Stop Penutupan Tempat Ibadah

Stop Penutupan Tempat Ibadah

Peristiwa pembatasan ibadah dan penutupan serta perusakan tempat ibadah di Indonesia telah mencapai ribuan kasus, jika tidak ada ketegasan pemerintah, peristiwa itu tetap akan terus terjadi.

Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, ketika menerima pengaduan Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI) di Jakarta, Senin 14 Januari 2008 menegaskan, tindakan anarkis perusakan dan penutupan Gereja termasuk pemukulan terhadap jemaat gereja merupakan pelanggaran HAM, pemerintah mesti menindak tegas oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis tersebut. Ketidak tegasan pemerintah dalam menangani kasus-kasus terkait pembatasan ibadah, penutupan dan perusakan tempat ibadah memuat peristiwa itu terus terulang. Komnas HAM menurutnya akan meminta presiden agar melakukan inisiatif yang lebih konkret untuk menyelesaikan masalah ini seperti pernyataan politik dari pemerintah untuk melarang tindakan anarkis terhadap penutupan rumah-rumah ibadah. Sayangnya beberapa minggu lalu tiga gereja di Bekasi (GEKINDO, HKBP, GPDI) dibongkar massa dan aparat yang langsung dipimpin oleh Camat Bekasi.

Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) mencatat, sejak 13 September 1969 hingga 21 Maret 2006, sudah ada 950 Gereja yang dirusak atau dibakar. Dan, sejak 21 Maret 2006 hingga 17 Agustus 2007 terdapat 67 Gereja yang mendapat tekanan dan gangguan. Menurut Data Konferensi Wali gereja (KWI) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), sejak penetapan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Neger No. 9/2006 dan No. 8 /2006 sebagai revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua menteri No. 1/1969, hingga kini, telah terjadi 108 peristiwa pembatasan ibadah, perusakan Gereja di seluruh Indonesia. Pemerintah ternyata bukan hanya tidak tegas, tetapi menjadi bagian dari penutupan Gereja, seperti yang dipertontonkan Camat bekasi.

Tentang Kebebasan Beribadah.

Pasal 18 dari Deklarasi Universal HAM secara gamblang menerangkan bahwa “Hak Kebebasan Beragama adalah kemerdekaan untuk memeluk agama yang didasarkan pada kehendak bebas manusia, sesuai dengan keinginan hati nuraninya. Tidak seorangpun dapat dipaksa untuk menyembah apa yang dia ingin sembah atau apa yang ia tidak ingin menyembahnya.”Keyakinan akan kebenaran itu juga sudah dirumuskan dalam konstitusi Republik Indonesia, sebelum deklarasi universal HAM itu ditetapkan, artinya, tindakan pembatasan ibadah dan perusakan tempat ibadah di Indonesia adalah pelanggaran hukum, dan harus menerima sanksi hukum.

Menurut deklarasi universal HAM, secara lebih luas lagi, kebebasan beragama juga berarti kemerdekaan berkumpul untuk melaksanakan aktivitas agama yang bersifat komunal, dengan pendirian tempat-tempat ibadah. Persoalan bagaimana cara orang melaksanakan aktivitas agamanya, itu bergantung pada dirinya. Kita tidak boleh menjadi hakim atas pilihan agama seseorang. Untuk itu kita perlu merenungkan apa yang dikatakan Marthin Luther, “dalam hati nuraninya manusia adalah raja, manusia bebas memilih apa yang dipercaya, sesuai dengan panggilan hati nuraninya.”Jika sang pencipta yang berkuasa atas alam semesta ini membiarkn pada ciptaannya untuk memilih siapa yang ingin disembahnya, sipakah kita yang berani menghalangi kebebasan orang lain untuk beribadah?

Aktivitas penyembahan agama secara komunal, yang biasanya dilakukan dalam tempat ibadah, yang dibangun oleh komunitas agama apapun, tidak boleh dibatasi atau dihalang-halangi, karena hak menyembah Tuhan sesuai dengan keyakinan dan agama seseorang baik pribadi maupun secara berkelompok bukan sesuatu yang diberikan oleh pemerintah, atau manusia lainnya, melainkan diberikan oleh Tuhan.

Pernyataan Ketua Komnas HAM bahwa perusakan Gereja (rumah ibadah) merupakan pelanggaran HAM adalah tepat, dan sesuai dengan konstitusi Indonesia sudah seharusnya pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap oknum tindak pelanggaran HAM itu, dengan tindakan tegas tersebut diharapkan pelaku perusakan tempat ibadah itu akan berpikir panjang ketika melakukannya kembali.

