang tahu secara pasti apakah orang itu sudah lahir baru atau tidak. Ukurannya menurut saya adalah lahir baru. Orang yang lahir baru sudah dikuduskan. Selanjutnya, ia perlu mengusahakan kekudusan itu dalam hidupnya (seperti point 1).

Jadi intinya, kekudusan orang Kristen itu terletak bukan seberapa tak bernoda kita, karena kita memang bernoda, tapi seberapa mau kita meneladani Yesus dengan segala karakterNya, termasuk didalamnya, kasihNya akan dunia ini. Kalau kita paham hal ini, kita pasti lebih peduli dengan dunia ini daripada mengurung diri dalam tembok2 gereja dan denominasi kita dan menutup diri terhadap dunia dgn asumsi bahwa dengan berbuat demikian, kita menjadi orang yang kudus dihadapan Allah.

Orang Kristen itu kudus tapi tidak kudus; tidak kudus tapi kudus. Tujuan hidupnya adalah melayani, meneladani dan menyenangkan Allah. 

Gitu aja dulu…saya  berharap saya sudah menjawab inti pertanyaan anda.

hastopo's picture

kudus, orang kudus dalam pernyataan iman kristen

pengakuan iman merupakan satu kesatuan.
termasuk didalamnya pengakuan akan persekutuan orang kudus
itu pemahaman sederhana saya terkait penyataan "Dalam Kekristenan tidak ada orang kudus, melainkan orang yang dikuduskan yang mengejar kekudusan, karena kekudusan tidak mungkin teraih maka buat apa mengejar kekudusan? (MoZee_Rui)"
Mungkin saya akan sedikit bertanya:
1. apakah ada pengakuan iman kristen di indonesia ini yang membantah adanya "persekutuan orang kudus"?
2. Jika ada YANG TIDAK MENERIMA pengakuan iman kristen tentang "persekutuan orang kudus", apakah itu bisa dikategorikan bukan pengakuan iman kristen atau dengan kata lain diluar iman kristen?
trim's

MoZee_Rui's picture

Konsep Kekudusan

"Dalam Kekristenan tidak ada orang kudus, melainkan orang yang dikuduskan yang mengejar kekudusan, karena kekudusan tidak mungkin teraih maka buat apa mengejar kekudusan? (MoZee_Rui)"

Percaya Yesus Kritus sebagai Tuhan dan juruselamat, memberi diri dibaptis dan hidup dengan mengejar kekudusan, itulah jalan hidup orang Kristen, saya akan jawab pertanyaan di atas, yang belum bisa dijawab oleh saudara Ferian. Buat apa mengejar kekudusan ? Adalah karena sebagai orang Kristen kita tidak punya pilihan lain untuk tidak mengejarnya, jika tidak mengejar kekudusan LALU APA yang diperbuat ? berlomba - lomba dalam dosa ? Sekali-kali TIDAK saudaraku.

Mungkin ada yang berkata "Ah keselamatan kan anugerah, berbuat dosa seperti apapun pasti selamat, sekali selamat tetap selamat." Betul, sekali selamat pasti selamat karena itu adalah ANUGERAH, masalahnya Anda tidak tahu bahwa Anda PASTI selamat atau tidak, namanya juga ANUGERAH.

Karena tidak tahu maka kita MULAI dari apa yang kita TAHU, apa yang kita tahu adalah hasil dari pembelajaran, dididik melalui Firman lewat penggembalaan terang Roh kudus, dalam belajar itu kita juga diproses secara progresif dalam perilaku dan gaya hidup sebagai orang Kristen. Itulah jalan hidup SEJATI seorang Kristen yang saya tahu.

Itulah perkara mengejar kekudusan, itu juga yang saya pahami personally dari kalimat ferian "Orang Kristen itu kudus tapi tidak kudus; tidak kudus tapi kudus. Tujuan hidupnya adalah melayani, meneladani dan menyenangkan Allah."

Dikuduskan bukan berarti kudus, dikuduskan justru karena tidak mampu kudus, tetapi karena dikuduskan maka menjadi kudus. 

Pak Hastopo bertanya:

1. apakah ada pengakuan iman kristen di indonesia ini yang membantah adanya "persekutuan orang kudus"?
2. Jika ada YANG TIDAK MENERIMA pengakuan iman kristen tentang
"persekutuan orang kudus", apakah itu bisa dikategorikan bukan
pengakuan iman kristen atau dengan kata lain diluar iman kristen? 

