Allah Mahakuasa

Syalom,

Beberapa waktu yang lalu ketika saya mengajar di salah satu Sekolah Alkitab, seorang siswa bertanya?

Pak, apakah Tuhan itu Maha Kuasa?

Yah, dan itu sudah pasti, Ia Maha Kuasa

Pak, Apakah Tuhan itu Maha Pencipta?

yah, itu benar, keberadaan kamu membuktikan Dia Maha Pencipta.

Kalau begitu Pak, Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangakatNya?

Saya merenung sejenak, sambil berfikir

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu"

Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Setelah beberapa saat saya berfikir, saya pun memberikan suatu pertanyaan sekaligus pernyataan, Apakah kamu berdosa ? ia saya berdosa Pak

Apakah kamu Berdosa karena Allah? tidak Pak

Tetapi mengapa kamu berdosa? Sianak diam dan berkata "Pak, mengpa pertanyaan saya tidak di jawab"

Jawabannya ada pada otak kamu. Ia pun bingung

Kembali saya berkata. Coba maju dua orang siswa dan berdiri saling berhadapan.

Kemudia mereka maju, saya berdiri di tengah-tengah mereka. Kemudia saya bertanya kepada mereka berdua, di sebelah manakah kiri atau kanan itu?

Mereka berpandangan, karena kiri bagi siswa yang satu adalah kanan bagi siswa yang lain serta sebaliknya, dan itu adalah depan bagi saya. Mereka diam.

Saya kemudi berkata, pertanyaan kamu hampir sama dengan pertanyaan saya.

Jawabannya adalah didalam otak kamu dan itu itu tergantung kepada sejauh mana pengenalan kamu kepada Allah.

Si anak diam dan merenung.

Keywords Artikel: Suatu Pertanyaan

Topic Artikel: Renungan dan Artikel

Comments

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam pak
Saya mau nanya nih...
Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa...
kan sayang ciptakan manusia yang pada akhir perjalanan hidup mereka hanya untuk masuk ke dalam kebinasaan kekal karena mereka tidak sanggup menyelamatkan diri mereka sendiri?
Calvinisme mengajarkan orang2 diciptakan dengan takdir masing2, ada yang diselamatkan ada juga yang yang telah ditetapkan binasa sehingga tidak dapat beroleh selamat dengan cara apa pun karena sudah ditentukan sejak dari awal penciptaan?? apakah itu benar...
saya bukan ahli teologi tapi saya pernah membaca bahwa iblis datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan ?
trus maaf sebelumnya ya pak.. apa bedanya iblis dengan Tuhan yang katanya penuh kasih tapi ciptakan manusia hanya untuk dibinasakan??
Apakah Tuhan memang senang lihat kebinasaan manusia ciptaanNya yang kata orang orang ciptaan yang paling agung dari semua mahluk ciptaan?
Trus apa gunanya iblis ada di dunia ini... toh ada manusia yang diciptakan untuk binasa sebagian lagi diselamatkan?
tanpa iblis saja sudah pasti binasa karena telah keluar ketetapan/leputusan untuk dibinasakan dari awal...
pak apa di surga Tuhan sering buat konferensi untuk menetapkan siapa yang binasa dan siapa yang selamat ?
pertanyaan lagi
kenapa iblis tidak dibinasakan saja dari awalnya... kan
biar bumi lebih aman soalnya kan ia jahat dan kalau saya baca di kitab wahyu berusaha
pak maafkan saya, tapi saya mau melihat sudut pandang bapak soalnya kemarin saya ketemu teman saya orang orang dari Protestan

Allah sudah pensiun?

 

Apakah Allah tidak maha kuasa? Atau tidak maha adil? pertanyaan ini sudah ditanyakan beradab-abad lamanya. Mungkin karena adanya kesalahan-kesalahan logika, maka pertanyaan yang diajukan akan menjadi kontradiktif. Untuk selanjutnya akan saya jelaskan apakah itu kontradiktif...Dan memang pikiran kita selalu terjebak di dalam konsep rasional dan irasional...Kadang kita menjadi sedikit emosional....Irasionalitas selalu mengambil tempat dalam pemikiran kita...Kita tidak bisa mengatakan bola itu persegi karena kontradiktif...sama seperti kalimat Karena hari ini hujan, maka saya akan keluar....Agak terasa aneh...karena biasanya hujan, orang jarang keluar...Jadi kalimatnya menjadi invalid....Belum lagi ditambah faktor emosional, maka kadang kita memeprtahankan kalimat yang sudah salah, atau mempertanyakan pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Mengenai sharing contoh di ata, guru yang menanyakan anaknya apakah berdosa atau tidak, harus mengarahkan si anak untuk melihat kebenaran...jadi bukan untuk menskak si anak....

 

Allah sudah pensiun

Allah sudah pensiun...

Ia tidak lebih dari seorang kakek yang tua renta...yang menikmati hari-hari yang menjenuhkan.

Ia tidak lagi berpikir untuk campurtangan dengan segala sesuatu di sekitarnya, bahkan hidup-Nyapun ia tidak perduli lagi...

Jika tidak seperti kakek tua renta, maka Allah sekarang ini menikmati surga...dan lupa dengan dunia.

Hanya dongeng saja semua catatan tentang Allah menurut semua Agama dunia ini....

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih, Saya bukan siapa-siapa sih... Hehehe... Tapi kalau saya boleh berkomentar sedkit, dari pemahaman dan pengalaman saya yang juga hanya sedikit ini... Saudara sempat bertanya : "Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa." Menurut saya, Tuhan bukan tidak sanggup menahan kita melakukan dosa. Tapi karena cinta kasihNya yang begitu besar, Ia memutuskan memberikan kita KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, kebebasan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang salah. Tanggung jawab yang begitu besar diberikan kepada manusia, oleh karena Tuhan begitu mencintai manusia sebagai citraNya sendiri. Adapun manusia pertama jatuh dalam dosa karena mereka MEMILIH YANG SALAH, memilih untuk melanggar perintah Tuhan, jangan memakan buah dari pohon yang terlarang, walau sebenarnya mereka sudah diperbolehkan melakukan apapun. Bagi saya ini merupakan dosa ketamakan manusia yang pertama, hal yang terus berulang sepanjang sejarah manusia, karena manusia selalu menginginkan hak-hak milik orang lain. Kenapa Tuhan menciptakan pohon dengan buah terlarang? Kita coba analogikan bahwa manusia merupakan seorang anak yang tinggal di rumah Bapaknya. Tentu sebagai seorang anak, manusia dibebaskan untuk melakukan apapun di rumahnya sendiri. Namun sang Bapak memberikan satu aturan, katakan dilarang mengambil uang dari dompet Bapak tanpa meminta pada sang Bapak. Tapi kemudian, sang anak tergoda untuk membeli sesuatu dan akhirnya mencuri uang dari sang Bapak. Ketika sang Bapak mengetahuinya, tentu wajar bagi sang Bapak untuk menghukum atau menegur sang anak bukan? Manusia sama dengan anak itu dimana kita sudah melanggar aturan dari Allah dan saat ini kita menerima konsekuensi dari perbuatan tersebut. Tapi kemudian apakah seorang Bapak akan membiarkan anaknya dalam dosa? Tidak! Sepanjang sejarah Tuhan selalu mengingatkan manusia lewat nabi2, utusan2, bahkan PUTRANYA sendiri !! Ini semua menunjukkan besarnya kasih Allah pada manusia !! Anda juga bertanya kenapa Tuhan menciptakan manusia yang harus jatuh dalam dosa? Sekali lagi karena Tuhan sangat mencintai manusia sehingga kita diberikan KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, BERRPIKIR DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN. Tentu kalau manusia diciptakan tanpa kebebasan ini, manusia PASTI tetap di Taman Firdaus dan mematuhi semua perintah Allah, tapi bayangkan apa jadinya manusia, manusia tak lebih dari boneka atau robot yang hanya mengikuti perintah! Tapi Tuhan menginginkan manusia sebagai citraNya, yang artinya manusia harus dinamis dan dapat mengambil keputusan secara merdeka, karena itulah manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan Namun bagian dari kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan adalah mengambil keputusan yang salah. Tapi Tuhan tidak tinggal diam! Di masa lalu Ia mengutus nabi2 dan bahkan PutraNya, sementara di masa kini manusia disertai dengan Roh KudusNya sendiri !! Luar biasa bukan? Tuhan memang baik... Dan sama seperti emas harus ditempa dengan api sebelum menjadi menjadi emas yang bermutu, manusia pun ditempa agar kita menjadi semakin murni sebagai anak-anakNya dan dapat mencintaiNya sepenuh hati. Semoga ini bisa menjawab... Maaf kalau dirasa ada yang salah, karena ini memang pendapat saya pribadi sih... hehehehe... Tuhan memberkati !! :)

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih,

 

Saya bukan siapa-siapa sih... Hehehe... Tapi kalau saya boleh berkomentar sedkit, dari pemahaman dan pengalaman saya yang juga hanya sedikit ini...

 

Saudara sempat bertanya : "Kalau Tuhan memang benar2 berkuasa kenapa Ia tidak sanggup menahan manusia manusia yang jatuh dalam dosa, kenapa Tuhan masih menciptakan manusia yang akhirnya jatuh dalam dosa dan masuk dalam kebinasaan kekal karena bawaan DNA mereka dan akhirnya binasa."

 

Menurut saya, Tuhan bukan tidak sanggup menahan kita melakukan dosa. Tapi karena cinta kasihNya yang begitu besar, Ia memutuskan memberikan kita KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, kebebasan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang salah. Tanggung jawab yang begitu besar diberikan kepada manusia, oleh karena Tuhan begitu mencintai manusia sebagai citraNya sendiri. Adapun manusia pertama jatuh dalam dosa karena mereka MEMILIH YANG SALAH, memilih untuk melanggar perintah Tuhan, jangan memakan buah dari pohon yang terlarang, walau sebenarnya mereka sudah diperbolehkan melakukan apapun. Bagi saya ini merupakan dosa ketamakan manusia yang pertama, hal yang terus berulang sepanjang sejarah manusia, karena manusia selalu menginginkan hak-hak milik orang lain.

 

Kenapa Tuhan menciptakan pohon dengan buah terlarang? Kita coba analogikan bahwa manusia merupakan seorang anak yang tinggal di rumah Bapaknya. Tentu sebagai seorang anak, manusia dibebaskan untuk melakukan apapun di rumahnya sendiri. Namun sang Bapak memberikan satu aturan, katakan dilarang mengambil uang dari dompet Bapak tanpa meminta pada sang Bapak. Tapi kemudian, sang anak tergoda untuk membeli sesuatu dan akhirnya mencuri uang dari sang Bapak. Ketika sang Bapak mengetahuinya, tentu wajar bagi sang Bapak untuk menghukum atau menegur sang anak bukan? Manusia sama dengan anak itu dimana kita sudah melanggar aturan dari Allah dan saat ini kita menerima konsekuensi dari perbuatan tersebut. Tapi kemudian apakah seorang Bapak akan membiarkan anaknya dalam dosa? Tidak! Sepanjang sejarah Tuhan selalu mengingatkan manusia lewat nabi2, utusan2, bahkan PUTRANYA sendiri !! Ini semua menunjukkan besarnya kasih Allah pada manusia !!

 

Anda juga bertanya kenapa Tuhan menciptakan manusia yang harus jatuh dalam dosa? Sekali lagi karena Tuhan sangat mencintai manusia sehingga kita diberikan KEBEBASAN UNTUK MEMILIH, BERRPIKIR DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN. Tentu kalau manusia diciptakan tanpa kebebasan ini, manusia PASTI tetap di Taman Firdaus dan mematuhi semua perintah Allah, tapi bayangkan apa jadinya manusia, manusia tak lebih dari boneka atau robot yang hanya mengikuti perintah! Tapi Tuhan menginginkan manusia sebagai citraNya, yang artinya manusia harus dinamis dan dapat mengambil keputusan secara merdeka, karena itulah manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan Namun bagian dari kebebasan untuk memilih dan mengambil keputusan adalah mengambil keputusan yang salah. Tapi Tuhan tidak tinggal diam! Di masa lalu Ia mengutus nabi2 dan bahkan PutraNya, sementara di masa kini manusia disertai dengan Roh KudusNya sendiri !! Luar biasa bukan? Tuhan memang baik...

 

Dan sama seperti emas harus ditempa dengan api sebelum menjadi menjadi emas yang bermutu, manusia pun ditempa agar kita menjadi semakin murni sebagai anak-anakNya dan dapat mencintaiNya sepenuh hati.

 

Semoga ini bisa menjawab... Maaf kalau dirasa ada yang salah, karena ini memang pendapat saya pribadi sih... hehehehe... Tuhan memberkati !! :)

Allah masih kah Ia berkuasa

Salam kasih juga dalam Kristus Yesus.
Thanks buat pendapatnya.. jadio kesimpulan adalah freewill kita yang menentukan bukan karena teori predestinasi .
Ok GBU

Bukan freewill, tapi predestinasi

Memang dalam pemahaman kita, kita yang membuat pilihan untuk berbuat dosa dan menentang Allah, tapi semuanya dalam Kehendak Allah yang memperbolehkan kita berbuat dosa melawan dia...Jadi pilihan bebas kita bukan meniadakan Kehendak Kekal Allah, karena kalau begitu, maka Allah akan bergantung kerpada pilihan bebas kita..Kalau sudah begitu, tidak sesuai lagi dengan Konsep Alkitab Allah yang berdaulat dan logika kekristenan....Kalau Allah yang mengontrol, apakah kita masih bisa disebut manusia bebas? Kita tidak pernah bebas secara ansich ( dalam kebebasan itu sendiri ) karena kita dibatasi oleh pilihan yang telah disediakan oleh Allah...Jadi kesimpulannya, kita BEBAS di dalam KEHENDAK ALLAH...(boleh dibaca surat Roma dan dipelajari )..GBU

predestinasi

 

Jadi yang nentuin kita untuk dapat masuk ke dalam kehidupan kekal atau kebinasaan kekal itu pilihan kita atau dari pilihan Tuhan yang nentuin dari mulanya?

Yang nentuin kita dihukum adalah pilihan kita....

Yang menentukan kita dihukum adalah pilihan kita....Tuhan memilih kita untuk diselamatakan, dan manusia binasa karena pilihan sendiri....Bukan karena Tuhan yang salah...Predestinasi rumit dijelaskan karena melibatkan misteri Ilahi....Meskipun demikian dalam pemahaman kita, predestinasi tidak boleh direduksi ataupun terlalu diperluas....Contoh direduksi : Pilihan manusia menentukan pilihan Allah...Contoh diperluas : Allah menghendaki orang binasa ( bertentangan dnegan I Tim 2 :4 )...

Tapi, kita mesti bijaksana dalam menghubungkan predestinasi dan kehendak bebas manusia...satu2nya pertanyaan adalah : apakah kebebasan manusia mempengaruhi kebebasan Allah atau sebaliknya?

Silakan dibaca Alkitab Kis 13:48 ( wajib baca )....GBU./...

Jawabannya ada pada otak kamu

Di tanya kok malah nanya balik? Nggak bisa menjawab pertanyaan kok malah marah? Ada banyak pertanyaan yang nampaknya sulit untuk dijawab, namun sulit untuk dijawab bukan berarti tidak boleh ditanyakan. Maafkan saya karena tidak setuju dengan cara Bapak sumantriono menanggapi pertanyaan-pertanyaan sulit dengan cara demikian.

Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatNya?

Untuk mendapatkan jawaban pastinya kita harus bertanya kepada Allah sendiri. Namun sebagai orang yang telah mempelajari Alkitab dengan cara yang benar, kita dapat menarik kesimpulan.

Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatNya? TIDAK SANGGUP!

Berarti Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya? BETUL, Ia BUKAN Mahapencipta, karena ada yang tidak bisa diciptakan-Nya!

Bukankah jawaban demikian adalah jawaban yang logis? Bukankah jawaban demikian sesuai dengan ajaran Alkitab?  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Allah Maha Kuasa

Pertanyaan, Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatnya? Pertanyaan ini sebenarnya mengandung kesalahan, mengapa? karena mengandaikan Allah seperti manusia yang terbatas. Menjawab pertanyaan yang salah adalah tidak tepat, karena itu yang terbaik adalah menunjukan kesalahan pertanyaan itu, dan otomatis dia tidak akan menuntut jawab. Saya usulkan, jelaskan pada penanya bahwa Allah itu Roh, jadi tidak ada ruang terkecil sekalipun dimana Allah tidak ada, Jadi Allah maha kuasa dan bisa mencipta apa saja yang Dia inginkan, tapi Allah tak pernah dibatasi dengan apa yang dia ciptakan. Mudah-mudahan jawaban ini dapat menolong kebingungan anda-anda. GBU

Allah Tidak Mahapencipta

Pak Binsar, maaf, saya tidak setuju dengan pernyataan anda bahwa pertanyaan, "Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?" adalah pertanyaan yang mengandung kesalahan karena mengandaikan Allah seperti manusia yang terbatas.

Menurut saya pertanyaan tersebut logis dan patut ditanyakan serta ditanyakan dengan bahasa Indonesia yang cukup baik serta Alkitabiah.

Sanggupkah Allah menciptkan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Karena Allah tidak sanggup, apakah itu berarti Allah tidak mahapencipta? BENAR, Allah TIDAK mahapencipta karena ada yang tidak MAMPU Dia ciptakan.

Bukankah Allah demikianlah yang diajarkan oleh Alkitab dan disembah oleh orang-orang Kristen? Saya orang Kristen dan percaya Allkitab adalah Firman Allah, itu sebabnya saya menyembah Allah yang demikian, Allah yang TIDAK SANGGUP menciptakan susuatu yang tidak bisa diangkat-Nya.

Apakah bermasalah menyembah Allah yang demikian?

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Jawaban untuk iah iah

Jika kita mengatakan sanggupkah Allah mencipta sesuatu yang lebih besar dari Dia, saya setuju jawabannya tidak sanggup, karena tidak ada yang lebih besar dari Allah. Jadi, ketidakmampuan Allah menciptakan sesuatu yang lebih besar dari Dia, justru menunjukan Dia lah yang terbesar, dan Maha Kuasa. sedang, pertanyaan, bisa kah Allah menciptakan benda yang berat yang tidak bisa diangkat-Nya, saya katakan kalimat yang salah, karena mengandaikan Allah terbatas, Allah seakan bukan roh. Karena Allah adalah Roh, maka Allah tidak terpengaruh dengan benda sebera apapun, begitu maksud saya. Terima kasih, senang sekali berdiskusi dengan anda.GBU

Memang ada pertanyaan yang salah.....

Untuk sdr iah iah....Memang ada kalimat pertanyaan yang salah....kalau tidak ada pertanyaan yang salah, tentu akan merepotkan dunia silat tanya-jawab..Pertanyaan yang salah adalah pertanyaan yang misalnya :

1. Melawan Logika berpikir....A tidak bisa bersamaan dengan non A sekaligus dinyatakan benar ( terlalu rumit ya?...hehe...mungkin memang begitu, supaya kita kaji dan analisa lebih dalam )

2. Pertanyaan yang melawan fakta, misalnya Mengapa Soekarno tidak pernah menjadi presiden? ( bingung juga...)

3. Pertanyaan yang  tidak pernah ada jawaban ..Mis : Mengapa bola itu persegi? (?????), karean berlawanan dengan definisi bahasa

4. Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis, mis :  Bisakah Tuhan menciptakan batu sehingga Ia sendiri tidak dapat mengangkatnya?

Kita harus memisah dua kalimat :

1. Bisakah Tuhan menciptakan batu?

Jwb : Tentu bisa 

2. Bisakah Batu itu diangkat Tuhan ?

Jwb : Tentu bisa....

Lalu kenapa Tuhan harus ciptakan batu yang tidak bisa Ia angkat? Tentu semua yang Allah ciptakan dapat Ia atasi/angkat... termasuk MANUSIA...Jangan membayangkan Allah dalam kalimat premis manusia yang terbatas...

Allah Takluk Pada DiriNya Sendiri

Vantilian, memang banyak pertanyaan salah, namun yang sedang kita bahas adalah pertanyaan:

"Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?"

Pak sumantriono tidak mau menjawab pertanyaan itu karena dia menyangka:

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu" Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Bang Binsar menyatakan bahwa pertanyaan itu salah karena Allah adalah Roh sehingga tidak terpengaruh oleh benda seberat apapun.

Pada awalnya anda menganggap pertanyaan itu termasuk kelompok pertanyaan tidak ada jawabannya. Sekarang anda menyebutnya “Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis” Bahkan komentar anda lebih lanjut:

Lalu kenapa Tuhan harus ciptakan batu yang tidak bisa Ia angkat? Tentu semua yang Allah ciptakan dapat Ia atasi/angkat... termasuk MANUSIA...Jangan membayangkan Allah dalam kalimat premis manusia yang terbatas...

Sanggupkah Allah menciptkan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Karena Allah tidak sanggup, apakah itu berarti Allah tidak mahapencipta? BENAR, Allah TIDAK mahapencipta karena ada yang tidak MAMPU Dia ciptakan.

Handai taulan sekalian, kenapa anda tidak berani menjawab pertanyaan tersebut seperti saya menjawabnya? Apa yang mengganggu anda sekalian? Menurut saya masalahnya tidak terletak pada pertanyaannya namun terletak pada PEMAHAMAN orang yang ditanya. Apa yang anda pahami dengan MAHAPENCIPTA dan MAHAKUASA? Pernahkah anda menguji apakah pemahaman anda itu benar? Anda pasti memahami kedua kata itu sebagai berikut:

MAHAKUASA = Tidak ada yang tidak bisa Dia lakukan
MAHAPENCIPTA = Tidak ada yang tidak bisa Dia ciptakan.

Laozi menulis:

Manusia takluk pada hukum bumi,
bumi takluk pada hukum langit,
langit takluk pada hukum Dao
Dao takluk pada diriNya sendiri (ziran)
Dao De Jing 25

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Pemahaman juga ada yang salah....

Untuk sdr iah iah..

Terima kasih untuk komentarnya.....Saya rasa pertanyaan ini penting untuk dijawab...tapi bukankah saya sudah menjawabnya? Tolong dibaca baik-baik...saya rasa kita sedang membahas pertanyaan yang memerlukan analisis dalam..jadi, saya sendiri mengganggap pertanyaan ini penting,.....

Jadi, bukan saya tidak berani menjawab ( lagipula darimana anda tahu saya tidak berani???)...saya rasa sdr iah-iah terlalu byk asumsi..saya kira anda perlu belajar banyak hal sebelum berasumsi banyak juga...kita sedang membahas pertanyaan yang serius, bukan membahas apakah saya berani atau tidak berani menjawab, atau segala macam motivasi dan sikap saya....Lalu memang semua pertanyaan harus dipahami dengan benar..Anda katakan : Menurut saya masalahnya tidak terletak pada pertanyaannya namun terletak pada PEMAHAMAN orang yang ditanya...

Memang benar pertanyaan tergantung pemahaman orang...dan yang saya jelaskan memang pemahaman saya, lalu dimana masalahnya? ( Tolong diperjelas dengan baik..Ok? )

Yang saya pahami, adalah pertanyaan itu sendiri memang salah karena menyalahi definisi dan logika kekristenan.,...dan saya sudah jelaskan....Lagipula, ingat....selain ada pertanyaan yang salah, ada juga PEMAHAMAN yang salah...OK? Jadi jangan berputar-putar berpendapat tapi sendiri tidak tahu apa yang dipendapatkan..( apalagi menuduh handai taulan tidak berani menjawab pertanyaan itu....Ok? itu bukan wilayah perdebatan.....tidak usah berasumsi...)

Saya sarankan anda membaca banyak buku..khususnya mengenai cara berpendapat dan tentang ilmu logika...Kekristenan melampaui akal, tapi tidak berlawanan dengan akal sehat....

Saya ingin mengomentari pendapat anda ALLAH Takluk pada diriNYa sendiri....Benarkah? Kutipan Lao Tzi yang anda kutip belum tentu bisa merangkumkan kebenaran Alkitab...tolong pakai kebenaran Alkitab...meskipun kita menganut segala kebenaran adalah kebenaran ALLAH...tapi belum tentu adalah kebenaran ultimat ( divine truth of doctrin of God ).... Kalau bisa, coba anda berikan pendapat berdasarkan ayat-ayat dan pemahaman Alkitab...Kita lagi membahas segi kekristenan, bukan filsafat Asia....Saya tunggu pendapat anda....

Menurut yang saya PAHAMI, ALLAH INDEPENDENT dalam DIRINYA sendiri...sehingga Ia tidak bergantung kepada yang lain ( Baca Kitab Yesaya dan kisah 17 )....Ia yang mengeluarkan perintah dan ketetapan....Jadi balik lagi ke pertanyaan tadi...Apakah Allah mampu menciptakan batu yang Ia sendiri tidak bisa angkat? ( ini adalah pertanyaan yang kontardiktif ) Pertanyaan yang ingin saya ajukan : Apakah Allah bisa berkontradiksi dengan DIRINYA sendiri? ( bingung juga...) Kalau manusia bisa, Allah tidak bisa....Shalom and GBU....

Allah Memang Takluk Pada Diri-Nya Sendiri

Vantillian, pertanyaanya adalah:

Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya?

Pertanyaan tersebut memang perlu dijawab dan anda memang sudah menjawab pertanyaan itu, namun jawaban pertama anda adalah,

“…maka kadang kita memeprtahankan kalimat yang sudah salah, atau mempertanyakan pertanyaan yang tidak ada jawabannya.”

Jawaban anda yang kedua adalah,

“Pertanyaan yang melawan natur kebenaran premis”

Bukankah dengan jawaban demikian anda sedang menyatakan bahwa masalahnya ada pada pertanyaannya? Pertanyaan tersebut di atas tidak dapat dijawab karena itu adalah pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Pertanyaan tersebut tidak dapat di jawab karena melawan natur kebenaran premis?

Saya katakan masalahnya bukan pada pertanyaannya namun pada pemahaman orang yang ditanya. Masalah anda adalah; anda tidak memahami pertanyaan tersebut sama sekali atau anda tidak memahami arti kata mahapencipta dan mahakuasa atau anda tidak berani menjawab pertanyaan tersebut seperti yang diutarakan oleh Bapak sumantriono,

kalau saya katakan sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Tetapi Ia Maha Kuasa, kenapa Ia tidak dapat mengangkat benda itu" Kalau saya katakan tidak sanggup, maka siswa ini akan berkata, "Berati Ia bukan Maha Pencipta, karena Ia tidak dapat menciptakannya"

Maaf, dalam hal ini saya tidak membuat asumsi sama sekali, namun menarik kesimpulan dari jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut. Atas dasar apa anda menyimpulkan bahwa pertanyaan tersebut salah kerena menyalahi definisi dan logika kekristenan? Definisi kekristenan mana yang disalahi dan logika kekeristenan mana yang disalahi?

Saya setuju 100% dengan pendapat anda, Kekristenan melampaui akal, tapi tidak berlawanan dengan akal sehat.... Namun yang menjadi masalah utama kebanyakan orang Kristen adalah menentukan BATAS tentang AKAL SEHAT. Akal sehat adalah bila orang lain berpikir seperti saya.

Vantillian, berapa banyak ayat yang anda kutip dalam komentar anda? Bukankah anda memberi komentar dengan teori filsafat barat? Apabila anda boleh menggunakan filsafat barat kenapa saya tidak boleh menggunakan filsafat Tionghua? Apabila anda tidak mengajukan satu ayat pun untuk mendukung komentar anda yang dibangun atas pemahaman filsafat barat anda, kenapa menuntut saya melampirkan ayat-ayat Alkitab bagi pemahaman filsafat tionghua saya? Bila filsafat Tionghua atau filsafat Laozi yang saya gunakan SALAH, kenapa anda tidak melampirkan ayat-ayat Alkitab yang menentangnya? Baiklah saya akan kutip Dao De jing pasal 25 secara lengkap.

Ada suatu yang tak terdefinisikan
namun sempurna,
ada sebelum langit dan bumi
Sendirian!
Sendiri!
Mandiri dan tidak berubah
Sempurna dalam berkarya,
tidak ada yang tidak sempurna

Silahkan sebut dia bunda langit dan bumi
Aku tidak tahu siapa namanya,
sapa saja dia Dao
Karena KemahakuasaanNya,
namai dia Sang Agung
Sang Agung berkata, “mati”
Mati berkata, “Yang jauh”
Yang Jauh berkata, “Kembali”

Sejak dahulu kala Dao agung,
langit agung,
bumi agung,
manusia juga agung
Di Tiongkok ada empat yang agung,
manusia adalah salah satunya

Manusia takluk pada hukum bumi,
bumi takluk pada hukum langit,
langit takluk pada hukum Dao
Dao takluk pada kebenaranNya sendiri (zi ran)
Dao De Jing 25

Vantillian, tolong ajukan ayat-ayat Alkitab yang menentang pemahaman Laozi tersebut, minimal, tolong beritahu saya pemahaman tersebut bertentangan dengan ilmu logika barat anda.

Allah memang TAKLUK pada diri-Nya sendiri. KEMAHA-an Allah ada batasnya yaitu diri-Nya sendiri. Anda tidak percaya? Ho ho ho ho … Mungkin anda hanya belum memahaminya atau anda tidak mau memahaminya karena itu bertentangan dengan AKAL SEHAT anda?

Yesus Kristus adalah Allah! Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda orang Kristen Tauhid. Yesus Kristus adalah PENCIPTA alam semesta. Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda Kristen menara pengawas. Yesus Kristus MAHAKUASA! Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda Kristen Ateis. Yesus Kristus TIDAK TERIKAT oleh ciptaan-Nya, Yesus Kristus tidak takluk pada hukum bumi, Dia TIDAK TERIKAT oleh ruang dan waktu. Mustahil anda tidak mempercayainya, kecuali anda orang Kristen-kristenan.