Tanggung Jawab Pemerintah.

Jaminan konstitusi untuk setiap orang boleh beribadah menurut kepercayaannya masing-masing, baik secara individu maupun kolektif dalam tempat ibadah, implementasinya menjadi tanggung jawab pemerintah, karena itu pembiaran tindakan anarkis terhadap segala tindakan yang mengganggu kebebasana beribadah, termasuk kenyaman beribadah dalam tempat ibadah adalah tanggung jawab pemerintah. Pemerintah tidak bisa mengutarakan dalih apapun atas pembiaran tindakan kekerasan yang terkait dengan agama, yang berseliweran akhir-akhir ini, dan telah membuat keresahan dalam masyarakat. Tugas pemerintah yang utama adalah melindungi kebebasan warganya dalam beribadah, persoalan mana agama yang benar, mana yang tidak benar atau mana yang dikelompokkan pada bidat bukanlah urusan pemerintah. Tugas pemerintah juga adalah agar kebebasan agama tertentu tidak membatasi kebebasan agama yang lainnya, disini netaralitas aparat keamanan sebagai tangan pemerintah untuk melakukan penertiban terhadap kejadian yang mengganggu ketertiban umum yang terkait dengan agama memiliki peran penting bagi terciptanya kehidupan yang harmonis antaragama-agama.

Peran Umat beragama

Kebebasan beragama secara bersamaan juga merupakan kewajiban untuk menjaga dan melindungi umat beragama lain agar dapat melaksanakan kebebasan beragamanya, baik secara pribadi maupun berkelompok. Maka pelaksanaan kebebasan beragama seseorang tidak boleh membatasi kebebasan beragama orang lain. Adanya hukum yang mengatur kebebasan beragama bukanlah untuk menghalangi kebebasan beragama, melainkan agar kebebasan beragama itu dapat dinikmati secara maksimal oleh semua orang yang beragama. Kebenaran ini mensyaratkan, untuk terciptanya kerukunan antar umat beragama harus ada kebebasan beragama, barulah kerukunan menjadi kerukunan yang murni, karena tak ada pembelengguan kebebasan yang terjadi dalam usaha menghadirkan kerukunan. Sebalikanya, penciptaan kerukunan beragama dengan pembatasan kebebasan beragama hanya akan menciptakan kerukunan semua yang tak berfaedah apa-apa, seperti menyimpan bom waktu yang tiap saat dapat meledak dan dapat meluluh lantakkan kerukunan semu itu.

Jelaslah, dalam dunia yang penuh dengan kejahatan ini, kebebasan beragama tidak dengan sendirinya dapat tercipta, itu mesti diperjuangkan, Dan, menjadi tugas pemerintah menjaga hak kebebasan beragama individu maupun komunitas agama yang ada, karena itu pemerintah harus bertindak tegas, supaya penutupan rumah ibadah tidak terus terjadi. Namun, umat beragama juga harus menjaga hak kebebasan beribadah umat beragama lain, karena dengan itu hak-hak kita untuk beribadah juga terjaga dengan baik.

Binsar antoni, www.gratias21.blogspot.com,

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Keywords Artikel: artikel, gereja, tempat ibadah

Topic Artikel: Renungan dan Artikel

Comments

Action!!

Semoga Pemerintah segera sadar..akan hakekat Pancasila yang sesungguhnya

-P'n0nt0n-

dear Action

Pada waktu diskusi di Institut Leimena, salah satu lembaga kajian Kristen, disana semua sama setuju bahwa wakil-wakil rakyat (DPR), sekarang malu bicara Pancasila. Tapi jangan putus asa kita harus terus bicara GBU

stop penutupan tempat ibadah ??

salam Binsar,

kalau menurut pemerintah yang dipaksa tutup itu adalah rumah atau bangunan lainnya yang dijadikan gereja

atau gereja yang belum ada ijinnya.

untuk bisa memperoleh ijin tersebut 

yah kita semua taulah.. 

lebih gampang membuat ijin panti pijat daripada ijin.... 

yang jelas suli atau nggak akan punya ijin...

