Keajaiban Matematika Terbesar di Dunia

dianpra's picture

Moses Split The Red SeaBaru-baru ini aku mendapat artikel dengan bahasan seputar panggilan dan karier -- kita melayani sebagai panggilan atau karier. Ini yang kutangkep.

Karier berasal dari kata bahasa Inggris, "career", yang berasal dari bahasa Perancis, "carriere", yang berarti suatu jalan atau suatu "highway". Jika begitu, dalam karier ada peta, ada rencana, ada tujuan yang jelas, kapan kita akan berhenti makan, dan kapan kita berhenti mengisi bensin. Organ tubuh yang dipakai dalam berkarier adalah mata.

Sedang organ tubuh yang dipakai dalam suatu panggilan adalah telinga. Fokusnya adalah suara. Panggilan esensinya adalah hubungan antara Yang memanggil dan yang dipanggil. Tidak ada tujuan yang dapat dilihat. Mungkin dapat diartikan dengan berserah pada Yang memanggil dalam melakukan sesuatu. Tuhan yang merencanakan, bukan kita.

Dalam berkarier, kita butuh persyaratan tertentu. Kalau kita dipilih menjadi pemimpin misalnya, kita akan kuatir apakah kita punya persyaratan sebagai pemimpin atau tidak -- pengalaman memimpin, jiwa pemimpin, dsb.. Beda dengan panggilan, panggilan tidak membutuhkan syarat tertentu untuk melakukan sesuatu hal.

Musa mengalami kerancuan saat ia dipanggil untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Ia awalnya mengganggap panggilan itu sebagai karier. Ia ragu apa ia memenuhi syarat menjadi pemimpin. Namun bersyukur, ia akhirnya percaya pada Allah dan menjalani panggilannya itu bukan sebagai karier, namun benar-benar sebagai panggilan -- berserah penuh kepada Allah.

Dan luar biasa apa yang terjadi saat kita berserah penuh pada Allah. Itulah yang dialami Musa -- hal yang luar bisa dan nampaknya mustahil. Hal itulah yang kudapat dari tulisan di bawah ini, yang sudah kucoba untuk kuterjemahkan bebas dari http://www.geocities.com/aloha3003/PoemsBiggestMiracle.html.

***


Musa dan bangsa Israel ada di gurun, namun apa yang ia harus perbuat untuk mereka? Mereka harus diberi makan, dan memberi makan 2 atau 3 juta orang itu membutuhkan banyak sekali makanan.

Menurut seorang Jendral militer, dikatakan bahwa Musa harus memiliki 1.500 ton makanan setiap harinya untuk memberi makan bangsa Israel.

Apa Anda tahu bahwa untuk membawa makanan sebanyak itu setiap hari, dibutuhkan 2 kereta barang, yang masing-masing panjangnya 1 mil! Selain itu, Anda juga harus ingat, mereka ada di tengah gurun, jadi mereka perlu kayu bakar untuk memasak. Untuk itu dibutuhkan 4.000 ton kayu bakar dan beberapa kereta barang lagi, yang masing-masing panjangnya satu mil, hanya untuk sehari. Dan coba pikir, mereka ada di gurun selama 40 tahun.

Mereka juga perlu air. Jika mereka hanya butuh air untuk minum dan kebutuhan cuci-mencuci, maka air yang dibutuhkan adalah 11.000.000 galon per hari, dan kereta barang dengan tanki-tanki air yang panjangnya 1.800 mil dibutuhkan juga hanya untuk mengangkut air!

Lainnya lagi, mereka juga harus menyeberangi Laut Merah yang luas. Jika mereka melalui jalur yang sempit, dalam dua baris, panjang setiap baris adalah 800 mil dan akan butuh waktu 35 hari siang dan malam untuk menyeberanginya. Jadi, harus ada ruang di Laut Merah yang lebarnya 3 mil sehingga mereka bisa berjalan dalam 5.000 barisan/berjajar 5.000 orang untuk menyeberanginya dalam 1 malam.

Setiap mereka berkemah untuk tidur, tanah seluas dua per tiga negara bagian Rhode Island akan diperlukan, atau sekitar 750 mil persegi ... bayangkan! Apa Anda pikir Musa memikirkan hal itu saat ia meninggalkan Mesir? Saya rasa tidak! Musa percaya pada Tuhan. Tuhan yang menyediakan semuanya itu untuknya.

Kini apa Anda masih berpikir Allah kesulitan memenuhi segala kebutuhan Anda? Tuhan memberkati.

