MERCUSUAR AKHIR ZAMAN

Mercusuar adalah pemandu kapal dimanapun didunia ini. Mercusuar berperan penting dalam menolong banyak kapal2 melewati tempat-tempat berbahaya, dan hal ini bergantung sepenuhnya pada kesetiaan petugas Mercusuar. 

Orang Kristen Zaman Akhir hendaknya menumbuhkan kepekaan yang tinggi terhadap bahaya yang bersifat rohani ....  pengaruh dunia sekuler dengan seluruh hingar bingar hal2 duniawi, kiranya menyadarkan kita bahwa kita perlu Mercusuar Rohani.

Kita dapat memetik pelajaran yang berarti pada saudara2 kaum muslim yang berupaya membangun sebanyak mungkin Masjid dengan tower2nya yang memasang pengeras suara. Seperti jamur dimusim hujan, Indonesia yang kondusif untuk hal itu semakin membuat pembangunan tower2 semakin banyak, bahkan walau jemaatnya hanya beberapa keluarga saja.

Pelajaran apa yang dapat ditarik dari hal diatas, mereka membangun Tower2 untuk memenuhi atmosfir teritorial dengan suara Adzan. mereka secara konsisten melakukan hal itu. tidak pernah meleset atau alpa...... jika listrik mati mereka menyediakan genset sedemikian sehingga tidak pernah lolos untuk beradzan.

Bagaimana semangat Orang-orang Kristen Zaman Akhir? apakah ada yang merenungkan bahwa kita perlu Mercusuar Rohani?

Sesungguhnya dimana-mana Gereja-gereja sudah memulai pembangunan Menara Doa . suatu gerakan yang di ilhamkan Roh Kudus bagi GerejaNya yang sedang mempersiapkan kedatangan Mempelai Agung, Menara Doa wujud dari kerinduan manusia untuk curhat, memohon, merayu, bermanja-manja dengan Allah, sekaligus memohon agar  Atmosfir teritorial dibersihkan dari kuasa2 yang kian hari kian mencengkeram dan menghalangi doa2 kita dan berkat2yang hendak dicurahkan Allah.

Dengarkanlah seruan untuk mendirikan Mercusuar Rohani.   Ini suatu seruan yang mendesak jelang kedatangan Sang Mesias ke dua kali. Mercusuar Rohani, bukan dalam bentuk Gedung fisik atau Menara akan tetapi dimanapun ada orang Percaya, hendaknya terpanggil "Mendirikan" Mercusuar Rohani yaitu pendoa2 syafaat yang menyediakan waktu khusus untuk berdoa secara pribadi dimanapun dia berada dan tinggal dan apapun profesinya, doa yang tidak egois akan sangat besar kuasanya. 

Bersiaplah membersihkan Atmosfir Teritorial dimanapun Saudara berada, dan lihatlah perubahan yang luar biasa terjadi....!! Mercusuar Rohani  di Akhir Zaman sesungguhnya sangat dibutuhkan untuk membawa banyak jiwa kepada Tuhan Yesus. Pengepungan tembok Yeriko menjadi contoh besarnya kuasa Doa. Sesungguhnya daerah dimanapun Saudara berada adalah cadas-cadas yang dapat menghancurkan banyak jiwa-jiwa baik Saudara2 seiman maupun jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.

Bersiaplah engkau sebagai Pahlawan2 dan Laskar Kristus, dirikanlah Mercusuar Rohani Dimanapun engkau Ditempatkan Tuhan. 

Semoga renungan dan sharing ini menguatkan motivasi Saudara2  seiman, maaf tidak ada ayat Alkitabnya nih, lain kali aja yah..... Glory to Jesus.

 

Syallom Yesus Mengasihimu.

Yudianto Herlambang

 

 

Kategori: Bahan Renungan Alkitab

Keywords Artikel: Doa, Syafaat

Topic Artikel: Leadership, Renungan dan Artikel

Comments

Penggunaan kata Allah

Bro. Yudianto H, tks utk artikelnya. Saya hanya menyarankan, inipun kalau u mau menerimanya. Saya menyarankan rasanya lebih baik kalau kita tdk lagi memakai istilah Allah, dalam tulisan Kristiani, krn menurut pendapat saya Allah yg oleh umat Kristen dijadikan kata sebutan, itu adalah Nama dari Tuhan saudara kita Muslim, shg kalau artikel yg dapat dibaca oleh semua umat, termasuk umat Muslim, kita menggunakan istilah Allah tsb, hal ini bisa menimbulkan kesalah fahaman, krn seringkali istilah Kristiani itu tdk sama dengan istilah Muslimin. Misalnya kalau umat Kristen itu dapat menerima pernyataan bahwa "Allah itu adalah batu karang yang teguh", ttp untuk umat Muslim itu tidak bisa diterima, krn menurut umat Muslim Allah yang adalah nama Tuhan mereka tdk dapat disetarakan atau diperumpamakan dg yang lain.Selain itu menurut saya kata God (Elohim) itu seharusnya diterjemahkan sebagai Tuhan, seperti halnya sila pertama dari Pancasila ditulis "Ketuhanan yang maha esa" bukan "Keallahan yang maha esa". Ya ini sih cuma saran saya, maaf kalau saya lancang memberi saran. Tuhan Yesus Kristus kiranya memberkati Bro Yudianto H.

Asal Mula Kata ALLAH

Bro, Awan yg baik, tks atas comentnya saya sangat menghargai saran Anda, ini membuat saya jadi belajar banyak.... kebetulan saya menemukan 1 tulisan karya Herlianto yang menurut saya cukup mewakili beberapa pendapat lain {dari search di Google : Nama Allah), semoga ini dapat memuaskan Anda, soalnya dengan penjelasan itu dan beberapa artikel lainnya cukup meyakinkan saya bahwa :
(1). EL Allah, sudah dipakai jauh sebelum islam ada.Soal perbedaan pemahaman tentang Allah antara Pengikut Kristus dan Pengikut Muhamad diserahkan pada masing2 pengajarnya.
(2). Allah adalah perkembangan bahasa penyebutan untuk YHWH, ada juga "Aku Adalah Aku" dll. Nama yg sesungguhnya dari Allah kita akan dinyatakan hanya bagi org2 yang menang yg juga akan m'dapat nama yang baru kelak di sorga.
(3). Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Arab pun menggunakan kata Allahu.
(4). Benar bahwa keterbatasan tatabahasa kita belum dapat mengakomodir semua kekayaan yang Tuhan Inginkan kita ketahui, akan tetapi biarlah kekayaan ini tersingkap di Akhir Zaman agar Kemuliaan Allah kita dalam Kristus Yesus Tuhan semakin bersinar.
Thanks Bro, Awan sekali lagi Tuhan Yesus Memberkatimu, Syallom Elohim.