Yesus Kristus adalah Allah PENCIPTA alam semesta yang MAHAKUASA dan TIDAK TERIKAT oleh ciptaan-Nya, TIDAK TERIKAT oleh ruang dan waktu apalagi hukum alam.

Anda setuju dengan pernyataan tersebut di atas? apakah pernyataan tersebut di atas BENAR? Apakah pernyataan tersebut masuk AKAL SEHAT? Apakah pernyataan tersebut melanggar LOGIKA dan DEFINISI Kristen? Apakah pernyataan tersebut di atas melanggar KEBENARAN Alkitab?

Dari keempat injil, banyak sekali ayat-ayat yang dapat saya ajukan untuk membuktikan bahwa pernyataan tersebut di atas salah! Apakah dengan mengajukan ayat-ayat Alkitab tersebut berarti pernyataan tersebut di atas salah? TIDAK! Pernyataan tersebut di atas BENAR 100% tak peduli berapa pun ayat yang diajukan untuk menentangnya, karena pernyataan tersebut di atas BENAR 100%.

Allah takluk pada diri-Nya sendiri!

Ketika Yesus Kristus inkarnasi menjadi manusia, Dia mengosongkan Ke-Allahan-Nya. Ketika Yesus Kristus inkarnasi menjadi manusia, Dia menjadi Allah yang tidak MAHAKUASA. Dia takluk pada hukum alam. Dia jalan kaki mengelilingi Israel, Dia makan, Dia ngantuk, Dia Tidur, Dia lelah, Dia takut, Dia ragu-ragu, Dia berdoa, Dia jatuh cinta kepada anak-anak, Dia kesakitan, Dia mengucurkan darah, Dia disalibkan bahkan Dia MATI. Dia TAKLUK pada hukum bumi, seperti seorang manusia TAKLUK pada hukum bumi!

Benarkah Yesus Kristus TAKLUK pada hukum bumi? TIDAK! Namun dia TAKLUK pada diri-Nya sendiri! Ketika dia menaklukkan diri pada diri-Nya sendiri, Dia tidak MAMPU MENYANGKAL diri-Nya sendiri.

Vantillian, semoga penjelasan saya tersebut cukup bagi anda untuk memahami apa arti Allah Takluk pada Diri-Nya sendiri. Ha ha ha ha … Saya tahu anda suka berpikir, sedangkan saya senang mengajak orang berpikir pelan-pelan, selangkah demi selangkah, karena dengan cara demikianlah saya memahami segala sesuatu dan menyangka orang lain juga seperti saya, dengan cara demikian, sekali saya memahami, maka saya akan mampu menggunakan metode berpikir yang sama untuk memahami hal yang lainnya. Jadi, tolong maafkan saya karena mengajak anda berputar-putar, karena kemampuan berpikir saya memang payah.

Sekali lagi, mohon maaf, bila anda menganggap saya terlalu bertele-tele, maklum, saya sudah terbiasa melatih anjing selama 25 tahun lebih. Mohon maaf, bukannya saya memandang rendah anda, apalagi menyamakan anda dengan anjing, namun masalahnya ada pada diri saya sendiri. Setelah melatih anjing selama 25 tahun lebih, saya kehilangan KECEPATAN berpikir saya (ha ha ha, sebenarnya sebelum melatih anjing saya bahkan lebih payah). Anda tahu, saya bukan pelatih anjing yang sukses karena selama 25 tahun lebih melatih, anjing yang berhasil saya latih tidak lebih dari jumlah jari pada kedua tangan saya. Anjing terakhir yang saya latih selama 6 bulan, satu tahun kemudian menggigit adik perempuan saya, hampir merenggut nyawanya, luka pada pipi dan lengan kanannya sangat menyeramkan. Tolong maklumi saya kawan.

Ketika menyatakan Allah MAHAKUASA, kita sedang membandingkan Allah dengan sebuah STANDARD. Standard itu bisa seekor anjing, seorang manusia, Iblis dan malaikat atau standard itu namanya LOGIKA manusia.

MAHAKUASA = Tidak ada yang tidak bisa Dia lakukan
MAHAPENCIPTA = Tidak ada yang tidak bisa Dia ciptakan

Itulah standard MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA berdasarkan logika manusia. LOGIKA manusia bukan standard yang BENAR itu sebabnya KEBENARAN Kristen tidak pernah dibangun di atas LOGIKA manusia. Namun bila ada orang KRISTEN yang mengajukan pertanyaan tentang ajaran Alkitab dengan menjadikan LOGIKA manusia sebagai standard kebenaran, maka kita harus menjawab pertanyaannya dengan LOGIKA yang sama. Karena sudah memuaskan logikanya, maka kita BERHAK untuk mengajak dia berpikir dengan logika Alkitab. Karena kita menghargai HAKnya, kemungkinan besar dia juga akan menghargai HAK kita. Menurut saya, itulah SENI ber-apologetika.

Allah MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA bila kita menjadikan seeekor anjing, seorang manusia, Iblis dan malaikat sebagai standardnya. Namun Allah tidak mahakuasa dan mahapencipta bila kita menjadikan logika manusia sebagai standardnya. Bagaimana bila kita menjadikan Allah sebagai STANDARD? Ketika kita membandingkan Allah dengan diri-Nya sendiri, apakah Dia masih MAHAKUASA dan MAHAPENCIPTA? TIDAK! Ketika kita membandingkan Allah dengan DIRINYA sendiri, Dia hanya Allah biasa, karena tidak ada Allah sejati yang lebih RENDAH dari Allah sejati juga tidak Allah sejati yang lebih TINGGI dari Allah sejati. Itu sebabnya, ketika kita membandingkan Allah SEJATI dengan Allah SEJATI, Dia hanya Allah BIASA, karena kita membandingkan Allah SEJATI dengan DIRINYA sendiri.

MUSTAHIL Allah SEJATI menentang diri-Nya sendiri.

Sanggupkah Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkat-Nya? TIDAK SANGGUP! Kalau begitu berarti Dia tidak MAHAPENCIPTA karena ada yang tidak bisa Dia CIPTAKAN.

Ketika Yesus Kristus MEMILIH untuk TIDAK mahakuasa, maka Dia pun tidak MAHAKUASA, itu sebabnya kita menyebut-Nya manusia 100%. Ketika Dia MEMILIH untuk MAHAKUASA, maka dia pun MAHAKUASA, itu sebabnya kita menyebut-Nya Allah 100%.

Vantillian dan handai taulan sekalian, anda melihat sela-sela humornya sekarang? Kita SALING bertarung untuk memperjuangkan HAL yang sama! Itu sebabnya saya memahami, “diskusi adalah lu ngomong yang lu tahu, lu ngomong yang lu mau, gua ngomong yang gua tahu, gua ngomong yang gua mau, kalau tidak sepakat, kita akan ngomong lagi!”

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Allah Takluk kepada Tao Te ching???

Hehe....Saya cuma tersenyum membaca tulisan anda...Santai aza brother....Kita memang lagi diskusi....Kalau kita mau diskusi kekristenan, ambil dasar Alkitab..Ok? Alkitab tidak pernah menentang orang merokok, tapi apakah orang kristen boleh merokok? Alkitab tidak pernah menentang nonton video porno, bolehkah nonton? Alkitab tidak pernah menentang boleh mengutip LaoTze, Confucius, tapi apakah kita boleh mengambil kutipannya sebagai dasar kebenaran?

Kalau mau berbicara LOGIKA, tolong anda pahami ilmu yang anda mau diskusikan..Ok? dari tulisan saya diatas, semuanya sudah saya jelaskan...( sayang, cuma anjing yang tidak mengerti logika..)..Sori, hehe.,...Saya tidak pernah baca ilmu logika anjing, sehingga tidak bisa dijadikan standar..ok? Kalau ada, tolong anda sarankan untuk saya baca....( sori, kepada kaum anjing, telah melibatkan anda dalam diskusi ini...sori )...Kalau mau bukti ayat, yang komentar juga kasih dulu, mis : Allah takluk kepada DiriNya sendiri..Atau tolong kasih email, saya akan kasih outline semua ayat-ayat Alkitab tentang yang saya maksud....

Kalau mengenai logika, semua logika manusia terbatas dan bisa salah, tentu saja...tapi kita juga harus perhatikan, semua pernyataan tentang Allah juga jangan melawan logika, mis : Allah dapat mengangkat sesuatu yang tidak bisa Ia angkat...( saya baca berulang hingga masih bertanya2)...Mengapa ada yang bertanya pertanyaan yang kontradiktif begitu? 

Jadi, seperti yang anda katakan, kita memang memperjuangkan hal yang sama, meski dengan penjelasan berbeda...( jadi, jangan membawa Kingdom Animalia anjing ke dalam diskusi kita, meski juga ada ayat2 tentang anjing di alkitab..masih perlu saya kasih? )

Mengenai filsafat Asia, saya tidak katakan bahwa itu salah...( ingat itu ), tapi saya pertanyakan, apakah itu bisa jadi kebenaran ultimat? Kalo anda tidak ngerti apa yang saya tulis, tolong didiskusikan dulu... Jangan diartikan jauh sekali ataupun sempit sekali...Saya katakan semua kebenaran adalah kebenaran Allah...benarkan?

Lalu, kalau filsafat Barat, darimana anda tahu saya pakai filsafat Barat? Buktikan kalimat saya dari buku mana dan tokoh mana yang katakan itu? ( kalau anda, kan langsung memakai tulisan Lao Tze...Ok? ...Apakah Allah takluk kepada tulisan Tao te ching? Kenapa harus Lao tze yang menjelaskan Allah Kristen?? Tolong kasih saya jawaban...

Mengenai sifat Allah, tolong kasih email anda ke saya, saya akan bagikan doktrin Allah ke anda....kecuali anda mau diskusi disini....tapi tolong pakai kalimat diskusi yang baik...Ok? 

Makanya jangan terlalu banyak berdiskusi dengan anjing anda, sehingga anda tidak bisa berdiskusi dengan akal sehat manusia...Ok?

GBU...

 

Mustahil Allah Takluk Pada Dao De Jing

Pernahkah anda bertemu dengan anjing galak? Dia menggonggong dari balik pagar. Matanya garang, seluruh bulu kuduknya berdiri, dia berprilaku seolah siap membunuh dan mencabik-cabik anda. Umumnya orang-orang menyebut anjing demikian adalah anjing galak. SALAH! Itu bukan anjing galak, itu anjing penakut. Anjing penakut nyalinya kecil sehingga mudah sekali merasa terancam. Dia sok garang untuk menggertak orang. Dekati anjing demikian, maka dia akan mundur-mundur dengan tubuhnya gemetar. Dia mengonggong, karena dia ketakutan! Sekali anjing penakut menggigit orang, dia langsung menjadi anjing pengecut. Dia akan mengigit orang dengan cara membokong. Dia sudah belajar bahwa cara paling cepat mengusir orang asing adalah langsung menggigitnya.

Bagi anjing makluk asing yang masuk ke wilayahnya hanya berarti penyerang atau mangsa. Ketika menggonggong anjing tidak berbahaya. Ketika menggonggong anjing hanya ingin makluk asing menyingkir dari wilayahnya. Dengan memahami hal ini, maka anda akan terhindar dari digigit anjing asing yang anda anggap tidak berbahaya.

Seorang pemarah adalah seorang yang nyalinya kecil sehingga mudah merasa terancam. Orang demikian menyangka, ancaman dan kegarangan akan membuat orang lain gemetar. Sekali dia memukul orang, maka dia menyangka cara tercepat memenangkan pertarungan adalah pukul duluan. Itu namanya GERTAK SAMBAL. Orang demikian akan menekan lawan habis-habisan ketika merasa menang dan mengemis-ngemis belas kasihan ketika kalah. Dengan memahami hal ini, maka anda akan menaruh simpati pada orang demikian.

Miyamoto Musashi adalah pendekar terbesar di dalam sejarah ilmu bela diri di jepang. Seumur hidupnya dia tidak pernah kalah, satu-satunya pertarungan seri dia berikan kepada lawan yang pernah dikalahkannya beberapa tahun sebelumnya. Ketika bertarung dia hanya menggunakan pedang kayu yang dirautnya sendiri sementara musuh-musuhnya memakai tombak, pedang dan berbagai senjata pusaka lainnya. Di dalam kesederhanaan Musashi tersembunyi kekuatannya.

Daud dengan ali-ali berpeluru lima butir batu bulat dan licin melawan Goliat dengan baju zirah, tameng, tombak dan pedang, umumnya dipahami sebagai pertarungan yang tidak seimbang, seperti kambing melawan singa. Daud kambingnya dan Goliat singanya. Di dalam kesederhanaan ali-ali tersembunyi kedasyatannya.

Jangan menghakimi berdasarkan apa yang kamu lihat. Bukankah itu salah satu nasehat yang tercatat di dalam Alkitab? Ketika bertarung umumnya orang tidak berpikir logis. Sebuah pedang kayu dan sebutir batu walaupun tidak dapat menebas tubuh, namun dapat menghancurkan tulang dan menembus tubuh.

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Diskusi adalah jalan pintas untuk menjadi lebih tahu dan lebih pandai serta lebih ahli. Diskusi adalah cara untuk menguji pengetahuan diri sendiri sambil mencari pengetahuan baru. Sebelum diskusi saya tahu A dan anda tahu B. Selama diskusi saya menjual A dan anda menjual B, saya menjelaskan A sambil berusaha memahami B, anda menjelaskan B sambil berusaha memahami A. Ketika menggoda, menyerang bahkan nampak seolah-olah berusaha menghancurkan jualan anda, sebenarnya saya sedang berusaha mengajar anda untuk memahami jualan saya dan memotivasi anda untuk mengajar saya agar dapat memahami jualan anda. Anda pun melakukan hal yang sama.

Memang MENYEBALKAN ketika menghadapi lawan diskusi yang kekeh jumekeh membanggakan DIRI sendiri sambil merendahkan LAWAN. Dia membanggakan diri sudah menjelaskan semuanya padahal penjelasannya payah, bahkan hampir tidak ada penjelasan sama sekali. Dia bilang sudah membuktikan, padahal tidak ada bukti sama sekali. Dia membanggakan pengetahuannya padahal semuanya hanya kutip sana kutip sini, tidak original sama sekali, bahkan seringkali dia tidak memahami apa yang dikutipnya sendiri. 

Sementara MEMBENARKAN diri, dia juga kekeh jumekeh merendahkan lawannya. Menuduh lawannya bodoh, sombong, tidak sopan, tidak logis, tidak berpengetahuan, tidak mengerti apa yang dikatakan, tidak memberi penjelasan, tidak mengajukan bukti, tidak mengajukan pertanyaan dengan benar dan logis. Bagi orang-orang demikian, data, fakta dan argumentasi menjadi tidak penting karena yang terpenting adalah bagaimana MENYATAKAN diri benar dan MENUDUH lawan salah.

Emosi adalah musuh utama orang-orang yang berdiskusi. Ketika dipenuhi kemarahan, seseorang menjadi tidak waspada karena dibutakan oleh keinginan menghajar lawan habis-habisan. Ketika merasa disakiti kita berusaha balas menyakiti. Ketika dikuasai emosi mustahil kita bisa berpikir jernih. Bila menghadapi lawan diskusi seperti tersebut di atas, maka yang perlu dilakukan adalah mengendalikan emosi sendiri. Sekali emosi terkendali, maka mudah sekali menjadikan lawan bulan-bulanan. Sungguh mengasykkan melihat orang-orang kehilangan kendali lalu membuka BELANGNYA sendiri. Walaupun mengasykkan, namun tentu saja itu bukan tujuan utama diskusi.

Nah, dengan pengetahuan tentang diskusi dan awan diskusi maka kita akan lebih mudah berdiskusi. Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Vantillian, kukankah kata-kata:  “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Allah Takluk kepada Diri-Nya sendiri. Kalimat itu tidak ada di dalam Alkitab, mustahil menyebutkan ayatnya. Namun apakah penjelasan saya tentang Inkarnasi Yesus Kristus tidak cukup membuat anda memahami hal demikian?

Ren fa di, di fa tian, tian fa Dao, Dao fa ziran. Di dalam kitab Dao De jing, kata Ziran digunakan lima kali yaitu pada pasal 17, 23, 25, 51 dan 64. Manusia takluk pada hukum bumi, bumi takluk pada hukum langit (alam semesta), langit takluk pada Dao dan Dao takluk pada diri-Nya sendiri. Ketika mengutip terjemahan kata ziran saya selalu mencantumkan kata aslinya karena kata tersebut memiliki arti khusus,

Zi artinya dari, diri sendiri, sendirian, ada karena dirinya ada, sejak. Ran artinya benar, kebenaran, memang begitu adanya, kodratnya. Fa ziran artinya takluk atau dikendalikan atau dikuasai kodratnya sendiri, dirinya sendiri yang ada karena dirinya ada. Dalam tulisan Tionghua modern, da ziran artinya maha alamiah (mother nature). Ziran jie artinya dunia alamiah (the natural world).

Saya tidak pernah menyatakan filsafat Tionghua adalah standard kebenaran sejati juga tidak pernah menyatakan filsafat barat salah apalagi menuduh anda menjadikan filsafat barat sebagai standard kebenaran sejati. Anda minta ayat pada saya, saya bilang, sebelum meminta anda harus memberi dulu. Hanya itu kan kejadiannya?

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Menurut saya hanya orang (maaf) nggak pinter yang menyatakan bahwa Allah takluk pada kitab Dao De jing. Dao De Jing hanya sebuah kitab yang ditulis oleh Laozi yang hidup pada abad ke enam sebelum masehi.
 
Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen? Dao De jing di tulis pada Abad ke enam sebelum masehi. Pada saat itu Yesus belum inkarnasi jadi manusia. Laozi hidup di Tiongkok, pada saat itu Tiongkok masih tertutup dan tidak mendapat pengaruh bangsa asing. Jarak Tiongkok dan Yerusalem harus ditempuh dengan kuda atau onta selama kurang lebih dua tahun melalui medan yang sangat berat. Ketika menulis kitab Dao De jing, Laozi hanya menjelaskan tentang Tuhan yang dia sembah! Laozi sudah mati, percuma MENGHARUSKAN dia menjelaskan Allah Kristen.

Makanya jangan terlalu banyak berdiskusi dengan anjing anda, sehingga anda tidak bisa berdiskusi dengan akal sehat manusia...Ok? 

Ho ho ho ho … saya hanya mengutip tulisan anda Vantillian. Saya pelatih anjing, hanya melatih anjing, tidak PERNAH berdiskusi dengan anjing, itu sebabnya walau sudah 25 tahun lebih melatih anjing, akal saya tetap sehat walau agak bodoh. Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?  

Ho ho ho ho … menurut anda, apakah saya cukup sehat ketika ketika mengajukan pernyataan dan pertanyaan berikut ini?

Vantillian, Benarkah ketika saya mengutip kitab Dao De jing, anda menyebutnya filsafat Asia? Ketika saya menyebut filsafat Tionghua anda menyebutnya filsafat Asia? Kenapa anda menyebut filsafat Laozi dan filsafat Tionghua sebagai filsafat Asia? Setahu saya bangsa-bangsa Asia belum pernah membuat konsili bahwa filsafat Laozi dan filsafat Tionghua adalah filsafat Asia.  Anda tahu, Yerusalem letaknya di Asia? Anda pasti tahu bahwa Yesus Kristus lahir di Yerusalem. Anda tahu para penulis Alkitab adalah orang-orang Asia? Anda tahu, ketika menyatakan Yesus Kristus 100% manusia anda sedang menyatakan bahwa Dia 100% Asia?  Anda Tahu, filsafat Alkitab adalah filsafat Asia?  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Alkitab = Tao Te Ching?

Hehe...ternyata anda lebih paham tentang anjing daripada yang lain ya? ( apa juga terhadap Alkitab? Kalau begitu, anda harus bertobat dari ilmu anjing anda..karena tak satupun menjelaskan tentang topik kita..OK? Jangan-jangan Allah takluk kepada ilmu anjing anda...anda sudah paham kemana arah bicara saya kan?)

Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah...jadi, kalau mau mufakat...sederhana saja...anda jangan diskusi lagi...mufakat kita? Hehe....Kalau semua yang anda tulis tidak anda YAKINI sebagai KEBENARAN, jadi untuk apa diskusi?? Untuk nunjukin anda mahir bahasa? Tolong anda belajar baik2 lagi esensi diskusi....soalnya semua yang anda tuliskan kalau tidak anda yakini BENAR, ngapain anda tulis panjang lebar disini? 

Dan kalau kekristenan hanya untuk MUFAKAT...coba anda jelaskan kepada saya akibatnya....KRISTEN tidak ada kata MUFAKAT....karena kalau begitu, maka kekrsitenan akan hancur...diserap oleh dunia...Saya heran, anda kelihatan sangat pintar diskusi, tapi tidak tahu pemakaian kata anda efeknya luas...Atau anda jadi kristen karena anda bermufakat? hehe....Tidak usah memasukkan kata emosi ke dalam diskusi...karena itu langsung mendiskreditkan orang...padahal sendiri emosi..anda mesti bicara data dan fakta..(bukankah itu perkataan anda?? )

Saya sudah bertanya kepada anda...coba katakan darimana bukti ( buku mana, penulis mana ) yang menyatakan saya memakai bahasa filsafat Barat??Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab...Saya cuma bertanya, kenapa anda mengira mengutip perkataan Lao Tze bisa mewakili ALLAH ALKITAB? Tolong dijawab..jangan berputar2 tak menentu...Mana ayat pendukungnya? Kalau Kitab Lao Tze bisa dijadikan dasar mengenal Allah, berarti Alkitab kita mesti ditambah satu lagi, Tao Te Ching...Benarkan saudaraku? Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain..oK? Itu saja yang ingin saya tahu...sehingga semua yang membaca bisa tahu kenapa anda mengutip Tao te ching untuk menjelaskan Allah yang kita percayai?

Gimana? Saya tunggu...Ok?  GBU...

MoZee_Rui's picture

@ ALL:More Value Benefit for Better

Anjing menggonggong kulempar tulang ke danau. Tak ada danau selokan pun jadi. Ada waktu menang ada waktu kalah, mengalah bukan berarti kalah. Yang menang pun hanya nikmat sesaat. Di atas semuanya itu dahulukanlah nilai-nilai KEBENARAN yang jelas, membangun, dan sedap

Just enjoy your fight

Qoheleth~MoZee~^_^

Dao De Jing Bukan Alkitab

Apabila anda yakin bahwa diskusi untuk mencari kebenaran, maka yakinilah itu dengan sepenuh hati. Di dalam komentar sebelumnya, saya menjelaskan diskusi sebagai berikut:

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Saya yakin dengan apa yang saya tulis, itu sebabnya saya hidup dengan pemahaman demikian. MUFAKAT = Mupakat = Setuju, sepakat, sehati. Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Ada banyak ALASAN ketika dua orang yang berdiskusi MUFAKAT. Baiklah saya akan kutip tulisan anda lalu menggunakannya untuk menjelaskan pemahaman saya.

Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah …

Ketika dua orang berdiskusi, maka: Dalam diskusi untuk mengerti masalah, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa masalahnya SUDAH dimengerti. Dalam diskusi untuk mendengar pendapat, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa pendapat SUDAH diberikan. Dalam diskusi untuk mencari kebenaran, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa kebenaran SUDAH dinyatakan. Bila keduanya tidak MUFAKAT maka keduanya dapat MUFAKAT untuk tidak MUFAKAT. Namun tujuan utama diskusi adalah untuk MUFAKAT.

Baiklah saya kutip kembali tulisan saya pada komentar sebelumnya:

Vantillian, bukankah kata-kata: “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Itulah alasan saya menyimpulkan anda menggunakan filsafat barat. Nampaknya anda sama sekali mengabaikan paragraf tersebut ya? Saya bukan Tuhan, mustahil tahu buku yang anda baca, karena saya tidak melihat ketika anda membacanya dan anda sama sekali tidak pernah cerita tentang buku yang anda baca. Namun bila kamu tidak suka dengan kesimpulan saya bahwa anda menggunakan Ilmu Filsafat, maka mari sepakat bahwa kesimpulan saya itu salah!

Vantillian: Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Vantillian, dalam komentar sebelumnya saya sudah menjelaskannya namun nampaknya anda belum memahaminya sama sekali. Baiklah saya kutip kembali jawaban saya tersebut di sini agar anda bisa membacanya lagi.

Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Ilmu melatih anjing mengajarkan bagaimana seorang manusia melatih anjingnya dengan cara yang efektif, efisien dan menyenangkan. KESABARAN dan PENGULANGAN adalah dua hal yang sangat penting ketika melatih anjing. Menurut para ilmuwan, anjing tidak punya akal budi, itu sebabnya harus dilatih berkali-kali. Setelah anjing memahami perintah (misal duduk) maka kita harus tetap melatihnya. Melalui pengulangan-pengulangan melakukan perintah itu akan membuat anjing menaati perintah itu secara naluri atau secara reflek. Menurut para ilmuwan, 95% tindakan manusia dilakukan secara reflek. Dengan memahami hal demikian maka kita akan mudah mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan secara reflek. Dengan memahami hal itu akan memudahkan kita memahami orang-orang yang kita sebut BEBAL selama ini. Di pasar Klewer ada sebuah tulisan tentang hal itu. Bila anda tertarik, silahkan klik di sini.

Ilmu melatih anjing adalah ilmu UNTUK melatih anjing. Ilmu melatih anjing adalah ilmu manusia, bukan ilmu anjing. MUSTAHIL seorang yang mengaku menguasai ilmu logika dengan baik memahami ilmu melatih anjing sebagai ilmu anjing atau ilmu yang dimiliki oleh anjing. Mustahil, namun itulah yang nampaknya terjadi.

Dalam komentar anda yang berjudul “Allah Takluk kepada Tao Te ching???” Pertanyaan anda adalah:

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen?

Saya sudah menjawab kedua pertanyaan tersebut bahkan bertanya kepada anda, “Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?” Alih-alih menjawab pertanyaan saya anda malah malah menuduh saya tidak menjawab pertanyaan anda sama sekali.

Vantillian, anda menyebalkan. Getol sekali menyuruh orang lain harus begitu dan begini namun diri sendiri tidak melakukannya sama sekali. Memangnya anda mandor? Kepala bagian menyuruh-nyuruh? Menyuruh orang lain belajar Alkitab baik-baik tidak menghilangkan kewajiban sendiri untuk belajar Alkitab denganc ara yang benar.

Saya membaca Alkitab seolah membaca Novel. Saya tidak pernah membaca Alkitab seolah membaca kitab undang-undang. Dan saya paling SEBAL ketika bertemu dengan orang yang membaca Alkitab seolah membaca buku 1001 tafsir mimpi. Jangan salah faham dulu kawan, bila anda ingin tahu apa yang dimaksudkan dengan membaca Alkitab seolah membaca Novel, silahkan klik di sini.

Vantillian, karena begitu besar harapan anda akan ayat pendukung, baiklah saya beri anda satu ayat.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. I Petrus 5:8

Pengkotbah yang TIDAK MENGERTI ilmu tentang singa, berdasarkan ayat tersebut akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang MENGERIKAN dan BERKUASA seperti singa. Namun pengkotbah yang MENGERTI singa akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang TIDAK BERBAHAYA. Yang tidak mengerti singa seumur hidupnya kekeh jumekeh hanya membaca Alkitab. Yang mengerti singa selain membaca Alkitab juga nonton film yang berjudul “Wild Animal – Lion”. Film itu adalah film dokumenter kehidupan singa di alam liar. Di dalam film itu terekam cara singa berburu.

Dia mengendap-endap melawan arah angin sambil menyamarkan tubuhnya di antara semak-semak. Dia mengintai dan secara naluri memilih mangsa yang paling lemah, terutama yang sakit atau terluka. Ketika jaraknya cukup dekat, dia mengintai, menunggu mangsanya lengah. Kemudian … Hup …! Dia melompat, menerjang, bila mangsanya lolos dia akan mengejar sekuat tenaga lalu menerkam. Ketika menggapai mangsanya, dia berusaha keras untuk menghunjamkan taringnya ke leher mangsanya. Ketika mangsanya roboh, dia langsung mencabik-cabiknya. Singa mencabik-cabik mangsanya, yang menelan mangsanya itu ular, bukan singa.

Pengkotbah yang mengerti singa memberi tahu pengkotbah yang tidak mengerti singa bahwa pemahamannya atas ayat I Petrus 5:8 itu salah, karena hanya singa pikun dan singa gila yang berburu sambil mengaum-aum dan hanya singa ompong dan singa sakit gigi yang menelan mangsanya. Di samping itu, mangsa yang bisa ditelan singa besarnya tidak lebih dari tikus dapur, karena bila menelan kelinci apalagi kambing dia akan keselek. Pengkotbah yang tidak mengerti singa marah bukan kepalang. Dia minta ayat-ayat pendukung bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelan mangsanya. Bahkan dia kekeh jumekeh mengajarkan bahwa Singa mengaum dan menelan mangsanya karena ayat pendukungnya singkat dan jelas serta tegas, I Petrus 5:8. Menurutnya, jumlah kitab di dalam Alkitab harus ditambah dengan film Wild Animal – Lion dulu sebelum mengajarkan bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelen mangsanya.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Alkitab mencatat, Paulus pernah mengutip sebuah puisi yang ditulis oleh seorang Kafir untuk mengajar. Nah, silahkan anda cari sendiri ayat tersebut bila mau. Dalam hal kitab Dao De jing, saya tidak menjadikannya sebagai Standard ajaran Krsiten, namun tidak ada satu pasal pun dari ke 81 pasal di dalam kitab Dao De Jing yang menentang ajaran Alkitab. Sejak 5 tahun yang lalu saya belajar membaca kitab Dao De Jing dalam bahasa mandarin. Sejak tiga tahun yang lalu saya coba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ketika mengutip kitab Dao De Jing, saya tahu apa yang saya kutip, saya tidak asal kutip. Itu sebabnya saya berani mengajak anda untuk menguji ayat yang saya kutip itu dengan Alkitab sebagai standard kebenarannya.

