Lidah Sang Penghancur

Yakobus 3 : 5-6

3:5    Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.
Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.


3:6    Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

3:7    Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,

3:8    tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Lidah adalah seperti api... percikan api yang kecil dan nyaris tidak signfikan.
Kebakaran hutan yg besar itu dimulai dari percikan api.. hutan yg besar dapat terbakar hanya karena percikan api. Api memiliki kuasa/daya  untuk menhancurkan. Daya hancurnya cukup luar biasa.
Kebakaran yang besar karena api yang kecil, bisa karena seorang menjentikkan rokoknya secara tdk sengaja di sebuah hutan, atau buang puntung rokok di pom bensin. 
Kebakaran yg terjadi di Australia baru2 ini membuktikan kekuatan api yg tdk boleh diremehkan.
Demikian juga analogi ttg lidah. Lidah memiliki kuasa untuk menghancurkan, bukan saja untuk kehidupan seseorang tetapi juga keluarga, sekelompok orang bahkan bangsa sekalipun. Betapa banyak yang dapat dihancurkan oleh karena anggota tubuh yang kecil ini.

Betapa banyak kehidupan rumah tangga yg hancur karena perkataan dari lidah ini. Kehidupan pernikahan yang berakhir di tengah jalan hanya karena lidah yang kecil ini. Si suami mencaci maki menghina merendahkan  pasangannya dan juga sebaliknya. Perkataan – perkataan yang tajam yang sering kali hanya disebabkan oleh masalah2 kecil yang tidak seharusnya diributkan. Sikap yang tidak mau mengalah dan toleransi untuk perkara perkara kecil yang sepele yang harusnya bisa didiskusikan tetapi sang suami atau pun isitri saling mengejek, menghina, merendahkan dan akhirnya caci maki keluar dari mulut mereka.

Misalkan si istri suatu saat saat jalan bersama si istri tersandung dan dengan penuh “kasih” sang suami berkata : “ Matamu picek (buta)  tah, masak batu sebesar itu saja nda ngeliat ??!!” . Si istri sangat sakit sekali dengan perkataan suaminya dan menunggu kesempatan “serupa” untuk 'menyerang balik” .

Pasangan kita bisa salah tapi bukanlah cara yang bijak untuk 'menghantam'nya dengan kata kata yang penuh “kasih” seperti itu.

Dosa karena lidah..

Itu sebabnya benarlah kutipan dari kitab Sirakh dari Apokrifa/Deuterokanonika

Dera cambuk menyebabkan bilur, tetapi dera lidah mematahkan tulang.
Sudah banyak yang tewas oeh mata pedang, tetapi belum sebanyak yang gugur karena lidah.

Berbahagialah orang yang berlindung terhadap lidah dan tidak tertimpa geramnya;
dan juga berbahagia orang yang tidak perlu memikul kuknya dan tidak terikat dengan belenggu belenggunya.

Sebab kuknya adakah kuk besi dan dari perunggu belenggu belenggunya.
Kematian ngerilah kematian karena lidah, bahkan dunia orang mati lebih menguntungkan daripada dia (Sirakh 28 : 17 -21)

Betapa banyak kehidupan anak2 dihancurkan oleh perkataan orang tua mereka.
Bukannya berkata : “ Papa sayang kamu itu sebabnya Papa harus mendisiplin kamu karena kamu memiliki destiny yang luar biasa dalam Tuhan, itu sebabnya Papa harus disiplin kamu.”
tetapi mereka lebih seuka melampiaskan kekesalan dan kemarahan di hati mereka dengan kata kata seperti :

“ Dasar kamu anak goblok,  begitu saja nda bisa, lihat teman2mu...
“ Dasar kamu anak nakal, kamu tidak pernah bisa berubah ..!!”
“ Dasar kamu memang maling dan kamu tdk pernah bisa berhenti untuk jadi pencuri!”
Tanpa mereka sadari para orang tua ini mulai menulis destiny dalam kehidupan anak2 mereka.

Itu sebabnya hati2 dgn penggunaan kata2, bukan cuman orang tua merela tetapi juga guru dan org2 yg lebih dewasa.


Dan sebuah “ kabar terbaik”, semua perkataan kita yang menghancurkan diri kita atau pun orang lain itu semua tercatat dengan jelas di surga. Dan akan dipertanggungjawabkan pada saat hari penghakiman . Matius 12 :36 ( dengan perkataan kita dapat dibenarkan atau pun dihukum).

Anak2 bisa salah, tapi bukan demikian cara orang tua menegur mereka... dan secara tdk sadar mereka sudah menanam image dalam diri anak mereka bahwa mereka (anak2) itu adalah seperti apa yg  dikatakan orang tua. Dengan kata kata mereka menuliskan destiny dalam diri anak2 mereka bahwa mereka benar benar anak2 yang buruk, bodoh, jelek, nakal dan tidak akan pernah menjadi siapa siapa.

Orang tua berbicara tanpa memikirkan akibatnya.

