hubungan sesama

rekan-rekan... saya minta bantuan tentang hal yang sering disampaikan oleh banyak senior kerohanian yaitu hal kualitas hubungan dengan TUHAN itu dinyatakan dengan kualitas hubungan dengan sesama.

kualitas hubungan dengan sesama yang bagaimana atau seperti apa sih ? apakah gembala gereja PASTi memiliki hubungan dengan sesama yang baik dari mataNYA ? mungkin kalo banyak (kuantitas) teman itu menandakan kualitas yang baik ? bila mati banyak yang mendatangi berkabung, banyak rangkaian bunga, itu PASTI punya hubungan yang baik dengan sesama di mataNYA ?

"keberhasilan hubungan dengan sesama" ... kriterianya apa saja ?

kriteria tersebut dari mana dan dilihat dari siapa ?

kekristenan bukan sekumpulan manusia organisasi, manusia penjilat asal jemaat senang, manusia berpangkat pendeta.

pendeta bila TIDAK BISA njawab, dia akan PUTAR ke hal lainnya dan LANGSUNG menyalahkan si penanya tersebut. Hal macam ini UDAH BASI

banyak gereja pinter teorinya saja, pelaksanaannya adalah kasihilah sesamamu manusia selama menguntungkan & mendukung organisasi "kita" saja, oke...

Kategori: Misi

Keywords Artikel: hubungan

Topic Artikel: Misi

Comments

Yesus Kristus dan Paulus mengenai hubungan dengan sesama

Dari Yesus Kristus:

Mat 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

 

Luk 10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Luk 10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Luk 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Luk 10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Luk 10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Luk 10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Luk 10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Luk 10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Luk 10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Luk 10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Luk 10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

 

Dari "Paulus":

Kol 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

Sekedar sharing saja. :)


---

Kalau sempat silahkan mampir ke: essyeisen.com

"Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa."

thank's

setidaknya Anda sudah memberi contoh kasus, bahwa IMAM pun belum tentu bisa / benar dihadapan JESUS. jadi... apa yang saya keluhkan terhadap PMO / Pendeta Manusia Organisasi sudah cukup mendapatkan jawaban. juga... hal bukan untuk manusia, di sini memang kita menjalin hubungan dengan sesama tetapi bukan FOKUS nya kepada manusia. Apalagi manusia yang belum "diperbaharui"

hubungan

Pada dasarnya secara implisit Tuhan Yesus sudah memberikan pelajaran hidup dalam menjalin hubungan dengan orang lain maupun dengan orang yang ada disekitar kita. Hal itu dinyatakanya dalam setiap pengajarannya untuk saling mengasihi dsb. Banyak berbagai bentuk pengajaran-pengajaran yang mengandung berbagai pelajaran hidup. Kriteria keberhasilan menjalin hubungan dengan orang lain adalah dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dengan mengutip bunda theresa, ia mengatakan:
"Jangan biarkan seseorang datang pada anda lalu pergi tanpa jadi merasa lebih baik, jadilah ekspresi hidup dari kebaikan hati Tuhan". Jelas sekali bahwa setiap orang percaya dituntut untuk menjadi terang dimana pun kita berada. Dari perumpamaan Tuhan Yesus dalam Luk. 10:36 Yesus mengatakan "siapakah sesamamu manusia" di ayat 37 dikatakan "orang yang telah menunjukkan belas kasihan". So' kesimpulannya ketika kita hidup dalam kemajemukan saat ini, bagaimanakah kita dapat membawa hidup kita untuk dapat menjadi saksi Kristus yang diberkati dan menjadi berkat? Tuhan memberkati.