Vantillian, maaf bila anda menganggap cara diskusi saya bertele-tele. Masalahnya ada pada diri saya. Si tua bodoh ini memang lambat dalam berpikir.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Tao Te ching = Alkitab?? Sori, saya tanya lagi...

Saya menyebalkan??? Haha...Siapa yang sekarang memakai unsur emosi dan bukan fakta data? Hehe....

Makanya saya ingin mengajak anda melihat hal ini dengan jelas...Jangan mengutip perkataan seseorang tapi tidak tahu kemana dan arahnya...Lagipula saya yakin anda tahu arah diskusi saya kemana ( karena yang tidak pernah melatih anjing juga ngerti kok )....Sori, mungkin saya terlalu bodoh atau emosi dalam hal ini sehingga saya gak ngerti...Soalnya yang anda kasih ayat Alkitab ( mengenai singa ) saya juga tidak ngerti, apa hubungannya dengan pertanyaan saya? Saya perjelas dulu...Ok?

Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda ,mengerti yang saya tanyakan kan? 

Kalau semua diskusi untuk mufakat, maka kita bisa bermufakat dengan semua aliran agama tentang kebenaran masing2...Jadi semuanya akhirnya BENAR...Anda ngertikan kemana arah saya? ( Sori, saya selalu tanya gt...)..Jadi, tolong dijelaskan kalimat Mufakat anda dengan lebih baik...Dan jangan langsung memakai alasan untuk membenarkan tulisan anda...Baca dan renungkanlah...Baru balas...Tidak usah menambahkan unsur emosi ke dalam kalimat anda...santai Bro...

Makanya saya selalu mempertanyakan tentang pernyataan anda..sdr mesti ngerti konsekuensi kalimat yang anda diskusikan...Ok? Kalao gak ngerti lg, baca lagi..Ya? 

saya mungkin menyebalkan menurut anda, tapi saya mengganggap anda adalah orang yang mantap dalam diskusi, meskipun saya agak heran mengapa anda menjelaskan semua kalimat Tao te ching kepada saya..( kenapa bukan Alkitab? Anda sudah ngerti arah saya kan???hehe)

Kalimat Confucius atau Lao Tze mungkin kelihatan sangat bijaksana, tapi apakah bisa mewakili Allah Alkitab ( sori, saya tanya lagi, soalnya mungkin kita sama2 gak ngerti...atau saya yang gak negrti...Mungkin saya harus melatih anjing dulu supaya saya ngerti )

Satu lagi, kalau anda membaca Alkitab kayak Novel, mungkin anda harus ubah gaya baca anda...Bacalah Alkitab seperti Alkitab..Jangan seperti novel, pantasan semua penjelasan anda kacau balau..( sori, saya agak emosi....hehe...gak lagi kok )

Dari gaya baca anda, saya bisa ngerti anda suka Tao Te Ching...Tapi sekali lagi, kita lagi membahas Allah Alkitab....Bukan Allah Lao Tze....

Sori, saya balik2 pertanyaan saya...Anda sudah tau arah saya kemana kan?

GBU>>>>

 

 

Vantillian Bertanya iah iah Menjawab

Vantillian, Isi komentar ini adalah komentar anda yang berjudul “Alkitab = Tao Te Ching?” dan komentar saya “Dao De Jing Bukan Alkitab”. Mohon maaf, karena saya menilai anda terlalu tinggi. Seharusnya saya sadar, seseorang yang menganggap logika pelatih anjing adalah logika anjing dan ilmu melatih anjing adalah ilmu anjing, kemungkinan besar tidak akan mengerti bahwa komentar saya adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Nah, besar harapan saya, dengan cara begini, peluang anda untuk memahami komentar saya lebih besar.

Vantilian Menulis: Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah...jadi, kalau mau mufakat...sederhana saja...anda jangan diskusi lagi...mufakat kita? Hehe....Kalau semua yang anda tulis tidak anda YAKINI sebagai KEBENARAN, jadi untuk apa diskusi?? Untuk nunjukin anda mahir bahasa? Tolong anda belajar baik2 lagi esensi diskusi....soalnya semua yang anda tuliskan kalau tidak anda yakini BENAR, ngapain anda tulis panjang lebar disini?

Vantilian Menulis: Dan kalau kekristenan hanya untuk MUFAKAT...coba anda jelaskan kepada saya akibatnya....KRISTEN tidak ada kata MUFAKAT....karena kalau begitu, maka kekrsitenan akan hancur...diserap oleh dunia...Saya heran, anda kelihatan sangat pintar diskusi, tapi tidak tahu pemakaian kata anda efeknya luas...Atau anda jadi kristen karena anda bermufakat? hehe....Tidak usah memasukkan kata emosi ke dalam diskusi...karena itu langsung mendiskreditkan orang...padahal sendiri emosi..anda mesti bicara data dan fakta..(bukankah itu perkataan anda?? )

Apabila anda yakin bahwa diskusi untuk mencari kebenaran, maka yakinilah itu dengan sepenuh hati. Di dalam komentar sebelumnya, saya menjelaskan diskusi sebagai berikut:

Banyak orang berdiskusi tanpa memahami apa itu diskusi dan apa tujuan utama diskusi. Diskusi bukan mencari PEMENANG namun MUFAKAT. Diskusi adalah seni untuk saling memahami pengetahuan, seni untuk menjual ide dan seni untuk memahami ide orang lain.

Saya yakin dengan apa yang saya tulis, itu sebabnya saya hidup dengan pemahaman demikian. MUFAKAT = Mupakat = Setuju, sepakat, sehati. Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Ada banyak ALASAN ketika dua orang yang berdiskusi MUFAKAT. Baiklah saya akan kutip tulisan anda lalu menggunakannya untuk menjelaskan pemahaman saya.

Vantilian Menulis: Kalao soal diskusi, anda juga harus pahami dasarnya...ada diskusi untuk mengerti masalah, ada diskusi untuk mendengar pendapat...ada juga diskusi untuk berdebat...Siapa bilang diskusi untuk mendapat MUFAKAT? Diskusi untuk mencari kebenaran lah …

Ketika dua orang berdiskusi, maka: Dalam diskusi untuk mengerti masalah, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa masalahnya SUDAH dimengerti. Dalam diskusi untuk mendengar pendapat, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa pendapat SUDAH diberikan. Dalam diskusi untuk mencari kebenaran, maka diskusi berakhir ketika keduanya MUFAKAT bahwa kebenaran SUDAH dinyatakan. Bila keduanya tidak MUFAKAT maka keduanya dapat MUFAKAT untuk tidak MUFAKAT. Namun tujuan utama diskusi adalah untuk MUFAKAT.

Vantilian Menulis: Saya sudah bertanya kepada anda...coba katakan darimana bukti ( buku mana, penulis mana ) yang menyatakan saya memakai bahasa filsafat Barat??Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Baiklah saya kutip kembali tulisan saya pada komentar sebelumnya:

Vantillian, bukankah kata-kata: “logika, kontradiktif, rasional, irasional, invalid, analisa, fakta, natur, premis, kebenaran premis, natur kebenaran premis, kebenaran ultimat, Indipendent dalam diri sendiri, berkontradiksi” cukup membuktikan bahwa anda menggunakan filsafat barat? Bila anda tidak keberatan, tolong terjemahkan atau terangkan arti kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar si tua bodoh ini dapat memahaminya lebih mudah.

Itulah alasan saya menyimpulkan anda menggunakan filsafat barat. Nampaknya anda sama sekali mengabaikan paragraf tersebut ya? Saya bukan Tuhan, mustahil tahu buku yang anda baca, karena saya tidak melihat ketika anda membacanya dan anda sama sekali tidak pernah cerita tentang buku yang anda baca. Namun bila kamu tidak suka dengan kesimpulan saya bahwa anda menggunakan Ilmu Filsafat, maka mari sepakat bahwa kesimpulan saya itu salah!

Vantilian Menulis: Jangan cuma bisa ilmu anjing doang...baca ilmu manusia..ok?

Vantillian, dalam komentar sebelumnya saya sudah menjelaskannya namun nampaknya anda belum memahaminya sama sekali. Baiklah saya kutip kembali jawaban saya tersebut di sini agar anda bisa membacanya lagi.

Tentu saja semua yang saya tulis tersebut di atas bukan LOGIKA anjing namun logika seorang PELATIH anjing. Pelatih anjing bukan anjing, dia manusia. Logika pelatih anjing bukan logika anjing. Apabila ada orang yang tidak dapat membedakan keduanya, mungkin dia memang tidak MAU membedakannya. Atau dia memang tidak mampu membedakannya? Saya tidak tahu!

Ilmu melatih anjing mengajarkan bagaimana seorang manusia melatih anjingnya dengan cara yang efektif, efisien dan menyenangkan. KESABARAN dan PENGULANGAN adalah dua hal yang sangat penting ketika melatih anjing. Menurut para ilmuwan, anjing tidak punya akal budi, itu sebabnya harus dilatih berkali-kali. Setelah anjing memahami perintah (misal duduk) maka kita harus tetap melatihnya. Melalui pengulangan-pengulangan melakukan perintah itu akan membuat anjing menaati perintah itu secara naluri atau secara reflek. Menurut para ilmuwan, 95% tindakan manusia dilakukan secara reflek. Dengan memahami hal demikian maka kita akan mudah mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan secara reflek. Dengan memahami hal itu akan memudahkan kita memahami orang-orang yang kita sebut BEBAL selama ini. Di pasar Klewer ada sebuah tulisan tentang hal itu. Bila anda tertarik, silahkan klik di sini.

Ilmu melatih anjing adalah ilmu UNTUK melatih anjing. Ilmu melatih anjing adalah ilmu manusia, bukan ilmu anjing. MUSTAHIL seorang yang mengaku menguasai ilmu logika dengan baik memahami ilmu melatih anjing sebagai ilmu anjing atau ilmu yang dimiliki oleh anjing. Mustahil, namun itulah yang nampaknya terjadi.

Dalam komentar anda yang berjudul “Allah Takluk kepada Tao Te ching???” Pertanyaan anda adalah:

Vantilian Menulis: Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen?

Saya sudah menjawab kedua pertanyaan tersebut bahkan bertanya kepada anda, “Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?” Alih-alih menjawab pertanyaan saya anda malah malah menuduh saya tidak menjawab pertanyaan anda sama sekali.

Vantillian, anda menyebalkan. Getol sekali menyuruh orang lain harus begitu dan begini namun diri sendiri tidak melakukannya sama sekali. Memangnya anda mandor? Kepala bagian menyuruh-nyuruh? Menyuruh orang lain belajar Alkitab baik-baik tidak menghilangkan kewajiban sendiri untuk belajar Alkitab denganc ara yang benar.

Saya membaca Alkitab seolah membaca Novel. Saya tidak pernah membaca Alkitab seolah membaca kitab undang-undang. Dan saya paling SEBAL ketika bertemu dengan orang yang membaca Alkitab seolah membaca buku 1001 tafsir mimpi. Jangan salah faham dulu kawan, bila anda ingin tahu apa yang dimaksudkan dengan membaca Alkitab seolah membaca Novel, silahkan klik di sini.

Vantilian Menulis: Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab...Saya cuma bertanya, kenapa anda mengira mengutip perkataan Lao Tze bisa mewakili ALLAH ALKITAB? Tolong dijawab..jangan berputar2 tak menentu...Mana ayat pendukungnya? Kalau Kitab Lao Tze bisa dijadikan dasar mengenal Allah, berarti Alkitab kita mesti ditambah satu lagi, Tao Te Ching...Benarkan saudaraku? Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain..oK? Itu saja yang ingin saya tahu...sehingga semua yang membaca bisa tahu kenapa anda mengutip Tao te ching untuk menjelaskan Allah yang kita percayai?

Vantillian, karena begitu besar harapan anda akan ayat pendukung, baiklah saya beri anda satu ayat.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. I Petrus 5:8

Pengkotbah yang TIDAK MENGERTI ilmu tentang singa, berdasarkan ayat tersebut akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang MENGERIKAN dan BERKUASA seperti singa. Namun pengkotbah yang MENGERTI singa akan mengajarkan Iblis sebagai makluk yang TIDAK BERBAHAYA. Yang tidak mengerti singa seumur hidupnya kekeh jumekeh hanya membaca Alkitab. Yang mengerti singa selain membaca Alkitab juga nonton film yang berjudul “Wild Animal – Lion”. Film itu adalah film dokumenter kehidupan singa di alam liar. Di dalam film itu terekam cara singa berburu.

Dia mengendap-endap melawan arah angin sambil menyamarkan tubuhnya di antara semak-semak. Dia mengintai dan secara naluri memilih mangsa yang paling lemah, terutama yang sakit atau terluka. Ketika jaraknya cukup dekat, dia mengintai, menunggu mangsanya lengah. Kemudian … Hup …! Dia melompat, menerjang, bila mangsanya lolos dia akan mengejar sekuat tenaga lalu menerkam. Ketika menggapai mangsanya, dia berusaha keras untuk menghunjamkan taringnya ke leher mangsanya. Ketika mangsanya roboh, dia langsung mencabik-cabiknya. Singa mencabik-cabik mangsanya, yang menelan mangsanya itu ular, bukan singa.

Pengkotbah yang mengerti singa memberi tahu pengkotbah yang tidak mengerti singa bahwa pemahamannya atas ayat I Petrus 5:8 itu salah, karena hanya singa pikun dan singa gila yang berburu sambil mengaum-aum dan hanya singa ompong dan singa sakit gigi yang menelan mangsanya. Di samping itu, mangsa yang bisa ditelan singa besarnya tidak lebih dari tikus dapur, karena bila menelan kelinci apalagi kambing dia akan keselek. Pengkotbah yang tidak mengerti singa marah bukan kepalang. Dia minta ayat-ayat pendukung bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelan mangsanya. Bahkan dia kekeh jumekeh mengajarkan bahwa Singa mengaum dan menelan mangsanya karena ayat pendukungnya singkat dan jelas serta tegas, I Petrus 5:8. Menurutnya, jumlah kitab di dalam Alkitab harus ditambah dengan film Wild Animal – Lion dulu sebelum mengajarkan bahwa singa tidak mengaum ketika berburu dan tidak menelen mangsanya.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Alkitab mencatat, Paulus pernah mengutip sebuah puisi yang ditulis oleh seorang Kafir untuk mengajar. Nah, silahkan anda cari sendiri ayat tersebut bila mau. Dalam hal kitab Dao De jing, saya tidak menjadikannya sebagai Standard ajaran Krsiten, namun tidak ada satu pasal pun dari ke 81 pasal di dalam kitab Dao De Jing yang menentang ajaran Alkitab. Sejak 5 tahun yang lalu saya belajar membaca kitab Dao De Jing dalam bahasa mandarin. Sejak tiga tahun yang lalu saya coba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ketika mengutip kitab Dao De Jing, saya tahu apa yang saya kutip, saya tidak asal kutip. Itu sebabnya saya berani mengajak anda untuk menguji ayat yang saya kutip itu dengan Alkitab sebagai standard kebenarannya.

Vantillian, maaf bila anda menganggap cara diskusi saya bertele-tele. Masalahnya ada pada diri saya. Si tua bodoh ini memang lambat dalam berpikir.

Vantillian semoga dengan cara begini anda bisa melihat bahwa semua pertanyaan anda sudah saya jawab. Bila anda tidak MAMPU memahami jawaban saya, maka itu berarti anda harus mempelajarinya dengan lebih teliti lagi atau bertanya lagi, BUKAN dengan MENUDUH saya tidak menjawab pertanyaan anda. Nampaknya dengan cara begini anda juga bisa melihat berapa banyak pertanyaan saya yang belum anda jawab. Bila anda tidak MAMPU menjawabnya, maka silahkan belajar lagi yang rajin atau MENGAKULAH bahwa anda tidak MAMPU menjawabnya, sehingga banyak pembaca lain akan membantu anda. Dengan BERPRILAKU seolah-olah pertanyaan-pertanyaan saya tidak ada, tidak akan membuat anda MAMPU menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

dianpra's picture

Yang ngeblog mana

Wah ..., ini blog rame sekalee ...., tapi yang nulis, Sumantriono, koq malah ngga nongol ...?

Kitab Tiongkok Kuno Bukan Alkitab


Vantillian Menulis:
Makanya saya ingin mengajak anda melihat hal ini dengan jelas...Jangan mengutip perkataan seseorang tapi tidak tahu kemana dan arahnya...Lagipula saya yakin anda tahu arah diskusi saya kemana ( karena yang tidak pernah melatih anjing juga ngerti kok )....Sori, mungkin saya terlalu bodoh atau emosi dalam hal ini sehingga saya gak ngerti...Soalnya yang anda kasih ayat Alkitab ( mengenai singa ) saya juga tidak ngerti, apa hubungannya dengan pertanyaan saya? Saya perjelas dulu...Ok?

Anda mengaku terlalu bodoh dan terlalu emosi sehingga nggak ngerti. Bagus kawan! Anda sudah membuat langkah bijaksana, dengan mengakuinya. Seharusnya sejak awal anda mengaku sehingga saya dapat berusaha lebih keras sejak awal untuk membantu anda mengerti. Namun tidak masalah. Kita masih punya banyak waktu untuk memperbaikinya. Kitab puisi mencatat, “Perjalanan seribu li dimulai dengan langkah pertama.

Vantillian, anda pernah belajar tentang Wahyu Umum dan Wahyu Khusus? Baiklah saya akan mengutip sebagian pelajaran tentang hal itu namun untuk benar-benar memahaminya, anda bisa membaca keseluruhan pelajarannya di PESTA.


Wahyu Umum berarti Allah menyatakan diri-Nya secara umum (kepada semua orang) melalui alam semesta, sejarah dunia ini, serta hati nurani manusia - di mana semua manusia seharusnya dapat melihat bahwa Allah itu ada. Alam semesta bagaikan cermin yang memantulkan kemuliaan Allah, Sang Pencipta. Sehingga sebenarnya tak seorang pun yang dapat mengatakan bahwa Allah itu tidak ada, kecuali orang bebal yang bodoh (Maz 14:1; Rom 1:18-23). Sedangkan bagi mereka yang terbuka hati dan pikirannya, kemuliaan Allah nyata dengan begitu ajaib - mulai dari ribuan juta benda angkasa yang berada di alam semesta hingga partikel- partikel penyusun atom yang terdiri dari molekul terkecil. Sungguh Allah yang luar biasa, dan Ia benar-benar ada!


Wahyu Khusus berarti Allah menyatakan diri-Nya secara Khusus , hanya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya saja, melalui Alkitab dan Kristus. Tujuan dari Wahyu Khusus ini adalah membawa orang kepada pengenalan yang lebih mendalam tentang Allah dan mendapatkan keselamatan (Yoh 20:30-31). Wahyu Khusus ini bersifat supranatural (melampaui jangkauan pemahaman rasio manusia) dan progresif (tidak diberikan sekaligus, tetapi di berikan secara bertahap dan semakin lanjut semakin lebih jelas). (Ibrani 1:1-2a)


I Petrus 5:8
adalah Wahyu Khusus sedangkan Prilaku singa ketika berburu adalah Wahyu Umum. Film Wild Animal – Lion adalah dokumentasi kehidupan singa di alam liar, itu berarti dokumentasi Wahyu Umum. Apabila anda kekeh jumekeh menolak Wahyu Umum tentang singa karena tidak ada ayat Alkitab pendukungnya, maka anda berdasarkan I Petrus 5:8 akan kekeh jumekeh memahami bahwa Iblis Itu sangat GANAS dan BERKUASA seperti singa. Di samping itu anda juga akan kekeh jumekeh memahami bahwa singa mengaum-aum ketika berburu dan singa menelan mangsanya, karena ada ayat Alkitab pendukungnya.

Baiklah karena anda menilai diri anda terlalu bodoh, maka saya akan menjelaskan lebih lanjut lagi.

Vantillian, Petrus tidak pernah melihat Iblis. Walaupun Alkitab berkali-kali mencatat kisah pertemuan manusia dengan malaikat dalam wujud dan bentuk, namun sama sekali tidak pernah mencatat pertemuan manusia dengan Iblis dan roh-roh jahat dalam wujud dan bentuk. Oleh karena itu maka pengetahuan Petrus tentang Iblis didapatnya dari Wahyu Khusus (Kitab Perjanjian Lama, ajaran Kristus dan whyu). Dari mana Petrus mendapatkan pegnetahuannya tentang singa? Dari catatan di dalam kitab Perjanjian Lama, juga dari sumber-sumber umum lainnya. Itu berarti ketika Menulis I Petrus 5:8 dia menggunakan Wahyu Khusus dan Wahyu Umum. I Petrus 5:8 adalah ilmu tentang Iblis, bukan tentang singa. Karena Petrus menganalogikan Iblis dengan singa, maka untuk mengerti Iblis kita harus mengerti singa. Menonton film Wild Animal – Lion adalah cara termudah untuk mempelajari ilmu tentang singa.

Ketika kita menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari film Wild Animal – Lion untuk menjelaskan I Petrus 5:8. Kita tidak menjadikan film tersebut sebagai Standard Kebenaran yang mengatasi Alkitab atau film tersebut adalah Alkitab.

Itulah yang saya maksudkan dengan, di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab). Anda tidak bisa selalu menuntut adanya ayat pendukung dan menganggap bila tidak diberi ayat pendukung maka bukan ajaran Alkitab sejati.


Vantillian Menulis:
Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda, mengerti yang saya tanyakan kan?

Saya sudah menjawab pertanyaan anda sebelumnya, baiklah saya kutip kembali kalimat yang saya gunakan.


Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Vantillian, mustahil saya tidak mengerti apa yang anda tanyakan, sebab anda hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana dalam bahasan Indonesia. Ketika menulis komentar, saya menggunakan perkataan saya sendiri, apabila menggunakan perkataan orang lain, umumnya saya menuliskan sumbernya. Contoh: ketika mengutip Alkitab, Dao De Jing, saya menuliskan sumbernya.

Kenapa saya tidak menggunakan perkataan Kongzi atau Socrates? Untuk kali ini saya menganggap Dao De jing 25 paling cocok untuk menjelaskan bahwa Allah takluk pada Diri-Nya Sendiri. Selain mencoba menerjemahkan kitab Dao De Jing, saya juga mencoba menerjemahkan kitab Sishu (yang empat) dan Wujing (lima kitab), kedua kitab tersebut banyak sekali mencatat ajaran Kongzi. Bahkan saya juga sedang mencoba menerjemahkan kitab Mozi. Menurut para ilmuwan, kitab Sishu, Wujing, Dao De jing dan Mozi adalah empat kitab yang otoritasnya paling tinggi tentang agama dan kebudayaan Tiongkok kuno. Bila kasusnya cocok, mungkin saya akan mengutip kitab-kitab tersebut.


Vantillian Menulis:
Kalau semua diskusi untuk mufakat, maka kita bisa bermufakat dengan semua aliran agama tentang kebenaran masing2...Jadi semuanya akhirnya BENAR...Anda ngertikan kemana arah saya? ( Sori, saya selalu tanya gt...)..Jadi, tolong dijelaskan kalimat Mufakat anda dengan lebih baik...Dan jangan langsung memakai alasan untuk membenarkan tulisan anda...Baca dan renungkanlah...Baru balas...Tidak usah menambahkan unsur emosi ke dalam kalimat anda...santai Bro...


Vantillian Menulis:
Makanya saya selalu mempertanyakan tentang pernyataan anda..sdr mesti ngerti konsekuensi kalimat yang anda diskusikan...Ok? Kalao gak ngerti lg, baca lagi..Ya?

Kebenaran yang tidak KONSISTEN bukan kebenaran sejati. Itulah salah satu keyakinan saya. Itu sebabnya saya selalu menguji semua kebenaran yang saya yakini sebelum menyatakannya kepada orang lain. Begitupun dengan keyakinan saya bahwa Tujuan utama diskusi adalah MUFAKAT. Saya sering berdiskusi tentang berbagai dengan pemeluk agama lain. Sebelum memulai diskusi saya akan memberi tahu mereka kayakinan saya tentang DISKUSI agama yaitu:


ketika membandingkan dua agama kita hanya bisa melihat persamaan dan perbedaannya, mustahil menyatakan yang satu benar dan yang lain salah karena standard yang kita digunakan untuk mengukurnya berbeda. Apabila hendak melakukan diskusi antar agama, maka kita harus memulainya dengan membuat BATASAN yang sangat ketat sebab bila tidak demikian maka diskusi itu akan berakhir di antah brantah.

Anda mau tahu tulisan seorang Tionghua Kristen tentang agama Khonghucu? Silahkan klik di sini dan di sini. Vantillian tolong jangan beri komentar sebelum anda benar-benar membaca kedua tulisan tersebut. Karena saya yakin ketika memberi komentar berikut ini anda sama sekali belum membaca tulisannya.


Vantillian Menulis:
Satu lagi, kalau anda membaca Alkitab kayak Novel, mungkin anda harus ubah gaya baca anda...Bacalah Alkitab seperti Alkitab..Jangan seperti novel, pantasan semua penjelasan anda kacau balau..( sori, saya agak emosi....hehe...gak lagi kok )

Vantillian, Anda tahu perbedaan kita? Perbedaan kita adalah: Anda tidak tahu bahwa anda tidak tahu itu sebabnya anda tidak mencari tahu karena anda pikir anda sudah tahu, orang lain yang tidak tahu. Saya tahu apa yang saya tahu, saya juga tahu apa yang saya tidak tahu, itu sebabnya saya mencari tahu untuk hal-hal yang saya tidak tahu.

Apakah anda sudah membaca tulisan “Baca Alkitab Seolah Baca Novel” yang saya referensikan? Anda belum membacanya sama sekali, itu berarti anda tidak BERHAK menghakimi cara saya membaca Alkitab. Namun anda melakukannya. Bertobatlah sebab yang anda lakukan itu salah!


Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil." Yohanes 7:24


Sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Diri yang diliputi geram dan marah, tidak mungkin lurus. Yang diliputi kuatir dan takut, tidak mungkin lurus. Yang diliputi rasa puas dan bahagia, tidak mungkin lurus. Yang diliputi sedih dan mengasihi diri sendiri, tidak mungkin lurus. Hati yang tidak teguh, walau melihat tidak akan nampak. Mendengar tidak akan terdengar. Mengunyah namun tidak akan merasakan. Maka dikatakan, sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Da Xue 7:1-3

Anda mau tahu kenapa saya suka mengutip ayat-ayat dari kitab-kitab Tiongkok kuno? Karena saya sudah membaca kitab-kitab tersebut belasan kali, memang masih kalah jauh dari jumlah kali saya membaca Alkitab, namun cukup bagi saya untuk menarik kesimpulan bahwa tidak ada satu pun ajaran kitab-kitab tersebut yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab mengajarkan INTISARINYA kitab Tiongkok kuno berguna untuk menjelaskan Intisari itu. Silahkan anda bandingkan kedua ayat tersebut di atas. Itulah salah satu contohnya. Bahkan anda sudah melihat contoh lain ketika saya mengutip Dao De jing 25.


Vantillian Menulis:
saya mungkin menyebalkan menurut anda, tapi saya mengganggap anda adalah orang yang mantap dalam diskusi, meskipun saya agak heran mengapa anda menjelaskan semua kalimat Tao te ching kepada saya..( kenapa bukan Alkitab? Anda sudah ngerti arah saya kan??? hehe)


Vantillian Menulis:
Kalimat Confucius atau Lao Tze mungkin kelihatan sangat bijaksana, tapi apakah bisa mewakili Allah Alkitab ( sori, saya tanya lagi, soalnya mungkin kita sama2 gak ngerti...atau saya yang gak ngerti...Mungkin saya harus melatih anjing dulu supaya saya ngerti )

Vantillian, maaf, bila anda tidak mengaku diri terlalu bodoh, saya pasti merasa heran atas keheranan anda. Namun karena anda mengaku diri terlalu bodoh, baiklah saya menjelaskan kepada anda. Pada awalnya saya memberi komentar pada tulisan pak Sumantriono. Saat itu saya mengajak kita semua memahami arti kata Mahakuasa dan Mahapencipta. Kemudian saya juga menyatakan bahwa bila kita membandingkan Allah dengan diri-Nya sendiri, maka Dia tidak Mahakuasa dan Mahapencipta lagi. Allah Takluk pada Diri-Nya Sendiri. Kemudian saya mengutip Dao De Jing 25 untuk menjelaskan konsep Allah Takluk pada Diri-Nya Sendiri. Penjelasan saya tentang Dao De Jing dan arti kata Ziran adalah untuk menjawab komentar dan pertanyan-pertanyaan anda. Nah, anda tidak perlu merasa heran kawan, silahkan baca komentar-komentar tersebut pelan-pelan, saya yakin anda akan mengerti.

Tidak Vantillian, anda tidak perlu melatih anjing untuk mengerti. Untuk mengerti anda hanya perlu tahu apa yang anda tidak tahu kemudian mencari tahu pada sumber yang tepat. Belajar dan berfikir itulah kunci untuk mengerti. Berikut ini adalah kalimat saya:

Mau belajar harus mau diajar
orang yang mau belajar
namun tidak mau diajar
adalah orang kurang ajar

Yang di bawah ini adalah kalimat-kalimat Kongzi:


Nabi Kongzi berkata: “Orang yang belajar tanpa berfikir, sia-sia; Orang yang berfikir tanpa belajar, berbahaya.” Lun Yu II:15

Banyak-banyaklah belajar
Pandai-pandailah bertanya
Hati-hatilah memikirkannya
Jelas-jelaslah menguraikannya
Dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya
Zhong Yong XIX:19

Berikut ini adalah kalimat-kalimat Mengzi

Untuk memahami sebuah puisi
Tidak boleh hanya mengutip kata - kata
itu akan merusak makna kalimat
tidak boleh hanya mengutip kalimat - kalimat
itu akan merusak makna puisi
Merenungkannya dengan hati jernih
untuk memahami maknanya
itulah yang benar
Mengzi VA:4:2 - Wan Zhang

Vantillian, apa yang anda ketahui tentang kitab Dao De Jing? Minus! Apa yang anda ketahui tentang Kongzi atau Khonghucu atau Khonghucuisme atau agama Khonghucu? Minus! Apa yang kamu ketahui tentang agama Tiongkok kuno? Munis! Maaf, saya tidak sedang menyombong, namun sedang menyatakan apa yang saya ketahui. Silahkan bila anda menganggapnya sebagai unjuk kesombongan. Animisme, penyembah dewa-dewi, penyembah arwah leluhur, penganut tahyul Hongsui. Itulah pemahaman kamu tentang bangsa Tiongkok kuno dan kitab-kitab Tiongkok kuno. Itulah alasan UTAMA kamu menentang tulisan saya habis-habisan, karena mengutip Dao De jing 25 untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Itu sebabnya saya menyatakan pengetahuan kamu minus (-), karena bangsa Tiongkok kuno bukan bangsa demikian.

