MEGAMPUNI DALAM TERANG IMAN KRISTEN

MENGAMPUNI DALAM TERANG IMAN KRISTEN
Matius 18:24-35

Pengampunan adalah intisari iman Kristen. Kalau ibarat orang dagang, maka jualan utama kekristenan adalah : pengampunan!!! Menjadi orang Kristen berarti diampuni dan diterima oleh Allah.
Menjadi orang Kristen berarti juga bersedia mengampuni dan menerima orang lain tanpa syarat!

DEFINISI MENGAMPUNI
Menurut bacaan alkitab di atas (ayat 27) mengampuni berarti melakukan dua hal :
(1) Membebaskan : membuat orang yang berhutang (bersalah) bebas dari segala konsekuensi (hukuman) yang sebenarnya harus ditanggungnya.
(2) Menghapuskan : menganggap hutang (kesalahan) itu sudah diputihkan (ibarat main bola skor dimulai dari 0:0 lagi).

Dua hal di atas : membebaskan dan menghapuskan dosa (kesalahan) dilakukan Tuhan atas hidup kita saat kita percaya kepada Kristus. Demikian juga hendaknya kita melakukan hal itu kepada sesama kita.

MENGAPA HARUS MENGAMPUNI ?
Ada tiga alasan utama mengapa kita harus mengampuni sesama:
1. Karena hal itu diperintahkan oleh Tuhan sendiri (ayat 33-35)
Tuhan ingin kita menjadi seperti Kristus (imitatio Christi) yang murah hati dan suka mengampuni kesalahan orang lain –lih. Luk. 23:34.
Tuhan tahu pengampunan adalah satu-satunya jalan menuju Pendamaian – baik dengan Allah maupun dengan sesama.

2. Karena hal itu untuk kepentingan kita sendiri
Ketika kita mengampuni, kita sebenarnya sedang membebaskan “seseorang” dari penjara, dan orang itu ternyata adalah diri kita sendiri.
Dendam dan kepahitan merusak tubuh dan kesehatan emosi kita. Hasil riset yang dilakukan di HOPE COLLEGE di Michigan Amerika menyimpulkan :

“Orang-orang yang diminta untuk mengingat pengalaman kebencian pada suatu peristiwa di masa lalu, detak jantungnya meningkat di atas normal, proses berkeringat yang tidak biasa, juga respon individual yang tidak normal pada tubuh mereka. Tekanan darah meningkat, otot-otot tubuh menegang. Kondisi ini mirip respon tubuh yang memicu munculnya berbagai macam penyakit.”

3. Karena “kepahitan” (hubungan yang retak) bisa menghalangi terjawabnya doa – Mat. 5:23-24
Tuhan menghendaki saat kita datang menghadapNya, semua “dendam’ dan kebencian sudah diselesaikan dulu.
Allah yang Maha Pengampun sulit menerima persembahan manusia yang pendendam!

MENJADI ORANG YANG MUDAH MELEPASKAN PENGAMPUNAN
Menurut hasil penyelidikan Frederic Luskin Ph.D dari universitas Stanford Amerika, tanda-tanda orang yang mudah mengampuni adalah :
1. Mereka tidak mudah tersinggung saat diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain.

2. Mereka tidak mudah menyalahkan orang lain ketika hubungannya dengan orang tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.

3. Mereka punya penjelasan rasional terhadap sikap orang lain yang telah membuat mereka tersinggung.

Catatan : Ke tiga sikap di atas harus dikembangkan oleh seseorang agar ia bisa terbebas dari rasa dendam dan kebencian yang terpendam.
Sementara itu menurut penelitian William and William ( tahun 1993) yang mengkaji dampak kebencian dan dendam, disimpulkan :

“Dendam dan kemarahan membahayakan kesehatan jantung dan sistem peredaran darah seseorang.”

Hasil riset mereka terhadap pasien penyakit jantung menunjukkan tingkat kematian dan keparahan penyakit berkurang secara drastis, saat si pasien mulai dapat memaafkan!

BERAPA KALI HARUS MENGAMPUNI ?
Ternyata Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pengampunan itu tidak boleh dibatasi. Tujuh puluh kali tujuh kali ( demikian teks asli Yunaninya “Hebdomekontakis” - berarti suatu jumlah yang tidak terhitung banyaknya.
Jadi, teruslah mengampuni agar saudara dikenan Tuhan dan sehat secara fisik dan jiwa!

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Topic Blog: Karakter

Keywords Blog: pengampunan