Berdasar paparan saya di atas, sudah cukup menjawab pertanyaan Anda Pak Hastopo, tidak ada yang "menentang persekutuan orang kudus" hanya saja KONSEPSI dari kekudusan yang Alkitabiah itu yang kita gali dan pelajari. 

Jika pertanyaan Pak Hastopo belum jelas kepada siapa, nah biar lebih lengkap ya saya perjelas, bagaimana menurut Anda saudara FERIAN ? 

Qoheleth~MoZee~^_^

ferian's picture

kepada siapa

tampaknya pertanyaan hastopo ditujukan kepada mozee..bukan kepada saya

ferian's picture

kenapa menuduh?

Saudara mozee..

Ada beberapa hal yang perlu anda tahu tentang keyakinan seseorang sebelum anda mencoba mengomentari orang tersebut. Sejauh ini saya tidak tahu siapa anda dan keyakinan anda tentang kekudusan karena anda tidak pernah menulis, hanya komentar kecil2 terhadap blog dan artikel orang lain. Jadi saran saya, ada baiknya anda tulis keyakinan anda dulu bro, ntar kita diskusikan sama2! Seperti tentang kekudusan dalam kaitan dengan Tao (Dao)yang pernah anda nyatakan. Bagi2 ilmu donk bro, jangan pelit!

Mengapa orang Kristen mengejar kekudusan?

Ah..Apakah anda tidak melihat saya menjawabnya? Knp anda bilang dengan PD-nya bahwa saya tidak bisa menjawabnya? Nah loh, saya baru menjawab satu kali, anda sudah menghakimi saya. Tenang bro, diskusi kita masih panjang (asal anda tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti diskusi sebelumnya).

Ini jawaban saya dijawaban sebelumnya: Kekudusan itu wajib dikejar karena orang Kristen diperintahkan demikian. Action kita mengikuti identity kita.

Jadi, identitas yang kita miliki menuntut pertanggungjawaban bagi pemiliknya. Adakah orang Jawa yang makan beef setiap hari? Ada, tapi karena identitasnya orang Jawa, umumnya pasti makan nasi tiap hari (kalo gak, walaupun dah makan beef, tetap rasanya spt belum makan bro) dan bertingkah laku (tentunya) seperti orang Jawa, bukan seperti orang Pakistan. Action pasti mengikuti identity. So, orang Kristen wajib mengejar kekudusan karena itu memang yang seharusnya kita lakukan, itulah keberadaan kita, identity kita. Namun, dalam prakteknya kadar ketaatan orang percaya itu tidak sama, kadar bersyukurnya tidak sama, kadar kerinduan menyenangkan Tuhan tidak sama (kalau anda tidak setuju dengan hal ini, anda boleh bantah saya dan ajukan argumentasi presuposisi anda). Namun jangan kuatir, ketidaksamaan kadar itu memang bisa dan pasti terjadi. Itulah sebabnya selain mendorong kita untuk hidup kudus, Alkitab juga memberi tahu kita tentang pengadilan Kristus yang berfungsi sebagai tempat pertanggungjawaban bagi orang Kristen atas apa yang dia lakukan setelah percaya Yesus. Privilege kita harus disertai dengan pertanggungjawaban. Jadi, spy lebih jelas: Kita mengejar kekudusan karena itulah identity kita: hidup dalam kekudusan, dan, karena kita akan menghadap Tuhan utk mempertanggungjawabkan kehidupan kita dibumi!

Nah, itu konsep saya, sekarang saya balik nanya tentang konsep anda mengenai anugerah dan ketidaktahuan telah selamat.

1. Benarkah karena keselamatan itu anugerah, kita TIDAK TAHU bahwa kita PASTI selamat atau tidak? Saya rasa anda perlu jelaskan ini sejelas2nya bro, karena jika tidak, akan menimbulkan banyak persepsi dan banyak orang akan menilai anda sesat!

2. Kapan anda diselamatkan? Setelah anda lahir baru atau sesudah anda "tahu" melalui perjalanan hidup anda yang progressive?

Nah, gitu aja dulu respon dari saya. Mengenai pertanyaan pak Hastopo, dia tidak bermasalah dengan saya, dia bermasalah dengan anda krn pendapat andalah yang dipertanyakannya.