Mereka yang melewati gerbangku
namun tidak mau masuk ke rumahku
aku tidak menyesalinya
mereka hanya orang yang mencari perhatian
untuk mendapat pujian di kampung halamannya
orang yang mencari perhatian
untuk mendapat pujian di kampung halamannya
adalah pencuri kebajikan
Mengzi VIIB:37:7 - Jin Xin

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Sdr iah iah...Kenapa dikutip???? Saya tanya lagi....

Hehe...saya bingung membaca jawaban anda yang panjang lebar ( mungkin saya terlalu bodoh...atau anda yang tidak ngerti ??)

Saya tanya yang sederhana saja, tapi anda menjelaskan sampai saya bingung juga..( mungkin pengetahuan saya minus..hehe)

Saya tanya sekali lagi ya...Kenapa anda harus mengutip perkataan Lao Tze untuk menjelaskan Allah Alkitab? Kalausudah bisa dijelaskan dengan Tao, kenapa kita mesti lihat Alkitab lagi? ( anda sudah tau masalahnya kan? jadi gak perlu anda tuliskan kalimat buku dari Tao te ching atau buku yang lainnya..saya perlu penjelasan anda)

Sepertinya anda tidak menyadari pertanyaan yang saya ajukan hampir tiga kali dalam blog ini sangat menyentuh dasar diskusi kita...( makanya saya agak bertele2, sori ya...)..Tapi anda tidak tahu pernyataan anda ( yang anda anggap sangat kristiani) sangat merusak kekristenan

Kalau anda mengatakan Tao Te ching tidak sama dengan Alkitab, kenapa anda mesti menjelaskan dari tao te ching? kenapa bukan dari perkataan filsuf yang lain juga? Tolong anda serius sedikit memikirkan hal ini...jangan memberi alasan dengan mengutip lebih banyak lagi perkataan ntah dari buku mana ( kalau anda mau, saya akan kirimkan pdf tulisan Tao dan confucius..jadi dengan pengetahuan anda tentang Tao atau yang lain, jangan pikir anda sudah Tahu Allah orang Kristen...Sori...Kekeristenan tidak bisa hanya dinilai dari buku yang anda kutip atau dari ilmu anjing yang anda latih atau usia anda menjadi kristen...

( Pada penghakiman nanti, anda tidak akan ditanya berapa tahun anda melatih anjing anda, atau berapa tahun anda sudah menjadi Kristen, tapi apakah anda mengenal Kristus Yesus dan FirmanNya...Jadi anda tidak akan dihakimi berdasarkan pemahaman Tao anda....Tolong baca baik2 Injil yohanes...)..Ngertikan? Makanya jangan pikir pengetahuan anda sudah mantap dalam hal ini..bagi saya justru anda mesti banyak menggali Firman lagi...( makanya saya sering suruh anda baca, tapi anda masih tidak ngerti..haiya...)...Jangan merusak pengetahuan Kristen dengan pengetahuan anda karena anda kagum kepada ajaran tao...Jadi uji diri anda...pertanyaan saya saja anda tidak bisa menjawab dengan tuntas....k

Kalau anda mau diskusi serius, tolong mikir ini serius juga.. Jangan malu membongkar landasan pengetahuan anda kalau anda salah..Ok? ingat, ini juga menyangkut tanggung jawab  Kristen dalam menjawab pertanyaan dengan serius...

Apakah Tao Te Ching menurut anda setara dengan Firman? Tolong dijawab langsung dan jelas....

Kalau setara, kenapa Alkitab tidak pernah memuat Tao? Atau Konsili Kristen lupa menaruh buku Tao ke dalam kitab2 Alkitab?

Kalau tidak setara, kenapa anda mengira mengutip itu bisa menjelaskan Allah Alkitab, seperti Allah Takluk kepada DiriNya sendiri? Berarti anda mengganggapnya setara...Atau ALKITAB tidak bisa menjelaskan Allah dengan tuntas sehingga memerlukan kitab yang lain untuk menjelaskan Allah kita? :) Tolong mikir dulu ya??

Bukan berarti anda mengutip perkataan bijaksana dari filsuf atau yang lain, berarti anda sudah bisa menjelaskan Allah...Kalau bisa, ngapain kita jadi orang Kristen? Bagusnya jadi pengikut Tao saja...(Taoisme )..Anda tidak tahu konsekuensi dari tulisan anda akan kemana, jadi tolong mikir dulu baru jawab..OK? Setiap tulisan anda akan anda tanggung jawabkan di hadapan Tuhan ( apalagi anda sangat meyakini hal itu...jadi cek dulu dasar pengetahuan keyakinan anda baik2...)..Wah, kok saya jadi serius gitu...hehe....

Kepada pembaca Blog, sori sudah buat anda bingung...Tapi itu saja keberatan dari saya, anda mengerti bukan? 

Soal Mufakat, anda perlu bermufakat dulu dengan Firman dulu, baru bisa ngomong mufakat dengan sesama Kristen..Ok? ( masih belum ngerti?)

Satu lagi terakhir, anda ngerti bahasa mandarin? sudah pernah baca kitab Tiongkok Asli? Kalau saya tidak tahu Kitab Tiongkok, kenapa saya berani diskusi dnegan anda? ( coba dipikirkan lagi )..

Semua hal yang kelihatan tidak bertentangan dengan Alkitab, blum tentu sesuai dengan Firman Tuhan...Ok?  Apalagi mau menjelaskan tentang Allah kita..

Saya ingin anda hati-hati dalam hal ini, jangan orang lain mengira kitab lain bisa menjawab Apa yang dipercayai orang kristen...( masih ingat prinsip Sola Scriptura? yang diperjuangkan mati2an oleh Martin Luther? )..Kalau gak ngerti konsekuensi kalimat anda, jangan sembarang ambil kesimpulan dan kutip sana sini dari kitab lain..oK.?

GBU...

 

MoZee_Rui's picture

MoZee menajamkan SESAMANYA

Kepada 2 teman inchrist yang oc iah dan VAn jadi bagaimana kesimpulannya ?

mengenai batu yang  bisa diangkat atau tidak ?

ALLAH takluk pada diriNya sendiri menurut iah iah, jadi mustahil Allah melakukan hal melawan diriNya 

menurut VAn; hal tersebut adalah Error Question

iah-iah bilang gak bisa, Van bilang gak perlu alias invalid 

jadi gak ada mufakat ama sekali ya?? Beres deh

Qoheleth~MoZee~^_^

Vantillian Paranoid, Tidak Logis dan Tidak Konsisten


Vantillian menulis:
Kalau tidak setara, kenapa anda mengira mengutip itu bisa menjelaskan Allah Alkitab, seperti Allah Takluk kepada DiriNya sendiri? Berarti anda mengganggapnya setara...Atau ALKITAB tidak bisa menjelaskan Allah dengan tuntas sehingga memerlukan kitab yang lain untuk menjelaskan Allah kita? :) Tolong mikir dulu ya??


Vantillian menulis:
Bukan berarti anda mengutip perkataan bijaksana dari filsuf atau yang lain, berarti anda sudah bisa menjelaskan Allah...Kalau bisa, ngapain kita jadi orang Kristen? Bagusnya jadi pengikut Tao saja...(Taoisme )..Anda tidak tahu konsekuensi dari tulisan anda akan kemana, jadi tolong mikir dulu baru jawab..OK? Setiap tulisan anda akan anda tanggung jawabkan di hadapan Tuhan ( apalagi anda sangat meyakini hal itu...jadi cek dulu dasar pengetahuan keyakinan anda baik2...)..Wah, kok saya jadi serius gitu...hehe....


Vantillian menulis:
Saya ingin anda hati-hati dalam hal ini, jangan orang lain mengira kitab lain bisa menjawab Apa yang dipercayai orang kristen...( masih ingat prinsip Sola Scriptura? yang diperjuangkan mati2an oleh Martin Luther? )..Kalau gak ngerti konsekuensi kalimat anda, jangan sembarang ambil kesimpulan dan kutip sana sini dari kitab lain..oK.?

Vantillian, Saya mau mengubah cara diskusi kita, karena bila tidak diskusi kita akan berakhir di antah rantah. Anda keberatan saya mengutip Dao De jing 25 karena menurut anda Dao De jing bukan Alkitab dan tidak dapat dibandingkan dengan Alkitab. Karena Dao De jing tidak sebanding dengan Alkitab, maka kita tidak boleh mengutipnya untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Menurut saya anda PARANOID dan TIDAK LOGIS serta TIDAK KONSISTEN.

Anda bisa bahasa mandarin, itu anugerah. Anda belajar Daoisme dan Khonghucuisme itu juga anugerah. Pertanyaannya adalah apakah anda membaca Kitab Dao De jing? Membacanya dalam bahasa mandarin dan memahaminya dengan benar? Pernahkan anda membandingkan ajaran-ajaran Daoisme yang anda pelajari dengan kitab Dao De jing itu sendiri? Anda tidak pernah menjelaskan sama sekali apakah Dao De Jing 25 yang saya kutip itu salah dan bertentangan dengan Alkitab? Satu-satunya alasan anda adalah Dao De Jing tidak setara dengan Alkitab jadi tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran-ajaran Alkitab.

Saya katakan anda PARANOID, karena alasan anda menolak Dao De jing bukan karena isi dari kitab Dao De Jing itu sendiri, namun karena ajaran-ajaran Daoisme, baik filsafat Dao maupun agama Dao yang anda pelajari. Saya katakan anda tidak LOGIS karena tanpa mempelajari kitab Dao De jing anda sudah memastikan bahwa ajaran kitab Dao De Jing pasti sama dengan ajaran-ajaran Daoisme yang anda pelajari. Apabila anda pelajari kitab Dao De Jing dengan cara yang benar, membacanya dalam bahasa mandarin tanpa prasangka, maka anda akan HERAN setengah mati, karena apa yang isi Dao De jing sangat berlawanan dengan ajaran Daoisme.

Saya katakan anda tidak KONSISTEN, karena anda YAKIN bahwa yang tidak setara dengan Alkitab tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Apa yang setara dengan Alkitab? Yang setara dengan Alkitab adalah Alkitab. Siapa pengkotbah yang paling anda hormati di jagad raya ini? Pengkotbah yang paling saya hormati di jagad raya pada generasi ini adalah Pdt. Dr. Stephen Tong. Pengkotbah yang paling saya hormati yang hidup pada generasi yang lalu adalah John Calvin. Apakah ucapan-ucapan keduanya setara dengan Alkitab? Apakah Institutio setara dengan Alkitab? Apakah buku-buku Pdt. Dr. Stephen Tong setara dengan Alkitab? TIDAK! Karena tidak setara maka anda tidak boleh mengutipnya. Sola Scriptura, anda memahaminya sebagai biarkan Alkitab menjelaskan Alkitab. Itu berarti ketika menjelaskan ajaran Alkitab kita hanya boleh menggunakan ayat-ayat Alkitab. Menurut anda, bila bila sebuah kutipan bisa menjelaskan ajaran Alkitab maka kita tidak perlu Alkitab lagi. Anda tidak perlu memabca buku-buku Pdt. Dr. Stephen Tong sebab bila dengan membaca buku-bukunya dapat membuat anda mengerti ajaran Alkitab, maka anda harusnya tidak jadi orang Kristen, jadilah Tong-isme. Bila membaca buku-buku John Calvin bisa membuat anda memahami ajaran Alkitab, maka anda tidak perlu menjadi Kristen lagi, jadilah Calvinisme.

Sola Scriptura, yang tidak setara dengan Alkitab tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Apakah ayat-ayat Alkitab tidak dapat menjelaskan ajaran Alkitab sehingga kita harus mengutip kalimat-kalimat Calvin dan Stephen Tong? Kenapa ketika Kotbah para pengkotbah sering menggunakan perumpamaan? Apakah perumpamaan-perumpamaan itu setara dengan Alkitab? TIDAK! Bila tidak, maka tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab, karena Sola Scriptura! Apakah kalimat-kalimat yang mereka gunakan setara dengan Alkitab? TIDAK! Bila tidak maka tidak boleh digunakan, karena SOLA SCRIPTURA!


Vantillian, anda PARANOID dan TIDAK LOGIS serta TIDAK KONSISTEN!

Dao De Jing ditulis oleh Laozi. Siapa yang berani menjamin bahwa ketika menulis dia tidak mendapat bimbingan Allah? Siapa pula yang berani menjamin bahwa ketika menulis dia mendapat bimbingan Allah? Anda MENJAMIN bahwa ketika menulis Dao De Jing Laozi tidak mendapat bimbingan Allah, itu sebabnya tidak boleh mengutipnya untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Saya TIDAK MENJAMIN bahwa ketika menulis Dao De jing Laozi mendapat bimbingan Allah, itu sebabnya saya bilang Dao De jing bukan Alkitab. Saya mengutip Dao De Jing 25 karena menurut saya cocok digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Bagi saya Dao De jing adalah wahyu umum, wahyu umum boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Saya sudah belasan kali membaca Dao De jing dalam bahasa mandarin. Saya sudah mendiskusikan ayat-ayat Dao De jing dengan para sarjana Theologia yang belajar Alkitab dan sama-sama sepakat bahwa dari ke 81 pasal isi Dao De jing tidak ada satupun yang bertentangan dengan ajaran Alkitab, itu sebabnya saya berani mengutipnya. Namun Dao De jing adalah Dao De Jing, bukan Alkitab. Hanya orang Kristen BODOH yang menganggap Dao De Jing setara dengan Alkitab dan hanya orang PARANOID yang menganggap mengutip ayat-ayat Dao De Jing berarti menganggapnya setara dengan Alkitab. Saya tidak bodoh dan saya juga tidak paranoid.


Vantillian menulis:
Kalau setara, kenapa Alkitab tidak pernah memuat Tao? Atau Konsili Kristen lupa menaruh buku Tao ke dalam kitab2 Alkitab?

Vantillian, pertanyaan anda selain tidak LOGIS juga tidak pinter. Anda tahu arti kata Dao? JALAN. Anda punya Alkitab Elektronik bahasa Indonesia? Silakan cari kata JALAN dan lihatlah berapa ayat yang mencatatnya. Anda berkali-kali menuduh saya tidak LOGIS, ternyata anda sendiri jauh dari LOGIS. Anda berkali-kali menyuruh saya berpikir namun anda ternyata nggak terlalu MIKIR. Anda tahu arti kata Ziran? Aku ada karena aku ada.

Anda KEKEH JUMEKEH menuduh saya menganggap Dao De Jing setara dengan Alkitab. Anda pernah menghitung, berapa kali saya sudah nyatakan dalam komentar saya bahwa Dao De Jing bukan Alkitab? Karena Dao De jing tidak setara dengan Alkitab, maka tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Bila anda yakin dengan pendapat anda itu, maka lakukanlah dengan konsisten! Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati!

Apakah karena Lozi mendefinisikan dengan tepat ajaran Alkitab itu berarti kita tidak perlu Alkitab lagi? Hanya orang bodoh dan kekeh jumekeh (bebal) yang menganggap demikian. Apakah karena Laozi mendefinisikan dengan tepat sebagian ajaran Alkitab kita langsung menganggapnya Nabi? Hanya orang bodoh dan kekeh jumekeh (bebal) yang menganggap demikian. Saya bukan orang bodoh juga bukan kekeh jumekeh, itu sebabnya saya tidak pernah menganggap Laoze nabi Allah dan Dao De Jing sebagai Alkitab. Silahkan menuduh saya sampai kuda gigit jari, saya tidak akan pernah menganggap Laozi adalah nabi Allah dan Dao De jing adalah Alkitab. Apabila saya menulis Laozi adalah nabi Tiongkok kuno, maka itu berarti saya sedang berkata bahwa bagi sebagian orang Tionghua Laozi adalah seorang nabi. Walaupun digelari nabi oleh sebagian orang Tionghua, Namun Laozi bukan nabi orang Kristen.
 

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Saya memang paranoid............ketika Alkitab disalahgunakan...

Syalom, Sdr Iah iah...

Sampai tulisan terakhir ini, anda bahkan belum mengerti maksud saya...Baiklah, saya akan menuliskan dalam bentuk point :

1. Pertama, saya sudah membaca kitab Tao sejak lama...dan kalimat dari kitab Tao sangat indah dan berhikmat sehingga kelihatan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan secara eksplisit...Point saya adalah : Apakah kalau kelihatan tidak bertentangan, anda boleh mengutip untuk menjelaskan konsep Allah Alkitab? Kalau boleh, kenapa tidak mengutip filsuf yang lain juga? ( hehe..kembali lagi pertanyaan saya...)

2. Semua Kitab Kebijaksanaan di dunia ini adalah termasuk wahyu umum...sedangkan Alkitab termasuk wahyu khusus....Kenapa anda mengira bisa menjelaskan wahyu khusus dengan wahyu umum? Wahyu khusus hanya bisa dijelaskan dengan memakai wahyu khusus...Apalagi isi Alkitab....

3.Semua kebijaksanaan di dunia ini adalah kebodohan bagi Allah  ( 1 Kor 1:18-21), hanya salib yang menjadi kekuatan hikmat kita, khususnya orang kristen....Bukan berarti kita tidak boleh belajar dari kebijaksanaan dunia ini ( saya sangat suka belajar dari filsafat )...tapi kita tidak boleh meletakkan sebagai dasar pengetahuan iman kita ( Only Alkitab saja )....Yang anda tuliskan dan diskusikan bisa sangat berbahaya bagi prinsip pengetahuan iman kita.....Karena anda berusaha menjelaskan konsep Alkitab dengan tulisan kebijaksanaan dunia.....Anda sedang bermasalah dengan dasar OTORITAS yang anda pakai untuk menjelaskan OTORITAS TERTINGGI yang kita pegang yaitu Alkitab...Anda sudah ngertikan? Itulah point yang mau saya tekankan....

4. Ketika saya mempertanyakan otoritas Kitab tao, bukan berarti saya meremehkan kitab Tao atau filsafat Cina...( bahkan saya mengganggap kitab itu berisi banyak hikmat yang luar biasa )...Tapi tetap tidak bisa dibandingkan dengan Wahyu Khusus kita, karena tidak diilhami secara khusus....Kalau anda mengira kitab itu bisa diilhami, berarti kita bisa terbuka kepada Kitab lain di dunia yang bisa juga diilhami...Anda mesti kembali belajar dasar kekristenan...Jadi, saya tanya lagi, atas dasar apa anda mengutip Tao dengan kalimat Allah Takluk kepada DiriNya sendiri? Atas dasar bahwa kitab Tao juga kemungkinan bisa diilhami Tuhan?

5.Satu hal yang ingin saya kasih tahu kepada anda ketika anda mengutip perkataan kitab Tao untuk menjelaskan ALLAH Alkitab, justru ANDA SEDANG MEREMEHKAN KITAB TAO itu sendiri...Kenapa saya berkata begitu? Anda sedang mengutip kitab suci pengikut Tao untuk menjelaskan konsep Alkitab kita....Anda pikir pengikut Tao akan setuju itu? ( Saya pernah membaca buku yang memakai Alkitab untuk menjelaskan Kitab suci yang lain, sehingga semua tafsiran kacau balau...karena Alkitab cuma dijadikan bahan pendukung...Agak menghina Alkitab bagi saya)...Kenapa anda mengira bisa berbuat hal yang sama terhadap kitab Tao juga? Apakah anda mau Alkitab juga dipakai sebagai bahan sekunder/pendukung bagi kitab suci lain? Itukan namanya gak fair kan? Nah, disitulah masalah yang ingin saya bahas....kenapa anda belum mengerti juga??? JUSTRU ANDA sedang memakai STANDAR GANDA menilai tulisan orang....Bagi saya, anda meremehkan Alkitab sekaligus Kitab Tao....Lebih baik anda katakan langsung, Alkitab adalah OTORITAS tertinggi kita terhadap semua kitab suci di dunia...Kalau anda setuju itu, pertanyaan saya lagi : Kenapa anda mengutip Perkataan Lao Tze untuk menjelaskan Allah kita? ( hehe...bolak-balik ya, sori...)

6. Kenapa selalu saya tanyakan pertanyaan yang itu-itu juga? Bukan karena saya tidak menerima jawaban anda atau saya ngotot..tapi saya sedang mempertanyakan dasar/landasan pengetahuan yang anda pakai....Sayang anda tidak mengerti....atau sudah mengerti tapi malu mengakui? Saya sarankan anda jangan malu untuk menguji dasar pengetahuan anda.... ( II Korintus  13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.)....

7. Saya heran anda sudah mendengar Pdt. DR Stephen Tong, tapi anda masih tidak mengerti semua diskusi kita....Tolong belajar lagi ya? Jangan mengira kalau membaca atau mendengar dari Stephen Tong bisa membuat tulisan anda jadi bernilai atau benar...Anda mesti belajar Firman baik2...( jangan anggap sebagai novel, ok? )..Saya juga tidak pernah membahas tentang calvinisme...itu lain topik aza..ok?

8. Justru saya sedang mempertanyakan kekonsistenan anda....Anda mengutip Kitab Tao tapi tidak mengakui Kitab Tao = Alkitab, dimana konsisten anda? Lagipula kenapa anda bisa sembarangan mengutip Kitab Tao untuk mendukung Alkitab? Anda mesti belajar prinsip penafsiran Alkitab kalau mau konsisten...Ok?

9. Tolong belajar lagi cara diskusi...Tidak usah menempelkan label paranoid ketika anda tidak tahu lagi mau mengambil kesimpulan apa tentang tulisan saya..Anda benar, Saya sangat paranoid....hanya ketika Alkitab disalahgunakan atau tidak dijadikan sebagai otoritas tertinggi.....

10. Kita sedang membahas topik dari segi kekristenan, tolong, kalau mau pakai kitab lain....mikir baik2 dulu supaya tidak salah pakai ( baca point 5 baik2 )....Jadi, otoritas kita tetap pada Alkitab...Saya mengajak anda semuanya untuk meletakkan dasar pengetahuan iman kita HANYA pada Alkitab...Kita harus MEMULAI dan MENGAKHIRI dengan Alkitab....( bukan berarti tidak boleh memakai kalimat buku lain, tapi maksud saya adalah dasar yang kita pakai...)...Tidak usah karena anda sangat suka membaca Tao, anda bisa memakainya dengan sesuka hati...Mikir dulu lah...Anda bisa membahayakan iman orang lain..Ok? Saya sering bilang, anda sering tidak tahu konsekuensi kalimat yang anda pakai....( tidak peduli berapa banyak pengalaman anda atau berapa banyak buku yang anda baca, kaalu dasar anda begitu...hehe, sori..anda mesti belajar lagi)

11. Kalau anda mau belajar Filsafat Cina, saya sarankan ( bukan maksa, apalagi meremehkan anda, cuma mau berbagi ) dua buku yang baik...boleh anda baca :

a. ANALISIS FILOSOFIS-HISTORIS dan SOSIO-ANTROPOLOGIS Sejarah Peradaban Cina, karya Prof Rochiati dkk

b. ALAM PIKIRAN CINA, karya Prof H.G Creel

Saya menunggu referensi dari anda....( kalau buku Taoisme dan Confucius saya yakin anda uda punya banyak )

12. Jadi, bukan karena saya tidak tahu filsafat Cina, maka saya sembarangan ngomong..tapi justru saya tahu, makanya saya diskusi ( atau berdebat ) dengan anda...Ok? Jangan anggap ilmu anda udah tinggi...Kalau anda sudah berdiskusi dengan Sarjana Theologia, bukan berarti landasan yang anda pakai sudah Benar...Jangan mencari otoritas tulisan anda dari luar ( apalagi dari kitab suci agama lain)...Carilah di dalam Firman Tuhan..

13. Tujuan diskusi untuk mencari KEBENARAN, bukan PEMENANG ( saya tidak pernah bilang mau jadi pemenang ) dan juga bukan MUFAKAT...Kalau anda dan saya mau bermufakat dengan KEBENARAN FIRMAN, baru kita bisa  MUFAKAT...anda ngerti esensinya kan? Atau gak ngerti lagi? ( ingat, saya tidak bilang tulisan saya adalah  yang PALING BENAR )

14. Semoga bermanfaat bagi kita semua...GBU...sdr iah2...Tolong...belajar lagi ya?

NB : QUIZ : Ada berapa kata " belajar " dari tulisan saya? Hehe ( Just Kidding )

Vantillian Menurut Saya diskusi Kita Harus Diakhiri

Vantillian, Saya sudah katakan, bila tidak mengubah cara diskusi kita maka diskusi ini akan berakhir di Antah brantah. Menurut saya diskusi ini harus diakhiri, karena bila diteruskan kita hanya akan saling mengungkapkan apa yang sudah diungkapkan. Yang lebih buruk lagi para pembaca akan MENDUGA kita saling tarik urat, walaupun kita tahu bahwa kita melakukannya sambil tersenyum dan saling menggoda.

Saya akan mengutip kalimat yang digunakan oleh Bagus T karena menurut saya kalimat itu dengan gamblang menggambarkan keyakinan anda.

di dalam menjelaskan Alkitab sangat tidak valid bahkan mungkin kebablasan jika menggunakan tulisan Kongsi, lautzi karena yang sempurna tidak bisa dinilai atau dijelaskan dengan menggunakan yang tidak sempurna.

karena yang sempurna tidak bisa DINILAI dengan menggunakan yang tidak sempurna. 

Bagi orang Kristen Alkitab adalah STANDARD KEBENARAN, mustahil MENILAI Alkitab dengan ajaran lain. Saya setuju  hal itu 100% karena saya hidup dengan keyakinan demikian.

karena yang sempurna tidak bisa DIJELASKAN dengan menggunakan yang tidak sempurna.

Alkitab adalah Firman Allah. Alkitab SEMPURNA dalam arti semua yang Allah kehendaki dicatat di dalam Alkitab sudah dicatat dengan benar. Namun Alkitab TIDAK SEMPURNA, itu sebabnya Alkitab dipelajari dengan cara-cara tertentu kemudian diajarkan kepada jemaat dengan kalimat-kalimat manusia yang tidak sempurna bahkan dengan mengutip ajaran-ajaran lain yang dipahami oleh manusia.

Maaf, Vantillian, bila anda mempelajari Alkitab dengan teliti maka anda akan menemukan bahwa baik para NABI maupun para RASUL menggunakan kutipan-kutipan agama lain untuk menjelaskan Firman Allah. Anda suka FILSAFAT, saya yakin anda pasti dapat mendeteksi aliran Filsafat apa yang DIKUTIP para Rasul untuk menjelaskan firman Allah.

Tuduhan anda bahwa saya menganggap Dao De jing setara dengan Alkitab sudah saya bantah berkali-kali. Jadi silahkan tuduh saya sampai kuda gigit  jari, saya tidak akan mengubah pendapat saya bahwa Alkitab adalah STANDARD kebenaran.

Anggapan anda bahwa mengutip Dao De Jing untuk menjelaskan ajaran Alkitab berarti menganggap Dao De Jing SETARA dengan Alkitab. Menurut saya tidak masuk akal sama sekali. Anda menggunakan kalimat-kalimat anda untuk menjelaskan Alkitab apakah itu berarti anda menganggap kalimat-kalimat anda setara dengan Alkitab?

Tuduhan anda bahwa pemahaman saya tentang Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri saya dirikan di atas kitab Dao De jing. Sama sekali tidak beralasan. silahkan anda baca komentar-komentar saya sejak awal. tidak pernah ada satu kata apalagi kalimatpun yang menyatakan bahwa Allah Takluk pada diri-Nya sendiri karena Dao De jing mengajarkannya.

Seharusnya anda menguji: Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri. Apakah itu ajaran Alkitab? Bila itu bukan ajaran Alkitab, maka anda harus membantahnya. Bukankah itu pemahaman saya tentang Allah? Bukankah itu INTI bahan diskusi kita atas tulisan Bapak sumantriono? Bila itu bukan ajaran Alkitab maka belum terlambat bagi anda untuk MENUDUH saya memahami Allah dengan kitab Dao De Jing.

Namun, Bila anda YAKIN bahwa: Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri adalah ajaran Alkitab, maka belum terlambat bagi anda untuk bertanya, kenapa saya mengutip Dao De Jing 25? Saat itu kita bisa memasuki diskusi yang seru kenapa Laozi yang tidak pernah membaca Alkitab mengetahui kebenaran itu? Kenapa banyak sekali kebenaran Alkitab yang juga dipahami dan dicatat orang-orang yang tidak pernah membaca Alkitab sama sekali? Mungkinkah itu adalah bukti bahwa Hukum TAURAT ada di dalam hati setiap manusia? Mungkinkah itu adalah bukti bahwa manusia diturunkan dari sepasang manusia, Adam dan Hawa. ajaran-ajaran itu adalah bukti karena itulah ajaran-ajaran yang masih dipelihara. Mungkinkah itu adalah bukti bahwa Allah memang menggembalakan manusia dengan dua tongkat? Tongkat IKATAN untuk menggembalakan bangsa Israel dan tongkat KEMURAHAN untuk menggembalakanbangsa-bangsa selain Israel?

Diskusi yang seru bukan?

