Dasar-dasar Konseling

DASAR-DASAR KONSELING
Oleh: Pdt. Julianto Simanjuntak, Msi.
Solo, 26 - 27 Nopember 2007

KONSELING DALAM AMANAT AGUNG KRISTUS

Kenapa saya memilih profesi sebagai Konselor?

  1. Pengalaman keluarga berantakan
  2. Pengalaman kehilangan ayah dan ibu (1988)
  3. Ketika melayani para siswa dan mahasiswa di Semarang (1988 - 1989)
  4. Ketika menjadi gembala sidang di Jakarta (1991-1996)
  5. Ketika praktik di sebuah klinik depresi dan narkoba di Jakata (1997)
  6. Ketika saya bekerja di pusat konseling narkoba (dari buah ke Pohon)

Tahun 2002 kami mendirikan LK-3
Profesi-Nya = KONSELOR
Nama-Nya Penasehat (Konselor) yang Ajaib

  • Mat. 9.35 : "Damikialah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
    Ia mengajar dalam dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil
    Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan."
  • Mat. 10: 1: "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi
    kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk
    melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan"


AMANAT AGUNG (MAT. 28:18-20)

  • Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan
    segala kuasa di sorga dan di bumi.
  • Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
    mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
  • dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
    Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
    senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Tempat Konseling
Dalam Amanat Agung (Mat. 28:18-20):

  1. Beritakanlah Injil ....
  2. Ajarkanlah....
  3. Aku menyertai kamu ....

Dari tiga tugas gereja ini mana yang paling diabaikan?
Kenapa?
After sales/purna jual
Dosa gereja/kita

  • Menawarkan produk "Cinta Kristus", tanpa menyediakan layanan "Purna Jual".
  • Gereja yang peduli Konseling bertumbuh secara signifikan (Cinere)
  • Gereja komunitas orang berdosa?
  • Andai dulu ada konseling....
  • Saya dikonseling 50+15 kali

Manfaat Dikonseling:

  1. Kepribadian saya yang tidak matang diubah. Hambatan pribadi dilepaskan (Mengampuni).
  2. Kecerdasan emosi saya diasah.
  3. Skill komunikasi dengan istri dan skill menjadi ayah bertambah.
  4. Ketrampilan menolong orang lain diperbesar.

Manfaat menjadi Konselor:

  1. Konseling mengisi botol hidup klien yang kosong, dan saya dapat melihat botol itu penuh. Sukacita saya luar biasa.
  2. Pelayanan konseling berbasis trust. Kepribadian saya dilatih untuk jujur dan bertanggung jawab.
  3. Saya dilatih memenuhi Firman Tuhan supaya menjadi pendengar yang baik (si 2 kuping).
  4. Saya lebih banyak belajar daripada mengajar. Kalau khotbah/mengajar saya lebih banyak memberi, dalam konseling saya banyak mendapat melalui mendengarkan.
  5. Konseling seperti kerja di laboratorium, melihat virus masalah manusia. Saya sendiri dibantu menyelesaikan masalah hidup dan keluarga saya sendiri.
  6. Saya merasa hidup saya sangat berguna, pengalaman dan ilmu saya membantu banyak orang. Saya terharu mendengar kesaksian-kesaksian klien saya yang tidak jadi bunuh diri.
  7. Saya merasa hidup saya fulfill, karena saya bekerja di ladang yang pas. Ladang ini membutuhkan penuai/pekerja, tetapi yang mengerjakan sangat sedikit. (Sharing: saat diminta melayani di gereja).
  8. Sarana mengisi 'Botol Kehidupan' kita secara pribadi.
  9. Konseling adalah pelayanan memberikan skill (ketrampilan) menjalani kesulitan hidup sehari-hari.