Kategori: Bahan Renungan Alkitab, Kepemimpinan Kristen

Topic Blog: Bahan Renungan Alkitab, Kesaksian

Keywords Blog: karier, musa, panggilan

Comments

Terimakasih 1000

trims, tulisan anda bak segelas limun segar di tengah gurun

 -P'n0nt0n-

dianpra's picture

Terima Kasih 1000 (Juga)

Hai P'n0nt0n ... salam kenal ....

Trims juga buat tulisan (komentar) Anda, meski hanya satu kalimat, tapi komentar Anda bak segelas soda gembira segar dan nyekrus bagiku ...

#^##^%# koq malah jadi ngomongin minuman?!Tongue out

kEREN

keren banget poemnya , bisa buat sharing yang bagus..
tq sudah buuat sharuiingnya

dianpra's picture

oke

selamat sharing chanworks ....Tongue out

Thanx

Cool God is good all the time

From: Ndank

Thanks

Thanks untuk tulisannya yang sangat memberkati. Dari cerita di atas kita belajar untuk selalu percaya, berpengharapan, dan mengandalkan Tuhan dalam tiap aspek kehidupan kita. GBU

nyekrus?

to be honest, nyekrus itu apa ya? bahasa baru anaknya mak nyus ya? kok rasane langsung teringat dengan stuffed crust nya PH, hehe... oke langsung aja simak komentar saya...

Di dalam setiap segala hal kita perlu berserah kepada Tuhan... Memang tidak mudah untuk berserah kepada seseorang yang tidak kelihatan namun Dia yang tak tampak ini adalah pribadi yang menciptakan kita dan sudah dan akan selalu mencukupkan kita dengan apapun yang kita butuhkan. Tuhan tidak pernah habis stok dan Dia akan selalu berlimpah untuk memuaskan kita yang haus, letih, lesu dan berbeban berat.

Sungguh besar kasih setia-Nya, sehelai rambut pun Tuhan tahu bagaimana dengan kebutuhan kita setiap o,oooooooo1 detik untuk bernafas, Dia berikan itu secara GRATIS sebab Ia mengasihi yang diciptakan-Nya.. SUngguh tidak ada yang dapat kita perbuat di dunia ini yang menjadi sebanding dengan apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan buat kita, so, kita perlu ucap syukur padanya dan hidup seturut dengan kehendaknya.. itu aja udah akan sangat ia appreciate.. dan mak nyuss di hati-Nya...

Terima kasih untuk artikel blog yang menarik dan sangat membuka pikiranku dan membuatku berefleksi lagi...thx dianpra. Thx all that have commented... untuk yang telah memberi saran, kalian semua berharga di mata Tuhan.. selamanya... 

dianpra's picture

Nyekrus itu

Nyekrus itu apa ya, jadii bingun sendiri malahan ... sama dengan maknyus kali ya ...

oh ngga, gini, kamu kalo minum bersoda, sprite atau coca cola ... nah itu rasanya nyekrus ... seger merinding Tongue out

mantap

matematik hanyalah sekumpulan angka. Hanya bikin pusing. Tapi jika diolah dengan cara yang benar, maka mampu menerangkan kasih BAPA Sorgawi yang ajaib. Mampu menghitung kadar keimanan kita.
Jika diolah dengan cara yang salah (seperti kasus 666, ramalan kiamat, 1000 tahun --tahun nya Tuhan atau tahunnya dunia???) membuat tersesat Anak-anak Tuhan.
Just back to basic, brethern !!!!! Percayalah tanpa melihat (Berbahagialah mereka yang percaya tanpa melihat.......)
Karena....
Ntar Imanmu akan ditambahkan, since you belive in faith.Laughing

Jesus_Love_U's picture

Fight

Syip bangat, tapi saya ada saran nich buat kita semua.
Tdk. tau pastinya bersumber dari mana, tapi saya merenungkan:
1. Jika kita pintar didalam perkalian, penambahan & jika naluri anda tertuju pada itu, maka sebaiknya anda bergelut didalam pelayanan Kristus, sebab itulah yg. dibutuhkan saat ini.

2. Jika anda pintar didalam pengurangan, pembagian & jika naluri anda tertuju pada itu, maka sebaiknya anda bergelut didalam sebuah organisasi politik kepemerintahan.

Tdk. tau bisikan dari mana, tapi itu sebuah pernyataan tebal yang digaris bawahin. :)*

Gb'ng.