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

MoZee_Rui's picture

Rayuan Maut

Jika diskusi ingin lebih asyik, sebaiknya masing-masing pihak mengeluarkan "Rayuan MAut" yang lebih persuasif ketimbang saling  "jago-jagoan". 

Alasannya jelas, dimana ada awan-awan mendung emosi masih menyelubungi nyaris mustahil menjaring mufakat secara kolektif. Hal ini dikarenakan" kebenaran" mengenai harga dirilah yang diutamakan. 

Jadi sampai pemilu 2009 pun tidak ada kesepakatan mengenai HARGA yang pas.

Ya itulah seninya; negotiating skills. Selamat mencoba  

Qoheleth~MoZee~^_^

Saya mengerti, anda mengerti....

Syalom, sdr iah-iah....

Terima kasih atas tulisan anda....sejujurnya saya masih merasa anda tidak mengerti dasar diskusi kita ( yang selalu saya pertanyakan )....Saya mengerti anda kenapa mengutip Tao Te Ching....Tapi, bagi saya, anda harus menjelaskan pernyataan anda tentang Allah takluk kepada DiriNya sendiri sesuai dengan Firman gak? ( itulah yang saya tanyakan selalu, kenapa justru anda balik bertanya? )..Saya yakin anda tentu mengerti arah diskusi saya, tapi anda tidak menjelaskan point anda dengan jelas bagi saya...

Lalu saya juga percaya Hukum Taurat sudah dituliskan di dalam hati setiap bangsa...Tapi itu point lain...Karena kita lagi diskusi topik mengenai Allah KRISTEN...( atau saya salah masuk blog ya, masuk ke blog Filsafat Cina )...Jadi tolong anda mau pakai kitab Suci lain harus hati2....( anda kan pasti mengerti point ke 5 tulisan saya kan)...Maksud saya adalah, anda sendiri tidak tahu landasan iman anda mau ditaruh kemana ( anda jawab tentu saja Alkitab, tapi saya melihat anda tidak kesana)...Anda menjawab pertanyaan semuanya hanya untuk menunjukkan tulisan Tao mendukung Alkitab..Bagi saya, anda sangat tidak mengerti dasar asumsi yang anda pakai untuk menjelaskan satu topik...( anda menutupinya dengan mengatakan sudah membaca Alkitab kayak novel, membaca Stephen Tong, bertanya kepada Sarjana teologi, atau memakai ilmu melatih anjing anda...)..

Saya sangat menghargai semua ilmu dan pengalaman anda...seperti yang sudah anda ceritakan...Tapi, bagi saya anda mesti mengecek semua landasan iman pengetahuan anda baik2....( apalagi mengatakan Alkitab sempurna sekaligus tidak sempurna )...Anda memakai paradoks filsafat Cina...Tapi, apakah itu bisa menjadi landasan anda? ( Ingat, Alkitab juga penuh dengan kebenaran paradoksal )...Makanya saya selalu mempertanyakan kenapa anda bisa mengutip banyak perkataan Tao untuk menjelaskan konsep Alkitab...( bahkan membahas topik lain )...saya sarankan anda hati2 dalam hal ini....Apalagi anda mau memakai kebenaran paradoks untuk menjelaskan sesuatu hal...Belajar periksa dasar anda dulu....

Lalu, kalau mau diskusi, diskusilah dengan berani mengakui kekurangan diri..( termasuk saya )...Kalau tidak mau, ya diskusi lagi...Tidak usah menempelkan banyak label kepada pendiskusi ( emosi, paranoid) padahal anda sendiri tidak tahu apa yang saya maksudkan ( makanya dari tulisan awal, saya sudah suruh anda belajar logika baik2..itu termasuk kesalahan logika diskusi...)...saya tahu anda sudah membaca banyak buku dan penuh pengalaman hidup, tapi bagi saya, anda justru tidak tahu banyak hal...( apalagi dasar asmusi anda yang anda pakai untuk diskusi )...Makanya anda menyuruh kita mengubah arah diskusi, supaya semua diskusi sesuai dengan arah anda? Sori, anda mesti ngecek argumen anda baik2...baru suruh orang terima atau ikut arah diskusi anda...

Itu saja dari saya, atau mau saya ulangi pertanyaan dasar kita? Saya juga tidak mengerti apa yang anda mau saya mengerti karena yang saya mengerti anda belum tentu mengerti dan yang anda mengerti saya belum tentu mengerti juga....Jadi, bagaimana mau sama2 mengerti? Ya, diskusi lagi..hehe...

Untuk MoZeeRui, kalau mau negoisasi, ya saya mesti dapat saham donk..hehe( anda mengerti kenapa kita diskusi kayak gini kan?)...Kalau mau nego, di pasar aza...atau nanti ketemu pelanggan, baru nego...Juga kalau mau seni rayu-merayu, ntar topik lain aza ( Allah tidak pernah merayu kita menjadi orang Kristen...OK? )..Bedakan esensi diskusi saya dengan sdr iah2..ok?

Ok, saya mengerti...anda mengerti...semoga begitulah..GBU....

VAntillian, Bagi Saya Diskusi Sudah Selesai

Vantillian, menurut saya diskusi sudah selesai. Saya sudah mempertangungjawabkan tulisan saya. Saya sudah menjawab semua pertanyaan anda. Apabila anda tetap ingin mengulang-ulang pertanyaan seolah-olah saya belum menjawab atau tidak mengerti pertanyaan anda, maka silahkan melakukannya lalu bacalah kembali komentar-komentar yang sudah ada dengan teliti, di sana anda akan mendapatkan jawabannya.

5. Satu hal yang ingin saya kasih tahu kepada anda ketika anda mengutip perkataan kitab Tao untuk menjelaskan ALLAH Alkitab, justru ANDA SEDANG MEREMEHKAN KITAB TAO itu sendiri...Kenapa saya berkata begitu? Anda sedang mengutip kitab suci pengikut Tao untuk menjelaskan konsep Alkitab kita....Anda pikir pengikut Tao akan setuju itu? (Saya pernah membaca buku yang memakai Alkitab untuk menjelaskan Kitab suci yang lain, sehingga semua tafsiran kacau balau...karena Alkitab cuma dijadikan bahan pendukung...Agak menghina Alkitab bagi saya)...Kenapa anda mengira bisa berbuat hal yang sama terhadap kitab Tao juga? Apakah anda mau Alkitab juga dipakai sebagai bahan sekunder/pendukung bagi kitab suci lain? Itukan namanya gak fair kan? Nah, disitulah masalah yang ingin saya bahas....kenapa anda belum mengerti juga??? JUSTRU ANDA sedang memakai STANDAR GANDA menilai tulisan orang....Bagi saya, anda meremehkan Alkitab sekaligus Kitab Tao....Lebih baik anda katakan langsung, Alkitab adalah OTORITAS tertinggi kita terhadap semua kitab suci di dunia...Kalau anda setuju itu, pertanyaan saya lagi : Kenapa anda mengutip Perkataan Lao Tze untuk menjelaskan Allah kita? (hehe...bolak-balik ya, sori...)

Vantillian, point ke lima anda memang belum saya jawab, baiklah saya menjawabnya sekarang. Apabila anda berpikir menggutip Dao De jing 25 untuk menjelaskan Alkitab berarti meremehkan Dao De Jing, maka hiduplah dengan keyakinan itu sendiri. KEYAKINAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Atau tunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Apabila anda berpikir umat Dao tidak akan setuju saya mengutip Dao De Jing 25 untuk menjelaskan ajaran Alkitab, maka silahkan hidup dengan pikiran itu sendiri. PIKIRAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Bila anda ingin membuktikan sebaliknya, atau menunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang, sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Vantillian, apabila anda tidak suka orang lain menggunakan Alkitab sebagai bahan sekunder/pendukung bagi kitab suci lain, maka hiduplah sendiri dengan perasaan demikian. PERASAAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Bila anda ingin membuktikan sebaliknya, atau menunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Vantilian, apabila anda menilai saya memakai STANDAR GANDA karena mengutip Dao De jing 25, maka silahkan hidup dengan penilaian demikian sendiri karena PENILAIAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Bila anda ingin membuktikan sebaliknya, atau menunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Vantillian, apabila anda menganggap diri berpengetahuan luas, menguasai ilmu filsafat dan logika dengan baik kemudian menuduh saya memakai “Paradoks filsafat Cina karena mengatakan Alkitab sempurna sekaligus tidak sempurna,” Maka silahkan hidup dengan anggapan demikian sendiri karena ANGGAPAN anda bukan Kebenaran Alkitab.

Vantillian, ini hanya sekedar informasi, karena saya tidak punya ayat Alkitab apalagi buku-buku pendukung untuk membuktikannya. Ketika menyatakan Alkitab sempurna sekaligus tidak sempurna saya hanya pakai ilmu bahasa Indonesia biasa. Sama seperti ketika saya menyatakan bahwa dua belas tambah satu adalah tiga belas namun dua belas tambah satu juga satu. Apabila anda bingung, silahkan bingung, sebab KEBINGUNGAN anda bukan kebenaran Alkitab.

Ini juga sekedar Informasi buat anda karena saya tidak memiliki ayat Alkitab pendukungnya apalagi buku-buku untuk membuktikannya. Saya bebas mengutip Dao De Jing karena itu adalah warisan leluhur saya. Saya menerjemahkan Dao De jing sendiri dari bahasa mandarin. Banyak teman-teman Dao mendorong saya untuk menerbitkannya sebagai buku karena menilai terjemahan saya tersebut lebih akurat dibandingkan dengan 2 versi terjemahan yang sudah ada. Saya tidak menerbitkannya karena merasa belum puas dengan hasilnya. Saya baru mampu menerjemahkan maknanya, belum mampu menerjemahkan keindahannya. Bagi saya, silahkan kutip kitab Dao De Jing atau kitab apa saja, namun pahamilah dengan benar.

Terserah bila ada orang menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk menerangkan kitab-kitab yang lain sebab hal itu tidak akan mengubah pandangan saya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan. Apabila pemahaman mereka akan ayat Alkitab yang dikutip SALAH, paling-paling saya akan memberitahu mereka agar dapat memahaminya dengan benar.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Makanya jangan sembarangan kutip...

Syalom, sdr iah-iah

kalau tidak yakin kebenaran Taoyang anda kutip tidak sesuai dengan Alkitab ( karena anda tidak menjelaskan adanya sinkron antar Alkitab dan Kitab Tao)...saran saya jangan sembarangan kutip...Anda menjawab seakan sangat pasrah ( semuanya tergantung keyakinan saya atau anda....ya, gitulah...jadi kekristenan adalah apa yang kamu yakini, hiduplah dnegan keyakinan itu...)..Coba anda diskusikan dengan sarjana teologia pernyataan anda di atas semuanya...Terjemahan kitab Tao dalam bahasa Indonesia sudah banyak ( apalagi Inggris, kalau mau saya bisa rekomendasikan untuk anda)....

Saran saya adalah,daripada menterjemahkan Kitab Tao, bagusan anda terbitkan buku kesaksian hidup anda sendiri menjadi berkat saja...Tidak usah memperumit terjemahan kitab Tao...Jadi, kalau mau hidup dengan Tao, hiduplah dengan keyakinan anda (????)

Ini Tuduhan Bukan Ya?


kalau tidak yakin kebenaran Tao yang anda kutip tidak sesuai dengan Alkitab (karena anda tidak menjelaskan adanya sinkron antar Alkitab dan Kitab Tao)”
 

ho ho ho ho … Nampaknya anda salah ketik, silahkan betulkan dulu kata-katanya kawan.

saran saya jangan sembarangan kutip...

Ini hanya sekedar saran atau himbauan karena anda menuduh saya sembarangan kutip? Bila anda menuduh saya sembarangan kutip tanpa bukti, namanya FITNAH.

Anda menjawab seakan sangat pasrah (semuanya tergantung keyakinan saya atau anda....ya, gitulah... jadi kekristenan adalah apa yang kamu yakini, hiduplah dnegan keyakinan itu...) ..

Kekristenan adalah kekristenan sedangkan KEYAKINAN anda adalah keyakinan anda. Anda bebas hidup dengan keyakinan anda, namun keyakinan anda bukan kebenaran Alkitab. Bukankah dalam komentar saya di atas, LIMA kali saya menuliskannya dengan tegas? Ha ha ha ha ha … anda malah menuduh saya SANGAT PASRAH menjadikan KEYAKINAN anda sebagai kebanran Alkitab? Ha ha ha … Pasrah dari Hongkong?

Coba anda diskusikan dengan sarjana teologia pernyataan anda di atas semuanya ...

Anda LUCU, benar-benar Lucu! Ketika saya menyatakan:

Saya sudah mendiskusikan ayat-ayat Dao De jing dengan para sarjana Theologia yang belajar Alkitab dan sama-sama sepakat bahwa dari ke 81 pasal isi Dao De jing tidak ada satupun yang bertentangan dengan ajaran Alkitab, itu sebabnya saya berani mengutipnya. Namun Dao De jing adalah Dao De Jing, bukan Alkitab. Hanya orang Kristen BODOH yang menganggap Dao De Jing setara dengan Alkitab dan hanya orang PARANOID yang menganggap mengutip ayat-ayat Dao De Jing berarti menganggapnya setara dengan Alkitab. Saya tidak bodoh dan saya juga tidak paranoid.

Dengan gagah perkasa anda menulis komentar:

7. Saya heran anda sudah mendengar Pdt. DR Stephen Tong, tapi anda masih tidak mengerti semua diskusi kita....Tolong belajar lagi ya? Jangan mengira kalau membaca atau mendengar dari Stephen Tong bisa membuat tulisan anda jadi bernilai atau benar...Anda mesti belajar Firman baik2... (jangan anggap sebagai novel, ok?)..Saya juga tidak pernah membahas tentang calvinisme...itu lain topik aza..ok?

12. Jadi, bukan karena saya tidak tahu filsafat Cina, maka saya sembarangan ngomong..tapi justru saya tahu, makanya saya diskusi (atau berdebat) dengan anda...Ok? Jangan anggap ilmu anda udah tinggi...Kalau anda sudah berdiskusi dengan Sarjana Theologia, bukan berarti landasan yang anda pakai sudah Benar...Jangan mencari otoritas tulisan anda dari luar (apalagi dari kitab suci agama lain)...Carilah di dalam Firman Tuhan.

Ho ho ho ho … Sekarang anda malah menasehati saya untuk berdiskusi dengan para Theolog? Apabila saya mengikuti anjuran anda untuk diskusi dengan para Theolog dan mendengarkan dan membaca buku Stephen Tong, maukah anda BERJANJI tidak akan MENUDUH saya kembali dengan kedua pasal tersebut di atas?

Terjemahan kitab Tao dalam bahasa Indonesia sudah banyak (apalagi Inggris, kalau mau saya bisa rekomendasikan untuk anda) ....

Vantillian, silahkan rekomendasikan kepada saya beberapa buku terjemahan Dao De jing dalam bahasa Indonesia, hal itu akan sangat berguna bagi saya. Untuk terjemahkan bahasa Inggris saat ini saya sudah memiliki 15 versi terjemahan, jadi terima kasih untuk tawaran anda.

Saran saya adalah, dari pada menterjemahkan Kitab Tao, bagusan anda terbitkan buku kesaksian hidup anda sendiri menjadi berkat saja...

Maaf Vantillian, saran anda saya tolak! Saya tidak akan menerbitkan buku tentang kesaksian hidup saya! Setelah berdiskusi dengan anda saya punya satu alasan BARU lagi untuk tidak menerbitkannya, sebab saya kuatir nanti anda akan MENUDUH para pembaca MENYETARAKAN buku itu dengan Alkitab ketika mereka mengutip ucapan-ucapan saya.

Tidak usah memperumit terjemahan kitab Tao...

Vantillian, anda kembali menuduh saya ya? Anda menuduh buku terjemahan Dao De jing saya akan memperumit kitab Dao De jing? Anda sungguh Ruuuuuaaarrrr BIASA bukunya belum terbit saja anda sudah tahu bahwa buku itu akan memperumit terjemahan kitab Dao De Jing? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, maukah anda menggunakan kehebatan anda sekali lagi untuk MERAMAL apakah buku itu akan laris bila diterbitkan?

Jadi, kalau mau hidup dengan Tao, hiduplah dengan keyakinan anda (????)  

Vantillian, anda manusia BEBAS! Apabila anda mau hidup dengan Dao dan keyakinan saya, silahkan! Tidak ada satu hukum atau manusia pun di kolong langit yang dapat memaksa anda untuk hidup dengan apa.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Jangan terlalu sensitif la ( nuduh lagi ya???)

Syalom  Sdr iah-iah.... 

Kalau anda suka diskusi, diskusilah dengan baik..( makanya saya tidak
bosan-bosannya menyarankan anda untuk belajar baik2....bukan menuduh
anda - tapi terserah tafsiran anda-...)

Keyakinan saya memang bukan kebenaran Alkitab...tapi berdasarkan
Alkitab...bukan berdasarkan kitab suci lain...Saya sudah katakan anda
jangan malu mengakui kalau anda tidak bisa menjelaskan kalimat anda
berdasarkan Alkitab...Kalau bisa, jelaskan donk...gak usa sensitif
gitu..kita lagi diskusi...bukan curhat perasaan.,..Tolong pakai sedikit
data dan fakta...Jelaskan berdasarkan Alkitab....

Dari diskusi kemarin, anda selalu memakai kata 'menuduh'...bagi saya
anda sudah tidak bisa menjelaskana apa2...kemudian memakai kata
menuduh...saya menuduh siapa?

Kalau tidak tahan diskusi...dan debat, jangan masuk kasih pendapat
donk...apalagi mengutip kitab suci lain....( memalukan bagi saya kalau
saya kutip kitab suci orang hanya untuk membenarkan kebenaran
Alkitab...Jangan memakai standar ganda, ok? )...Kalau tidak tahan,
jangan dipaksa ya....Kalau mau diskusi, kita lanjutkan...tapi tolong
jangan katakan kalimat : kalau mau, hiduplah sesuai keyakinan
anda...Apaan tuh? Kesimpulannya : anda mau curhat disini? Atau pamer
ilmu? Atau mau katakan keyakinan anda tentang Tao? Berani
sedikitlah....OK? Jangan jadi orang yang hebat dalam kemukakan
pendapat, tapi diminta tanggung jawab cuma bisa bilang : Terserah
keyakinan anda? Please deh, pakai ilmu dikit donk....kalau Gak ada ilmu
diskusi, belajar baik2...ok?

Saya sudah bilang berkali2, berapapun banyak pengalaman anda dan usia
anda, anda mesti belajar lagi...Belajar Firman baik2 dulu, baru
komentar.... Apalagi ini tentang kekristenan..kalau filsafat Asia atau
Tao, silakan anda komentar pjg lebar...

Tuduhan saya...ups...sori....Saran saya adalah jangan merasa seperti
tertuduh, karena saya tidak sedang nuduh anda, kita lagi
diskusi...kalau mau diskusi pakai label nuduh ( paranoid dsb) silakan
saja....Anda yang selalu tulis kan? Saya cuma satu saja tuduhan :
Belajarlah baik2 dulu...hehe...jangan anggap anda sudah tahu
banyak...ok?

Lalu, kalau mau diskusi selesai, tidak usah pjg lebar
menanggapinya...Cukup katakan terima kasih....saya akan
mempertimbangkan saran anda ( anda kan tidak setuju dnegan saya kan?
)...Kalau mau comment, kita lanjut diskusi...Lalu coba u buat daftar
dulu, anda nuduh berapa kali? ( Sdr dukun, bisa bantu bikin pr
lagi???hehe)...

Belajarlah memahami dasar diskusi...saya sudah tanya berkali2, anda
menjawab itu2 saja..( bahkan anda snagat tidak mengerti pijakan
pengetahuan anda...memakai kitab Tao menjelaskan Allah Alkitab? Dimana
ada sekolah teologi yang ajarkan itu? atau tertulis dimana ya? )Kalau anda merasa Alkitab tidak menentang kalimat Tao anda, lalu suruh saya jelaskan mana yang menentang, kenapa anda tidak bisa menunjukkan pengertian Alkitab yang mendukung kalimat Tao yang anda kutip? Yang anda jelaskan adalah Filsafat anda sendiri,campur Tao...

( ingat, bukan setiap kalimat yang tidak ditentang Alkitab, pasti sesuai dengan kebenaran Alkitab...Ngertikan? Contohnya : Boleh merokok? Boleh membeli dvd bajakan? Boleh jadi playboy? ) Tapi semuanya bisa dijelaskan berdasarkan pengertian Alkitab ( meskipun secara eksplisit tidak ada ayatnya )....Anda pasti sudah tahu kan? Jadi kenapa selalu minta saya yang jelaskan apakah bertentangan dengan Alkitab atau tidak? Anda jelaskan dulu...

Saya ingatkan anda jangan bermain2 dengan pengetahuan iman anda,
apalagi anda suka kasih pendapat...Kalau sendiri masih goyah, jangan
pintar2an kasih pendapat apalagi ngotot...( sori, saya nuduh
lagi...)...Anda membutuhkan waktu 25 tahun ( kalau salah, koreksi saya)
jadi pelatih anjing, lalu anda gunakan pengalaman anda untuk
menjelaskan sesuatu...kenapa anda tidakmemakai standar yang sama dalam
mendalami Alkitab baru anda jelaskan topik kekristenan?

Anda pikir kekristenan bisa anda main2kan dengan kalimat2 hikmat dunia?
Apalagi dari kitab suci lain? Saya sarankan anda serius mikir hal
ini....anda pikir semua yang saya tanyakan hanya untuk menuduh anda?
Makanya anda mesti lihat dan belajar baik2....Jangan sembarangan
menjawab dengan setiap pernyataan anda...Mikir dulu...( saya selalu
bilang dari awal kan ? bukan berarti kita tidak boleh kasih pendapat,
atau mesti sgt pintar baru boleh kasih pendapat, tapi maksud saya kalau
sudah kasih pendapat, jangan tidak tanggung jawab....ini tuduhan saya
lagi...Lalu anda menjawab dengan mengatakan menuduh dan
menuduh....apaan tuh? Kalau tidak bisa diskusi atau belum siap, fair
dan berani donk...)

Sampai sekarang saya masih tanyakan : Kenapa mesti pakai kitab suci
Tao menjelaskan Allah Alkitab? ( Kalau jwbnya hiduplah sesuai dengan
keyakinan anda, tolong nanti anda doakan dan bilang sama Tuhan ok? )
Kalau Alkitab belum cukup menjelaskan, maka saya juga akan belajar
Kitab Tao...( anda mengerti dasar diskusi kita kan? )..OK:)

GBU....

NB : Quiz : 1. Berapa kali tulisan saya diatas menuduh sdr iah2...? ( silakan buat daftarnya )

2. Ada berapa tulisan saya yang salah?? Hehe....

Vantillian Saya Sudah Putus Asa Diskusi Dengan Anda

Vantillian, sebagai seorang pelatih anjing ada kalanya saya harus mengakui bahwa ada anjing-anjing tertentu yang tidak bisa dilatih. Saya pun lalu berhenti melatihnya. Sebagai seorang guru, ada kalanya saya harus mengakui bahwa ada murid-murid tertentu yang tidak bisa diajar lagi. Saya pun lalu berhenti mengajarnya. Sebagai seorang yang suka diskusi ada kalanya saya harus mengakui bahwa ada orang-orang tertentu yang tidak bisa diajak diskusi lagi. Saya pun lalu berhenti diskusi.

Silahkan pelajari jalannya diskusi kita! Dari AWAL hingga AKHIR anda tetap mengajukan PERTANYAAN yang SAMA, walaupun saya sudah menjawabnya berkali-kali dan menjelaskannya dengan berbagai cara. Ketika melatih anjing, saya punya batasan, bila 70 kali mengajarkan satu perintah misalnya, “duduk” dan dia tidak memahaminya juga, maka saya akan berhenti melatihnya. Ketika mengajar anak-anak kecil, bila 10 kali menjelaskan hal yang sama dan dia tidak mengerti juga, maka saya akan berhenti mengajar dia. Tindakan saya itu berdasarkan pemaham saya akan ayat Alkitab.

"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." Matius 7:6

Pemahaman juga ada yang salah....
Sel, 27/05/2008 - 16:05 - Vantillian

Saya ingin mengomentari pendapat anda ALLAH Takluk pada diriNYa sendiri....Benarkah? Kutipan Lao Tzi yang anda kutip belum tentu bisa merangkumkan kebenaran Alkitab...tolong pakai kebenaran Alkitab...meskipun kita menganut segala kebenaran adalah kebenaran ALLAH...tapi belum tentu adalah kebenaran ultimat ( divine truth of doctrin of God ).... Kalau bisa, coba anda berikan pendapat berdasarkan ayat-ayat dan pemahaman Alkitab...Kita lagi membahas segi kekristenan, bukan filsafat Asia....Saya tunggu pendapat anda....

Allah Memang Takluk Pada Diri-Nya Sendiri
Kam, 29/05/2008 - 04:24 - iah iah

Vantillian, berapa banyak ayat yang anda kutip dalam komentar anda? Bukankah anda memberi komentar dengan teori filsafat barat? Apabila anda boleh menggunakan filsafat barat kenapa saya tidak boleh menggunakan filsafat Tionghua? Apabila anda tidak mengajukan satu ayat pun untuk mendukung komentar anda yang dibangun atas pemahaman filsafat barat anda, kenapa menuntut saya melampirkan ayat-ayat Alkitab bagi pemahaman filsafat tionghua saya? Bila filsafat Tionghua atau filsafat Laozi yang saya gunakan SALAH, kenapa anda tidak melampirkan ayat-ayat Alkitab yang menentangnya? Baiklah saya akan kutip Dao De jing pasal 25 secara lengkap.

Vantillian, tolong ajukan ayat-ayat Alkitab yang menentang pemahaman Laozi tersebut, minimal, tolong beritahu saya pemahaman tersebut bertentangan dengan ilmu logika barat anda.

Allah Takluk kepada Tao Te ching???
Kam, 29/05/2008 - 16:14 - Vantillian

Hehe....Saya cuma tersenyum membaca tulisan anda...Santai aza brother....Kita memang lagi diskusi....Kalau kita mau diskusi kekristenan, ambil dasar Alkitab..Ok? Alkitab tidak pernah menentang orang merokok, tapi apakah orang kristen boleh merokok? Alkitab tidak pernah menentang nonton video porno, bolehkah nonton? Alkitab tidak pernah menentang boleh mengutip LaoTze, Confucius, tapi apakah kita boleh mengambil kutipannya sebagai dasar kebenaran?

Mengenai filsafat Asia, saya tidak katakan bahwa itu salah... (ingat itu), tapi saya pertanyakan, apakah itu bisa jadi kebenaran ultimat? Kalo anda tidak ngerti apa yang saya tulis, tolong didiskusikan dulu... Jangan diartikan jauh sekali ataupun sempit sekali... Saya katakan semua kebenaran adalah kebenaran Allah... benarkan?

Lalu, kalau filsafat Barat, darimana anda tahu saya pakai filsafat Barat? Buktikan kalimat saya dari buku mana dan tokoh mana yang katakan itu? (kalau anda, kan langsung memakai tulisan Lao Tze...Ok? ... Apakah Allah takluk kepada tulisan Tao te ching? Kenapa harus Lao tze yang menjelaskan Allah Kristen?? Tolong kasih saya jawaban...

Mustahil Allah Takluk Pada Dao De Jing
Jum, 30/05/2008 - 17:19 - iah iah

Saya tidak pernah menyatakan filsafat Tionghua adalah standard kebenaran sejati juga tidak pernah menyatakan filsafat barat salah apalagi menuduh anda menjadikan filsafat barat sebagai standard kebenaran sejati. Anda minta ayat pada saya, saya bilang, sebelum meminta anda harus memberi dulu. Hanya itu kan kejadiannya?

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Menurut saya hanya orang (maaf) nggak pinter yang menyatakan bahwa Allah takluk pada kitab Dao De jing. Dao De Jing hanya sebuah kitab yang ditulis oleh Laozi yang hidup pada abad ke enam sebelum masehi.

Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen? Dao De jing di tulis pada Abad ke enam sebelum masehi. Pada saat itu Yesus belum inkarnasi jadi manusia. Laozi hidup di Tiongkok, pada saat itu Tiongkok masih tertutup dan tidak mendapat pengaruh bangsa asing. Jarak Tiongkok dan Yerusalem harus ditempuh dengan kuda atau onta selama kurang lebih dua tahun melalui medan yang sangat berat. Ketika menulis kitab Dao De jing, Laozi hanya menjelaskan tentang Tuhan yang dia sembah! Laozi sudah mati, percuma MENGHARUSKAN dia menjelaskan Allah Kristen.

Alkitab = Tao Te Ching?
Sel, 03/06/2008 - 14:35 – Vantillian

Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab... Saya cuma bertanya, kenapa anda mengira mengutip perkataan Lao Tze bisa mewakili ALLAH ALKITAB? Tolong dijawab.. jangan berputar2 tak menentu... Mana ayat pendukungnya? Kalau Kitab Lao Tze bisa dijadikan dasar mengenal Allah, berarti Alkitab kita mesti ditambah satu lagi, Tao Te Ching... Benarkan saudaraku? Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain.. oK? Itu saja yang ingin saya tahu... sehingga semua yang membaca bisa tahu kenapa anda mengutip Tao te ching untuk menjelaskan Allah yang kita percayai?

Dao De Jing Bukan Alkitab
Sel, 03/06/2008 - 20:33 — iah iah

Apakah Allah takluk pada tulisan Dao De jing? Kenapa harus Laozi yang menjelaskan Allah Kristen?