jadi oknum-oknum dan pejabat pejabat itu merasa tindakan mereka sah adanya

yang susah tidak semua orang Kristen merasa kita satu tubuh

peace  Smile

kairos

Stop penutupan gereja

baru-baru ini kami mencoba merumusakan aapa yang disebut rumah ibadah Kristen, kami menjelaskan bahwa rumah ibadah Kristen adalah Gereja, rumah doa/chapel. seperti Islam ada mesjid, langgar dll. Karena itu rumah doa, atau chapel tidak perlu ijin seperti langgar dalam islam misalnya. Tapi sayang masih saja ada yang tidak setuju, tapi jangan putus asa, hak beribadah yang beri Tuhan bukan manusia atu pemerintah.

ari_thok's picture

Saya Dukung Perjuangannya

Saya dukung perjuangannnya Pak, termasuk tahun depan nyoblos partai yang menyuarakan kekristenan, yah, paling tidak ada wakil kita yang berbicara di sana hehe :)

buat Ari_thok

Untuk mendukung partai Kristen saya tidak menyarankan. Perjuangan Orang Kristen bukan hanya untuk orang Kristen, tapi untuk semua rakyat di negari ini. Saya menyuarakan pembelaan terhadap orang Kristen, tidak berarti diskriminasi, karena hak kebebasan beragama dan beribadah termasuk mendirikan rumah ibadah adalah hak semua manusia Indonesia, dan semua manusia di dunia. dan yang memberikan hak itu adalah Tuhan, karena itu tak boleh dirampas manusia dengan cara apapun.

ari_thok's picture

Sederhana Saja Pak

Saya berpikirnya sederhana saja Pak, banyak partai yang berbasis agama lain, dan mereka paling tidak juga memperjuangkan agama mereka. Nah, kalau ada partai kristen kenapa tidak saya juga dukung mereka? Paling tidak ada suara-suara di anggota dewan yang memperjuangkan juga kekristenan, ataupun membawa nama Kristen dalam pemerintahan. Saya percaya juga partai kristen juga gak hanya mempersoalkan agama kristen saja tetapi kepentingan orang banyak. Hehe, saya gak promosi partai loh ya :)

MoZee_Rui's picture

Perjuangan Universal

Betul kata anda Bung Bin, Perjuangan ini demi kesatuan dan kesejahteraan bangsa yang sifatnya universal

Qoheleth~MoZee~^_^

MoZee_Rui

Perjuangan untuk mensejahterakan bangsa adalah mandat Allah, sebagaimana Allah memberi hujan dan panas untuk semua manusia yang ada di bumi, demkian juga perjuangan kita harus bersifat universal.GBU

Ari_thok

Jika agama lain membuat partai, dan hanya berjuang untuk partainya, kita tidak boleh dengan serta merta mengikuti jejak mereka. Agamaisasi politik pada hakikatnya hanya akan merugikan agama itu sendiri, demikian juga halnya dengan politisasi agama, kita mesti hati-hati, jangan sampai kita ikut andil menciptakan Indonesia sebagai negara gagal, sebagaimana terjadi pada banyak negara-negara Afrika.

ari_thok's picture

Lalu Bagaimana Dengan Wakil "kristen" di Pemerintahan?

Menurut saya lagi neh Pak, bagaimana wakil kristen bisa mewakilkan diri atau ada di pemerintahan kalau partai-partai yang berkuasa mayoritas non kristen? Oke lah, misalnya ada orang kristen yang berkualitas dan berbobot tapi ketika akan akan naik dipemerintahan kalah dalam hal suara? Trus bagaimana? Ada memang sih yang non kristen yang nasionalis, tapi massa jelas kalah. Tujuan saya sih hanya ingin suara kita ada dan didengar di pemerintahan, tidak hanya jadi rakyat biasa yang minoritas dan tak terdengar suaranya, bukan memakai agamaisasi politik loh Pak, tetapi bisa jadi terang juga dipemerintahan. Di Afrika? Ada contohnya Pak?

Partai Kristen

Ari_thok, menurut saya partai politik Krsiten itu harus ada. Namun partai politik Kristen itu harus bertumbuh secara wajar, kita harus membina sumber dayanya dulu. Sesudah semuanya siap baru ikut pemilu. Tanpa persiapan matang, maka tidak ada bedanya antara partai Kristen dan partai-partai lainnya. 