Beberapa anak dilahirkan dari keluarga yg broken tdk harmonis.. dimana kata caci maki dan kata kata dari kebun binatang merupakan hal yg lumrah yg sering mereka dengar.

Hukuman berupa caci maki sering kali lebih membekas dibanding hukuman fisik. Seorang anakl dipukul sering kali terluka secara fisik. Dan itu perlu waktu tapi tdk demikian dgn hukuman berupa perkataan yg membekas sampai mereka dewasa  “illustrasi...

Sewaktu saya kecil saya sering dipukul oleh orang tua saya karena kenakalan saya tetapi bilur atau pun memar pada kulit saya sembuh dalam waktu beberapa hari atau minggu, tapi tidak dengan perkataan mereka yang tajam yang mencaci atau pin merendahkan, mengutuk yang sampai saya dewasa masih membekas di ingatan saya.. dasar anak tidak berguna..kamu tidak akan pernah menjadi siapa siapa..

Maksud mereka mungkin baik untuk mengoreksi saya tapi perkataan itu tidak mudah saya lupakan sampai saat saya menjadi dewasa. Untunglah perkataan itu sudah saya patahkan sewaktu saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat saya.

Anak2 bisa merekam atau pun mengingat perkataan org tua mereka ..dan memori bisa bertahan sampai berpuluh tahun saat mereka dewasa bahkan sampai mereka menjadi tua

Anak2 yang terluka secara emosional

Berikut kesaksian yg saya dengar dari pengajaran “ Hati Bapa” oleh Bpk Eddy Leo dari Abba love ministry.

Seorang anak di Papua mencuri babi milik ayahnya dan kemudian menjualnya. Uangnya dipakai untuk berfoya foya bersama dengan teman temannya.  Ayahnya kemudian mengetahui hal ini dan menghajar anak ini habis habisan. Si anak menjerit minta ampun tapi terus menerus dipukul oleh si ayah yang sedang kalap ini. Terakhir ayahnya mengambil pisau dan mengiris sebagian dari daun telinga anaknya dan berkata.. “Makan ini...!” Ayo makan..! kamu makan telingamu ini atau aku bunuh kamu..! “ si anak terus menjerit minta ampun tapi si ayah terus mengancam anak untuk membunuhnya bila ia tidak memakan telinganya sendiri. Akhirnya si anak dengan hancur hati memakan telinganya sendiri...Tetapi statement yang paling menyakitkan dari sang ayah.. “Babi jauh lebih daripada kamu..tahu !!”..
Anak ini pun terus bertumbuh dan bahkan menjadi dewasa tapi “luka” yang ditimbulkan oleh sang ayah terus membekas dalam memorinya. Bahwa 'BABI LEBIH BERHARGA DIBANDING DIRINYA”.

Ketika dilayani untuk mengenal Allah sebagai Bapa yang baik ,.. Bapak ini sulit sekali untuk membayangkan dan menerima Allah Bapa sebagai Bapa yang baik ..

Banyak sekali anak anak  sering kesulitan untuk menerima gambaran Bapa Surgawi sebagai Bapa yg baik karena mereka selalu membandingkan antara Bapa Surgawi dan si “kunyuk' yang ada di rumah mereka.. Mereka diberitahu tentang Bapa surgawi yang penuh kasih tapi mereka juga sering teringat oleh para 'kunyuk' yang membesarkan mereka dan sering mencaci, menghina dan merendahkan mereka. bahkan mengutuk mereka.

Para orang tua, para pendidik dan orang orang yg dewasa, please be careful dalam hal berkata kata kepada anak anak kalian.. Kalian bisa menulis destiny yang buruk dalam diri mereka dan kalian juga bisa menulis destiny yang baik untuk kehidupan mereka.

Perkataan dari mulut kita, dari lidah yang kecil ini memiliki dampak yang luar biasa, bisa memiliki kuasa untuk menghancurkan atau pun juga untuk membangun

Beberapa peristiwa perkara kriminalitas penganiayaan bahkan pembunuhan pun sering dikarenakan  penggunaan lidah yang sangat tidak pada tempatnya. Seorang pembantu rumah tangga tega membunuh majikannya karena perlakuan dan kata kata yang 'kejam' dari sang majikan.

Sering kali saya berpikir apakah memang sulit untuk mengucapkan kata kata yang baik, kata kata  positif, kata kata yang membangun  atau kah lebih mudah menggunakan kata kata makian or caci maki , kata kata yang tajam untuk 'menghantam' atau 'manghajar' lawan bicara kita?

Alkitab mencatat analogi lidah seperti pedang, tombak yang juga memiliki daya bunuh dan hancur secara emosional.

Amsal 12 :18;  25:18; Maz 55:21-22; 64:4 = pedang
Maz 57:5 = tombak
Amsal 25:18 = anak panah, gada dan api Amsal 16: 27
Maz 52:1-4 = pisau cukur

Daya hancur dari lidah ini benar2 telah terbukti dari masa ke masa.

Berikut ini contoh di mana sebuah bangsa hancur ( sekitar 6 jt jiwa) karena kuasa kehebatan lidah ini.