Fungsi konseling pastoral:
William A. Clebsch dan Charles R. Jaekle.
FUNGSI PASTORAL:

  1. HEALING
  2. SUSTAINING
  3. GUIDING
  4. RECONCILING
  5. NURTURING
  6. LIBERATING
  7. COACHING

1. PENYEMBUHAN (Healing)
Membantu orang sakit (fisik dan mental) kepada suatu keutuhan dan
ke arah yang lebih baik daripada kondisi sebelumnya.
2. PENOPANGAN (Sustaining)
Menolong orang yang "terluka" untuk bertahan dan melewati keadaan
yang penyakitnya tidak mungkin atau tipis kemungkinannya sembuh.
(Kanker, HIST, dll.)
3. PEMBIMBINGAN (Guiding)
Membantu orang-orang yang kebingungan untuk menentukan pilihan-
pilihan yang pasti di antara berbagai alternatif.
4. PENDAMAIAN (Reconciling)
Berupaya membangun ulang relasi manus dengan sesama dan dengan
Allah (melatih How To Forgive) .
5. PEMBERDAYAAN (Nurturing)
Membantu dan melengkapi orang sampai kepada tujuan hidupnya, lewat
pemberian skill hidup yang cukup. (Mis. Rico, dari seorang pecandu
yang terinfeksi HIV memberdayakan teman senasibnya).
6. PEMBEBASAN (Liberating)
7. PELATIHAN (Coaching)

KETRAMPILAN DASAR KONSELING

TUJUAN

  • Memahami tempat konseling dan perkunjungan dalam Amanat Agung.
  • Memahami tujuan dan hambatan perkunjungan.
  • Memiliki motivasi dan skill dalam visitasi dan konseling.

KONSELING = BENGKEL

  1. Kasus apa saja yang menonjol di Gereja Anda?
  2. Berapa banyak orang yang datang konseling setiap rringgu?
  3. Apa hambatan orang konseling ke gereja?

CONSELING SKILL
I. UNDERSTANDING
II. RESPONDING
I. UNDERSTANDING

  • Understanding terjadi jika konselor mengosongkan diri dari
    perspektif pribadi dan masuk dalam perspektif konseli.
  • Understanding terjadi jika konselor mengizinkan klien bicara
    sebebas-bebasnya

Arti Mengosongkan Diri
* Mengosongkan diri dari prasangka kemutlakan kebenaran sendiri
(Mis : Bu, bercerai itu dosa, kenapa Ibu lakukan ?....
Dik, nyontek itu dosa... !
)
Fanatisme Sempit
* Fanatisme sempit akan merusak konseling. Misal: Wah, Kamu kurang
doa, jadi masalahmu nggak selesai ,...

Wujud Mengosongkan Diri
* Menahan diri bicara pada waktu yang tepat untuk menyatakan
kebenaran. (Mendengar 1-2 Jam).
Bila Understanding terjadi, maka konseli akan percaya kepada
konselornya (TRUST).
UNSUR-UNSUR UNDERSTANDING

  1. EMPATHY
  2. ACCEPTANCE
  3. LISTENING

1. EMPATHY

  • Sikap konselor bersedia menempatkan diri pada tempat konseli,
    merasakan apa yang dirasakan konseli, dan mengerti dengan pengertian
    konseli.
  • Adalah kemampuan peka terhadap orang lain dan kemampuan mengerti
    perspektif orang lain. Emphatela, "ikut merasakan."
    Contoh: Beli sepatu sama tapi beda, ada ujung paku.

SUMBER EMPATI
* Stern menyebutnya proses "penyetalaan". Tiruan yang paling mendekati
adalah penyetalaan kemesraan antara bayi dan ibu.
Michael, seorang anak 15 bulan memberi boneka pada temannya Paul
yang sedang menangis; ketika Paul masih tetap menangis, Michael
mengambil selimut pengaman Paul.