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

buat ari thok dan iah iah

mendirikan partai memang hak setiap orang. tetapi mendirikanpartai agama termasuk Kristen, menurut saya tidak efektif. Pemikiran Kristen tentang agama dan negara sudah selesai, yaitu negara terpisah dari agama, namun keduanya memiliki hubungan koordinasi. Sedang di Islam belum selesai, wajar, karena Kristen ada jauh sebelum Islam, diantara pemikir Islam memang sudah banyak yang setuju pemisahan agama dan negara. Tapi saya percaya nantinya mereka juga selesai. Alangkah lucunya jika Kristen mengikuti pemikir Islam yang belum selesai menetapkan hubungan agama dan negara. Lagi pula, dalam partai nasionalis banyak orang Kristen, jadi untuk apa mendirikan partai Kristen, hanya akan membuat hubungan antar agama menjadi kian keruh. Indonesia masih menghadapi banyak persoalan SARA, jika tidak hati-hati, negara ini bisa terpecah-pecah. Barang siapa mendirikan partai, dan hanya berjuang untuk kelompoknya, itu penghinaan terhadap martabat manusia yang adalah ciptaan Tuhan. Partai agama harus berjuang untuk semua orang di Indonesia, namun sampai saat ini saya belum melihat kontribusi positif partai agama. Maaf saya bukan orang parta, saya hanya melihat dari sudut pandang teologi.

Bukan Partai Agama

Pak Binsar, maaf, penjelasan saya kurang rinci. Yang saya maksudkan dengan partai Kristen bukan partai agama Kristen yang hanya memperjuangkan kelompok agama Kristen apalagi memperjuangkan negara Theokrasi. Yang saya maksudkan adalah partai yang didirikan oleh orang-orang Kristen di mana prinsip-prinsip Alkitab nampak jelas di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya serta kehidupan para anggota partainya.

Saat ini ada sebuah partai Kristen namun saya tidak setuju dengan keberadaannya sebab walaupun tidak menyebut diri Kristen namun ya, banyak masalah di dalamnya. Apalagi ketika kampanye pakai KKR dan bahasa Roh serta bawa-bawa nubuatan kerajaan 1000 tahun.    

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

untuk iah iah

Menurut saya kita harus kritis, apa maksudnya prinsip-prinsip Alkitab dalam anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga. Di Indonesia jelas, bahwa AD/ART partai tidak boleh bertentangan dengan UUD. dan Pancasila tidak bertentangan dengan Alkitab. Jadi, mudah saja, partai yang tidak sektarian mestinya menerima Pancasila dan UUD 45.GBU

Pak Binsar, Anda Benar 100%!

Pak Binsar, terus terang saya belum pernah memikirkan secara mendalam tentang ide akan sebuah partai yang berlandaskan Kekristenan. Komentar-komentar anda membuka mata saya akan beberapa hal yang tidak terpikirkan selama ini. Terimakasih!

Setelah memikirkannya secara mendalam dengan informasi dari anda, nampaknya saya melakukan beberapa kesalahan persepsi tentang kehidupan bernegara dan partai Kristen.Terima kasih, anda benar-benar mencelikkan mata saya. apa yang anda tulis BENAR!

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

untuk iah-iah

Terima kasih juga untuk respons anda. memahami hubungan antara agama dan negara memang tidak mudah. Tidak banyak orang Kristen yang turun dalam dunia politik praktis yang mengerti hal itu dengan tuntas. Tidak heran, terkadang Gereja pun dijadikan ajang pertarungan politik. Ironisnya, kita dengan mudah bisa menjumpai, Doa bukan lagi diarahkan pada Tuhan, tapi sudah berupa kampanye partai politik. saya prihatin dengan semuanya itu. Sebenarnya ada banyak buku yang bisa kita baca, tapi sayangnya mereka yang katanya ingin menjadi berkat ketika turun ke dalam dunia politik sering lupa untuk membaca, belajar tentang krkistenan dengan sungguh-sungguh. Padahal Alkitab mengatakan, Umat-Ku binasa karena tidak memilki pengetahuan. Semangat orang Kristen di partai poltik tidak jarang justru mempermalukan Tuhan. GBU

Penghinaan bagi martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan"...