MoZee_Rui's picture

Ferian, apakah Anda tahu PASTI ?

Ferian, bedakan menuduh dengan memberi penilaian, wong itu pertanyaan saya kok he he.

Soal Tao itu simple kok, Tao itu secara sederhana diartikan sebagai jalan, sebuah jalan yang lurus tapi penuh misteri dibaliknya. Kekudusan tentunya sejalan dengan maksud Allah. 

Ferian bertanya:

1. Benarkah karena keselamatan itu anugerah, kita TIDAK TAHU bahwa kita
PASTI selamat atau tidak? Saya rasa anda perlu jelaskan ini sejelas2nya
bro, karena jika tidak, akan menimbulkan banyak persepsi dan banyak
orang akan menilai anda sesat!

2. Kapan anda diselamatkan? Setelah anda lahir baru atau sesudah anda "tahu" melalui perjalanan hidup anda yang progressive?

MoZee menjawab

Waduh, udah bilang sesat-sesat aje nich, tanpa mengemukakan bukti lagi. Oke dech, akan saya jelaskan secara gamblang supaya Anda tidak merasa disesatkan :-)

Ferian, saya memang saya tidak tahu. Secara logika manusia mustahil TAHU PASTI bahwa dia adalah orang
pilihan Allah sampai Allah memberitahu dia. Apabila Allah memberitahu
dia pun, mustahil dia bisa MEYAKINKAN orang lain atau membuktikan
kepada orang lain bahwa dia adalah orang pilihan Allah. 

Namun, secara IMAN, umumnya orang Kristen YAKIN bahwa dia adalah
orang pilihan Allah, itu sebabnya dengan bersusah payah dia berusaha
mempertahankan keselamatannya.

Walaupun tidak tahu apakah saya orang pilihan Allah namun saya tahu
orang-orang yang tidak dipilih Allah. Orang-orang yang tidak dipilih
Allah adalah orang-orang yang tidak berprilaku seolah-olah mereka orang
pilihan Allah.  

Ketika mengatakan, “saya tidak tahu apakah saya orang pilihan
Allah,” pada saat itu saya sedang menyatakan, saya tidak MAMPU
membuktikan bahwa saya adalah orang pilihan. Namun, pada saat yang
bersamaan, saya menyatakan, “Saya tahu bahwa saya bukan orang yang
TIDAK dipilih Allah!” Sebab, bila saya bukan orang pilihan Allah,
mustahil saya hidup sebagai orang pilihan Allah atau seolah-olah saya
orang pilihan Allah.

Qoheleth~MoZee~^_^

ferian's picture

anda mengambang

Ada beberapa kesalahan konsep yang anda pegang bro, tp jangan kuatir, saya tidak akan menuduh anda sesat, dan kalopun anda sesat, jangan kuatir juga karena anda tidak akan menyesatkan saya.

Jawaban anda mengambang dan berputar-putar. Bagaimana mungkin anda tahu bahwa "anda bukan orang yang tidak dipilih Allah" sementara "anda tidak tahu bahwa anda dipilih"? Kok membingungkan ya? Kalo anda tidak tahu anda dipilih, logikanya (kalo mo bicara logika argument anda), anda pasti juga tidak tahu anda tidak dipilih. Bro, saat kita berdiskusi, ada argument yang digunakan, dan argument itu berdasar logika, bukan permainan kata!

Kenapa anda membedakan logika dan iman, seolah2 iman Kristen itu tak berdasar logika? Wah, makin parah aja nih! Bro, iman Krristen itu teruji secara logika manusia. Semua iman bersumber pada kitab suci, iman yang tidak bersumber pada "sesautu yang tertulis" gagal disebut sebagai iman! Dan, sebagai orang Kristen, kita punya sumber iman yaitu Alkitab. Dari Alkitab lah kita tahu kebenaran. Ketika kita bertindak, Alkitab menjadi ukurannya. Jadi, ketika anda melihat bahwa Alkitab bilang kalau anda percaya Yesus, anda diampuni dosanya, anda gak perlu ragu dan "gak yakin" serta "gak tahu" bahwa anda sudah diampuni dosanya! Sesederhana itu, anda gak perlu gelar doktor utk memahaminya!

Jadi, anda perlu baca Alkitab lagi bro..cari tahu apa kata Alkitab tentang keselamatan supaya anda tahu bahwa anda sudah PASTI selamat atau belum..