Saya sudah menjawab kedua pertanyaan tersebut bahkan bertanya kepada anda, “Bila dipandang dari ilmu logika yang anda kuasai, apa pendapat anda tentang kedua pertanyaan yang saya jawab tersebut di atas?” Alih-alih menjawab pertanyaan saya anda malah malah menuduh saya tidak menjawab pertanyaan anda sama sekali.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Alkitab mencatat, Paulus pernah mengutip sebuah puisi yang ditulis oleh seorang Kafir untuk mengajar. Nah, silahkan anda cari sendiri ayat tersebut bila mau. Dalam hal kitab Dao De jing, saya tidak menjadikannya sebagai Standard ajaran Krsiten, namun tidak ada satu pasal pun dari ke 81 pasal di dalam kitab Dao De Jing yang menentang ajaran Alkitab. Sejak 5 tahun yang lalu saya belajar membaca kitab Dao De Jing dalam bahasa mandarin. Sejak tiga tahun yang lalu saya coba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ketika mengutip kitab Dao De Jing, saya tahu apa yang saya kutip, saya tidak asal kutip. Itu sebabnya saya berani mengajak anda untuk menguji ayat yang saya kutip itu dengan Alkitab sebagai standard kebenarannya.

Tao Te ching = Alkitab?? Sori, saya tanya lagi...
Rab, 04/06/2008 - 12:53 - Vantillian

Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda ,mengerti yang saya tanyakan kan?

Kalimat Confucius atau Lao Tze mungkin kelihatan sangat bijaksana, tapi apakah bisa mewakili Allah Alkitab (sori, saya tanya lagi, soalnya mungkin kita sama2 gak ngerti... atau saya yang gak negrti... Mungkin saya harus melatih anjing dulu supaya saya ngerti)

Kitab Tiongkok Kuno Bukan Alkitab
Rab, 04/06/2008 - 20:06 - iah iah

Vantillian Menulis: Yang saya tanyakan kenapa Perkataan Lao Tze bisa menjadi dasar untuk mengerti Allah Alkitab? Kenapa bukan Confucius? Socrates? atau perkataan anda sendiri? Anda, mengerti yang saya tanyakan kan?
 
Saya sudah menjawab pertanyaan anda sebelumnya, baiklah saya kutip kembali kalimat yang saya gunakan.

Ketika mengutip ayat Dao De Jing 25 saya tidak sedang menyatakan bahwa kitab Dao De Jing adalah Standard kebenaran Kristen, namun sedang menunjukkan bahwa di dalam wahyu umum tersembunyi ajaran wahyu khusus (Alkitab) sambil memperkenalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada bangsa Tionghua sejak purbakala namun dilupakan oleh orang Tionghua generasi ini.

Vantillian, mustahil saya tidak mengerti apa yang anda tanyakan, sebab anda hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana dalam bahasan Indonesia. Ketika menulis komentar, saya menggunakan perkataan saya sendiri, apabila menggunakan perkataan orang lain, umumnya saya menuliskan sumbernya. Contoh: ketika mengutip Alkitab, Dao De Jing, saya menuliskan sumbernya.

Kenapa saya tidak menggunakan perkataan Kongzi atau Socrates? Untuk kali ini saya menganggap Dao De jing 25 paling cocok untuk menjelaskan bahwa Allah takluk pada Diri-Nya Sendiri. Selain mencoba menerjemahkan kitab Dao De Jing, saya juga mencoba menerjemahkan kitab Sishu (yang empat) dan Wujing (lima kitab), kedua kitab tersebut banyak sekali mencatat ajaran Kongzi. Bahkan saya juga sedang mencoba menerjemahkan kitab Mozi. Menurut para ilmuwan, kitab Sishu, Wujing, Dao De jing dan Mozi adalah empat kitab yang otoritasnya paling tinggi tentang agama dan kebudayaan Tiongkok kuno. Bila kasusnya cocok, mungkin saya akan mengutip kitab-kitab tersebut.

Vantillian, apa yang anda ketahui tentang kitab Dao De Jing? Minus! Apa yang anda ketahui tentang Kongzi atau Khonghucu atau Khonghucuisme atau agama Khonghucu? Minus! Apa yang kamu ketahui tentang agama Tiongkok kuno? Munis! Maaf, saya tidak sedang menyombong, namun sedang menyatakan apa yang saya ketahui. Silahkan bila anda menganggapnya sebagai unjuk kesombongan. Animisme, penyembah dewa-dewi, penyembah arwah leluhur, penganut tahyul Hongsui. Itulah pemahaman kamu tentang bangsa Tiongkok kuno dan kitab-kitab Tiongkok kuno. Itulah alasan UTAMA kamu menentang tulisan saya habis-habisan, karena mengutip Dao De jing 25 untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Itu sebabnya saya menyatakan pengetahuan kamu minus (-), karena bangsa Tiongkok kuno bukan bangsa demikian.

Sdr iah iah...Kenapa dikutip???? Saya tanya lagi....
Kam, 05/06/2008 - 11:49 - Vantillian

Saya tanya sekali lagi ya...Kenapa anda harus mengutip perkataan Lao Tze untuk menjelaskan Allah Alkitab? Kalausudah bisa dijelaskan dengan Tao, kenapa kita mesti lihat Alkitab lagi? (anda sudah tau masalahnya kan? jadi gak perlu anda tuliskan kalimat buku dari Tao te ching atau buku yang lainnya..saya perlu penjelasan anda)

Kalau anda mengatakan Tao Te ching tidak sama dengan Alkitab, kenapa anda mesti menjelaskan dari tao te ching? kenapa bukan dari perkataan filsuf yang lain juga? Tolong anda serius sedikit memikirkan hal ini...jangan memberi alasan dengan mengutip lebih banyak lagi perkataan ntah dari buku mana ( kalau anda mau, saya akan kirimkan pdf tulisan Tao dan confucius..jadi dengan pengetahuan anda tentang Tao atau yang lain, jangan pikir anda sudah Tahu Allah orang Kristen...Sori...Kekeristenan tidak bisa hanya dinilai dari buku yang anda kutip atau dari ilmu anjing yang anda latih atau usia anda menjadi kristen...

Apakah Tao Te Ching menurut anda setara dengan Firman? Tolong dijawab langsung dan jelas....

Kalau setara, kenapa Alkitab tidak pernah memuat Tao? Atau Konsili Kristen lupa menaruh buku Tao ke dalam kitab2 Alkitab?

Kalau tidak setara, kenapa anda mengira mengutip itu bisa menjelaskan Allah Alkitab, seperti Allah Takluk kepada DiriNya sendiri? Berarti anda mengganggapnya setara...Atau ALKITAB tidak bisa menjelaskan Allah dengan tuntas sehingga memerlukan kitab yang lain untuk menjelaskan Allah kita? :) Tolong mikir dulu ya??

Bukan berarti anda mengutip perkataan bijaksana dari filsuf atau yang lain, berarti anda sudah bisa menjelaskan Allah...Kalau bisa, ngapain kita jadi orang Kristen? Bagusnya jadi pengikut Tao saja...(Taoisme )..Anda tidak tahu konsekuensi dari tulisan anda akan kemana, jadi tolong mikir dulu baru jawab..OK? Setiap tulisan anda akan anda tanggung jawabkan di hadapan Tuhan ( apalagi anda sangat meyakini hal itu...jadi cek dulu dasar pengetahuan keyakinan anda baik2...)..Wah, kok saya jadi serius gitu...hehe....

Satu lagi terakhir, anda ngerti bahasa mandarin? sudah pernah baca kitab Tiongkok Asli? Kalau saya tidak tahu Kitab Tiongkok, kenapa saya berani diskusi dnegan anda? ( coba dipikirkan lagi )..

Saya ingin anda hati-hati dalam hal ini, jangan orang lain mengira kitab lain bisa menjawab Apa yang dipercayai orang kristen...( masih ingat prinsip Sola Scriptura? yang diperjuangkan mati2an oleh Martin Luther? )..Kalau gak ngerti konsekuensi kalimat anda, jangan sembarang ambil kesimpulan dan kutip sana sini dari kitab lain..oK.?

Vantillian Paranoid, Tidak Logis dan Tidak Konsisten
Jum, 06/06/2008 - 02:54 - iah iah

Vantillian, Saya mau mengubah cara diskusi kita, karena bila tidak diskusi kita akan berakhir di antah rantah. Anda keberatan saya mengutip Dao De jing 25 karena menurut anda Dao De jing bukan Alkitab dan tidak dapat dibandingkan dengan Alkitab. Karena Dao De jing tidak sebanding dengan Alkitab, maka kita tidak boleh mengutipnya untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Menurut saya anda PARANOID dan TIDAK LOGIS serta TIDAK KONSISTEN.

Anda bisa bahasa mandarin, itu anugerah. Anda belajar Daoisme dan Khonghucuisme itu juga anugerah. Pertanyaannya adalah apakah anda membaca Kitab Dao De jing? Membacanya dalam bahasa mandarin dan memahaminya dengan benar? Pernahkan anda membandingkan ajaran-ajaran Daoisme yang anda pelajari dengan kitab Dao De jing itu sendiri? Anda tidak pernah menjelaskan sama sekali apakah Dao De Jing 25 yang saya kutip itu salah dan bertentangan dengan Alkitab? Satu-satunya alasan anda adalah Dao De Jing tidak setara dengan Alkitab jadi tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran-ajaran Alkitab.

Saya katakan anda PARANOID, karena alasan anda menolak Dao De jing bukan karena isi dari kitab Dao De Jing itu sendiri, namun karena ajaran-ajaran Daoisme, baik filsafat Dao maupun agama Dao yang anda pelajari. Saya katakan anda tidak LOGIS karena tanpa mempelajari kitab Dao De jing anda sudah memastikan bahwa ajaran kitab Dao De Jing pasti sama dengan ajaran-ajaran Daoisme yang anda pelajari. Apabila anda pelajari kitab Dao De Jing dengan cara yang benar, membacanya dalam bahasa mandarin tanpa prasangka, maka anda akan HERAN setengah mati, karena apa yang isi Dao De jing sangat berlawanan dengan ajaran Daoisme.

Saya katakan anda tidak KONSISTEN, karena anda YAKIN bahwa yang tidak setara dengan Alkitab tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Apa yang setara dengan Alkitab? Yang setara dengan Alkitab adalah Alkitab. Siapa pengkotbah yang paling anda hormati di jagad raya ini? Pengkotbah yang paling saya hormati di jagad raya pada generasi ini adalah Pdt. Dr. Stephen Tong. Pengkotbah yang paling saya hormati yang hidup pada generasi yang lalu adalah John Calvin. Apakah ucapan-ucapan keduanya setara dengan Alkitab? Apakah Institutio setara dengan Alkitab? Apakah buku-buku Pdt. Dr. Stephen Tong setara dengan Alkitab? TIDAK! Karena tidak setara maka anda tidak boleh mengutipnya.

Sola Scriptura, anda memahaminya sebagai biarkan Alkitab menjelaskan Alkitab. Itu berarti ketika menjelaskan ajaran Alkitab kita hanya boleh menggunakan ayat-ayat Alkitab. Menurut anda, bila bila sebuah kutipan bisa menjelaskan ajaran Alkitab maka kita tidak perlu Alkitab lagi. Anda tidak perlu membaca buku-buku Pdt. Dr. Stephen Tong sebab bila dengan membaca buku-bukunya dapat membuat anda mengerti ajaran Alkitab, maka anda harusnya tidak jadi orang Kristen, jadilah Tong-isme. Bila membaca buku-buku John Calvin bisa membuat anda memahami ajaran Alkitab, maka anda tidak perlu menjadi Kristen lagi, jadilah Calvinisme.

Sola Scriptura, yang tidak setara dengan Alkitab tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Apakah ayat-ayat Alkitab tidak dapat menjelaskan ajaran Alkitab sehingga kita harus mengutip kalimat-kalimat Calvin dan Stephen Tong? Kenapa ketika Kotbah para pengkotbah sering menggunakan perumpamaan? Apakah perumpamaan-perumpamaan itu setara dengan Alkitab? TIDAK! Bila tidak, maka tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab, karena Sola Scriptura! Apakah kalimat-kalimat yang mereka gunakan setara dengan Alkitab? TIDAK! Bila tidak maka tidak boleh digunakan, karena SOLA SCRIPTURA!

Dao De Jing ditulis oleh Laozi. Siapa yang berani menjamin bahwa ketika menulis dia tidak mendapat bimbingan Allah? Siapa pula yang berani menjamin bahwa ketika menulis dia mendapat bimbingan Allah? Anda MENJAMIN bahwa ketika menulis Dao De Jing Laozi tidak mendapat bimbingan Allah, itu sebabnya tidak boleh mengutipnya untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Saya TIDAK MENJAMIN bahwa ketika menulis Dao De jing Laozi mendapat bimbingan Allah, itu sebabnya saya bilang Dao De jing bukan Alkitab. Saya mengutip Dao De Jing 25 karena menurut saya cocok digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Bagi saya Dao De jing adalah wahyu umum, wahyu umum boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Saya sudah belasan kali membaca Dao De jing dalam bahasa mandarin. Saya sudah mendiskusikan ayat-ayat Dao De jing dengan para sarjana Theologia yang belajar Alkitab dan sama-sama sepakat bahwa dari ke 81 pasal isi Dao De jing tidak ada satupun yang bertentangan dengan ajaran Alkitab, itu sebabnya saya berani mengutipnya. Namun Dao De jing adalah Dao De Jing, bukan Alkitab. Hanya orang Kristen BODOH yang menganggap Dao De Jing setara dengan Alkitab dan hanya orang PARANOID yang menganggap mengutip ayat-ayat Dao De Jing berarti menganggapnya setara dengan Alkitab. Saya tidak bodoh dan saya juga tidak paranoid.

Vantillian, pertanyaan anda selain tidak LOGIS juga tidak pinter. Anda tahu arti kata Dao? JALAN. Anda punya Alkitab Elektronik bahasa Indonesia? Silakan cari kata JALAN dan lihatlah berapa ayat yang mencatatnya. Anda berkali-kali menuduh saya tidak LOGIS, ternyata anda sendiri jauh dari LOGIS. Anda berkali-kali menyuruh saya berpikir namun anda ternyata nggak terlalu MIKIR. Anda tahu arti kata Ziran? Aku ada karena aku ada.

nda KEKEH JUMEKEH menuduh saya menganggap Dao De Jing setara dengan Alkitab. Anda pernah menghitung, berapa kali saya sudah nyatakan dalam komentar saya bahwa Dao De Jing bukan Alkitab? Karena Dao De jing tidak setara dengan Alkitab, maka tidak boleh digunakan untuk menjelaskan ajaran Alkitab. Bila anda yakin dengan pendapat anda itu, maka lakukanlah dengan konsisten! Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati!

Apakah karena Lozi mendefinisikan dengan tepat ajaran Alkitab itu berarti kita tidak perlu Alkitab lagi? Hanya orang bodoh dan kekeh jumekeh (bebal) yang menganggap demikian. Apakah karena Laozi mendefinisikan dengan tepat sebagian ajaran Alkitab kita langsung menganggapnya Nabi? Hanya orang bodoh dan kekeh jumekeh (bebal) yang menganggap demikian. Saya bukan orang bodoh juga bukan kekeh jumekeh, itu sebabnya saya tidak pernah menganggap Laoze nabi Allah dan Dao De Jing sebagai Alkitab. Silahkan menuduh saya sampai kuda gigit jari, saya tidak akan pernah menganggap Laozi adalah nabi Allah dan Dao De jing adalah Alkitab. Apabila saya menulis Laozi adalah nabi Tiongkok kuno, maka itu berarti saya sedang berkata bahwa bagi sebagian orang Tionghua Laozi adalah seorang nabi. Walaupun digelari nabi oleh sebagian orang Tionghua, Namun Laozi bukan nabi orang Kristen.

Saya memang paranoid............ketika Alkitab disalahgunakan...
Jum, 06/06/2008 - 12:27 - Vantillian

1. Pertama, saya sudah membaca kitab Tao sejak lama...dan kalimat dari kitab Tao sangat indah dan berhikmat sehingga kelihatan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan secara eksplisit...Point saya adalah : Apakah kalau kelihatan tidak bertentangan, anda boleh mengutip untuk menjelaskan konsep Allah Alkitab? Kalau boleh, kenapa tidak mengutip filsuf yang lain juga? ( hehe..kembali lagi pertanyaan saya...)

2. Semua Kitab Kebijaksanaan di dunia ini adalah termasuk wahyu umum...sedangkan Alkitab termasuk wahyu khusus....Kenapa anda mengira bisa menjelaskan wahyu khusus dengan wahyu umum? Wahyu khusus hanya bisa dijelaskan dengan memakai wahyu khusus...Apalagi isi Alkitab....

4. Ketika saya mempertanyakan otoritas Kitab tao, bukan berarti saya meremehkan kitab Tao atau filsafat Cina...( bahkan saya mengganggap kitab itu berisi banyak hikmat yang luar biasa )...Tapi tetap tidak bisa dibandingkan dengan Wahyu Khusus kita, karena tidak diilhami secara khusus....Kalau anda mengira kitab itu bisa diilhami, berarti kita bisa terbuka kepada Kitab lain di dunia yang bisa juga diilhami...Anda mesti kembali belajar dasar kekristenan...Jadi, saya tanya lagi, atas dasar apa anda mengutip Tao dengan kalimat Allah Takluk kepada DiriNya sendiri? Atas dasar bahwa kitab Tao juga kemungkinan bisa diilhami Tuhan?

5.Satu hal yang ingin saya kasih tahu kepada anda ketika anda mengutip perkataan kitab Tao untuk menjelaskan ALLAH Alkitab, justru ANDA SEDANG MEREMEHKAN KITAB TAO itu sendiri... Kenapa saya berkata begitu? Anda sedang mengutip kitab suci pengikut Tao untuk menjelaskan konsep Alkitab kita.... Anda pikir pengikut Tao akan setuju itu? (Saya pernah membaca buku yang memakai Alkitab untuk menjelaskan Kitab suci yang lain, sehingga semua tafsiran kacau balau... karena Alkitab cuma dijadikan bahan pendukung... Agak menghina Alkitab bagi saya)... Kenapa anda mengira bisa berbuat hal yang sama terhadap kitab Tao juga? Apakah anda mau Alkitab juga dipakai sebagai bahan sekunder/pendukung bagi kitab suci lain? Itukan namanya gak fair kan? Nah, disitulah masalah yang ingin saya bahas.... kenapa anda belum mengerti juga??? JUSTRU ANDA sedang memakai STANDAR GANDA menilai tulisan orang.... Bagi saya, anda meremehkan Alkitab sekaligus Kitab Tao.... Lebih baik anda katakan langsung, Alkitab adalah OTORITAS tertinggi kita terhadap semua kitab suci di dunia... Kalau anda setuju itu, pertanyaan saya lagi : Kenapa anda mengutip Perkataan Lao Tze untuk menjelaskan Allah kita? (hehe... bolak-balik ya, sori...)

8. Justru saya sedang mempertanyakan kekonsistenan anda....Anda mengutip Kitab Tao tapi tidak mengakui Kitab Tao = Alkitab, dimana konsisten anda? Lagipula kenapa anda bisa sembarangan mengutip Kitab Tao untuk mendukung Alkitab? Anda mesti belajar prinsip penafsiran Alkitab kalau mau konsisten...Ok?

10. Kita sedang membahas topik dari segi kekristenan, tolong, kalau mau pakai kitab lain.... mikir baik2 dulu supaya tidak salah pakai ( baca point 5 baik2 ).... Jadi, otoritas kita tetap pada Alkitab... Saya mengajak anda semuanya untuk meletakkan dasar pengetahuan iman kita HANYA pada Alkitab... Kita harus MEMULAI dan MENGAKHIRI dengan Alkitab.... (bukan berarti tidak boleh memakai kalimat buku lain, tapi maksud saya adalah dasar yang kita pakai...)... Tidak usah karena anda sangat suka membaca Tao, anda bisa memakainya dengan sesuka hati... Mikir dulu lah... Anda bisa membahayakan iman orang lain.. Ok? Saya sering bilang, anda sering tidak tahu konsekuensi kalimat yang anda pakai.... (tidak peduli berapa banyak pengalaman anda atau berapa banyak buku yang anda baca, kaalu dasar anda begitu... hehe, sori.. anda mesti belajar lagi)

Vantillian Menurut Saya diskusi Kita Harus Diakhiri
Jum, 06/06/2008 - 18:39 - iah iah

Maaf, Vantillian, bila anda mempelajari Alkitab dengan teliti maka anda akan menemukan bahwa baik para NABI maupun para RASUL menggunakan kutipan-kutipan agama lain untuk menjelaskan Firman Allah. Anda suka FILSAFAT, saya yakin anda pasti dapat mendeteksi aliran Filsafat apa yang DIKUTIP para Rasul untuk menjelaskan firman Allah.

Maaf, Vantillian, bila anda mempelajari Alkitab dengan teliti maka anda akan menemukan bahwa baik para NABI maupun para RASUL menggunakan kutipan-kutipan agama lain untuk menjelaskan Firman Allah. Anda suka FILSAFAT, saya yakin anda pasti dapat mendeteksi aliran Filsafat apa yang DIKUTIP para Rasul untuk menjelaskan firman Allah.

Tuduhan anda bahwa saya menganggap Dao De jing setara dengan Alkitab sudah saya bantah berkali-kali. Jadi silahkan tuduh saya sampai kuda gigit  jari, saya tidak akan mengubah pendapat saya bahwa Alkitab adalah STANDARD kebenaran.

Anggapan anda bahwa mengutip Dao De Jing untuk menjelaskan ajaran Alkitab berarti menganggap Dao De Jing SETARA dengan Alkitab. Menurut saya tidak masuk akal sama sekali. Anda menggunakan kalimat-kalimat anda untuk menjelaskan Alkitab apakah itu berarti anda menganggap kalimat-kalimat anda setara dengan Alkitab?

Tuduhan anda bahwa pemahaman saya tentang Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri saya dirikan di atas kitab Dao De jing. Sama sekali tidak beralasan. silahkan anda baca komentar-komentar saya sejak awal. tidak pernah ada satu kata apalagi kalimatpun yang menyatakan bahwa Allah Takluk pada diri-Nya sendiri karena Dao De jing mengajarkannya.

Seharusnya anda menguji: Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri. Apakah itu ajaran Alkitab? Bila itu bukan ajaran Alkitab, maka anda harus membantahnya. Bukankah itu pemahaman saya tentang Allah? Bukankah itu INTI bahan diskusi kita atas tulisan Bapak sumantriono? Bila itu bukan ajaran Alkitab maka belum terlambat bagi anda untuk MENUDUH saya memahami Allah dengan kitab Dao De Jing.
 
Namun, Bila anda YAKIN bahwa: Allah TAKLUK pada diri-Nya Sendiri adalah ajaran Alkitab, maka belum terlambat bagi anda untuk bertanya, kenapa saya mengutip Dao De Jing 25? Saat itu kita bisa memasuki diskusi yang seru kenapa Laozi yang tidak pernah membaca Alkitab mengetahui kebenaran itu? Kenapa banyak sekali kebenaran Alkitab yang juga dipahami dan dicatat orang-orang yang tidak pernah membaca Alkitab sama sekali? Mungkinkah itu adalah bukti bahwa Hukum TAURAT ada di dalam hati setiap manusia? Mungkinkah itu adalah bukti bahwa manusia diturunkan dari sepasang manusia, Adam dan Hawa. ajaran-ajaran itu adalah bukti karena itulah ajaran-ajaran yang masih dipelihara. Mungkinkah itu adalah bukti bahwa Allah memang menggembalakan manusia dengan dua tongkat? Tongkat IKATAN untuk menggembalakan bangsa Israel dan tongkat KEMURAHAN untuk menggembalakanbangsa-bangsa selain Israel?

Saya mengerti, anda mengerti....
Sab, 07/06/2008 - 12:13 - Vantillian

Terima kasih atas tulisan anda.... sejujurnya saya masih merasa anda tidak mengerti dasar diskusi kita (yang selalu saya pertanyakan).... Saya mengerti anda kenapa mengutip Tao Te Ching.... Tapi, bagi saya, anda harus menjelaskan pernyataan anda tentang Allah takluk kepada DiriNya sendiri sesuai dengan Firman gak? (itulah yang saya tanyakan selalu, kenapa justru anda balik bertanya?).. Saya yakin anda tentu mengerti arah diskusi saya, tapi anda tidak menjelaskan point anda dengan jelas bagi saya...

Lalu saya juga percaya Hukum Taurat sudah dituliskan di dalam hati setiap bangsa... Tapi itu point lain... Karena kita lagi diskusi topik mengenai Allah KRISTEN... (atau saya salah masuk blog ya, masuk ke blog Filsafat Cina)... Jadi tolong anda mau pakai kitab Suci lain harus hati2.... (anda kan pasti mengerti point ke 5 tulisan saya kan)... Maksud saya adalah, anda sendiri tidak tahu landasan iman anda mau ditaruh kemana (anda jawab tentu saja Alkitab, tapi saya melihat anda tidak kesana)... Anda menjawab pertanyaan semuanya hanya untuk menunjukkan tulisan Tao mendukung Alkitab.. Bagi saya, anda sangat tidak mengerti dasar asumsi yang anda pakai untuk menjelaskan satu topik... (anda menutupinya dengan mengatakan sudah membaca Alkitab kayak novel, membaca Stephen Tong, bertanya kepada Sarjana teologi, atau memakai ilmu melatih anjing anda...)..

Saya sangat menghargai semua ilmu dan pengalaman anda... seperti yang sudah anda ceritakan...Tapi, bagi saya anda mesti mengecek semua landasan iman pengetahuan anda baik2.... (apalagi mengatakan Alkitab sempurna sekaligus tidak sempurna)... Anda memakai paradoks filsafat Cina... Tapi, apakah itu bisa menjadi landasan anda? (Ingat, Alkitab juga penuh dengan kebenaran paradoksal)... Makanya saya selalu mempertanyakan kenapa anda bisa mengutip banyak perkataan Tao untuk menjelaskan konsep Alkitab... (bahkan membahas topik lain)... saya sarankan anda hati2 dalam hal ini.... Apalagi anda mau memakai kebenaran paradoks untuk menjelaskan sesuatu hal... Belajar periksa dasar anda dulu....

VAntillian, Bagi Saya Diskusi Sudah Selesai
Mgu, 08/06/2008 - 16:14 - iah iah

Vantillian, point ke lima anda memang belum saya jawab, baiklah saya menjawabnya sekarang. Apabila anda berpikir menggutip Dao De jing 25 untuk menjelaskan Alkitab berarti meremehkan Dao De Jing, maka hiduplah dengan keyakinan itu sendiri. KEYAKINAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Atau tunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Apabila anda berpikir umat Dao tidak akan setuju saya mengutip Dao De Jing 25 untuk menjelaskan ajaran Alkitab, maka silahkan hidup dengan pikiran itu sendiri. PIKIRAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Bila anda ingin membuktikan sebaliknya, atau menunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang, sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Vantilian, apabila anda menilai saya memakai STANDAR GANDA karena mengutip Dao De jing 25, maka silahkan hidup dengan penilaian demikian sendiri karena PENILAIAN anda bukan Kebenaran Alkitab. Bila anda ingin membuktikan sebaliknya, atau menunjukkan ayat Alkitab pendukungnya, tidak perlu dikirim ke email saya, tulis saja di sini, bila itu membuat anda senang sebab bagi saya diskusi sudah selesai.

Vantillian, apabila anda menganggap diri berpengetahuan luas, menguasai ilmu filsafat dan logika dengan baik kemudian menuduh saya memakai “Paradoks filsafat Cina karena mengatakan Alkitab sempurna sekaligus tidak sempurna,” Maka silahkan hidup dengan anggapan demikian sendiri karena ANGGAPAN anda bukan Kebenaran Alkitab.
 
Ini juga sekedar Informasi buat anda karena saya tidak memiliki ayat Alkitab pendukungnya apalagi buku-buku untuk membuktikannya. Saya bebas mengutip Dao De Jing karena itu adalah warisan leluhur saya. Saya menerjemahkan Dao De jing sendiri dari bahasa mandarin. Banyak teman-teman Dao mendorong saya untuk menerbitkannya sebagai buku karena menilai terjemahan saya tersebut lebih akurat dibandingkan dengan 2 versi terjemahan yang sudah ada. Saya tidak menerbitkannya karena merasa belum puas dengan hasilnya. Saya baru mampu menerjemahkan maknanya, belum mampu menerjemahkan keindahannya. Bagi saya, silahkan kutip kitab Dao De Jing atau kitab apa saja, namun pahamilah dengan benar.

Makanya jangan sembarangan kutip...
Sel, 10/06/2008 - 16:19 - Vantillian

kalau tidak yakin kebenaran Taoyang anda kutip tidak sesuai dengan Alkitab (karena anda tidak menjelaskan adanya sinkron antar Alkitab dan Kitab Tao)... saran saya jangan sembarangan kutip...Anda menjawab seakan sangat pasrah (semuanya tergantung keyakinan saya atau anda.... ya, gitulah... jadi kekristenan adalah apa yang kamu yakini, hiduplah dnegan keyakinan itu...).. Coba anda diskusikan dengan sarjana teologia pernyataan anda di atas semuanya...Terjemahan kitab Tao dalam bahasa Indonesia sudah banyak (apalagi Inggris, kalau mau saya bisa rekomendasikan untuk anda)....
 
Saran saya adalah,daripada menterjemahkan Kitab Tao, bagusan anda terbitkan buku kesaksian hidup anda sendiri menjadi berkat saja... Tidak usah memperumit terjemahan kitab Tao... Jadi, kalau mau hidup dengan Tao, hiduplah dengan keyakinan anda (????)

Vantillian, silahkan rekomendasikan kepada saya beberapa buku terjemahan Dao De jing dalam bahasa Indonesia, hal itu akan sangat berguna bagi saya. Untuk terjemahkan bahasa Inggris saat ini saya sudah memiliki 15 versi terjemahan, jadi terima kasih untuk tawaran anda.