Met sore p Binsar, Mau ikutan bicara sedikit ya Pak, Orang Kristen berpolitik? menurut saya partai Kristen yang ada lebih mengutamakan kepentingan partainya daripada menjadi terang. Kalau memang dianggap penghinaan bagi martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan,ya sudah tidak perlu didukung. Lebih baik mendukung partai sekuler asal didalamnya ada anak Tuhan yang bisa menyuarakan kebenaran Firman Tuhan, tapi mungkinkah itu? Semoga Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi bangsa Indonesia kita tercinta, supaya kita bisa beibadah dengan tenang. Muhun Pak,

Buat Anonymous

Saya percaya Seperti Alkitab katakan, semua yang ada dicipta oleh Tuhan, berarti semua yang ada bergantung pada Tuhan. Semua orang yang hidup diberi penghidupan oleh Tuhan, Tuhan memberikan hujan dan panas pada semua orang. jadi dalam pemeliharaan dunia ini, termasuk kelangsungan suatu negara, disana Tuhan tetap memerintah.
Tuhan bisa memakai orang bukan Kristen menjadi pemimpin negara yang baik, dan Tuhan juga bisa pakai orang Kristen. pemeliharaan dunia adalah mandat Allah, termasuk mandat untuk orang yang bukan Kristen. pelanggaran terhadap itu berakibat buruk pada semua, misalnya global warming, yang disumbangkan oleh banyak hal dari ketidak beresan manusia, baik oleh Kristen dan bukan kristen.
Jadi bagi saya orang Kristen yang terjun ke politik adalah menjalankan mandat Allah untuk memelihara dunia, demikian juga mereka yang bukan Kristen, Artinya perjuangan semua politisi harus untuk kesejahteraan semua manusia, tidak boleh ada diskriminasi. Seperti Tuhan yang memberi hujan dan panas pada semua manusia.

Ikut nimbrung Pak Binsar

Saya setuju dengan komentar anda di atas, bahwa orang Kristen berpolitik itu termasuk menjalankan mandat Allah, oleh sebab itu sebenarnya menjadi kewajiban orang Kristen untuk tidak apatis terhadap hidup bernegara ini termasuk di dalamnya politik. hal ini termasuk dalm pendirian partai Kristen juga sekalipun memang sangat riskan dalam pandangan saya karena ketika partai tersebut tidak bisa membawa kebaikan atau menunjukkan kepada dunia ( dan Tuhan juga ) sebagai orang Kristen maka nama Kristen yang menempel pada partai itu menjadi tanpa makna bahkan mempermalukan Kekristenan sendiri. Terus terang saya tidak memiliki pandangan yang pro atau kontra terhadap partai Kristen karena masing masing memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri. Di luar masalah partai Kristen, menurut saya jelas kita memang wajib peduli akan negara kita. GBU

Untuk bagus T

Dalam Alkitab, negara adalah institusi yang diberikan Allah setelah kejatuhan manusia, jadi negara memiliki kelemahan, namun diperlukan . Karena itu orang Kristen mesti berhati-hati.

Mendirikan partai agama di negeri ini adalah hak, tapi apakah faedahnya untuk agama itu, misalnya Kristen. Kita tidak boleh mengekor agama lain.

Saat ini agamaisasi politik(mengagamakan poltik) dan politisasi agama (menggunakan agama untuk kepentingan politik) terlihat jelas di negeri ini. Keduanya hanya akan merugikan agama itu. karena itu, meski mendirikan partai agama adalah hak, namun karena faedahnya hampir tidak ada, bahkan efek negatifnya sudah kita rasakan, kita berharap semua partai yang mangaku-ngaku Kristen, bisa kembali kepada partai yang pluralis, dan jangan menggunakan agama hanya untuk minta dukungan agar punya kekuasaan.

Mengapa Harus terjadi....?

Julhan, kalau saya bisa kasi komentar....
Kalau kita baca Alkitab sebenarnya orang Kristen sebelum kita juga mengalami hal yang sama, mereka di tolak, dianiaya bahkan ada yang dibunuh (martir) dan kita tau Yesus Kristus sendiri juga mengalami hal yang sama, jadi sebenarnya memang ini tidak perlu terjadi tetapi Yesus sendiri sudah memperingatkan kita bahwa kita juga akan mengalami hal yang sama ditolak, dianiaya dan sebagainya, yang perlu saya sampaikan disini adalah agar kita lebih banyak lagi mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari wajah Tuhan berdoa untuk bangsa ini agar bangsa ini boleh mengenal Tuhan Yesus Kristus, dan berdoa juga untuk saudara2 kita seiman agar diberi kekuatan menanggung setiap masalah yang datang.
Walaupun secara warga negara kita tetap punya hak untuk menuntut secara hukum atau menerima perlakuan yang sama dengan penganut agama lain, bukan juga kita tinggal diam tetapi kita berperang secara rohani dan juga melakukan Firman-Nya. GBY !