Adolf Hitler bukanlah seorang yang menarik dan memiliki fisik yang besar, tapi dari fisik yang kecil ini keluar daya hancur yang luar biasa karena lidah yang dimilikinya.

Hitler adalah seorang yang memiliki fisik kecil tapi memiliki kemampuan sebagai seorang orator yang luar biasa. Dengan kata katanya ia bisa 'menghipnotis' massa, meyakinkan pendengarnya. Hitler membangkitkan nasionalisme bangsa Jerman , dan juga bisa meyakinkan bangsanya untuk memusnahkan bangsa Yahudi.. Bahkan sebagian gereja gereja di Jerman sempat terpengaruh dengan paham si Hitler dan ikut mendukungnnya..
Sejarah membuktikan jutaan jiwa orang orang Yahudi mati dalam kamp konsentrasi, pembunuhan suku bangsa / genocide terjadi di PD II karena seorang lidah dari Hitler.

Jangan pandang enteng kuasa lidah ini.

Hidup dan mati dikuasai lidah barangsiapa suka menggemakannya akan memakan buahnya. “Kehidupan” ini adalah buah dari perkataan kita. Semakin sering kita mengatakan hal hal yang negatif semakin juga banyak 'kehidupan' yang dihancurkan dari perkataan negatif ini.

Sebagian dari generasi pertama bangsa Israel yang keluar dari Mesir binasa karena pengaruh lidah.. 


10 orang pulang membawa kabar negatif, 2 orang pulang membawa kabar positif. dan mayoritas bangsa Israel percaya dengan perkataan dari 10 pengintai sehingga destiny mereka harus berakhir di padang gurun dan binasa tanpa pernah memasuki tanah perjanjian yang sudah dijanjikan oleh Tuhan sendiri. Lihat Bilangan 13, 14

Lidah negatif memiliki daya hancur karena menyebabkan pesimisme yang akhirnya bermuara pada ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan itu menular dan menyebar melaui pemijiran yang negatif, Jika kita memiliki lidah yang negatif, kita memiliki hati yang tidak percaya.

Mengapa orang percaya harus negatif bila Tuhan berada di tahta dan semua janjiNya adalah “ya” dan “amin” ( 2 Kor 1:20)

Seorang pendeta yang bernama Jimmy Evan berkata, “ Bahasa Tuhan adalah iman. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan (Mat 19 : 26) . Tuhan tidak pernah berbicara negatif . Dia hanya mengatakan kebenaran, bahkan ketika Dia mengatakan kebenaran, Dia mengucapkannya dengan iman, karena Dia melihat apa yang dapat terjadi.

So please be careful with you mouth and tongue.

 

Keywords Artikel: api neraka, kerusakan karena lidah

Topic Artikel: Renungan dan Artikel

Comments

MoZee_Rui's picture

Kemana aja nich saudara Ang ?

Kemana aja nich saudara Ang ? Long time no see :D

ACC wrote>> Banyak sekali anak anak sering kesulitan untuk menerima gambaran Bapa Surgawi sebagai Bapa yg baik karena mereka selalu membandingkan antara Bapa Surgawi dan si “kunyuk' yang ada di rumah mereka.. Mereka diberitahu tentang Bapa surgawi yang penuh kasih tapi mereka juga sering teringat oleh para 'kunyuk' yang membesarkan mereka dan sering mencaci, menghina dan merendahkan mereka. bahkan mengutuk mereka.

Ha ha ha para kunyuk itu cuma manusia pesakitan loh, jadi Please MAKLUMI saja, forgive and forget they JUST SICK... as simply as that. Memang super berat kalo jadi KORBAN mereka. Sama halnya seperti luka luar yang perlu obat dan masa pemulihan, luka pada bathin juga begitu.

Obat paling manjur adalah WE RESPECT but WE Don't NEED,  yang  diperlukan adalah relasi dengan diri sendiri dan Tuhan. Dunia luar hanya PROYEKSI dunia dalam diri.

Si anak Papua merasa butuh DISAYANGI oleh Ayahnya, bergantung dengan kasih manusia, Ayah yang dianggap sebagai figur teladan, ternyata jauh panggang dari api, kebutuhan akan kasih manusia telah "menciderai" begitu banyak manusia di muka bumi ini.

Kasih Tuhan dan Kasih kepada diri sendiri, itulah DAYA IMUN terhebat dari serangan virus dan kuman-kuman emosionil. 

*Mat. 19:19hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

*I Kor 4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;

4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

   
   
   

 

Qoheleth~MoZee~^_^

Setuju

Dear MoZee_Rui...
Sorry for watching your comment now.
Agree with your statement Mozee..
Gimana kbr ? Yg lalu nda sempat ketemu di acara kopdar.. may be next time yah

jika iblis mengingatkan kamu akan kegagalan masa lalumu, ingatkan dia selalu akan masa depannya

hay....syalom

syalom saudra2 ku yg terkasih dalam TUHAN YESUS KRISTUS...