Solo Counseling

Komunitas untuk para peserta Workshop "SENI PEMULIHAN DIRI" dan Seminar "DASAR-DASAR KONSELING"
yohanna's picture

Memenangkan Suami

Ketika ikut seminar konseling bertema "Memenangkan Suami/Istri Tanpa Perkataan" yang terbayang adalah bagaimana menjadi seorang istri superhero, seorang istri yang ga kalah sama suami, istri yang menangan. Tapi ternyata apa yang saya dapatkan beda dari yang saya bayangkan.

Sepanjang acara saya lebih banyak tertohok alias tersindir oleh apa yang dikatakan pembicara. Maklum kalau pas ada khotbah di gereja, saya lebih banyak nyikut lengannya dan berbisik "Tuh kan, dengerin tuh" daripada mengaplikasikannya pada diri sendiri.  ... selengkapnya »

Perubahan

Larissss.... Manis.....tanjung kimpul, Buku-buku pak Julianto memang laris diborong orang-orang yang mengikuti seminar. Ngga cuma dari buku-bukunya bisa dapat ilmu tentang konseling tapi aku juga punya kesempatan denger langsung dari sumbernya, lewat seminar konseling kemarin sembari jualan :-)  ... selengkapnya »

billy's picture

Pasangan yang sepadan

Apakah pasangan anda sekarang adalah pasangan yang sepadan dengan anda? Untuk menjawab pertanyaan itu akan muncul pertanyaan yang lebih mendasar: Apakah Pasangan yang sepadan itu?

Pada seminar Intensive Counseling Workshops disebutkan mengenai pihak suami sebagai "Jenderal" dan pihak istri sebagai "Kolonel".
Dalam militer, kedudukan Jenderal lebih tinggi dari Kolonel. Hal itu berarti posisi suami harus sedikit lebih tinggi dari pada istri dalam beberapa hal.  ... selengkapnya »

Kenangan dari Pak Julianto

Minggu lalu mengikuti tiga sesi Seminar Pak Julianto Simanjuntak yang berjudul: "Relational & Emotional Healing", "Tidak Ada Anak yang sulit: Mendidik Anak dengan Cinta dan Sukacita Melimpah", serta "Memenangkan Suami/Istri Tanpa Perkataan."

Banyak yang kupelajari selama seminar ini, tetapi tidak akan mungkin kusebutkan satu persatu.  ... selengkapnya »

Setiap Orang Berbeda

Tidak Ada Anak yang Sulit, merupakan tema seminar yang aku ikuti beberapa waktu yang lalu.  ... selengkapnya »

Petakan Perasaanmu

Ada banyak orang bergumul dengan hatinya, tanpa tahu sebabnya dengan jelas. Akhirnya ada banyak orang menimbun perasaannya tanpa menyelesaikannya. Sehingga suatu saat pemicu datang, dia akan meledak-ledak karena perasaannya tidak pernah dikeluarkan. Melalui Seminar Konseling Sesi I (Relational and Emotional Counseling), ada satu hal penting dan paling berkesan di pikiran saya, yaitu perlunya memetakan perasaan kita. Memetakan perasaan berarti kita harus membawa apa yang kita rasakan dalam hati kita ke alam sadar/pikiran kita.  ... selengkapnya »

evie's picture

Apa Bahasa Cintamu

Kesukaanku mengamati anak-anak dan mencoba menyelami dunia mereka
membawaku memilih topik kedua dari seminar yang diadakan oleh YLSA dan
LK3, yaitu Tidak Ada Anak yang Sulit. Jauh sebelum aku mengikuti
seminar ini,sudah ada konsep ini di kepalaku. Dari apa yang aku
perhatikan sehari-hari, kebanyakan anak diperlakukan dengan tidak
"sepantasnya" oleh orang tua. Maksud tidak sepantasnya disini bukanlah
kekerasan atau penganiyaan terhadap anak, akan tetapi bagaimana orang  ... selengkapnya »

Aku Bukan Anak yang Sulit

Tanggal 21-22 April 2008 ada Seminar Intensive Counseling Workshops, ada tiga topik yang disampaikan. Dari tiga topik itu, aku hanya mengikuti topik yang kedua, "Tidak Ada Anak yang Sulit". Walaupun aku belum berkeluarga apalagi punya anak, tapi materi yang disampaikan tersebut sangat bagus untuk bekal aku nanti.  ... selengkapnya »

Siapa yang sulit?

Aku selalu ingat bahwa masa kecilku adalah masa yang cukup menyenangkan. Salah satu hal yang aku sangat aku syukuri, aku bisa melewatkan masa kanak-kanakku dengan baik. Ingin rasanya mengulang kembali.

Sampai sekarang, dunia anak-anak selalu membuat aku tertarik. Ini juga yang membuat aku tidak perlu berpikir panjang sewaktu akan diadakan seminar tentang anak, aku langsung mendaftarkan diri.  ... selengkapnya »

Ibu egois

Seminar Intensive Counseling Workshops "TIDAK ADA ANAK YANG SULIT" yang disampaikan bapak Julianto juga contoh-contoh yang diberikan aku pribadi merasa banyak mendapat berkat.

Selama ini aku ternyata menjadi ibu yang egois. Anakku harus menurut apa saja yang aku inginkan dan aku tidak mau mengerti apa yang diinginkan anakku. Selama ini juga aku tidak peduli bagaimana kepribadian anakku, kalau aku ingin marah sama dia ya.. marah saja.

Aku mau cerita sedikit salah satu kesalahan yang kulakukan pada anakku:  ... selengkapnya »

Syndicate content