buat Julhan

Berperang secara rohani jangan diartikan bahwa orang Kristen hanya berdoa saja. bereperang secara rohani, artinya orang Kristen mesti berperang dengan tetap berada adalam kebenaran, karena berdoa berarti mencari kehendak Tuhan, memohon agar Tuhan menguatkan kita untuk hidup benar. Jadi Perjuangan orang Kristen secara rohani artinya perjuangan dengan menggunakan seluruh tenaga, hati dan jiwa kita.

Memang dunia ini akan terus mengalami pembusukan, tetapi orang Kristen harus berusaha menjadi garam, menahan pembusukan, dalam segala hal. Perjuangan secara rohani justru perjuangan yang amat berat, bukan hanya berdoa saja tapi memaksimalkan semua talenta dan karunia yang Tuhan beri.

Jika hidup kita tidak bisa menjadi berkat bagi, keluarga, sanak famili, masyarakat dan negara, patilah kita belum berjuang secara rohani, meski perjuangan tidak selalu mendapatkan pengakuan orang lain.

Walikota Bogor di PTUN-kan karena membekukan IMB Gereja

Salam,
Just info kita sedang mem-PTUN kan Walikota Bogor, karena membekukan IMB pembangunan gereja.. Sidang setiap hari kamis di Bandung.

|/|)|(

|\|\| ) hidayat

Tabahlah......

Memang beginilah jadinya.....
Karena waktu semakin berlalu menjauh dari awal penciptaan, maka semakin dekat dengan 'kiamat'. Karena semakin dekat dengan 'kiamat' maka penyiksaan bagi Anak-anak TUHAN juga semakin dekat. Semakin dekat artinya, dalam kehidupan sekarang dan selanjutnya akan semakin sering terdengar dan terjadi pendiskriminasian Anak-Anak TUHAN. Bagi kita yang Anak-Anak TUHAN tidak mengalaminya, maka berilah bantuan semaksimal mungkin (mendoakan merupakan 'keharusan' bagi mereka yang percaya padaNYA) sebab merekalah Saudara kita didalam roh dan Kasih TUHAN.
Soal PTUN- walikota bogor, itu mah hanya sebuah cerita muluk2. Emangnya jika dia di ptun-kan bisa menjamin walikota berikutnya menghormati Hak Asasi Beragama???? Ntar malah Gubernurnya, ato mungkin presiden kita (karena setelah di'audit', mr.presden kita tuh hanya boneka --liat tuh skb 2 mentli, lalu 3 mentli, ntar smua mentli, yang terakhir ini khan mau 'sabotase' ibadah minggu--- ya nggak bro?? {aku curiga ntar skb mentrl2 di + skb gubelnur, he...heee.....)
Jadi marilah kita cerdik seperti ular (berjaga-jaga, supaya tidak terdapat cela pada kita yang mau dan mengaku Anak-anak TUHAN, mari mencontoh Daniel) dan tulus seperti merpati (bekerja untuk kemuliaan BAPA dan TUHAN YESUS, apakah kita itu pegawai negeri ataupun swasta atau wirausaha bahkan mungkin juga pengangguran, yang penting kita bekerja bukan karena hal kekawatiran tapi karena ingin mempermuliakan BAPA dan TUHAN YESUS dalam kehidupan kita sehari-hari, mencontoh Daniel, melaksanakan Buah-buah ROH dari BAPA)
Bagaimanapun juga inilah yang disebut Ujian Iman, man.
So.... Kept FAITH IN FATHER & JESUS, ALWAYS 4EVER

evie's picture

Sebenarnya tidak masalah

Kalau gereja ditutup, ya biarlah
yang penting kita tidak berhenti beribadah
Toh, itu hanya gedung ....
Gereja yang sebenarnya adalah kita sendiri ....
Kalau gereja ditutup, yo biarlah ....
Yang penting pake jalan lurus untuk mengurus izinnya.
Susah ngurusnya? Ya, harus dihadapi.
Harus tekun .... dan ketekunan itu tidak akan sia-sia
Kalau gereja ditutup, ya biarlah .....
Yang penting mulut dan hati kita tidak terbungkam untuk
tetap menyampaikan Kabar Sukacita itu ....
Teruslah menjadi teladan, garam, dan terang dunia, meskipun
tanpa gedung gereja.
Tetaplah pelihara persekutuan itu, walau tanpa gedung gereja. Tetaplah saling menguatkan dan yakin atas setiap keterlibatan Tuhan dalam seluruh hidup kita.