Vantillian, anda kembali menuduh saya ya? Anda menuduh buku terjemahan Dao De jing saya akan memperumit kitab Dao De jing? Anda sungguh Ruuuuuaaarrrr BIASA bukunya belum terbit saja anda sudah tahu bahwa buku itu akan memperumit terjemahan kitab Dao De Jing? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, maukah anda menggunakan kehebatan anda sekali lagi untuk MERAMAL apakah buku itu akan laris bila diterbitkan?

Jangan terlalu sensitif la ( nuduh lagi ya???)
Kam, 12/06/2008 - 13:50 - Vantillian

Kalau tidak tahan diskusi... dan debat, jangan masuk kasih pendapat donk...apalagi mengutip kitab suci lain.... (memalukan bagi saya kalau saya kutip kitab suci orang hanya untuk membenarkan kebenaran Alkitab... Jangan memakai standar ganda, ok? )... Kalau tidak tahan, jangan dipaksa ya.... Kalau mau diskusi, kita lanjutkan... tapi tolong jangan katakan kalimat: kalau mau, hiduplah sesuai keyakinan anda... Apaan tuh? Kesimpulannya: anda mau curhat disini? Atau pamer ilmu? Atau mau katakan keyakinan anda tentang Tao? Berani sedikitlah.... OK? Jangan jadi orang yang hebat dalam kemukakan pendapat, tapi diminta tanggung jawab cuma bisa bilang: Terserah keyakinan anda? Please deh, pakai ilmu dikit donk.... kalau Gak ada ilmu diskusi, belajar baik2... ok?

Belajarlah memahami dasar diskusi... saya sudah tanya berkali2, anda menjawab itu2 saja.. (bahkan anda snagat tidak mengerti pijakan pengetahuan anda... memakai kitab Tao menjelaskan Allah Alkitab? Dimana ada sekolah teologi yang ajarkan itu? atau tertulis dimana ya?)

Sampai sekarang saya masih tanyakan : Kenapa mesti pakai kitab suci Tao menjelaskan Allah Alkitab? (Kalau jwbnya hiduplah sesuai dengan keyakinan anda, tolong nanti anda doakan dan bilang sama Tuhan ok?) Kalau Alkitab belum cukup menjelaskan, maka saya juga akan belajar Kitab Tao... (anda mengerti dasar diskusi kita kan?).. OK:)

Hehe..trims untuk semua masukannya...
Kam, 12/06/2008 - 14:05 — Vantillian

Yang saya permasalahkan cuma satu : Kenapa Kitab Tao mesti dipakai ( atau bisa/boleh) untuk menjelaskan Allah Alkitab? Kalau boleh, kita orang kristen mesti belajar Tao donk...itu saja...Kenapa bukan kitab lain? Kalau sdr iah2 jwb Alkitab tidak sama dengan Tao ( hub dnegan kebenaran Kristen ), kenapa mesti dikutip?

Coba u jelaskan, karena saya dari kmrn2 tidak mendapat jwban apa2, selain kata menuduh.... kalau ada argumentasi, saya kan kasih argumen juga....cuma pertanyaan dasar saya yang di atas belum dijawab tuntas( jangan hanya bisa tulis, tapi kemudian berkelit donk )...

Allah Tidak Maha ketika dibanding dengan diriNYA?
Sel, 10/06/2008 - 16:09 - Vantillian

Allah Tidak Maha ketika dibanding dengan diriNYA? Berdasarkan perngertian Alkitab mana kalimat itu boleh diucapkan? Saya jadi pengen tahu...Lalu, dimana kutipan Tao nya lagi? :)

Mengutip Khusus Untuk Vantillian
Kam, 12/06/2008 - 01:58 - iah iah

Vantillian, mohon maaf, saya sudah mencoba mencari di Alkitab terbitan LAI, bahkan sampai ke kamus Alkitab namun tidak menemukan definisi MAHA di sana. Ketika mendiskusikannya dengan teman-teman Theolog sesuai anjuran anda, mereka menertawakan saya lalu menyuruh saya mencari di Kamus. Saya lalu mencarinya di Kamus Umum Bahasa Indonesia – W.J.S. Poerwadarminta – PN Balai Pustaka – 1985, tersebut di atas itulah definisi yang tertulis di sana.

Vantillian, ketika membandingkan Tukul Arwana dengan Ariwibowo, maka kita akan bilang, Tukul Arwana jelek dan Ari wibowo ganteng. Apabila kita membandingkan Tukul Arwana dengan dirinya sendiri, maka dia menjadi tidak jelek lagi. Begitu juga ketika kita membandingkan Ari wibowo dengan Ari Wibowo. Untuk MENILAI atau MENGHAKIMI sesuatu kita perlu STANDARD.

Pada jamannya, Mardi Lestari adalah juara Asia lari 100M putera. Kenapa Mardi bisa disebut juara? Karena dia berlari bersama dengan pelari-pelari asia lainnya dan menurut catatan waktu dia mencapai garis finish duluan. Apabila Mardi Lestari berlari sendirian, apakah dia bisa menjadi juara?

Nah, Vantillian, saya sedang bermurah hati, karena anda menginginkan kutipan Dao De Jing tentang LOGIKA PERBANDINGAN, maka saya akan mengutip satu ayat buat anda.

Vantillian, menurut saya sebenarnya tidak perlu mengutip Dao De jing untuk menjelaskan makna MEMBANDINGKAN sesuatu dengan sesuatu, namun karena anda menghendaki maka saya mengutip satu ayat buat anda, dengan demikian, sambil memahami makna membandingkan and dapat mempelajari Dao De jing.

Yang mana pengertian Alkitabnya?
Kam, 12/06/2008 - 14:23 – Vantillian

ang saya tanyakan berdasarkan pengertian Alkitab mana ALLAH tidak MAHA terhadap diriNya sendiri? Bukan pengertian TAo...Yang saya tanyakan ayat Alkitab yang bisa anda simpulkan....Tidak cukup hanya membuka kamus....OK?
 
Thx untuk kutipan Taonya.... Tapi apakah itu bisa menjelaskan ALlah tidak MAHA terhadap diriNya sendiri? Mana pengertian dari Alkitabnya?

Pertanyaan itu bisa saja logis...tapi bisa salah....
Kam, 12/06/2008 - 14:47 – Vantillian

Kalau kita pakai kalimat Allah Takluk pada DiriNya sendiri, saya cuma bertanya, atas dasar pengertian Alkitab mana kita pakai kalimat itu? Saya pengen tahu dasar Alkitabnya.... (setidaknya peristiwa atau ayat alkitab)... Bukan berarti saya minta ayat Alkitab ALLAH Takluk kepada diriNya sendiri itu  harus ada dlm Alkitab.... Jangan salah mengerti....

Karena sdr iah2 mengutip dari Tao, jadi makanya diskusi kita jd pjg.. karena saya selalu pengen tahu, apakah kebenaran kitab Tao telah dapat menjelaskan pertanyaan itu? Atau sudah dapat lengkap dan cukup menjelaskan Allah orang Kristen?  

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Semuanya harus bersumber pada Alkitab...

Syalom Sdr iah2....

Sampai sekarangpun anda masih belum memberikan penjelasan anda tentang Allah takluk kepada diriNya sendiri saya anggap belum berdasarkan Alkitab karena anda tidak menjelaskan berdasarkan pengertian dari Alkitab...Anda cuma menjelaskan argumen pendukung kalimat anda, dengan mengutip kalimat Kitab Tao atau argumen lainnya ( seperti ilmu melatih anjing anda.. sayang sekali saya termasuk anjing yang bandel..hehe )...

Kenapa saya selalu menanyakan pertanyaan yang sama? Coba anda baca baik2...Anda belum menjawab pertanyaan saya...Anda mengakui otoritas Alkitab, tapi memakai kalimat kitab suci lain menjelaskan Allah Alkitab, sedangkan saya minta anda jelaskan berdasarkan pengertian dari Alkitab ( sampai sekarang anda bahkan belum menjawab )...

Jika saya mengatakan : Allah kita adalah Allah yang menyembunyikan diri, atau Allah yang tidak bergantung kepada yang lain atau Allah yang tidak dapat menyangkal diriNya...( silakan dibaca Yesaya 44:24, pasal 45, II Tim 2:13 )...Kalimat yang saya katakan saya simpulkan dari bacaan Alkitab, tapi kalimat yang anda pakai Allah takluk kepada DiriNya sendiri? Tolong jawab dengan argumen berdasarkan Alkitab ( karena merupakan otoritas tertinggi yang kita pegang )...setelah itu, anda mau memakai argumen apapun untuk mendukung pernyataan anda, saya rasa saya juga akan mendukung kalimat anda...

Soal diskusi kita, kalau anda baca dari awal, saya yang mempertanyakan kalimat yang anda pakai dan selalu mempertanyakan...Jadi anda harus berani menghadapi pertanyaan yang anda rasa menyebalkan, paranoid atau anjing bodoh, atau apapun istilah anda, bagaimanapun anda harus diskusi dengan berani....Kalau ada argumentasi saya yang menyerang pribadi anda, saya minta maaf....tapi kalau anda merasa dituduh, silakan merasa begitu saja...saya rasa diskusi tidak harus mengikuti selera anda ( dan itulah masalah anda, merasa banyak ilmu sehingga menjadi paranoid sendiri )...Anda mesti debat atau diskusi mempertahankan Kebenaran anda donk...

Padahal yang saya tanyakan sederhana : tunjukkanlah kalimat yang anda pakai untuk menjelaskan Allah Alkitab dapat dijelaskan berdasarkan pengertian dari otoritas tertinggi kita yaitu Alkitab ( ingat, saya tidak mengatakan bahwa : di dalam Alkitab harus ada kalimat Allah takluk kepada diriNya sendiri , tapi dijelaskanlah, jangan memakai argumen pendukung luar) atau anda sama sekali tidak mengerti mengapa saya bertanya begitu?

Jawaban yang anda berikan : Kalau begitu hiduplah sesuai dengan keyakinan anda, saya juga pertanyakan....Kalau semuanya dijawab begitu, kenapa anda merasa anda harus diskusi soal kekristenan? Kalau begitu, kalau saya percaya hitler, terserah saya, anda percaya Tao, terserah anda...( dan memang terserah kita mau percaya bagaimana, masalahnya adalah kenapa anda mau mempertahankan argumen anda kalau semuanya terserah keyakinan kita? )

Saya mengajak anda semuanya untuk memakai sumber utama kita yaitu Alkitab...Sesudah itu, anda mau menggunakan argumen apapun untuk mendukung pernyataan anda itu tergantung kepada kekonsistenan anda...Saya ingatkan soal keyakinan anda yang tidak memakai Alkitab sebagai sumber ultimat kebenaran...( meski anda membantahnya )...jangan main2 dengan kebenaran Kristen...Silakan tanya sarjana teologi manapun, apakah bisa memakai kalimat Tao menjelaskan Allah Alkitab???? ( tolong dijawab la, pleaseee...:))

Anda selalu mengatakan keyakinan saya bukan kebenaran Alkitab, memang benar itu....Tapi masalahnya adalah Saya sedang mempertanyakan Keyakinan Anda, bukan mempertahankan keyakinan saya...Anda tolong baca diskusi kita baik2, khususnya pertanyaan saya.....Ok?

Satu lagi, kalau mau diskusi soal filsafat tiongkok dan Alkitab, silakan tulis blog tersendiri....( sesuai usul MozeeRui)...ok? saya tunggu.....

Gbu....

Saya nimbrung mufakat ;

ternyata kitab lain juga menyajikan sepotong kebenaran akan kebenaran Allah yang saya kenal dan baca di Alkitab...
Kej.1:1
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong....dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang" lalu terang itu jadi...."
Peace 4 evrybody  Wink

Agama Tiongkok Kuno Tidak Menyembah Arwah


Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kejadian 1:26

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yohanes 1:1-4

Tian dan Di berpadu, maka yang sulung dari berlaksa wujud jadi. Laki-laki dan wanita bersetubuh sesuai kesusilaan, maka darinya berlaksa generasi bermula. Li Ji IX:III:7 - Jiao Te sheng

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27

Hanya Tian dan Di Ayah Bunda berlaksa wujud, hanya manusialah yang memiliki ling (jiwa/roh) di antara berlaksa wujud. Orang yang paling tulus, cerdas dan bijaksana dijadikan pemimmpin. Pemimpin itu ibarat ayah bunda rakyat jelata. Shu Jing V:IA:3 - Zhou Shu - Tai Shi Shang

Sungguhnya manusia adalah hati Tian dan Di dalam wujud lima unsur (Wu xing). Merasakan berbagai makanan, menikmati berbagai nada dan berpakaian berbagai warna seumur hidupnya. Li Ji VII:3:7 - Li Yun

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Sesungguhnya manusia adalah kebajikan dari Tian dan Di. Unsur Yin (negatif) dan Yang (positif) saling menjalin, Gui dan Shen saling menyatu, Lima unsur (Wu xing) dan roh (qi) saling membuahi. Li Ji VII:III:1 - Li Yun

Sheldon, saya jamin anda tidak akan menyesal ikut mufakat. Dan saya jamin seumur hidup anda belum pernah mendengar atau membaca tentang hal ini, sebab setelah Mengzi (mencius) Li (kesusilaan) tidak pernah diajarkan lagi secara benar dan lengkap di antara orang Tionghua. Saya beruntung karena menemukannya. Coba anda bandingkan ayat-ayat kisah penciptaan di dalam Alkitab dengan ayat-ayat kisah penciptaan di dalam kitab Liji dan Shujing tersebut di atas. Baiklah saya akan menjelaskan beberapa KATA yang digunakan agar anda dapat lebih mudah memahami.

Dalam ajaran Tiongkok kuno Yin (negatif) dan Yang (positif) bukan standard moral. Bukan DUALISME dalam ajaran agama Pagan Timur Tengah (mis. agama Babilonia), juga bukan Dualisme ajaran filsafat Yunani/Romawi. Yin dan Yang adalah BIPOLAR, istilahyang digunakan untuk menjelaskan dua hal yang nampaknya saling berlawanan, namun sebenarnya saling menopang, misal, gelap dan terang.

Wuxing (lima unsur) = unsur materi yang ada di alam ini, tanah, kayu, besi, air, api.
Shen = roh yang tidak pernah menjadi manusia (Shen adalah Tianshen)
TianShen = Roh Tuhan
baishen = ratusan roh atau roh-roh yang takluk kepada Tianshen dan melayani Tianshen.
Gui shen = Maharoh = tanpa wujud dan bentuk
Ling = roh yang berakal budi atau roh manusia
Qi = jiwa (roh manusia ketika hidup)
Gui = arwah (roh yang pernah menjadi manusia)
Tianzi = anak Tuhan (pemimpin), imam agung manusia di hadapan Tian dan wakil Tuhan untuk mempimpin manusia. Tianzi tidak memiliki kuasa ilahi baik ketika masih hidup maupun setelah mati.

Menurut para ilmuwan, catatan sejarah dan penemuan Arkeologi membuktikan bahwa sejak purbakala hingga abad pertama sebelum masehi bangsa Tiongkok hanya menyembah Tian, Di dan Shangdi. Qinshi Huangdi (259-210SM) mulai menyembah empat makluk suci yang membantu Shangdi (Raja Segenap alam) mengelola alam semesta, Naga (long), Hong (phoenix), Qilin dan kura-kura di samping Tian, Di dan Shangdi. Pemujaan Bodhisatva dan penyembahan dewa-dewi baru terjadi pada abad pertama masehi, bersamaan dengan masuknya agama Budha dan lahirnya agama Dao.

Tian adalah Tuhan Yang Empunya Kehendak dan Peta, Di adalah Tuhan yang mewujudkan kehendak dan peta Tian, sedangkan Shangdi adalah Tuhan yang menopang agar segala ciptaan bertumbuh kembang sesuai kodratnya (tujuan penciptaan). Tian Di dan Shangdi adalah Dayi (Mahaesa).

Tian adalah Tuhan yang mahatinggi, Dia disembah di altar tanah (tanah rata yang disapu bersih) di gunung-gunung tinggi dan ditepi sungai-sungai besar (altar gunung dan sungai). Cara penyembahannnya adalah dengan membakar kayu-kayu kering. Penyembahan dilakukan ketika Raja melakukan perjalanan inspeksi ke pelosok negeri. Sembahyang kepada Tian itu disebut MELAPOR, pada saat itu Raja melaporkan kepada Tian kondisi negara dan apa yang telah dilakukannya.

Tian, Di dan Shangdi disembah di altar Jiao (altar perbatasan), altar tanah (tanah rata di bersihkan) di sebuah bukit perbatasan ibukota. Sembahyang kepada Shangdi disebut MENYEMBAH, pada saat itu Raja mengorbankan seekor lembu jantan muda tanpa cacat yang dipelihara secara kusus oleh orang-orang khusus di bawah pengawasan raja. Dari lembu-lembu terbaik yang dipelihara secara khusus tersebut, dipilih yang terbaik (bahkan bulu yang catat dianggap tidak layak), kemudian raja melakukan pengujian dengan batok kura-kura untuk bertanya kepada Shangdi apakah Dia berkenan dengan persembahan tersebut. Hanya seekor lembu tanpa cacat yang berkenan kepada Shangdi yang dikorbankan. Sebelum melakukan sembahyang Jiao, raja berpuasa dan menyucikan diri selama 10 hari, 7 hari puasa kecil dan 3 hari puasa besar (tidak makan dan tidur, hanya berdoa). Lembu korban dipotong oleh raja sendiri lalu dibakar hingga habis.

Di disembah di altar She (altar bumi) berupa sebuah mesbah. Ada altar she keluarga, altar she kampung, kota, negara bagian, negara. Di altar she keluarga, suami yang menjadi imam. Altar she kampung, kepala desa. Altas she kota, pejabat. Altar She negara bagian, rajamuda. Altar she nagara, Raja. Altar She adalah altar untuk BERSYUKUR atas berkat yang diterima dan altar untuk menerima berkat dari Shendi atau Di. Di altar She raja mempersembahkan 3 ekor lembu jantan dewasa dan hasil terbaik dari bumi, termasuk di dalamnya barang-barang seni dan sutra. Kulit dan kepala serta bagian-bagian lembu yang tidak dapat dimakan, dikubur sedangkan bagian yang dapat di makan dibagikan kepada para raja muda berdasarkan prestasi kerjanya.

Tian dan Di juga disembah di kuil leluhur, di altar Di (mahaleluhur). Sembahyang di kuil leluhur bagi Tian dan Di disebut BERDOA. Pada saat itu Keduanya disembah sebagai leluhur manusia, leluhur yang tidak pernah menjadi manusia.

Salah satu keunikan raja Tiongkok kuno ketika sembahyang Jiao (di altar perbatasan) dan Di (di kuil leluhur) adalah dia mengajak arwah leluhurnya yang paling MULIA. Hal inilah salah satu hal yang menimbulkan salah sangka bahwa bangsa Tiongkok kuno menyembah arwah leluhur.

Dewasa ini banyak pengkotbah yang mengajarkan bahkan mengejek orang Tionghua sebagai penyembah arwah leluhur. Menurut saya mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu sehingga merasa tidak perlu mencari tahu. Apabila mereka cukup rendah hati untuk mencari tahu, maka saya yakin mereka akan kagum akan kebijaksanaan para leluhur orang Tionghua, bahkan mungkin mereka akan berdecak kagum melihat cara Allah mengasihi bangsa Tionghua. Menyembah arwah orang mati? Menyembah dari Hongkong?

Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. Maleakhi 1:11

Apabila bangsa Israel, ketika mendengar wahyu itu lalu beramai-ramai menghadap Allah dan bertanya, “Bangsa manakah Itu Allah?” Menurut anda, bangsa manakah yang akan diajukan oleh Allah untuk bersaksi? Apabila ada orang yang bertanya kepada anda, bangsa manakah yang menyembah dan memberikan korban yang tahir kepada Allah pada generasi Maleakhi, anda mampu menjawabnya? Saya MAMPU!

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Ikut nimbrung juga ya

dari pembahasan panjang lebar antara mr iah2 dan mr van saya sedikit berpendapat bahwa sdr van benar bahwa di dalam menjelaskan Alkitab sangat tidak valid bahkan mungkin kebablasan jika menggunakan tulisan Kongsi, lautzi karena yang sempurna tidak bisa dinilai atau dijelaskan dengan menggunakan yang tidak sempurna. sekalipun saya juga percaya bahwa sebnarnya agama Tiongkok kuno tidak menyembah arwah. saya pernah mendengar kaset seminar Pdt Stephen Tong yang membahas mengenai filsuf Tiongkok khususnya Kongzi dan Lauzi, di sana dibahas bagamana tingginya pemikiran filsuf tiongkok yang demikian tinggi namun begitu dibandingkan dengan terang Firman Tuhan, cahaya mereka menjadi temaram. Tidak beralasan jika kita merendahkan filsafat Tiongkok yang telah teruji selama ribuan tahun apalagi dibandingkan filsafat barat, namun karena pada dasarnya filsafat itu semua berasal dari pemikiran manusia berdosa yang meskipun pemikirannya begitu agung tetap tidak bisa menjadi pembenar untuk dipakai sebagai kunci penafsiran Alkitab. God bless u all

Ya, itulah point saya.....

Mr. Bagus T....

Ya, itulah point saya....Apalagi yang sudah pernah mendengar khotbah Pdt. DR Stephen Tong...Pasti bisa mengerti maksud saya....

Saya juga sangat menghargai ucapan Lao Tze, Confucius, Meng Tze ( dari dulu saya sudah koleksi buku2 mereka ) karena ucapan mereka bukan sembarang diucapkan...Tulisan mereka sangat bernilai dan penuh dengan moral yang tinggi..Tapi saya mengganggap semuanya hanya kebijaksanaan tertinggi dari akal budi manusia yang berdosa..Seandainya hanya memakai tulisan mereka sudah bisa mengungkapkan siapa Tuhan sebenarnya, maka tidak perlu lagi ada kesaksian dari Alkitab...Pembaca tentu mengerti maksud saya....

Kesimpulan saya jelas : Kita harus berhati2 mengutip atau meyakini kebijaksanaan dari dunia ini dan tidak dijadikan sebagai landasan pengetahuan ( namanya presuposisi ) untuk digabung bersama dengan Alkitab...Sebagai orang Kristen, kita mesti meletakkan landasan pertama dan terakhir kita di dalam Alkitab saja...

Semoga diskusi ini tidak membuat pembaca bingung dan dapat membangun iman...GBU all....

Yang Tidak Sempurna Menjelaskan Yang Sempurna

Saudara Bagus T, kita sering meyakini sebuah UNGKAPAN yang nampaknya BENAR, namun sesungguhnya salah. Maaf, salah satu contohnya adalah ungkapan yang anda gunakan.

dari pembahasan panjang lebar antara mr iah2 dan mr van saya sedikit berpendapat bahwa sdr van benar bahwa di dalam menjelaskan Alkitab sangat tidak valid bahkan mungkin kebablasan jika menggunakan tulisan Kongsi, lautzi karena yang sempurna tidak bisa dinilai atau dijelaskan dengan menggunakan yang tidak sempurna.

“karena yang sempurna tidak bisa dinilai dengan menggunakan yang tidak sempurna”. Saya setuju 100% dengan pendapat anda!

“karena yang sempurna tidak bisa dijelaskan dengan menggunakan yang tidak sempurna”. Saya 100% MENENTANG pendapat anda tersebut!

Pdt. Dr. Stephen Tong MENJELASKAN Alkitab dengan ucapan-ucapannya. Apakah penjelasan-penjelasannya benar? Untuk mengetahuinya kita harus MENILAI atau MENGUJI dengan Alkitab. Salah satu ucapan Stephen Tong yang paling banyak dikutip orang adalah:

Kita harus rela memaksa diri untuk rela takluk kepada Firman Allah.

Apakah MENGUTIP kalimat tersebut otomatis MENJADIKAN-nya STANDARD untuk menilai ajaran Alkitab?

Laozi menjelaskan Tuhan dalam kitab Dao De Jing. Apakah yang ditulis oleh Laozi itu benar? Untuk mengetahuinya kita harus MENILAI atau MENGUJI dengan Alkitab. Salah satu tulisan Laozi yang saya kutip adalah Dao De Jing pasal 25. Apakah MENGUTIP Dao De Jing pasal 25 otomatis MENJADIKAN Dao De Jing STANDARD kebenaran Alkitab?

… dasarnya filsafat itu semua berasal dari pemikiran manusia berdosa yang meskipun pemikirannya begitu agung tetap tidak bisa menjadi pembenar untuk dipakai sebagai kunci penafsiran Alkitab.

Saya setuju dengan pendapat anda, itu sebabnya saya tidak pernah merasa ragu untuk menjejerkan kitab apapun di hadapan Alkitab guna membuktikan bahwa alkitab memang Raja Segala Kitab.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Cuman Mo Lapor, Ane Dah Bikin PR

He he he, mang enak ketemu anjing galak? Pantesan ujung gang sepi rupanya lagi sibuk di sini? Pedang kayu mang paling cocok tuk getokin yang galak-galak. Ini preparat baru yang ente janjiin tuk kite-kite? Katanya ada dua? iah-iah gemblung, Banyak amit?. Ane copy paste tulisan ente dech, biar yang laen pikir ente yang dukun.


Sementara MEMBENARKAN diri, dia juga kekeh jumekeh merendahkan lawannya. Menuduh lawannya bodoh, sombong, tidak sopan, tidak logis, tidak berpengetahuan, tidak mengerti apa yang dikatakan, tidak memberi penjelasan, tidak mengajukan bukti, tidak mengajukan pertanyaan dengan benar dan logis. Bagi orang-orang demikian, data, fakta dan argumentasi menjadi tidak penting karena yang terpenting adalah bagaimana MENYATAKAN diri benar dan MENUDUH lawan salah.

Diskusi yang lucu. Ane masukin datanya aja dech biar pada ngitung ndiri.

Daftar Tuduhan Vantillian

Pemahaman juga ada yang salah....

No.

Tuduhan

Bukti

1

...saya rasa sdr iah-iah terlalu byk asumsi..

2

saya kira anda perlu belajar banyak hal sebelum berasumsi
banyak juga...

3

Jadi jangan berputar-putar berpendapat tapi sendiri tidak
tahu apa yang dipendapatkan..

4

Saya sarankan anda membaca banyak buku.. khususnya
mengenai cara berpendapat dan tentang ilmu logika..

 

Allah Takluk kepada Tao Te ching???

No.

Tuduhan

Bukti

1

Kalau mau berbicara LOGIKA, tolong anda pahami ilmu yang
anda mau diskusikan.. Ok?

2

Kalau mau berbicara LOGIKA, tolong anda pahami ilmu yang
anda mau diskusikan.. Ok? dari tulisan saya diatas, semuanya sudah saya
jelaskan... ( sayang, cuma anjing yang tidak mengerti logika..)

3

Kalo anda tidak ngerti apa yang saya tulis, tolong
didiskusikan dulu... Jangan diartikan jauh sekali ataupun sempit sekali...

4

Tolong kasih saya jawaban...

Makanya jangan terlalu banyak berdiskusi dengan anjing
anda, sehingga anda tidak bisa berdiskusi dengan akal sehat manusia... Ok?

5

Hehe...ternyata anda lebih paham tentang anjing daripada
yang lain ya? (apa juga terhadap Alkitab?

6

Kalau begitu, anda harus bertobat dari ilmu anjing anda..

7

karena tak satupun menjelaskan tentang topik kita..OK?

8

Jangan-jangan Allah takluk kepada ilmu anjing anda... anda
sudah paham kemana arah bicara saya kan?)

 

Alkitab = Tao Te Ching?

No.

Tuduhan

Bukti

1

Tolong anda belajar baik2 lagi esensi diskusi....

2

soalnya semua yang anda tuliskan kalau tidak anda yakini
BENAR, ngapain anda tulis panjang lebar disini?

3

Saya heran, anda kelihatan sangat pintar diskusi, tapi
tidak tahu pemakaian kata anda efeknya luas...

4

Atau anda jadi kristen karena anda bermufakat?

5

… anda mesti bicara data dan fakta.. (bukankah itu
perkataan anda??)

6

Jangan cuma bisa ilmu anjing doang... baca ilmu
manusia..ok?

7

Lalu sebenarnya yang saya tanyakan tidak anda jawab...

8

Tolong dijawab. . jangan berputar2 tak menentu... Mana
ayat pendukungnya?

9

Belajar Alkitab baik2 dulu, baru belajar buku lain..oK?

 

Tao Te ching = Alkitab?? Sori, saya tanya lagi...

No.

Tuduhan

Bukti

1

Saya menyebalkan??? Haha... Siapa yang sekarang memakai
unsur emosi dan bukan fakta data? Hehe....

2

Makanya saya ingin mengajak anda melihat hal ini dengan
jelas...

3

Jangan mengutip perkataan seseorang tapi tidak tahu kemana
dan arahnya...

4

Lagipula saya yakin anda tahu arah diskusi saya kemana
(karena yang tidak pernah melatih anjing juga ngerti kok)....

5

Anda ngertikan kemana arah saya? (Sori, saya selalu tanya
gt...)..

6

...Dan jangan langsung memakai alasan untuk membenarkan
tulisan anda...

7

Baca dan renungkanlah... Baru balas... Tidak usah
menambahkan unsur emosi ke dalam kalimat anda... santai Bro...

8

sdr mesti ngerti konsekuensi kalimat yang anda
diskusikan...Ok?

9

Kalao gak ngerti lg, baca lagi..Ya?

10

meskipun saya agak heran mengapa anda menjelaskan semua
kalimat Tao te ching kepada saya.. (kenapa bukan Alkitab? Anda sudah ngerti
arah saya kan??? hehe)

11

Satu lagi, kalau anda membaca Alkitab kayak Novel, mungkin
anda harus ubah gaya baca anda...

12

Bacalah Alkitab seperti Alkitab.. Jangan seperti novel,
pantasan semua penjelasan anda kacau balau.. (sori, saya agak
emosi....hehe...gak lagi kok)

13

Anda sudah tau arah saya kemana kan?

