Kecukupan

Apakah ada yang disebut kecukupan? Apakah ada kriterianya? Hari ini saya memiliki satu mobil, dan saya merasa belum cukup. Saya baru merasa cukup jika semua anak2 saya memiliki mobil.

Sementara itu bagi yang belum memiliki mobil, dia menganggap dengan memiliki mobil maka sudahlah cukup. Dan ketika mobil itu dimiliki, maka ada lagi keperluan lain dan tetap dia tidak merasa cukup.

Tetapi ... itu baru contoh kecil. Karena di bagian lain, pada orang yang lain, memiliki mobil bukanlah kecukupan. Ada yang mentargetkan jika uang saya sekian triliun atau mobil saya sekian banyak, perahu pesiar saya sekian besar, dst. dst. yang seolah2 menganggap jika titik tersebut telah tercapai dia akan merasa cukup.

Namun ... ketika titik tersebut tercapai ... dia tetap melihat titik lain yang lebih tinggi sehingga tidak ada kecukupan.

Seorang guru besar saya, Buddha Gautama, pernah mengatakan nafsu itu bagaikan orang meminum air laut. Semakin dia minum air itu, semakin haus dia.

Rasul Paulus bersaksi bahwa dia telah mengalami apa yang namanya kelimpahan dan apa yang namanya kekurangan. Tetapi, kecukupan yang benar ialah apabila kita bisa mencukup diri dengan apa yang ada.

Apakah itu cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sekarang?! Bisa-bisa kita ditertawakan dan diejek. Jadi ... kamu mau hidup seperti itu?! Bukankah itu berarti kamu menipu dirimu sendiri?! Kehidupan seperti itu hanyalah akan membuat engkau menjadi apatis dan tidak mempunyai semangat meraih hidup yang sukses dan berkelimpahan.

Entahlah ... saya tidak mempunyai alasan untuk mendebat. Yang saya ketahui ialah jika apa yang kita makan dan pakai sudah terpenuhi, maka itu sudah kecukupan bagi saya. Saya tidak perlu 'ngotot' (berupaya keras) untuk mendapatkan yang lain. Yang terpenting, bagaimana saya bisa mengabarkan berita suka cita. Bahwa Yesus telah datang ke dunia dan menghubungkan kembali pertalian yang putus antara manusia dan tuhan karena dosa.

Berkat yang terbesar yang telah saya miliki ialah saya telah ditebus oleh Yesus Kristus dari dosa-dosa saya sehingga saya yang tadinya harus masuk neraka sekarang bisa masuk sorga. Sederhana itu dan itulah yang membuat saya bisa terus bersuka cita walaupun hidup dalam dunia yang penuh masalah.

Maaf, jika mengenai berkat, Puji Tuhan, Tuhan Yesus pasti memberinya jika memang kita berserah pada-Nya. Telah terbukti pada saya, yang secara penghasilan, pasti tidak bisa memiliki rumah dan mobil, ...namun ternyata Tuhan Yesus telah memberikannya. Begitu pun berkat-berkat yang lain.

Jadi ... apakah pendapat dunia yang benar, atau firman Tuhankah yang ya dan amin?!

Mari sobat-sobatku kita hidup menjadi pelaku firman. Saya juga mengundang sobat-sobat untuk menjadi saksi Kristus dan jika sempat bisa mengunjungi situs saya. http://jakartaberdoa.blogspot.com.

Tuhan Yesus memberkati.

Salam kasih,
Deny S Pamudji

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Topic Blog: Kesaksian

Keywords Blog: bahagia, cukup, Puas, suka cita