Untuk Evie

Membiarkan Gereja di tutup adalah membiarkan pelanggaran HAM, dan pelanggaran itu akan terus berlanjut. memang kita diminta menjadi garam dan terang, garam maksudnya menekan pembusukan.
Jika pemerintah itu adil maka negara akan terjaga dari kehancuran yang lebih mengerikan, karena itu kita harus medorong pemerintah untuk bertindak adil, bukannya membiarkan pemerintah bertindak semena-mena. Perlindungan terhadap anggota masyarakat adalah kewajiban pemerintah. Jika pemerintah lalai kita mesti menegurnya, ini pemerintahan demokrasi.

evie's picture

Fokusnya apa?

Salah satu gereja denominasi saya juga mengalami peristiwa ini, gerejanya ditutup. Ternyata memang ada yang salah. Menggunakan sebuah gedung sekolah (milik yayasan yang menaungi gereja tersebut) untuk beribadah. Sudah hampir 10 tahun tidak ada masalah, tapi akhirnya
bermasalah juga karena setelah diselidiki oleh pihak tertentu, ketahuan bahwa itu bukan gedung gereja, tapi gedung sekolah yang juga memasang "plangkan" gereja.

Nah, ini yang sering terjadi, banyak gereja ditutup karena memang ada
celah. Pihak gereja sendiri karena susah mengurus izin untuk beribadah atau membangun gedung gereja menggunakan banyak cara supaya bisa membangun sebuah gedung gereja.

Memang ini pelanggaran HAM. Tapi apakah hanya dengan cara demo atau
jalur pengadilan ini bisa diredam? Mengapa kita tidak mencoba melihat
atau mencari apa yang Tuhan mau dengan maraknya penutupan gereja -- terutama dengan IMB yang tidak jelas -- akhir-akhir ini. Masih banyak gereja yang berdiri, tidak semua dihancurkan, karena jelas dan semuanya sesuai aturan pemerintah.

Pernah terpikir, bisakah dibuat satu gedung gereja bersama? Walaupun
berbeda denominasi, sebuah gedung bisa dipakai untuk beberapa gereja?
Pernah saya lontarkan ide kepada rekan saya.

Jawabannya, "Wah satu denominasi aja bisa bentrok masalah gedung
gereja, apalagi kalau beberapa denominasi pakai satu gedung gereja, bisa gedung itu yang hancurkan orang Kristen sendiri."

Mulanya agak tidak setuju dengan responsnya, tapi menilik beberapa
peristiwa "memalukan" yang terjadi antaranggota jemaat sebuah denominasi gereja yang pernah menjadi berita di media massa, rasanya
jadi ingin membenarkan.

Jadi, maksud saya, jika saat ini banyak gereja ditutup, jangan lantas masalah itu menjadi fokus. Jangan mengagung-agungkan pembelaan HAM dan menjadikannya dasar perjuangan. Dasar perjuangan kita hendaklah untuk
mencari dan mengetahui kehendak Tuhan. Fokuslah kepada apa yang Tuhan mau, bukan fokus kepada masalah/penganiayaan yang terjadi pada kita atau gedung gereja.

Ham

Terima kasih evie

 

Ham itu dinyatakan oleh Alkitab, jadi jika kita membela HAM itu juga memberitakan Firman Tuhan. Kebetulan Tesis master saya adalah tentang HAM dalam persfektif Alkitab, kalau ingin tahu lebih dalam boleh juga sih, saya memang sedang akan buat e book tentang tesis saya itu, kalau peminatnya banyak saya akan terbitkan dalam bentuk buku, maaf numpang promosi.