2. ACCEPTANCE

  • Kesediaan konselor menerima konseli apa adanya (bukan "ada apanya").
  • Menempatkan hal negatif klien pada kehidupannya yang UTUH
  • & UNIK (Mis. Klien minta cerai).
  • Jika konseli merasa diterima konselor, dia akan sangat TERBUKA dan
  • siap menerima.
  • Hasilnya RAPPORT (hubungan baik).

3. LISTENING.

  • Dietrich Bonhoeffer:
    "Banyak orang mencari telinga orang Kristen. Namun sayang, orang
    Kristen justru berbicara pada saat mereka seharusnya mendengar.
    "Mereka yang tidak mendengar saudaranya sesungguhnya dia juga
    seorang yang tidak mendengarkan Allah."
  • Mendengarkan dengan penuh perhatian baik yang "VERBAL" maupun yang
    "NONVERBAL"
  • VERBAL-LISAN, masalah yang dikatakan atau diucapkan dengan bahasa
    lisan. Pengungkapan isi hati melalui kata kata 7%
  • NON-VERRBAL-ISYARAT, mimik, tinggi rendah nada suara, gerak-gerik
    tangan, atau kening, wajah, keringat, dll. 55%
  • PARALINGUISTIC: Berarti bahasa yang dipakai, tinggi rendahnya suara,
    istilah, tekanan suara. 38%

DICIPLINED LISTENING:

  • Lebih banyak mendengar (2/3 atau 3/4 sesi).
  • "Hendaklah kamu lambat berkata-kata dan cepat mendengar."

YANG KITA DENGARKAN:

  • Pengalamannya (what happens to them).
  • Tingkah lakunya (what they do or fail to do).
  • Perasaannya (the feelings and emotions).

EMPAT INTENSI

  • Mengerti seseorang
  • Menikmati percakapan
  • Belajar sesuatu
  • Memberikan bantuan

Bedakan antara real listening dan pseudo-listening.
HAMBATAN DALAM MENDENGARKAN

  • Membandingkan
  • Membaca pikiran
  • Mengulang-ulang
  • Menyaring
  • Mendakwa
  • Berimajinasi
  • Mengindentifikasi
  • Menasehati
  • Bertengkar
  • Membenarkan diri
  • Mengalihkan topik
  • Mendamaikan

II. RESPONDING
* Memberi tanggapan yang membangun

  1. KEHANGATAN = TIDAK MENGHAKIMI - YOH. 4
  2. SUPPORT (DUKUNGAN) = Membantu konseli melihat masalah dan dirinya
    dengan lebih JERNIH, memberi tissu, minum, dll.
  3. GENUINENESS = Menyambut hangat, menjaga rahasia, ikut hadir dalam
    pergumulan klien.
  4. STIMULATING = Konselor aktif bantu klien bergairah bicara dalam
    konseling, memancing ide-ide dan membantu kelancaran percakapan.

CONTOH RESPON
EKSPLORASI/ STIMULASI

  • Coba ceriterakan lebih lanjut mengenai hal ini.
  • Bagaimana reaksi suami/istri Anda?
  • Kemudian ...?
  • Saya kurang jelas ....

Understanding:

  • Agaknya persoalan ini sangat memberatkan Anda.
  • Dengan kata lain, Anda merasa....
  • Saya dapat merasakan pergumulan Anda....

Supportif:

  • Memang setiap orang akan merasakan hal yang sama jika diperlakukan demikian.
  • Tuhan pasti mempunyai maksud tertentu ....
  • Tentunya hal ini akan bertambah baik jika ....

Interpretatif:

  • Sebenarnya apa yang terjadi adalah ....
  • Apakah hal ini membuat Anda merasa bersalah?
  • Rasanya Anda sangat bergantung pada ....
  • Apakah ini yang Anda ingin katakan? ....

Evaluatif:

  • Anda sangat bijaksana.
  • Ide yang baik.
  • Alkitab mengatakan, itu dosa!
  • Saya kira itu tidak akan menolong.
  • Anda harus mencoba jalan yang lain.