 

Sdr iah iah...Kenapa dikutip???? Saya
tanya lagi....

No.

Tuduhan

Bukti

1

Sepertinya anda tidak menyadari pertanyaan yang saya
ajukan hampir tiga kali dalam blog ini sangat menyentuh dasar diskusi
kita...( makanya saya agak bertele2, sori ya...)..

2

Tapi anda tidak tahu pernyataan anda (yang anda anggap
sangat kristiani) sangat merusak kekristenan

3

jangan memberi alasan dengan mengutip lebih banyak lagi
perkataan ntah dari buku mana (kalau anda mau, saya akan kirimkan pdf tulisan
Tao dan confucius..

4

jadi dengan pengetahuan anda tentang Tao atau yang lain,
jangan pikir anda sudah Tahu Allah orang Kristen...

5

Sori...Kekeristenan tidak bisa hanya dinilai dari buku
yang anda kutip atau dari ilmu anjing yang anda latih atau usia anda menjadi
kristen..

6

Tolong baca baik2 Injil yohanes...).. Ngertikan?

7

Makanya jangan pikir pengetahuan anda sudah mantap dalam
hal ini..

8

bagi saya justru anda mesti banyak menggali Firman lagi...
(makanya saya sering suruh anda baca, tapi anda masih tidak
ngerti..haiya...)...

9

Jangan merusak pengetahuan Kristen dengan pengetahuan anda
karena anda kagum kepada ajaran tao...

10

Jadi uji diri anda...

11

pertanyaan saya saja anda tidak bisa menjawab dengan
tuntas....

12

Kalau anda mau diskusi serius, tolong mikir ini serius
juga..

13

Jangan malu membongkar landasan pengetahuan anda kalau
anda salah..Ok?

14

Kalau tidak setara, kenapa anda
mengira mengutip itu bisa menjelaskan Allah Alkitab, seperti Allah Takluk
kepada DiriNya sendiri? Berarti anda mengganggapnya setara... Atau ALKITAB
tidak bisa menjelaskan Allah dengan tuntas sehingga memerlukan kitab yang
lain untuk menjelaskan Allah kita? :) Tolong mikir dulu ya??

15

Bukan berarti anda mengutip perkataan bijaksana dari
filsuf atau yang lain, berarti anda sudah bisa menjelaskan Allah...

16

Anda tidak tahu konsekuensi dari tulisan anda akan kemana,
jadi tolong mikir dulu baru jawab.. OK?

jadi cek dulu dasar pengetahuan keyakinan anda baik2...)..

Soal Mufakat, anda perlu bermufakat dulu dengan Firman
dulu, baru bisa ngomong mufakat dengan sesama Kristen..Ok? (masih belum
ngerti?)

Saya ingin anda hati-hati dalam hal ini, jangan orang lain
mengira kitab lain bisa menjawab Apa yang dipercayai orang kristen...(masih
ingat prinsip Sola Scriptura? yang diperjuangkan mati2an oleh Martin Luther?
)..

Kalau gak ngerti konsekuensi kalimat anda, jangan
sembarang ambil kesimpulan dan kutip sana
sini dari kitab lain..oK.?

 

Saya memang paranoid............ketika
Alkitab disalahgunakan...

No.

Tuduhan

Bukti

1

Sampai tulisan terakhir ini, anda bahkan belum mengerti
maksud saya...Baiklah, saya akan menuliskan dalam bentuk point :

2

Yang anda tuliskan dan diskusikan bisa sangat berbahaya
bagi prinsip pengetahuan iman kita..... Karena anda berusaha menjelaskan konsep
Alkitab dengan tulisan kebijaksanaan dunia.....

3

Anda sedang bermasalah dengan dasar OTORITAS yang anda
pakai untuk menjelaskan OTORITAS TERTINGGI yang kita pegang yaitu Alkitab...

4

Anda sudah ngertikan? Itulah point yang mau saya
tekankan....

5

Anda mesti kembali belajar dasar kekristenan...

6

kenapa anda belum mengerti juga???

7

JUSTRU ANDA sedang memakai STANDAR GANDA menilai tulisan
orang....

8

Bagi saya, anda meremehkan Alkitab sekaligus Kitab Tao....

9

Sayang anda tidak mengerti.... atau sudah mengerti tapi
malu mengakui?

10

Saya sarankan anda jangan malu untuk menguji dasar
pengetahuan anda.... (II Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah
kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin
akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak
demikian, kamu tidak tahan uji.)....

11

Saya heran anda sudah mendengar Pdt. DR Stephen Tong, tapi
anda masih tidak mengerti semua diskusi kita....

12

Tolong belajar lagi ya?

13

Jangan mengira kalau membaca atau mendengar dari Stephen
Tong bisa membuat tulisan anda jadi bernilai atau benar...

14

Anda mesti belajar Firman baik2...

15

(jangan anggap sebagai novel, ok? )..

16

Justru saya sedang mempertanyakan kekonsistenan anda....

17

Anda mengutip Kitab Tao tapi tidak mengakui Kitab Tao =
Alkitab, dimana konsisten anda?

18

Lagipula kenapa anda bisa sembarangan mengutip Kitab Tao
untuk mendukung Alkitab?

19

Anda mesti belajar prinsip penafsiran Alkitab kalau mau
konsisten...Ok?

20

 

dukun Geblek

Dukun, kamu pernah melakukannya di Klewer, sekarang kamu melakukannya di sini. Semoga Tuhan mengampunimu, sebab kamu tahu apa yang kamu lakukan. Kamu benar-benar membuatku marah. Apa yang kamu lakukan bisa merusak tatanan.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Haha....Sekarang saya jadi tertuduh....

Hehe....sekarang saya jadi tertuduh...Wah..besok2...saya bisa jadi tersangka nih....Sdr iah2...Silakan cek tuduhan saya yang telah dibuat di atas...:) Terima kasih atas daftar tuduhannya....Bisa gawat kalau dilaporkan di Polda Metro Jaya....

Kita lagi diskusi, kok jadi dibilang saya menuduh? hiks....Dan ingat, saya cuma menyarankan sdr iah2 belajar lebih baik, bukan menuduh dia....hehe...bingung gue...Sdr iah2...coba baca, baca dan baca lagi tulisan anda sendiri...siapa yang menuduh siapa? Sekali lagi, belajarlah cara diskusi yang baik....( saya menambahkan satu tuduhan lagi, hahaha)....

dianpra's picture

Maksudmu itu apa, Dukun?

Hei dukun, maksudmu itu apa ta? Apa ngga percuma itu buat daftar panjang-panjang seperti itu, tapi ngga ada gunanya buat pembaca, buang-buang tenaga aja ...

Lagian siapa juga yang kasi kamu PR?!

MoZee_Rui's picture

70 tuduhan dari Vantillian ala Dukun Geblek

Woah. Dukun geblek (tahu dari iah iah) kamu rajin sekali loh, kamu banyak nganggurnya ya hayoo ketahuan :-). ada 70 tuduhan dari Vantillian yang kamu umbar disini. Trims sudah bikin PR,

ok.. sebaiknya kita tunggu jawaban Vantillian, sehingga hal ini bisa diselesaikan secara logis asertif ala Robot Gedek.

Kelihatannya anda tidak pandai merayu, tapi pintar "menodong" dasar dukun..dukun..

saran saya juga; anda gentle donk, daftar kek. Gak susah toh

Qoheleth~MoZee~^_^

Secara logika sudah jelas...

Secara logika sudah jelas, menuduh tanpa kejelasan adalah tak masuk logika, apalagi berlogika tanpa menggunakan logika...KAsihan si logika, jadi kambing hitam penuduhan...Hehe...Selamat berpikir...sekali lagi ingat, dasar itu penting...

Geger dan Kebakaran Jenggot

Wah, maaf bila kutipan owe bikin geger sungai telaga dan bikin yang nggak punya jenggot merasa kebakaran jenggotnya. Mas Dianpra, tadinya ane cuman mau ngasih tahu betapa lucunya cara mas Vantillian melakukan diskusi dan betapa anehnya para pembaca di sini karena nggak ada yang ketawa-ketiwi melihat kelucuan itu. Tapi klo dianggap nggak ada gunanya buat pembaca ye, gimane dong? Mas dianpra, bukan Owe yang buat tuh daptar, ane cuman copy paste doang dari tulisan mas Vantilian, lagian ane mang lagi nggak ade kerjaan waktu copy paste tuh daptar. Mang klo bikin daftar gituan buang-buang tenaga yee?

Vantillian, ente bener-bener lucu! Dah jelas semua tuduhan yang ane muat itu tulisan ente ndiri, eh enete malah merasa jadi ornag yang didzolimi? Mustinya ente introspeksi, klo dah paham trus minta tararengkiu sama Tuhan karena akhirnya ente sadar juga. He he he … kayaknya nasib ente blom bagus soalnya ente nggak dapat pencerahan sama sekali. Mungkin blom waktunya kali ye? Ajubile juga ente ya? Masih aja nekad nanya siapa yang nuduh siapa? Mang ente dah lupa klo itu semua tulisan ente ndiri? Klo ente mikir si iah-iah nuduh ente kenapa nggak ente kutip aja tuduhan-tuduhannya biar kite-kite pade tau?

He he he … tadinya sich maunya owe muat juga tuh tuduhan-tuduhan si iah-iah, biar seru tapi waktu owe baca-baca, ternyata semua tuduhan dia disertai dengan ARGUMENTASI yang kuat, beda ama tuduhan ente yang asal CUAP doang. Jadi klo ane muat juga tuduhan si iah-iah ente makin kebanting dech.

Eh mozee, mang owe nggak gentle ya? Gentle apaan sich tuh? Meksud ente klo mo gentle ane musti tinggalin KTP? Kenape ente cuman negor ane doang sich? Pan yang namu kayak owe juga banyak?

Iah iah minta maap dech! Owe cuman gregetan aja ngeliat ente sabar banget kayak nggak ada kerjaan aja. Jandji dech lain kali nggk asal nyelonong lagi.

Vantillian nggak usah nyebut-nyebut logika lagi dech! Ente dah ketahuan belangnya, bisanya maen treak nyalahin orang doang, jangan agul-agulin logika dech, klo ente mang punya logika baca tuh semua komentar trus bertobat dech biar bisa masuk surga.

dukun

MoZee_Rui's picture

Dukun itu Feminin ha ha ha

 Kun..kun, kamu nih ajubile juga. Udah bagus saya tegur, daripada tuduhan kamu kena ke iah iah, wong yang lagi asyik masyuk debat kan dia sama si Van, eh ente nyerobot secara gerilya.

Tapi oke juga lah daya kritis ente, semoga bermanfaat ya

 Qoheleth~MoZee~^_^

Hehe..trims untuk semua masukannya...

Untuk dukun ya? Wah...gawat, ada keturunan Daud Tony....

Hehe....Thx untuk semuanya...Daftar tuduhannya....Makanya lain kali jgn nyolong aza masuk...Baca dulu dari awal...Semua tulisan kan harus dibaca baik2....Saya masih ingat semua tulisan ane kok...Yang saya tanyakan dan diskusikan kan semua masuk logika kan? Atau anda sendiri tidak pakai logika ( makanya jgn belajar dukun trus.,..)..

Yang saya permasalahkan cuma satu : Kenapa Kitab Tao mesti dipakai ( atau bisa/boleh) untuk menjelaskan Allah Alkitab? Kalau boleh, kita orang kristen mesti belajar Tao donk...itu saja...Kenapa bukan kitab lain? Kalau sdr iah2 jwb Alkitab tidak sama dengan Tao ( hub dnegan kebenaran Kristen ), kenapa mesti dikutip? 

Coba u jelaskan, karena saya dari kmrn2 tidak mendapat jwban apa2, selain kata menuduh.... kalau ada argumentasi, saya kan kasih argumen juga....cuma pertanyaan dasar saya yang di atas belum dijawab tuntas( jangan hanya bisa tulis, tapi kemudian berkelit donk )...

Saya juga pengen tahu ilmu dukun dikit..oK?

GBU.... 

franky

franky sp.situmorang
salam......
lucu juga ya kita dengernya! cuman hanya kata "MAHA"
cuman yg saya tau! ada beberapa "maha" yg menjadi sifat manusia, "maha bingung" jika mencerna kemutlakan Tuhan.
mis:kenapa sih manusia harus berdosa dan masuk
neraka? kalau Tuhan maha PENGAMPUN,kenapa ga
diampunin aja? harus bertobat? koq ada saratnya?
Tapi "Maha"(tanpa batas) Pengampun? dan pemaaf?
"maha tidak sempurna" ketika membahas maha
sempurnanya Tuhan.bagaimana manusia yang tidak
sempurna bisa mendefenisikan kesempurnaan Tuhan?
saya jd bertanya2 neh! sebenarnya manusia yang menginginkan Tuhan seperti apa atau Tuhan yang menginginkan manusia seperti apa? atau anda2 yg disini ada yang mau mencoba mengkudeta kesempurnaan Tuhan??
sebenarnya pertanyaan tersebut logis! saya setuju pendapat iah iah bahwa Tuhan itu tunduk pada dirinya sendiri, dan segala sesuatu yg diciptakan tunduk Pada Tuhan, saya Yakin Tuhan mampu menciptakan sesuatu yang "tidak bisa" diangkatnya, dan saya yakin dan saya yakin ketika Tuhan berniat Mengangkatnya Pasti bisa diangkat, kenapa?? karna yang diciptakaNya itu tunduk pada kuasa Tuhan.
kira2 betul ga pendapat saya?(maha bingung).

Allah Takluk Pada DiriNya Sendiri dan Allah Mutlak Berdaulat

Hallo Franky, izinkan saya mencoba menjawab pertanyaan anda.

Ketika seseorang bertanya, "Mampukah Allah menciptakan sebuah batu yang tidak sanggup diangkat-Nya?" Maka kita langsung bisa mendeteksi bahwa orang itu memiliki konsep:

Mahakuasa = Tidak ada yang tidak bisa, Mahapencipta = tidak ada yang tidak bisa dicipta.

Umumnya orang Kristen langsung menuduhnya ngawur atau mengajukan pertanyaan yang salah. Kenapa orang-orang Kristen menuduhnya demikian? Karena sebenarnya mereka memiliki pemahaman yang sama dengan orang itu tentang arti kata mahakuasa dan mahapencipta. Menurut saya pemahaman demikian salah dan tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.

Alkitab mengajarkan bahwa ketika kita membandingkan Allah dengan Diri-Nya Sendiri, maka Dia tidak MAHA lagi, Dia menjadi terbatas dan tidak bebas. Yang membatasi-Nya adalah Diri-Nya Sendiri. Ketika Allah menyatakan bahwa makan buah terlarang berarti dosa dan upah dosa adalah maut, Maka Allah tidak Mahakuasa lagi, karena Dia tidak mungkin menentang Diri-Nya Sendiri, Dia tidap BISA menentang ketetapan-Nya Sendiri. Pada saat menentukan peraturan tentang dosa, pada saat itu Allah sedang membatasi Diri-Nya, membatasi Kasih-Nya.

Mampukah Allah menciptakan sebuah batu yang tidak dapat diangkat-Nya? Apabila Allah MEMUTUSKAN untuk menciptakan sebuah batu yang tidak mampu diangkat-Nya, maka pada saat itu Dia sudah MENETAPKAN batas untuk diri-Nya Sendiri. Mustahil Allah melanggar KETETAPAN-Nya sendiri. Apabila Allah MEMUTUSKAN untuk TIDAK menciptakan batu yang tidak mampu diangkat-Nya, maka pada saat itulah Dia membatasi DAYA CIPTA-Nya.

Bukankah itu berarti Allah TIDAK MAHA? Benar, Allah TIDAK MAHA ketika kita menjadikan DIRINYA sebagai STANDARD. Namun Allah MAHA ketika kita membandingkan-Nya dengan ciptaan-Nya. KE-MAHA-an Allah ada BATAS-nya yaitu DIRINYA SENDIRI.

Selama ini kita mendengar ungkapan, "Tidak ada yang MUSTAHIL bagi Allah!" Namun ketika ditunjukkan hal-hal yang MUSTAHIL bagi Allah, banyak orang Krsiten yang langsung marah dan menuduh sang penanya tidak rohani, tidak penuh Roh Kudus dan seribu satu alasan lainnya.

Menurut saya, masalahnya bukan pada orang yang bertanya, bukan pada pertanyaannya, namun pada pemahaman orang yang ditanya. Dan menurut saya sudah saatnya kita keluar dari cara berpikir dengan menjadikan logika manusia sebagai standard. Kita harus menjadikan Alkitab sebagai Standard. Alkitab mengajarkan bahwa Allah memiliki BATAS yaitu Diri-Nya Sendiri. Saya menyebutnya Allah TAKLUK pada Diri-Nya Sendiri.

Kepada orang-orang yang bertanya, "Mampukah Allah menciptakan batu yang tidak mampu diangkat-Nya," setelah saya menjawab pertanyaan mereka dan memuaskan logika mereka, biasanya saya bertanya,

"Mampukah Allah menciptakan batu yang tidak mampu diangkat-Nya?" Umumnya mereka akan menjawab mampu. Kemudian saya akan melanjutkan dengan pertanyaan kedua,

"Mampukah Allah kemudian mengangkat batu itu dengan mudah? Umumnya mereka akan menjawab, "tidak mampu!"

Ketika saya bertanya, "mengapa?" Umumnya mereka akan menggunakan argumentasi saya untuk menjawab pertanyaan saya. Biasanya saya akan membantah jawaban mereka dan menyatakan Allah Mampu mengangkat batu itu dengan mudah. umumnya mereka akan menuduh saya tidak konsisten dan tidak berpikir logis.

"Apa yang membuat Allah tidak mampu mengangkat batu itu?" KEPUTUSANNYA untuk menciptakan sebuah batu yang tidak sanggup diangkat-Nya.

"Ketika Allah MEMUTUSKAN untuk mampu mengangkat batu itu dengan mudah, bukankah Dia akan mampu mengangkatNya dengan mudah?"

Umumnya mereka akan menuduh saya mengada-ada, sebab Allah KONSISTEN dengan KETETAPANNYA. Kemudian dengan berapi-api mereka akan menggurui saya bahwa Allah itu KEKAL dan KEKAL pula segala KETETAPANNYA. Allah tidak BERUBAH maka segala firman-Nya pun tidak berubah.

Allah BERDAULAT secara MUTLAK, siapa yang MAMPU menentang KEDAULATANNYA? Apabila Allah memutuskan untuk mampu mengangkat batu itu, siapa yang berani dan mampu menentang Dia?

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Allah Tidak Maha ketika dibanding dengan diriNYA?

Allah Tidak Maha ketika dibanding dengan diriNYA? Berdasarkan perngertian Alkitab mana kalimat itu boleh diucapkan? Saya jadi pengen tahu...Lalu, dimana kutipan Tao nya lagi? :)

GBU...

Mengutip Khusus Untuk Vantillian

Allah Tidak Maha ketika dibanding dengan diriNYA? Berdasarkan perngertian Alkitab mana kalimat itu boleh diucapkan? Saya jadi pengen tahu...Lalu, dimana kutipan Tao nya lagi? :)

Maha = besar; amat; yang teramat. mis. Mahabaik, mahabesar, mahatinggi, mahasuci.

Vantillian, mohon maaf, saya sudah mencoba mencari di Alkitab terbitan LAI, bahkan sampai ke kamus Alkitab namun tidak menemukan definisi MAHA di sana. Ketika mendiskusikannya dengan teman-teman Theolog sesuai anjuran anda, mereka menertawakan saya lalu menyuruh saya mencari di Kamus. Saya lalu mencarinya di Kamus Umum Bahasa Indonesia – W.J.S. Poerwadarminta – PN Balai Pustaka – 1985, tersebut di atas itulah definisi yang tertulis di sana.

Vantillian, ketika membandingkan Tukul Arwana dengan Ariwibowo, maka kita akan bilang, Tukul Arwana jelek dan Ari wibowo ganteng. Apabila kita membandingkan Tukul Arwana dengan dirinya sendiri, maka dia menjadi tidak jelek lagi. Begitu juga ketika kita membandingkan Ari wibowo dengan Ari Wibowo. Untuk MENILAI atau MENGHAKIMI sesuatu kita perlu STANDARD.

Pada jamannya, Mardi Lestari adalah juara Asia lari 100M putera. Kenapa Mardi bisa disebut juara? Karena dia berlari bersama dengan pelari-pelari asia lainnya dan menurut catatan waktu dia mencapai garis finish duluan. Apabila Mardi Lestari berlari sendirian, apakah dia bisa menjadi juara?

Nah, Vantillian, saya sedang bermurah hati, karena anda menginginkan kutipan Dao De Jing tentang LOGIKA PERBANDINGAN, maka saya akan mengutip satu ayat buat anda.

Di kolong langit
semua yang disebut cantik
berarti  cantik
yang lain menjadi jelek
Semua yang disebut baik
berarti baik
yang tidak baik disebut buruk

Ada dan tiada
saling melahirkan
susah dan gampang
saling melengkapi
tumbuh dan susut
saling membentuk
atas dan bawah
saling memenuhi
suara dan nada
saling menyelaraskan
sebelum dan sesudah
saling mengikuti
selalu demikian

dikatakan
sang nabi wuwei
namun menggenapi tugasnya
tanpa kotbah
mengajarkan agama
Berlaksa wujud
Tumbuh kembang
Tanpa perlu komando
memberi hidup
namun tidak memiliki
memimpin
namun tidak mengikat
menaklukkan
namun tidak bertahta
yang tidak bertahta
tidak digulingkan
Dao De Jing 2

Nb.

Wuwei arti harafiahnya tidak melakukan sesuatu. Di dalam Dao De jing 48 Laozi menjelaskan, Wuwei er wubu wuwei artinya Tidak melakukan sesuatu bukan tidak melakukan apapun. Walaupun di dalam Dao De jing, Laoze menjelaskan arti Wuwei itu dalam 7 pasal yaitu pasal 2, 38, 43, 48, 57, 63, 64, namun tetap saja banyak orang yang melakukan kesalahan ketika memahami arti kata Wuwei.

Vantillian, menurut saya sebenarnya tidak perlu mengutip Dao De jing untuk menjelaskan makna MEMBANDINGKAN sesuatu dengan sesuatu, namun karena anda menghendaki maka saya mengutip satu ayat buat anda, dengan demikian, sambil memahami makna membandingkan and dapat mempelajari Dao De jing.
 

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Yang mana pengertian Alkitabnya?

sdr iah2....

Yang saya tanyakan berdasarkan pengertian Alkitab mana ALLAH tidak MAHA terhadap diriNya sendiri? Bukan pengertian TAo...Yang saya tanyakan ayat Alkitab yang bisa anda simpulkan....Tidak cukup hanya membuka kamus....OK?

Thx untuk kutipan Taonya.... Tapi apakah itu bisa menjelaskan ALlah tidak MAHA terhadap diriNya sendiri? Mana pengertian dari Alkitabnya?

Pertanyaan itu bisa saja logis...tapi bisa salah....

Yang kita permasalahkan disini adalah apakah pertanyaan itu bisa dijawab..bagi saya ada pertanyaan salah yang tidak bisa dijawab secara logis...meskipun secara logika bisa diterima pertanyaannya....

Contohnya : 1. Mengapa Bola itu mempunyai sudut 90 derajat?

Kita bisa jwb : Bola tak mempunyai sudut 90 derajat, cuma segitiga siku2...( itu jawaban )..tapi masalahnya adalah terletak pada pertanyaannya, bukan jawabannya...( Coba anda baca baik2 pertanyaannya ) bandingkan dnegan :

2. Mengapa bola itu tidak mempunyai sudut 90 derajat?

Meskipun pertanyaan pertama bisa diterima logis, tapi pertanyaannya salah...( dan masih banyak contoh lain)

Caranya adalah kita koreksi pertanyaannya...( benarkan)...Bukan berarti orang yang tanya pertanyaan pertama bodoh, justru dia pintar, tapi ada kesalahan pemakaian kalimat logis....

Belum lagi kita bahas kalimat silogisme yang rumit....Ntar ada yang kesimpulan kelihatan benar tapi bisa salah...Contoh : Semua ayam berkaki dua, manusia berkaki dua, kesimpulan : Manusia itu ayam??? ( kalimat kesimpulan logis kok, tapi salah , kita mesti tambah kalimat penjelas lainnya...)

Buat semua pembaca, kenapa saya katakan kalimat Apakah Allah dapat menciptakan sesuatu/batu yang tidak bisa Ia angkat adalah salah? Karena definisi mencipta dengan angkat kita salah campurkan dengan konsep Allah....Tapi kita bisa menciptakan sesuatu yang tidak bisa kita angkat ( benarkan? )...Itu karena definisi yang kita pakai untuk kita memungkinkan untuk itu...( manusia bisa mencipta bangunan yang tidak bisa ia angkat )...Jadi, pertanyaannya kelihatan logis, tapi tidak ada jawaban....

Kalau kita pakai kalimat Allah Takluk pada DiriNya sendiri, saya cuma bertanya, atas dasar pengertian Alkitab mana kita pakai kalimat itu? Saya pengen tahu dasar Alkitabnya....( setidaknya peristiwa atau ayat alkitab )...Bukan berarti saya minta ayat Alkitab ALLAH Takluk kepada diriNya sendiri itu  harus ada dlm Alkitab....Jangan salah mengerti....

Karena sdr iah2 mengutip dari Tao, jadi makanya diskusi kita jd pjg..karena saya selalu pengen tahu, apakah kebenaran kitab Tao telah dapat menjelaskan pertanyaan itu? Atau sudah dapat lengkap dan cukup menjelaskan Allah orang Kristen? 

Silakan diskusikan....GBU..

Pertanyaan Lain....

syalom....

Pertanyaan : Apakah Allah dapat menciptakan batu yang Ia sendiri tidak bisa mengangkatnya?

Senada dengan pertanyaan diatas :

Pertanyaan : Apakah Allah dapat menciptakan manusia yang lebih besar dari DiriNya sendiri?

Meskipun tidak begitu mirip, tapi silakan didiskusikan  bagaimana pertanyaan itu dijawab.....

Gbu...

Manusia Yang Lebih Besar Dari Allah

Goliat jauh lebih besar dari Allah, Saul juga mungkin jauh lebih besar dari Allah. Karena ketika Allah jadi manusia, Dia cuman segede manusia biasa aje, namanye Yesus Kristus kan.

he he he ...

Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, Yesaya 45:23

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. 2 Timotius 2:13

Tuh, ane kasih tau dech dacar Alkitab kenapa si iah iah ngotot Allah takluk pada diri sendiri. iah iah gemblung ente mang pelit bener, apa susahny sich nyebutin ayat? udahan dulu ah, ada pasien tuh.

dukun 

 

Uppercut

Eh dukun uppercutnya benar-benar tepat. Lain kali saya pinjam ya?

Ayatnya juga tepat, namun kenapa nggak dijelasin sekalian? Ha ha ha... ternyata anda juga tidak terlalu bermurah hati kan?

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

Ah, masak?

Ah, masak sih? Goliat lebih besar dari Yesus? Dari segi badan? hehe... Kok bisa tahu? Jangan dipaksain jawab....

Lho, bukankah ayat2 itu gue yang kasih, kok dipakai untuk membenarkan kalimat orang lain...yang benar deh...atau saya yang salah baca....

sekali lagi : Semuanya harus bersumber dan ditutup dalam Firman Allah, setuju?

Gbu..sola christos

MoZee_Rui's picture

Usul keren ala MoZee

Bagimana kalau Van atau iah iah bikin blog baru lagi, udah gitu bisa diskusi sepuasnya, entah soal Korelasi Kitab Tiongkok dengan Alkitab atau masalah lain yang memang menarik dan bermanfaat dibahas. Itung-itung pada bagi ilmu gitu.

Mungkin iah iah yang jago nulis dan filosofis bisa mulai duluan, ditunggu ya 

Qoheleth~MoZee~^_^

ok...saya tunggu blognya....

Saya juga sependapat kalau dibahas di satu blog yang baru....Saya tunggu....

Menulis Blog Itu Mudah

Mozee_Rui dan Vantillian, menulis blog itu mudah, mengelolanya yang sulit. Nampaknya untuk saat saat sekarang saya nggak akan nulis blog di sini dulu karena waktu saya tidak mencukupi untuk melakukan hal itu. ada periuk nasi yang harus dikebuli dan setoran yang harus dikejar. Namun bila waktunya tiba atau ada inspriasi saya akan menulis blog di sini.

Aku berdosa, namun tidak berani berbuat jahat, mustahil menentang kehendakNya!
Kebaikan dirimu, tak berani kusembunyikan, kejahatan diriku, tak berani kuampuni!

ok, saya tunggu..

Saya akan tunggu blognya....Gbu

dianpra's picture

Rui, usulmu memang keren

Setuju banget sama usulnya Rui, akan lebih bagus kalo iah iah dan vantilian buat blogg lagi untuk diskusi.

Selain itu, komentar di sini sudah terlalu banyak, ngga terlallu enak diikuti dan selain itu juga merusak apa ya istilahnya, halaman kali ya, halamannya In-Christ.Net, buktinya di beberapa tempat ada garis dan boks tebal warna gelap, menurutku sih itu muncul gara-gara postingan yang terlalu banyak dalam satu tulisan ... mungkin .....

ALLah Maha Kuasa

berarti didalam Alkitab tidak ada yang menyebut bahwa ALLAH maha kuasa?? tetapi di Quran selalu menyebut hal tersebut.. karena dengan Maha Maha maka orang akan lebih percaya yang Maha dari pada tidak ada MAHA

Jawaban saya

Manusia memang ahli dalam menciptakan masalah yang tidak dapat dia selesaikan. Hal tersebut tidak dapat diatributkan kepada Allah. Jadi apakah Allah dapat menciptakan batu yang tidak dapat Dia angkat? Jawaban saya, "tidak" karena justru karena Ia mahakuasa, Dia tidak dapat melakukan apapun yang "self-defeating" (mengalahkan diri sendiri).