Penutupan gereja = pelanggaran HAM

Penutupan gereja = pelanggaran Ham. itu benar. Tidak ada yang berhak menutup gereja. Jangan biarkan ada aturan peraturan pemerintah yang disyahkan mengenai hal ini.
Beberapa tahun lalu ketika distujui adanya peraturan untuk menyediakan sarana dan prasarana sosial di setiap pembangunan kompleks rumah huni, kita kecolongan dengan kata "Rumah ibadah", yang nota bene menganti kata mesjid. Politik memlintir kata sedemikian rupa, sehingga persepsi yang diterima menjadi berbeda.
Ada gereja di Cimanggis, pembangunannya tertunda hanya karena ijinnya "belum turun". Jemaat disana telah mengurus ijin tersebut tahun 2000, dan sambil menunggu ijin itu turun, mereka membangun secara mencicil. Namun karena "sadar dan kenal hukum" sampai saat ini, pembangunan itu tertunda.
Dari yang saya tahu, partai politik kristen sudah ada, namun keran dan pipa penyampaian "suara" ditutup, tertutup, dan macet.
Pak Binsar Antoni, boleh kah kita mempersoalkan lambatnya ijin pembangunan gereja sebagai pelanggaran HAM ke KOMNAS HAM?

Ijin pembangunan rumah ibadah

Mempersoalkan penghambatan ijin rumah ibadah ke komnas HAM boleh saja, karena menghambat pembangunan rumah ibadah bisa dikategorikan pelanggaran HAM. namun, sebaiknya melalui jalur yang telah ditentukan terlebih dahulu. Pertama-tama tentu ke FKUB (Forum Komunikasi umat Beragama). Memang di negeri ini ada persoalan tentang ijin pembangunan rumah ibadah, yaitu jemaat, atau pengguna (warga gereja) minimal 90 orang, sedang persetujuan masyarakat setempat 60 orang (menurut Perber/SKB dua menteri), jika warga sekitar tidak mau menanda tangani, kewajiban FKUB untuk memberi pengertian pada masyarakat untuk menyetujuinya. namun, Jika jemaat belum memenuhi syarat itu, maka mintalah  ijin sementara, selama dua tahun dan dapat diperpanjang. Jadi jemaat yang kurang dari 60 juga tetap bisa beribadah.Pada prinsipnya SKB itu adalah pedoman pendirian Rumah ibadah, bukan instrumen untuk menutup rumah ibadah. Penutupan rumah ibadah dengan alasan apapun tidak dibenarkan.

Saya pernah menjadi tim kelompok kerja perumus tentang pengertian rumah ibadah Kristen, dari perwakilan gereja-gereja aras nasional. Kira-kira dua bulan yang lalu draft nya kita telah masukkan ke Dirjen Bimas Kristen. Salah satunya adalah penjelasan, bahwa rumah ibdah Kristen adalah Gereja dan chapel/rumah doa. Gereja memerlukan ijin, namun rumah doa/chapel tidak memerlukan injil, hanya perlu melapor ke Dirjen Bimas Kristen.

Sebenarnya salah satu masalah yang sering menyebabkan terjadinya penutupan gereja adalah tidak adanya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, dirjen dan departemen dalam negeri, karena departemen dalam negeri kurang komunikasi dengan pemerintah daerah, dan departemen agama, juga dengan menkopol 

 

Ratu adil?

Yang aku rindukan adalah bangkitnya Daniel di jaman sekarang, atau Yusuf. Seorang benar, berkapasitas sebagai pemimpin, segala pekerjaannya diberkati Tuhan, sehingga bisa memberkati bangsa ini. Tapi yang aku dengar, begitu masuk dunia politik, tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Tidak ada salah benar, yang ada menang kalah. capek deh... Sepertinya memang tidak ada yang bakal sanggup memanggul beban ini kecuali Tuhan sendiri yang membangkitkannya. Mengingatkan kembali kepada kita untuk tidak bersandar kepada manusia (kekuatan kita sendiri). Berperang dengan caranya Tuhan. Mempersiapkan jemaat untuk siap sedia dalam pertempuran jaman ini, dan meninggalkan kebiasaan untuk berjuang bagi kepentingan diri sendiri. Beribadah hanya untuk kepentingan diri?(udah mulai ngelantur blum? hehe)

Anonymous

Sebenarnya persoalan penutupan rumah ibadah itu memang bisa terjadi dimana saja, dulu dan sekarang. Contohnya bait Allah saja diruntuhkan kemudian dibangun kembali. Jadi kita mesti memisahkan antara menegur kesalahan orang, atau juga meredam kejahatan dan tanggung jawab untuk bergantung dengan Tuhan. Orang merusak, menutup rumah ibadah kita harus tegur, lawan dengan cara yang benar. Tapi, dalam keadaan itu kita juga mesti tetap percaya bahwa sampai kesudahan jaman Tuhan akan menyertai umat-Nya.