Action:

  • Saya anjurkan Anda ...
  • Mengapa Anda tidak ....
  • Jika Anda kembali minggu depan ....
  • Anda seharusnya

Alternatif Solusi

  • Selalu Terbuka. dengan pilihan Klien (Jangan hakimi).
  • Misal: Pak, saya tak bisa lagi bertahan dengan suami saya.
  • Respons: O ya...? Apakah sudah memikirkan konsekuensinya pilihan Ibu ...?

Kasus Divorce

  • Ajak Klien memikirkan 3-4 alternatif yang bisa dipertimbangkan.
  • Bertahan, latihan merubah diri menjadi istri yang lebih dapat
    melayani suami (Konseling pribadi)

Alternatif Solusi

  • Bertahan di rumah dengan komuikasi yang sangat minimal.
  • Berpisah sementara, mencari tempat aman untuk memulihkan diri.

BUAT TABEL
* Ajak Klien membuat tabel, plus - minus setiap pilihan. Ajar dia yang memikirkan dan mengatakan sendiri.

OKE Bu, kalau Ibu memilih untuk bercerai. Mari kita pertimbangkan bersama apa yang akan Ibu alami:

  1. Anak-anak ikut siapa? Kalau ikut Bapak?
  2. Bagaimana status Ibu sebagai janda.
  3. Bagaimana keluarga besar lbu?
  4. Sanggupkah Ibu urus anak-anak sendiri ?
  5. Bagaimana dengan ekonomi Ibu pasca divorce?
  6. Dll.

SYARAT & PERLENGKAPAN KONSELOR

Syarat Konselor:

  1. Sangat tertarik dengan manusia, sehingga selalu mengamati dan memikirkannya.
  2. Punya keinginan kuat melengkapi diri dengan membaca, haus belajar dan punya teachable spirit.
  3. Memiliki belas kasih dan kepedulian serta air mata untuk mereka yang menderita.
  4. Punya skill listening, emphaty, understanding, & acceptance.
  5. Stabil dalam emosi:
    1. Tidak hanyut melakukan transference atau counterconference.
    2. Berempati, bukan simpati.
    3. Tidak narcissistic.
    4. Bisa memelihara confidentiality.
    5. Tidak berjiwa judgemental & fundamentalistic.
  6. Bisa dan suka bekerja sama dengan rekan-rekan yang lain (referrals).
  7. Kita adalah individu yang sadar untuk tidak playing god (dengan merasa diri sakti dan memakai jalan pintas doa-doa kesembuhan).
  8. Dapat membedakan antara panggilan dan tugas pemberita firman dengan konselor (tidak berkhotbah pada client). Tidak menggunakan doa dan pembacaan Alkitab untuk memanipulir klien.
  9. Mampu membedakan antara reaksi (keluhan subjektif) klien. dengan
    persoalan client yang sesungguhnya), supaya klien dapat melihat,
    menafsir dan bereaksi dengan benar, dan tidak terjebak dalam
    phenomena yang menjadi keluhan client.
  10. Memiliki ketajaman dan kemantapan dalam mendiagnosa persoalan
    client. Untuk itu konselor harus belajar psychology (introduksi,
    developmental, personality, psikologi abnormal, dll), serta
    mempunyai konsep teologi yang sehat

DAFTARKAN APA YANG SUDAH ANDA MILIKI DAN YANG BELUM
SUDAH ADA:

BELUM ADA:

Keywords Artikel: konseling, konselor

Topic Artikel: Konseling

Comments

Belajar Konseling

Saya sangat bersyukur menemukan artikel ini karena saya saat ini sedang belajar tentang konseling dan berharap dapat mengembangkannya baik dilingkungan keluarga, sekolah tempat saya mengajar dan tentunya dalam kegiatan gereja. Doa saya Tuhan yang senantiasa memperlengkapi bapak agar terus dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya